“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

MEMBACA SURAT YAASIN
(contoh hadits munqathi') 

Imam ad Darimi meriwayatkan, 

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ مُوسَى بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ أَبِيهِ قَالَ بَلَغَنِي عَنْ الْحَسَنِ قَالَ مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ أَوْ مَرْضَاةِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ وَقَالَ بَلَغَنِي أَنَّهَا تَعْدِلُ الْقُرْآنَ كُلَّهُ. (رواه الدارمي: ٣٢٨١) 

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid Musa bin Khalid telah menceritakan kepada kami Mu'tamir dari ayahnya ia berkata; Telah sampai berita kepadaku dari Al Hasan ia berkata; Barangsiapa yang membaca surah Ya Sin pada malam hari karena mengharap wajah Allah atau mengharap keridhaan Allah niscaya ia akan diampuni. Ia berkata lagi; Telah sampai berita kepadaku bahwa surah itu menyamai Al-Qur'an seluruhnya. (HR. Ad Darimi: 3281 - isnadnya dha'if munqathi' menurut Husain Salim Asad ad Darani dari al Hasan bin Abi al Hasan Yasar, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 110 H. Penilaian ulama: al 'Ajli menilainya tsiqah, Muhammad bin Sa'id menilainya tsiqah ma'mun, dan Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats tsiqat" dan yudallis) 

Catatan: dalam sanad hadits riwayat ad Darimi: 3281 ditemukan bahwa periwayat yang meriwayatkan dari al Hasan bin Abi al Hasan Yasar tidak diketahui. Sementara dari jalur Abu Hurairah juga diriwayatkan oleh imam ad Darimi, 

حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ شُجَاعٍ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنِي زِيَادُ بْنُ خَيْثَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُحَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ. (رواه الدارمي: ٣٢٨٣) 

Telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Syuja' telah menceritakan kepadaku ayahku telah menceritakan kepadaku Ziyad bin Khaitsamah dari Muhammad bin Juhadah dari Al Hasan dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang membaca surah Ya Sin pada malam hari karena mengharap wajah Allah niscaya ia akan diampuni pada malam hari tersebut." (HR. Ad Darimi: 3283 - isnadnya dha'if munqathi' menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Catatan: sanad hadits riwayat ad Darimi: 3283 munqathi', sanad hadits setelah Abu Hurairah terputus sebagai penghubung kepada al Hasan bin Abi al Hasan Yasar. 

Dengan menggabungkan sanad hadits di atas semakin jelas bahwa hadits tersebut munqathi'. Karena sanadnya terputus. Sumber hadits dari Abu Hurairah, namun al Hasan tidak menyebutkan periwayat yang menerima dari Abu Hurairah. Demikian juga periwayatan pertama al Hasan langsung meriwayatkan sendiri padahal ia adalah tabi'in (tidak pernah bertemu langsung dengan nabi). Padahal periwayatnya maqbul semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]