“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


BAWALAH SAUDARAMU DAN ANAK PEREMPUANMU KE SURGA
Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Jagalah saudara dan anak perempuanmu dengan baik karena mereka adalah fitnah (ujian) yang dapat menjerumuskan dan mengacaukan tujuan hidupmu. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ. (قرآن شورة آل عمران/٣: ١٤)

Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.
(Āli ‘Imrān [3]:14)

Bagi orang yang beriman harta dan anak-anak justru membuatnya lebih sukses jika dididik dengan baik.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَاَمْدَدْنٰكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَجَعَلْنٰكُمْ اَكْثَرَ نَفِيْرًا. (قرآن سورة الإسراء/١٧: ٦)

Kemudian, Kami memberikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan menjadikanmu kelompok yang lebih besar. (QS. Al-Isrā' [17: 6)

Oleh karena itu, Allah mengingatkan:

اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا. (قرآن سورة الكهف/١٨: ٤٦)

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang abadi (pahalanya) adalah lebih baik balasannya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS. Al-Kahfi/18: 46)

Jangan seperti orang kufur dimana hal tersebut tidak berpengaruh apa-apa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمْ وَقُوْدُ النَّارِۗ. (قرآن شورة آل عمران/٣: ١٠)

Sesungguhnya orang-orang yang kufur, tidak akan berguna bagi mereka sedikit pun harta benda dan anak-anak mereka (untuk menyelamatkan diri) dari (azab) Allah. Mereka itulah bahan bakar api neraka.(QS. Āli ‘Imrān/3:10)

Allah mengingatkan,

فَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ. (قرآن سورة التوبة/٩: ٥٥)

(Jika demikian halnya,) janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka dengan itu dalam kehidupan dunia dan kelak nyawa mereka keluar dengan susah payah, sedangkan mereka dalam keadaan kafir. (QS. At-Taubah/9:55)

Dan, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اَفَرَاَيْتَ الَّذِيْ كَفَرَ بِاٰيٰتِنَا وَقَالَ لَاُوْتَيَنَّ مَالًا وَّوَلَدًا ۗ. (قرآن سورة مريم/١٩: ٧٧)

Lalu, apakah engkau melihat orang yang kufur terhadap ayat-ayat Kami dan dia mengatakan, “(Di akhirat) pasti aku akan diberi harta dan anak.” (QS. Maryam/19: 77)

pasa ayat 80 surat Maryam Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَّنَرِثُهٗ مَا يَقُوْلُ وَيَأْتِيْنَا فَرْدًا. (قرآن سورة مريم/١٩: ٨٠)

Kami akan mengambil kembali apa yang dia katakan itu (harta dan anak) dan dia datang kepada Kami seorang diri. (QS. Maryam/19: 80)

Allah juga menjawab pernyataan orang kaya lagi kufur (mereka hidup mewah) kepada Rasul-Nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَقَالُوْا نَحْنُ اَكْثَرُ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۙ وَّمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ. (قرآن سورة سبأ/٣٤: ٣٥)

Mereka berkata, “Kami memiliki lebih banyak harta dan anak (daripadamu) dan kami tidak akan diazab". (QS. Saba'/34: 35)

لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔاۗ  اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ. (قرآن سورة المجدلة/٥٨: ١٧)

Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong mereka) dari (azab) Allah. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Mujādalah/58: 17)

Lebih lanjut Allah mengingatkan,

وَمَآ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ بِالَّتِيْ تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفٰىٓ اِلَّا مَنْ اٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًاۙ فَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ جَزَاۤءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوْا وَهُمْ فِى الْغُرُفٰتِ اٰمِنُوْنَ. (قرآن سورة سبأ/٣٤: ٣٧)

Bukanlah harta atau anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedekat-dekatnya, melainkan orang yang beriman dan beramal saleh. Mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda atas apa yang mereka kerjakan. Mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga). (QS. Saba'/34: 37)

Sementara itu Rasulullah juga memberi nasehat yang baik kepada umatnya sebagaimana terekam dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah dan imam Ahmad di bawah ini. Imam Ahmad berkata,

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ فِطْرٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ ثَنَا فِطْرٌ عَنْ شُرَحْبِيلَ أَبِي سَعْدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَتْ لَهُ أُخْتَانِ فَأَحْسَنَ صُحْبَتَهُمَا مَا صَحِبَتَاهُ دَخَلَ بِهِمَا الْجَنَّةَ وَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ تُدْرِكُ لَهُ ابْنَتَانِ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِمَا مَا صَحِبَتَاهُ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ تَعَالَى الْجَنَّةَ. مرواه أحمد: ٢٠٠٠)

Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Fithr. Sedang Muhammad bin Ubaid berkata; telah menceritakan kepada kami Fithr dari Syurahbil Abu Sa'id dari Ibnu 'Abbas dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa memiliki dua saudara perempuan kemudian berlaku baik dalam memelihara mereka selama mereka berdua bergaul dengannya, maka dia akan masuk surga bersama keduanya." Sedang Muhammad bin Ubaid berkata, "Dia dikaruniai dua orang putri, kemudian berlaku baik dalam memeliharanya selama keduanya masih dalam pengawasannya, kecuali Allah akan memasukkannya kedalam surga." (HR. Ahmad: 2000 - hasan, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 2000, terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama kritikus hadits. Ia adalah Syurahbil bin Sa'ad, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Sa'ad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 123 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan an Nasa'i menilainya dha'if. Malik bin Anas menilainya laisa bi tsiqah. Sementara Ibnu Hajar menilainya shaduq, sedangkan Ibnu Hibban menilainya tsiqah. Hadits ini termasuk hadits 'aziz, karena imam Ahmad meriwayatkan dari dua orang gurnya yang tsiqah, yaitu 1. Waki' bin al Jarrah bin Malih, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu sufyan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 196 H. Penilaian ulama: al 'Ali menilainya tsiqah. Ibnu Hibban dan Ya'qub bin Abi Syaibah menilainya hafizh. Ibnu Sa'id menilainya tsiqah ma'mun, Ibnu Hajar menilainya tsiqah ahli ibadah. Sedangkan adz Dzahabi menilainya seorang tokoh. 2. Muhammad bin 'Ubaid bin Abi Umayyah, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 204 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma'in, al 'Ajli, an Nasa'i dan ad Daruquthni menilainya tsiqah. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya tsiqah hafizh, sedangkan adz Dzahabi menilainya hafizh. Keduanya meriwayatkan dari Fithri bin Khalifah, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Kufah dan wafat tahun 155 H. Ia meriwayatkan dari Syurahbil bin Sa'ad dari Ibnu 'Abbas.

Imam Ibnu Majah meriwayatkan dengan lafazh terakhir, beliau berkata:

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ الْحَسَنِ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ فِطْرٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ رَجُلٍ تُدْرِكُ لَهُ ابْنَتَانِ فَيُحْسِنُ إِلَيْهِمَا مَا صَحِبَتَاهُ أَوْ صَحِبَهُمَا إِلَّا أَدْخَلَتَاهُ الْجَنَّةَ. (رواه إبن ماجه: ٣٦٦٠)

Telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Al Hasan telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Mubarak dari Fithr dari Abu Sa'id dari Ibnu Abbas dia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang laki-laki mengurusi (beban hidup) kedua puterinya, dia berbuat baik kepada keduanya selama keduanya bersama dia, atau dia bersama keduanya, kecuali keduanya akan memasukkannya ke dalam surga." (HR. Ibnu Majah: 3660 - hasan menurut al Albani dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Dalam sanad riwayat Ahmad: 2000 dan Ibnu Majah: 3660 terdapat periwayat bernama Syurahbil bin Sa'ad. Kedua hadits tersebut diterima olehnya dari Ibnu 'Abbas. Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 3249 - hasan ligahirihi, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H. Dengan redaksi mengisyaratkan sabab wurudnya,

حَدَّثَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ الصَّوَّافُ عَنْ يَحْيَى عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ
كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ زَيْدِ بْنِ عَلِيٍّ بِالْمَدِينَةِ فَمَرَّ شَيْخٌ يُقَالُ لَهُ شُرَحْبِيلُ أَبُو سَعْدٍ فَقَالَ يَا أَبَا سَعْدٍ مِنْ أَيْنَ جِئْتَ فَقَالَ مِنْ عِنْدِ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ حَدَّثْتُهُ بِحَدِيثٍ فَقَالَ لَأَنْ يَكُونَ هَذَا الْحَدِيثُ حَقًّا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ يَكُونَ لِي حُمْرُ النَّعَمِ قَالَ حَدِّثْ بِهِ الْقَوْمَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُدْرِكُ لَهُ ابْنَتَانِ فَيُحْسِنُ إِلَيْهِمَا مَا صَحِبَتَاهُ أَوْ صَحِبَهُمَا إِلَّا أَدْخَلَتَاهُ الْجَنَّةَ. (رواه أحمد: ٣٢٤٩)

Telah menceritakan kepada kami Ya'la telah menceritakan kepada kami Hajjaj Ash Shawwaf dari Yahya dari Ikrimah ia berkata; Aku duduk di samping Zaid bin Ali di Madinah, lalu seorang syaikh lewat yang biasa disebut Syurahbil Abu Sa'd, lalu ia berkata; Wahai Abu Sa'd, dari mana engkau? Ia menjawab; Dari Amirul Mukminin, aku telah menceritakan sebuah hadits kepadanya. Lalu ia berkata; Sungguh jika hadits itu benar, maka aku lebih menyukainya daripada aku mempunyai seekor unta merah. Ia berkata; Sampaikanlah kepada orang-orang, ia berkata; Aku mendengar Ibnu Abbas berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang muslim mempunyai dua putri, lalu ia merawatnya dengan baik dalam menemaninya, melainkan keduanya akan memasukkannya ke surga." (HR. Ahmad: 3249 - hasan ligahirihi, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Wallaahu a'lam bish shawaab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]