MEMANFAATKAN WAKTU MENGEJAR HIKMAH SECARA PROPOSIONAL
(dialog nabi dan shahabat)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanirrahiim,
Assalaamu 'alaikum warahamatullaahi wabarakaatuh,
Waktu diciptakan Allah untuk makhluk agar dapat bertumbuh dan berkembang. Apa hakekat waktu, ia adalah sesuatu yang menyertai gerak dan perubahan sesuatu. Ia dapat tetap dan berputar kembali. Sehingga waktu dapat dipahami ruang yang dapat diatur dan juga dapat mengatur.
Pada dasarnya, banyak devinisi tentang waktu yang dikemukakan oleh para pakar. Namun, penulis tidak membahas devinisi tersebut, karena apa pun namanya jelas terkait dengan gerak dan perubahan sesuatu. Sehingga banyak hikmah keilmuan melirik hal tersebut baik normatif maupun dari sudut pandang saintis.
Oleh karena itu penulia hanya melihat dari sudut pandang nash (al Qur'an dan al Hadits) bagaimana menjelaskan penggunaannya. Allah bersumpah dengan waktu yang telah Ia ciptakan, seperti firman beliau dalam QS. Al Insyiqaq/84: 16 dan 17, al Fajr/89: 1, asy Syams/91: 1, adh Dhuha/93: 1. Semuanya mempergunakan harfun qasam (huruf sumpah) yaitu "و". Artinya, ini menunjukkan sangat pentingnya memperhatikan waktu.
Selanjutnya penulis ingin memaparkan secara normatif terkait dengan nasehat Rasulullah kepada para shahabat beliau tentang pemanfaatan waktu secara proposional agar terjaga hak-hak yang lain secara baik. Baik terkait dengang hak pribadi, keluarga dan orang lain. Bahkan hak kepada Allah (spritualitas). Dengan kata lain, menjaga hak individu dan sosial serta spritual.
Imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ قَالَ حَدَّثَنِي لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ الْحَضْرَمِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ أَوْ مِنْ آخِرِهِ فَقَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا أَوْتَرَ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَرُبَّمَا أَوْتَرَ آخِرَهُ قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً قُلْتُ كَيْفَ كَانَتْ قِرَاءَتُهُ يُسِرُّ أَوْ يَجْهَرُ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا أَسَرَّ وَرُبَّمَا جَهَرَ قَالَ قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً قَالَ قُلْتُ كَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ فِي الْجَنَابَةِ أَكَانَ يَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَوْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ وَنَامَ قَالَ قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً. (رواه أحمد: ٢٣٣١٤)
Telah bercerita kepada kami Ishaq berkata; Telah menceritakan kepada kami Laits bin Sa'ad berkata; Telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah bin Shalih Al-Hadlrami dari Abdullah bin Qais berkata; Saya bertanya kepada Aisyah; "Apakah Nabi ﷺ berwitir di awal malam atau di akhirnya?" (Aisyah) Berkata, "Semua itu beliau lakukan, kadang beliau berwitir di awal malam dan kadang pula beliau berwitir di akhir malam." Saya berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kelapangan dalam perintah-Nya.", Saya (Abdullah bin Qais) bertanya, "Bagaimana bacaan beliau apakah dengan lirih atau keras?", (Aisyah) menjawab, "Semua itu beliau lakukan, kadang beliau melirihkan bacaan dan kadang pula beliau mengeraskannya." Saya (Abdullah bin Qais) bertanya, "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kelapangan dalam perintah-Nya." Saya berkata, "Bagaimana beliau mandi junub, apakah beliau mandi dahulu sebelum tidur atau beliau tidur dahulu sebelum mandi?" (Aisyah) menjawab, "Semua itu beliau lakukan, terkadang beliau mandi dahulu kemudian tidur dan terkadang pula beliau hanya berwudhu dahulu, lalu tidur." Saya (Abdullah bin Qais) Berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kelapangan dalam perintah-Nya." (HR. Ahmad: 23314 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Hadits ini diriwayatkan dari shahabat kepada shahabat Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah dan wafat tahun 50 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 23071 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Hadits ini diriwayatkan dari shahabat kepada shahabat Ghuthqib bin al Harits bin Zunaim, ia shahabat kuniyahnya Abu Asma' dan negeri hidup Syam. Sedangkan ditempat lain diriwayatkan tanpa menyebut masalah mandi junub,
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ عَطَاءٍ الْخُرَاسَانِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَ سَأَلَهَا رَجُلٌ هَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ صَوْتَهُ مِنْ اللَّيْلِ إِذَا قَرَأَ قَالَتْ نَعَمْ رُبَّمَا رَفَعَ وَرُبَّمَا خَفَضَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الدِّينِ سَعَةً قَالَ فَهَلْ كَانَ يُوتِرُ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ قَالَتْ نَعَمْ رُبَّمَا أَوْتَرَ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ وَرُبَّمَا أَوْتَرَ مِنْ آخِرِهِ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الدِّينِ سَعَةً. (رواه أحمد: ٢٤١٧٩)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrozzaq telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Atho' Al Khurosani dari Yahya bin Ya'mar dari Aisyah dia (Yahya bin Ya'mar) Berkata; seseorang laki-laki bertanya kepada Aisyah apakah Rasulullah ﷺ meninggikan suaranya pada saat membaca (ayat) ketika melakukan shalat malam? Aisyah berkata, "Ya. Terkadang beliau meninggikan bacaan dan terkadang beliau merendahkannya." Laki-laki tersebut berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kelapangan dalam dien ini." Laki-laki tersebut berkata; apakah beliau melaksanakan witir dari awal malam? Aisyah menjawab, "Ya, terkadang beliau melakukan shalat Witir dari awal malam, dan terkadang dari akhir malam." Laki-laki tersebut berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kelapangan dalam agama ini." (HR. Ahmad: 24179 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Oleh sebab itu juga Rasulullah menasehati 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash, sebagaimana diinformasikan oleh imam Al Bukhari:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ اللَّهِ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَلَا تَفْعَلْ صُمْ وَأَفْطِرْ وَقُمْ وَنَمْ فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا. (رواه البخاري: ٤٨٠٠)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil Telah mengabarkan kepada kami Abdullah Telah mengabarkan kepada kami Al Auza'i ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Katsir ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Amru bin Ash ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai Abdullah, bukankah telah diberitakan bahwa kamu berpuasa sepanjang hari dan qiyamullail semalan suntuk?" aku menjawab, "Benar wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Janganlah kamu melakukan hal itu. Berpuasalah dan juga berbukalah. Tunaikanlah qiyamullail namun sisihkan pula waktu untuk tidur. Sebab bagi jasadmu juga punya hak atas dirimu, kedua matamu juga punya hak atasmu dan bagi istrimu juga punya hak atas dirimu." (HR. Al Bukhari: 4800 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Sementara itu diriwayatkan oleh imam an Nasa'i,
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ دُرُسْتَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْمَعِيلَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ قَالَ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُجْرَتِي فَقَالَ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَقُومُ اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ قَالَ بَلَى قَالَ فَلَا تَفْعَلَنَّ نَمْ وَقُمْ وَصُمْ وَأَفْطِرْ فَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِزَوْجَتِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِضَيْفِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِصَدِيقِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّهُ عَسَى أَنْ يَطُولَ بِكَ عُمُرٌ وَإِنَّهُ حَسْبُكَ أَنْ تَصُومَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثًا فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا قُلْتُ إِنِّي أَجِدُ قُوَّةً فَشَدَّدْتُ فَشُدِّدَ عَلَيَّ قَالَ صُمْ مِنْ كُلِّ جُمُعَةٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ فَشَدَّدْتُ فَشُدِّدَ عَلَيَّ قَالَ صُمْ صَوْمَ نَبِيِّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام قُلْتُ وَمَا كَانَ صَوْمُ دَاوُدَ قَالَ نِصْفُ الدَّهْرِ. (رواه النسائي: ٢٣٥٠)
Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Durusta dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Isma'il dia berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Katsir bahwasanya Abu Salamah menceritakan kepadanya bahwasanya 'Abdullah berkata; Rasulullah ﷺ masuk ke kamarku, lalu beliau bersabda, "Aku memperoleh berita bahwa kamu bangun di malam hari dan berpuasa di siang hari, benar?" Ia menjawab, "Benar." Beliau bersabda, "Janganlah sekali-kali kamu lakukan -hal itu-; namun tidur dan bangunlah, berpuasa dan berbukalah. Karena kedua matamu memiliki hak atas dirimu, tubuhmu memiliki hak atas dirimu, istrimu memiliki hak atas dirimu, tamumu memiliki hak atas dirimu dan temanmu memiliki hak atas dirimu. Sungguh, semoga umurmu akan panjang dan cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, itulah puasa Dahr dan suatu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya." Aku berkata, "Sungguh aku masih kuat - melakukan lebih dari itu-?" Aku bersikap keras dan beliau pun bersikap keras kepadaku. Beliau bersabda, "Berpuasalah tiga hari setiap Jumat." Aku berkata, " aku masih kuat melakukan lebih banyak dari itu!" Aku bersikap keras dan beliau pun bersikap keras kepadaku. Beliau bersabda, "Berpuasalah seperti puasanya Nabi Daud -Alaihissalam-." Aku berkata, "Bagaimana puasa Nabi Daud?" Beliau bersabda, "Itu sama artinya dengan puasa setengah zaman." (HR. An Nasa'i: 2350 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Perdebatan itu juga tercatat dalam shahih al Bukhari, sebagaimana beliau berkata:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ اللَّهِ أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ فَقُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَلَا تَفْعَلْ صُمْ وَأَفْطِرْ وَقُمْ وَنَمْ فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِزَوْرِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَإِنَّ لَكَ بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فَإِنَّ ذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ فَشَدَّدْتُ فَشُدِّدَ عَلَيَّ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَجِدُ قُوَّةً قَالَ فَصُمْ صِيَامَ نَبِيِّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام وَلَا تَزِدْ عَلَيْهِ قُلْتُ وَمَا كَانَ صِيَامُ نَبِيِّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ نِصْفَ الدَّهْرِ فَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَقُولُ بَعْدَ مَا كَبِرَ يَا لَيْتَنِي قَبِلْتُ رُخْصَةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه البخاري: ١٨٣٩)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Al Awza'iy berkata, telah menceritakan kepada saya Yahya bin Abu Katsir berkata, telah menceritakan kepada saya Abu Salamah bin 'Abdurrahman berkata, telah menceritakan kepada saya 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radhiallahu'anhuma berkata; Rasulullah ﷺ berkata kepadaku, "Wahai 'Abdullah, apakah benar berita bahwa kamu puasa seharian penuh lalu kamu shalat malam sepanjang malam?" Aku jawab, "Benar, wahai Rasulullah". Beliau berkata, "Janganlah kamu lakukan itu, tetapi puasalah dan berbukalah, shalat malamlah dan tidurlah, karena untuk jasadmu ada hak atasmu, matamu punya hak atasmu, istrimu punya hak atasmu dan istrimu punya hak atasmu. Dan cukuplah bagimu bila kamu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan karena bagimu setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa dan itu berarti kamu sudah melaksanakan puasa sepanjang tahun seluruhnya". Maka kemudian aku meminta tambahan, lalu beliau menambahkannya. Aku katakan, "Wahai Rasulullah, aku mendapati diriku memiliki kemampuan". Maka beliau berkata, "Berpuasalah dengan puasanya Nabi Allah Daud 'alaihissalam dan jangan kamu tambah lebih dari itu". Aku bertanya, "Bagaimanakah itu cara puasanya Nabi Allah Daud 'alaihissalam?" Beliau menjawab, "Dia 'alaihissalam berpuasa setengah dari puasa Dahar (puasa sepanjang tahun), caranya yaitu sehari puasa dan sehari tidak". Di kemudian hari 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radhiallahu'anhuma berkata, "Duh, seandainya dahulu aku menerima keringanan yang telah diberikan oleh Nabi ﷺ ". (HR. Al Bukhari: 1839 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Demikian juga diriwayatkan oleh imam Muslim: 1973 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H. Hadits 'Aziz, karena imam Muslim meriwayatkan dari dua orang gurunya yaitu: 1. Muhammad bin Hatim bin Maimun, ia tabi'ul atba' kalangan biasa kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 235 H. 2. Zuhair bin Harbi bin Syaddad, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Haitsamah negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 234 H.
Selanjutnya, menghemat waktu dengan ilmu dan hikmah juga mesti diperhatikan. Sebagaimana imam ad Darimi meriwayatkan,
أَخْبَرَنَا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا حَرِيزٌ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ سُمَيْرٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ قَالَ لَا تُحَدِّثْ الْبَاطِلَ الْحُكَمَاءَ فَيَمْقُتُوكَ وَلَا تُحَدِّثْ الْحِكْمَةَ لِلسُّفَهَاءِ فَيُكَذِّبُوكَ وَلَا تَمْنَعْ الْعِلْمَ أَهْلَهُ فَتَأْثَمَ وَلَا تَضَعْهُ فِي غَيْرِ أَهْلِهِ فَتُجَهَّلَ إِنَّ عَلَيْكَ فِي عِلْمِكَ حَقًّا كَمَا أَنَّ عَلَيْكَ فِي مَالِكَ حَقًّا. (رواه الدارمي: ٣٨٠)
Telah mengabarkan kepada kami Yusuf bin Musa telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Haris dari Salman bin Sumair dari Katsir bin Murrah ia berkata, "Janganlah kamu membicarakan kebatilan dengan orang-orang yang bijak niscaya mereka akan membencimu, dan jangan berbicara tentang hikmah dengan orang-orang yang bodoh karena mereka akan mendustakan kamu, dan janganlah kamu melarang ahli ilmu untuk memberikan ilmunya, sebab kamu bisa berdosa, serta janganlah kamu meletakkan ilmu bukan pada ahlinya karena kamu akan dibodohi, sesungguhnya kamu memiliki kewajiban atas ilmumu, sebagaimana kamu memiliki kewajiban atas hartamu". (HR. Ad Darimi: 380 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Katsir bin Murrah, ia tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu Syajarah dan negeri hidup Syam. Penilaian ulama: Ibnu Sa'ad, Ibnu Hajar dan adz Dzahabi menilainya tsiqah. Sedangkan Ibnu Hajar menyebutkan dia seorang shahabat. Al 'Ajli menilainya Syami tabi'i tsiqah. An Nasa'i menilainya la ba'sa bih. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat)
Perlu juga penulis paparkan tentang JENJANG HIKMAH. Hikmah adalah memahami makna-makna syari'at sehingga memperoleh kebaik-kebaikannya. Makna tersebut dapat dicapai setelah menjani tingkatan iman, pemahaman, Islam dan Ihsan kemudian masuk ke level makna/asrar. Selanjutnya akan sampai kepada Hikmah. Oleh karena itu, setiap pensyari'atan amal dalam Islam dianjurkan untuk merenungkan makna dibalik pensyari'atan amalan tersebut agar iman, ilmu, Islam dan Ihsannya semakin meningkat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ. (قرآن سورة البقرة/٢: ٢٦٩)
Dia (Allah) menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (darinya), kecuali ululalbab. (QS. Al-Baqarah/2: 269)
Kemudian diceritakan oleh imam at Tirmidzi dalam riwayatnya tentang persaudaraan Salman dan Abu Darda'. Beliau berkata:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْعُمَيْسِ عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ آخَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ سَلْمَانَ وَبَيْنَ أَبِي الدَّرْدَاءِ فَزَارَ سَلْمَانُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَرَأَى أُمَّ الدَّرْدَاءِ مُتَبَذِّلَةً فَقَالَ مَا شَأْنُكِ مُتَبَذِّلَةً قَالَتْ إِنَّ أَخَاكَ أَبَا الدَّرْدَاءِ لَيْسَ لَهُ حَاجَةٌ فِي الدُّنْيَا قَالَ فَلَمَّا جَاءَ أَبُو الدَّرْدَاءِ قَرَّبَ إِلَيْهِ طَعَامًا فَقَالَ كُلْ فَإِنِّي صَائِمٌ قَالَ مَا أَنَا بِآكِلٍ حَتَّى تَأْكُلَ قَالَ فَأَكَلَ فَلَمَّا كَانَ اللَّيْلُ ذَهَبَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لِيَقُومَ فَقَالَ لَهُ سَلْمَانُ نَمْ فَنَامَ ثُمَّ ذَهَبَ يَقُومُ فَقَالَ لَهُ نَمْ فَنَامَ فَلَمَّا كَانَ عِنْدَ الصُّبْحِ قَالَ لَهُ سَلْمَانُ قُمْ الْآنَ فَقَامَا فَصَلَّيَا فَقَالَ إِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَلِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَلِضَيْفِكَ عَلَيْكَ حَقًّا وَإِنَّ لِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ فَأَتَيَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا ذَلِكَ فَقَالَ لَهُ صَدَقَ سَلْمَانُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ وَأَبُو الْعُمَيْسِ اسْمُهُ عُتْبَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَهُوَ أَخُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمَسْعُودِيِّ. (رواه الترمذي: ٢٣٣٧)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Ja'far bin 'Aun telah menceritakan kepada kami Abul 'Umais dari 'Aun bin Abu Juhaifah dari bapaknya berkata, Rasulullah ﷺ mempersaudarakan antara Salman dengan Abu Darda`, kemudian Salman mengunjungi Abu Darda` dan melihat Ummu Darda` berpenampilan kusam, lalu Salman bertanya kepadanya: Kenapa kamu berpenampilan kusam? dia menjawab: Sesungguhnya saudaramu (yaitu Abu Darda`) tidak memerlukan dunia. Abu Juhaifah berkata, Ketika Abu Darda` tiba, didekatkanlah makanan kepada Salman lalu dia (Abu Darda`) berkata, Makanlah karena aku sedang berpuasa, Salman menjawab: Saya tidak akan makan sampai kamu ikut makan. Abu Juhaifah berkata, Abu Darda` akhirnya makan, kemudian ketika tiba waktu malam Abu Darda` pergi untuk melaksanakan shalat namun Salman berkata kepadanya: Tidurlah. Dia pun tidur, kemudian dia pergi untuk shalat malam dan Salman berkata kepadanya: Tidurlah, akhirnya dia tidur, dan ketika menjelang Subuh Salman berkata kepadanya: Sekarang bangunlah, akhirnya keduanya bangun dan melaksanakan shalat, Salman berkata, Sesungguhnya dirimu mempunyai hak atasmu, Rabb-mu juga mempunyai hak atasmu, tamumu juga mempunyai hak atasmu dan keluargamu juga mempunyai hak atasmu. (HR. At Tirmidzi: 2337 - sahih dari Wahab bin 'Abdullah, ia shahabat kuniyahnya Abu Juhaifah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 74 H)
Berdasarkan hadits di atas dapat dipahami bahwa dalam berbagai aktivitas hidup haruslah pandai-pandai menggunakan waktu. Sehingga hak-hak yang lain juga terjaga, seperti hak diri, istri, keluarga, tamu dan apa lagi dalam ibadah. Semuanya itu membutuhkan waktu tertentu yang mesti dilayani dan dilakukan dengan cukup agar tidak meninggalkan yang penting dengan melaksanakan hal yang kurang penting.
Begitu juga dalam hal ilmu dan hikmah. Menyampaikan dan menjaga keduanya tentu membutuhkan waktu kapan harus disampaikan dan kapan mesti diam. Begitu juga kepada siapa harus disampaikan dan bagaimana kondisi audiennya. Siapa lawan bicara dan apa yang dibicarakan. Kapan harus berkomentar dan seterusnya. Hal ini tentu dapat dilakukan oleh orang yang bijaksana. Sehingga dalam pergaulan pun, mengingatkan shahabat, mengarahkannya dan memperhatikan keperluannya adalah sesuatu yang dianjurkan agar sama-sama dalam hidayah dan pemeliharaan Allah.
Billlahittaufiq wal hidayah,
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏