ADAB MENJAWAB SALAM DALAM SHALAT
(menjawab salam ketika shalat tidak boleh)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Menyiarkan salam adalah sesuatu yang disunnahkan dan menjawabnya adalah wajib. Kecuali pada kondisi dan tempat yang dilarang. Diantaranya ketika berada dalam WC dan waktu shalat.
Pada tulisan kali ini, penulis paparkan bagamana kedudukan hukum menjawab salam ketika sedang shalat? Bagaimana menyikapinya serta apa alasannya berdasarkan riwayat yang shahih. Baik berasar dari Ali bin Abi Thalib, 'Ali bin Abi Thalib dan 'Abdullah bin Mas'ud.
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ الثَّقَفِيُّ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ الْقَعْقَاعِ عَنِ الْحَارِثِ بْنِ يَزِيدَ الْعُكْلِيِّ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُجَيٍّ قَالَ
قَالَ عَلِيٌّ كَانَتْ لِي سَاعَةٌ مِنْ السَّحَرِ أَدْخُلُ فِيهَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنْ كَانَ قَائِمًا يُصَلِّي سَبَّحَ بِي فَكَانَ ذَاكَ إِذْنُهُ لِي وَإِنْ لَمْ يَكُنْ يُصَلِّي أَذِنَ لِي. (رواه أحمد: ٥٣٨)
Telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad Ats Tsaqafi Telah menceritakan kepada kami Umarah bin Al Qa'qa' dari Al Harits bin Yazid Al 'Ukli dari Abu Zur'ah dari Abdullah bin Nujai dia berkata; Ali berkata; "Aku mempunyai waktu pada saat sahur untuk menemui Rasulullah ﷺ, apabila beliau sedang berdiri melakukan Shalat beliau bertasbih (membaca Subhanallah) kepadaku, maka itu pertanda beliau mengizinkanku, dan apabila tidak sedang Shalat beliau langsung mengizinkanku." (HR. Ahmad: 538 - dha'if [munqathi'] dari Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)
Lihat juga: Ahmad: 564, 728, 768 dan 857. Keempat hadits ini dha'if dari Ali bin Abi Thalib. Riwayat ini masing-masing terdapat dalam sanadnya tiga orang periwayat hadits dha'if mereka adalah:
1. Ali bin Yazid bin Rukanah
2. Ubaidullah bin Zahar, dan
3. Yahya bin Ayub.
HADITS PENASAKH (PENGHAPUS HUKUM HADITS SEBELUMNYA)
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
كُنَّا نُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ فَيَرُدُّ عَلَيْنَا فَلَمَّا رَجَعْنَا مِنْ عِنْدِ النَّجَاشِيِّ سَلَّمْنَا عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْنَا وَقَالَ إِنَّ فِي الصَّلَاةِ شُغْلًا
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ السَّلُولِيُّ حَدَّثَنَا هُرَيْمُ بْنُ سُفْيَانَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ. (رواه البخاري: ١١٢٤)
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudhail telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Ibrahim dari 'Alqamah dari 'Abdullah radhiyallahu 'anhu berkata: "Kami pernah memberi salam kepada Nabi ﷺ ketika Beliau sedang shalat dan Beliau membalas salam kami. Ketika kami kembali dari (negeri) An-Najasyi kami memberi salam kembali kepada Beliau namun Beliau tidak membalas salam kami. Kemudian Beliau berkata: "Sesungguhnya dalam shalat ada kesibukan". Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur As-Saluliy telah menceritakan kepada kami Huraim bin Sufyan dari Al A'masy dari Ibrahim dari 'Alqamah dari 'Abdullah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang seperti ini juga. (HR. Al Bukhari: 1124 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Lihat juga: al Bukhari: 1140, Muslim: 837, Abu Daud: 788, Ibnu Majah 1009, Ahmad: 3382 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud.
Ditambahkan,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
كُنَّا نُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُصَلِّي فَيَرُدُّ عَلَيْنَا فَلَمَّا رَجَعْنَا مِنْ عِنْدِ النَّجَاشِيِّ سَلَّمْنَا عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْنَا فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا نُسَلِّمُ عَلَيْكَ فَتَرُدُّ عَلَيْنَا قَالَ إِنَّ فِي الصَّلَاةِ شُغْلًا
فَقُلْتُ لِإِبْرَاهِيمَ.
كَيْفَ تَصْنَعُ أَنْتَ قَالَ أَرُدُّ فِي نَفْسِي. (رواه البخاري: ٣٥٨٦)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hammad telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Sulaiman dari Ibrahim dari 'Alqamah dari Abdullah radhiyallahu 'anhu berkata; Kami pernah memberi salam kepada Nabi ﷺ ketika beliau sedang melaksanakan shalat, lalu beliau menjawab salam kami. Dan ketika kami kembali dari negeri raja an Najasyi, kami pun kembali memberi salam namun kali ini beliau tidak menjawab salam kami. Maka kami tanyakan hal itu; "Wahai Rasulullah, kami dahulu pernah memberi salam kepada tuan dan tuan saat itu menjawab salam kami". Beliau menjelaskan: "Sesungguhnya dalam shalat itu ada kesibukan (konsentrasi) ". Aku bertanya kepada Ibrahim; "Kalau anda apa yang akan anda perbuat?" Dia menjawab; "Aku menjawabnya dalam hati". (HR. Al Bukhari: 3586 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud)
Lebih lanjut, Anas bin Malik menjelaskan:
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَنَسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُشِيرُ فِي الصَّلَاةِ. (رواه أحمد: ١١٩٥٨)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq berkata, telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Anas berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berisyarat dalam shalat." (HR. Ahmad: 11958 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Hadits dha'if tentang masalah ini,
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ
كُنَّا نُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الصَّلَاةِ حَتَّى رَجَعْنَا مِنْ عِنْدِ النَّجَاشِيِّ فَسَلَّمْنَا عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْنَا وَقَالَ إِنَّ فِي الصَّلَاةِ شُغْلًا. (رواه أحمد: ٣٦٩٠)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Ibrahim ia berkata; Abdullah berkata; Kami pernah memberi salam kepada Nabi ﷺ yang sedang shalat hingga kami kembali dari Najasyi, lalu kami memberi salam lagi namun beliau tidak menjawabnya dan beliau bersabda: "Sesungguhnya dalam shalat itu menyibukkan." (HR. Ahmad: 3690 - dha'if [munqathi'] dari 'Abdullah bin Mas'ud)
Catatan: hadits tersebut sanadnya terputus setelah 'Abdullah bin Mas'ud. Namun, periwayat setelahnya adalah periwayat yang maqbul.
MENJAWAB SALAM SETELAH SELESAI SHALAT KARENA TIDAK BOLEH BERBICARA SEDANG SHALAT
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
كُنَّا نُسَلِّمُ فِي الصَّلَاةِ وَنَأْمُرُ بِحَاجَتِنَا فَقَدِمْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُصَلِّي فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ السَّلَامَ فَأَخَذَنِي مَا قَدُمَ وَمَا حَدُثَ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يُحْدِثُ مِنْ أَمْرِهِ مَا يَشَاءُ وَإِنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَزَّ قَدْ أَحْدَثَ مِنْ أَمْرِهِ أَنْ لَا تَكَلَّمُوا فِي الصَّلَاةِ فَرَدَّ عَلَيَّ السَّلَامَ. (رواه أبوداد: ٧٨٩)
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Aban telah menceritakan kepada kami 'Ashim dari Abu Wa'il dari Abdullah dia berkata; "Kami pernah memberi salam dalam shalat dan memerintahkan supaya hajat kami di penuhi, kemudian kami datang menemui Rasulullah ﷺ, ketika itu beliau sedang mengerjakan shalat, lantas aku pun memberi salam kepadanya, namun beliau tidak menjawab salamku, sehingga aku teringat dengan masa laluku dan masa sekarang. Ketika shalat selesai, Rasulullah ﷺ bersabda: "Allah menetapkan perintah-Nya sesuai kehendak-Nya, dan Allah Jalla wa 'Azza telah menetapkan perintah-Nya yaitu janganlah kamu berbicara ketika sedang shalat." kemudian beliau menjawab salamku." (HR. Abu Daud: 789 - hasan dari 'Abdullah bin Mas'ud)
Lihat juga: an Nasa'i: 1206, Ahmad: 3394, 3691, 3748, 3931 dan 4185 - dari 'Abdullah bin Mas'ud. Semuanya hadits maqbul. Selanjutnya, alasan lain kenapa beliau tidak menjawab salam 'Abdullah bin Mas'ud pada waktu beliau shalat adalah Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan hukum perihal shalat yaitu, agar kalian jangan berbicara kecuali zikir kepada Allah dan apa yang patut bagi kalian, serta agar kalian berdiri tegak kepada Allah dengan tunduk. Imam an Nasa'i berkata,
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي غَنِيَّةَ وَاسْمُهُ يَحْيَى بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ وَالْقَاسِمُ بْنُ يَزِيدَ الْجَرْمِيُّ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ عَدِيٍّ عَنْ كُلْثُومٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَهَذَا حَدِيثُ الْقَاسِمِ قَالَ كُنْتُ آتِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُصَلِّي فَأُسَلِّمُ عَلَيْهِ فَيَرُدُّ عَلَيَّ فَأَتَيْتُهُ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ وَهُوَ يُصَلِّي فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ فَلَمَّا سَلَّمَ أَشَارَ إِلَى الْقَوْمِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَعْنِي أَحْدَثَ فِي الصَّلَاةِ أَنْ لَا تَكَلَّمُوا إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا يَنْبَغِي لَكُمْ وَأَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ. (رواه النسائي: ١٢٠٥)
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin 'Abdullah bin 'Ammar dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Ghaniyyah Yahya bin 'Abdul Malik dan Al Qasim bin Yazid Al Jarmi dari Sufyan dari Az Zubair bin 'Adiy dari Kultsum dari 'Abdullah bin Mas'ud dia berkata, "Aku datang kepada Rasulullah ﷺ yang sedang shatat lalu memberi salam kepadanya, dan beliau membalas salamku. Disaat yang lain, aku datang kepada beliau yang sedang shalat, dan beliau tidak membalas salamku. Setelah salam, beliau mengisyaratkan kepada kaum lalu bersabda, 'Allah 'Azza wa Jalla telah menetapkan hukum perihal shalat yaitu, agar kalian jangan berbicara kecuali zikir kepada Allah dan apa yang patut bagi kalian, serta agar kalian berdiri tegak kepada Allah dengan tunduk'." (HR. An Nasa'i: 1205 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H. Hadits 'aziz, karena guru imam Ahmad menerima dari dua orang gurunya yang tsiqah yaitu Yahya bin 'Abdul Malik w. 187 H dan al Qasim bim Yazid w. 193 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 11958,
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُشِيرُ فِي الصَّلَاةِ. (رواه أحمد: ١١٩٥٨)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq berkata, telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Anas berkata, "Nabi ﷺ pernah berisyarat dalam shalat." (HR. Ahmad: 11958 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Berdasarkan hadits di atas, jika dalam kondisi shalat, maka tidak wajib baginya untuk menjawab salam. Karena kesibukan untuk berbicara atau mendekatkan diri kepada Allah. Menjawab atau hanya isyarat saja, itu pun dilakukan nabi dan pernah dilakukan dalam shalat. Hal tersebut disebabkan dalam shalat, hanya boleh dilakukan yaitu gerakan dan bacaan yang diperlukan saja. Bukan diluar itu, termasuk menjawab salam tersebut. Tujuannya agar kalian jangan berbicara kecuali zikir kepada Allah dan apa yang patut bagi kalian, serta agar kalian berdiri tegak kepada Allah dengan tunduk.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏