MELACAK KEBENARAN HADITS
(menelusuri matan yang sama)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Melacak matan berikut:
"سبحان الله نصف الإيمان"
(subhaanallaahi separuh dari iman)
Imam ad Darimi meriwayatkan,
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ جُرَيٍّ النَّهْدِيِّ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ قَالَ عَقَدَهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَدِي أَوْ قَالَ عَقَدَهُنَّ فِي يَدِهِ وَيَدُهُ فِي يَدِي سُبْحَانَ اللَّهِ نِصْفُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ يَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَاللَّهُ أَكْبَرُ يَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَالْوُضُوءُ نِصْفُ الْإِيمَانِ وَالصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ. (رواه الدارمي: ٦٥٢)
Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Amir dari Syu'bah dari Abu Ishak dari Jurai An Nahdi dari seseorang dari bani Sulaim ia berkata, "Rasulullah ﷺ menghitung beberapa kalimat dengan tangannya -atau sepertinya mengatakan menghitung dengan jari tangannya yang saat itu tangannya di atas tanganku- (yaitu kalimat): SUBHANALLAHU setengah dari iman, ALHAMDULILLAH memenuhi timbangan, dan ALLAHU AKBAR memenuhi ruang langit dan bumi, wudhu setengah keimanan, dan puasa setengah kesabaran". (HR. Ad Darimi: 652 - isnadnya jayyid menurut Husain Salim Asad ad Darani dari seseorang dari Bani Sulaim)
Lafazh matan yang benar adalah lafazh, "subhaanallaahi nishful miizaan". Sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad,
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ عَنْ جُرَيٍّ قَالَ
الْتَقَى رَجُلَانِ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ نِصْفُ الْمِيزَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ يَمْلَؤُهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ يَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَالصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ وَالْوُضُوءُ نِصْفُ الْإِيمَانِ. (رواه أحمد: ٢٢٠٢٠)
Telah menceritakan kepada kami Yazid telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari 'Ashim bin Abu An Najud dari Jurai berkata; Dua orang sahabat Nabi ﷺ dari Bani Sulaim bertemu, salah satunya berkata kepada temannya: AKu mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Subhanallaah adalah separuh timbangan, alhamdulillaah memenuhinya, Allahu Akbar memenuhi antara langit dan bumi, puasa adalah separuh kesabaran dan wudhu adalah separuh keimanan." (HR. Ahmad: 22020 - shahih lighairihi menurut Syu'aib al Arna'uth dari seseorang dari Bani Sulaim)
Redaksi lain,
حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنَا أَبُو إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِيُّ عَنْ جُرَيٍّ النَّهْدِيِّ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ قَالَ
عَقَدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَدِهِ أَوْ فِي يَدِي فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ نِصْفُ الْمِيزَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَاللَّهُ أَكْبَرُ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَالطُّهُورُ نِصْفُ الْإِيمَانِ وَالصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ. (رواه أحمد: ١٧٥٧١)
Telah menceritakan kepada kami Mu'adz bin Mu'adz telah mengabarkan kepada kami Syu'bah telah mengabarkan kepada kami Abu Ishaq Al Hamdani dari Jurai An Nahdi dari seorang laki-laki Bani Sulaim ia berkata, "Rasulullah ﷺ menghitung di tangannya atau di tanganku seraya bersabda, "SUBHANALLAH (Mahasuci Allah) adalah setengah mizan, WAL HAMDULILLAH (Dan Segala puji bagi Allah) akan memenuhi timbangan, WAALLAHU AKBAR (Dan Allah Mahabesar) akan memenuhi antara langit dan bumi. Bersuci adalah setengah dari iman. Sedangkan puasa adalah setengah dari kesabaran." (HR. Ahmad: 17571 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari seseorang dari Bani Sulaim)
Lafazh, "subhanallah" diganti dengan kata "tasbih" pada riwayat Ahmad: 21995 berikut:
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ يُونُسَ بْنِ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ جُرَيَّ بْنَ كُلَيْبٍ النَّهْدِيَّ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ قَالَ
عَدَّهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَدِي أَوْ فِي يَدِهِ التَّسْبِيحُ نِصْفُ الْمِيزَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَؤُهُ وَالتَّكْبِيرُ يَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَالصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ وَالطُّهُورُ نِصْفُ الْإِيمَانِ. (رواه أحمد: ٢١٩٩٥)
Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Yunus bin Abu Ishaq berkata, Aku mendengar Jurai bin Kulaib An Nahdi dari seseorang dari Bani Sulaim berkata, Rasulullah ﷺ -seraya bertasbih dengan tangan- bersabda; Bacaan tasbih adalah separuh timbangan, alhamdulillah memenuhinya, takbir memenuhi antara langit dan bumi, puasa adalah separuh kesabaran dan bersuci adalah separuh keimanan." (HR. Ahmad: 21995 - shahih lighairihi menurut Syu'aib al Arna'uth dari seseorang dari Bani Sulaim)
Kata "tamla'uhu", sementara dalam riwayat Ahmad: 22078 dengan kata "tamla'uhu".
حَدَّثَنَا أَبُو قَطَنٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ جُرَيٍّ النَّهْدِيِّ أَنَّهُ قَالَ
لَقِيتُ شَيْخًا مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ بِالْكُنَاسَةِ فَحَدَّثَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَدَّ خَمْسًا فِي يَدِهِ أَوْ فِي يَدِي فَقَالَ التَّسْبِيحُ نِصْفُ الْمِيزَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ يَمْلَؤُهُ وَالتَّكْبِيرُ يَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَالصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ وَالطُّهُورُ نِصْفُ الْإِيمَانِ. (رواه أحمد: ٢٢٠٧٨)
Telah menceritakan kepada kami Abu Qathan telah menceritakan kepada kami Yunus dari Jurai An Nahdi bahwa ia bertemu dengan seorang tua dari Bani Sulaim ditempat sampah, ia menceritakan kepada ku bahwa Rasulullah ﷺ menghitung lima (hal) ditangannya atau ditanganku lalu beliau bersabda, "Bacaan Subhanallaah adalah separuh timbangan, alhamdulillaah memenuhinya, Allahu Akbar memenuhi antara langit dan bumi, puasa adalah separuh kesabaran dan bersuci adalah separuh keimanan." (HR. Ahmad: 22078 - shahih lighairihi menurut Syu'aib al Arna'uth dari seseorang dari Bani Sulaim)
Semua hadits tersebut dari Jurai bin Kulaib, ia tabi'in kalangan pertengahan dan negeri hidupnya Kufah. Ia periwayat yang dinilai maqbul. Dari matan yang ada dapat dipahami hadits riwayat ad Darimi: 652 dengan lafaz matan, "subhaanallaahi nishful iimaan" berbeda dengan riwayat Ahmad yang menyebutkan "subhaanallaahi nishful miizaan". Oleh karena itu perbedaan lafazh tersebut secara tidak langsung maka hadits riwayat ad Darimi tertolak dengan adanya riwayat Ahmad dengan lafazh dimaksud.
Selanjutnya hadits-hadits di atas diriwayatkan dari jalur Jurai bin Kulaib dengan periwayatan bi makna atau periwayatan dengan lafazh berbeda, namun maksudnya dan maknanya sama. Seperti lafazh "subhaanallaah" bermakna "tasbih".
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏