DILARANG MENYISIR RAMBUT TIAP HARI DAN PRIHAL MODEL ATAU KONDISINYA
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Imam an Nasa'i berkata,
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ دَاوُدَ الْأَوْدِيِّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيِّ قَالَ
لَقِيتُ رَجُلًا صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا صَحِبَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ أَرْبَعَ سِنِينَ قَالَ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَمْتَشِطَ أَحَدُنَا كُلَّ يَوْمٍ. (رواه النسائي: ٤٩٦٨)
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Daud Al Audi dari Humaid bin Abdur Rahman Al Himyari, dia berkata, "Saya bertemu dengan seorang laki-laki yang pernah menyertai Nabi ﷺ sebagaimana Abu Hurairah menyertai beliau selama empat tahun, dia berkata, "Rasulullah ﷺ melarang kami untuk menyisir rambut setiap hari." (HR. An Nasa'i: 4968 - sahih dari seorang shahabat yang tidak disebutkan namanya)
Imam Abu Daud juga meriwayatkan dengan tambahan matan, beliau berkata:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ حُمَيْدٍ الْحِمْيَرِيِّ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ
لَقِيتُ رَجُلًا صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا صَحِبَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَمْتَشِطَ أَحَدُنَا كُلَّ يَوْمٍ أَوْ يَبُولَ فِي مُغْتَسَلِهِ. (رواه أبوداود: ٢٦)
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Daud bin Abdullah dari Humaid Al Himyari dan dia adalah Ibnu Abdurrahman, dia berkata; Saya pernah bertemu dengan seorang laki-laki yang pernah bersahabat dengan Nabi ﷺ sebagaimana Abu Hurairah bersahabat dengan beliau, dia berkata; Rasulullah ﷺ melarang salah seorang dari kami menyisir rambut setiap hari atau buang air kecil di tempat mandinya. (HR. Abu Daud: 26 - shahih dari seorang shahabat yang tidak disebutkan namamya)
Ia menjelaskan lagi,
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ دَاوُدَ الْأَوْدِيِّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ
لَقِيتُ رَجُلًا صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا صَحِبَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَرْبَعَ سِنِينَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَمْتَشِطَ أَحَدُنَا كُلَّ يَوْمٍ أَوْ يَبُولَ فِي مُغْتَسَلِهِ أَوْ يَغْتَسِلَ الرَّجُلُ بِفَضْلِ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةُ بِفَضْلِ الرَّجُلِ وَلْيَغْتَرِفَا جَمِيعًا. (رواه النسائي: ٢٣٨)
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Daud Al Audi dari Humaid bin Abdurrahman, dia berkata, "Aku berjumpa dengan seseorang yang bersahabat dengan Rasulullah ﷺ selama empat tahun, sebagaimana halnya Abu Hurairah radhiallahu'anhu yang berkawan dengan Nabi ﷺ selama itu pula, dia berkata; ' Rasulullah ﷺ melarang salah seorang dari kita menyisir rambut tiap hari atau buang air kecil pada tempat mandinya, atau seseorang mandi dengan air sisa mandi istrinya atau sebaliknya, namun ciduklah air itu bersama-sama." (HR. An Nasa'i: 238 - shahih dari seorang shahabat yang tidak disebutkan namamya)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 16398 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari seorang shahabat yang tidak disebutkan namamya. Hadits 'aziz, karena imam Ahmad meriwayatkan dari dua orang qurunya yang tsiqah, yaitu Yunus bin Muhammad bin Muslim w. 207 H dan 'Affan bin Muslim bin 'Abdullah w. 219 H, keduanya hidup di Baghdad. Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 22051. Namun, satu jalur periwayatan imam Ahmad meriwayatkan dari Suraij bin an Nu'man bin Marwan, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu al Husain negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 217 H. Penilaian ulama: al 'Ajli, Abu Daud, Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah. An Nasa'i menilainya laisa bihi ba'sa. Ad Daruquthni menilainya tsiqah ma'mun. Sedangkan adz Dzahabi menilainya tsiqah 'alim. Sementara Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats tsiqat".
Berdasarkan hadits-hadits dapat diamalkan yaitu: hadits riwayat Abu Daud: 26, an Nasa'i: 238 dan 4968, Ahmad: 16398 dan 22051.
Rasulullah menyisir rambut beliau kearah kiri dan kanan kepala beliau, sebagaimana diinformasikan oleh imam al Bukhari,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَسْدِلُ شَعَرَهُ وَكَانَ الْمُشْرِكُونَ يَفْرُقُونَ رُءُوسَهُمْ فَكَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَسْدِلُونَ رُءُوسَهُمْ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ مُوَافَقَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ فِيمَا لَمْ يُؤْمَرْ فِيهِ بِشَيْءٍ ثُمَّ فَرَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأْسَهُ. (رواه البخاري: ٣٢٩٤)
Telah bercerita kepada kami Yahya bin Bukair telah bercerita kepada kami Al Laits dari Yunus dari Ibnu Syihab berkata telah mengabarkan kepadaku 'Ubaidullah bin 'Abdullah dari Ibnu 'Abbas radhiallahu'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ dahulunya menyisir rambut beliau ke arah depan hingga kening sedangkan orang-orang musyrik menyisir rambutnya ke bagian kiri-kanan kepala mereka, sementara itu Ahlul Kitab menyisir rambut mereka ke kening. Rupanya Rasulullah ﷺ lebih suka bila bersesuaian dengan apa yang dilakukan oleh Ahlul Kitab dalam perkara yang tidak ada perintahnya. Namun kemudian hari Rasulullah ﷺ menyisiri rambutnya ke arah kanan-kiri kepala beliau". (HR. Al Bukhari: 3294 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 3650, Muslim: 4307 (secara makna) - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H. Hadits riwayat Muslim: 4307 tergolong 'aziz, karena beliau meriwayatkan dari dua orang gurunya yang tsiqah. Beliau berkata,
حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ أَبِي مُزَاحِمٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ زِيَادٍ قَالَ مَنْصُورٌ حَدَّثَنَا و قَالَ ابْنُ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ يَعْنِيَانِ ابْنَ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَسْدِلُونَ أَشْعَارَهُمْ وَكَانَ الْمُشْرِكُونَ يَفْرُقُونَ رُءُوسَهُمْ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ مُوَافَقَةَ أَهْلِ الْكِتَابِ فِيمَا لَمْ يُؤْمَرْ بِهِ فَسَدَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاصِيَتَهُ ثُمَّ فَرَقَ بَعْدُ
و حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ. (رواه مسلم: ٤٣٠٧)
Telah menceritakan kepada kami Manshur bin Abu Muzahim dan Muhammad bin Ja'far bin Ziyad; Manshur berkata; Telah menceritakan kepada kami sedangkan Ibnu Ja'far; berkata; Telah mengabarkan kepada kami Ibrahim yaitu Ibnu Sa'd dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidillah bin 'Abdillah dari Ibnu 'Abbas dia berkata, "Para Ahli kitab biasanya menguraikan rambut mereka, sedangkan orang-orang musyrik biasa membelah dua rambut mereka. Rasulullah ﷺ lebih suka mencontoh para Ahli kitab, selama belum ada perintah tertentu mengenai urusan itu. Karena itu Rasulullah ﷺ menguraikan rambut kepalanya, tetapi kemudian beliau berubah dengan membelahnya menjadi dua." Dan telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahab Telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa. (HR. Muslim: 4307 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Imam Muslim meriwayatkan dari dua orang gurunya yaitu 1. Manshur bin Abi Muzahim, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Nashar negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 235 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan Abu Hatim menilainya shaduq. Ad Daruquthni dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". 2. Muhammad bin Ja'far bin Ziyad bin Abi Hasyim, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya
Abu 'Iran negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 238 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah. Sementara adz Dzahabi menilainya shaduq. Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat".
Demikian juga dikhabarkan oleh imam Ahmad: 2474 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H. Imam Ahmad meriwayatkan tentang rambut dan jenggot beliau, beliau berkata:
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ سِمَاكٍ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ يَقُولُ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ شَمِطَ مُقَدَّمُ رَأْسِهِ وَلِحْيَتِهِ فَإِذَا ادَّهَنَ وَمَشَطَ لَمْ يَتَبَيَّنْ وَإِذَا شَعِثَ رَأْسُهُ تَبَيَّنَ وَكَانَ كَثِيرَ الشَّعْرِ وَاللِّحْيَةِ فَقَالَ رَجُلٌ وَجْهُهُ مِثْلُ السَّيْفِ قَالَ لَا بَلْ كَانَ مِثْلَ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ مُسْتَدِيرًا قَالَ وَرَأَيْتُ خَاتَمَهُ عِنْدَ كَتِفِهِ مِثْلَ بَيْضَةِ الْحَمَامَةِ يُشْبِهُ جَسَدَهُ
حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ حَدَّثَنَا سِمَاكٌ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ شَمِطَ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ. (رواه أحمد: ٢٠٠٩١)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Isra`il dari Simak bahwa ia mendengar Jabir bin Samurah berkata, "Rasulullah ﷺ biasa menyisir bagian depan rambut dan jenggotnya, bila beliau meminyaki rambut lalu menyisirnya maka tidak akan terlihat, namun bila beliau tidak meminyakinya (kering) maka akan tampak jelas. Beliau adalah orang yang lebat rambut dan jenggotnya." Seseorang bertanya, "(Apakah) Wajahnya seperti pedang?" Jabir menjawab, "Tidak, tapi seperti matahari dan bulan yang bulat. Dan aku melihat khatam kenabian di atas pundaknya seperti telur burung merpati yang sewarna dengan kulit badannya." Telah menceritakan kepada kami Abu Nadlar Telah menceritakan kepada kami Isra`il Telah menceritakan kepada kami Simak dari Jabir bin Samurah ia berkata, "Nabi ﷺ biasa menyisir rambutnya…Lalu ia menyebutkan hadits tersebut." (HR. Ahmad: 20091 - shahih, namun isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Jabir bin Samrah bin Janadah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 74 H. Hadits 'aziz, karena imam Ahmad meriwayatkan dari dua orang gurunya, yaitu pertama, Hasyim bin al Qasim bin bin Miqsam, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu an Nadhar negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 207 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, Ibnul Madini, Ibnu Sa'ad, Abu Hatim, al 'Ajli dan Ibnu Qani' menilainya tsiqah. Sedangkan Ibnu Abdil Bar menilainya shaduq dan an Nasa'i menilainya la ba'sa bih. Hakim menilainya hafizh tsabat, Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat dan adz Dzahabi menilainya tsiqah hafizh. Kedua, 'Abdur Razaq bin Hammam bin Nafi', ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Yaman dan wafat tahun 211 H. Penilaian ulama: Abu Daud dan Ibnu Hibban menilainya tsiqah. An Nasa'i menilainya tsabat, Ya'qub bin Syaibah menilainya tsiqah tsabat. Sedangkan al 'Ajli menilainya tsiqah, tertuduh beraliran Syi'ah. Ibnu 'Adi menilainya la ba'sa bih. Ibnu Hajar menilainya tsiqah hafizh, sedangkan adz Dzahabi menilainya seorang tokoh.
Ummul Mukminin 'Aisyah menyisir rambut beliau, padahal ia sedang haid. Hal ini diinformasikan oleh imam an Nasa'i, beliau berkata:
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
كُنْتُ أُرَجِّلُ رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا حَائِضٌ. (رواه النسائي: ٣٨٦)
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah, dia berkata, "Aku pernah menyisir rambut Rasulullah ﷺ, padahal aku sedang haid." (HR. An Nasa'i: 386 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 5470, an Nasa'i: 276 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Hadits 'aziz. Ada pun riwayat an Nasa'i: 276 adalah hadits masyhur, karena pada tabaqat pertengahan terdiri dari tiga periwayat, beliau berkata:
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
كُنْتُ أُرَجِّلُ رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا حَائِضٌ
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكٍ ح وَأَنْبَأَنَا عَلِيُّ بْنُ شُعَيْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْنٌ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا مِثْلَ ذَلِكَ. (رواه النسائي: ٢٧٦)
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya dari Aisyah radhiallahu'anha, dia berkata, " Aku pernah menyisir rambut Rasulullah ﷺ, padahal aku sedang haid." Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dari Malik, dan telah memberitakan kepada kami Ali bin Syu'aib dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ma'an berkata; telah menceritakan kepada kami Malik dari Az-Zuhri dari Urwah dari Aisyah radhiallahu'anha seperti itu juga. (HR. An Nasa'i: 276 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Dengan kalimat yang semakna imam Ahmad meriwayatkan,.
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ
أَنَّهَا كَانَتْ تُرَجِّلُ شَعَرَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ حَائِضٌ. (رواه أحمد: ٢٤٥٥٣)
Telah menceritakan kepada kami Waqi' telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah bahwasanya dia pernah menyisir rambut Rasulullah ﷺ ketika ia sedang haid. (HR. Ahmad: 24553 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 286 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Pada hadits berikutnya beliau meriwayatkan,
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ أَخْبَرَهُمْ قَالَ أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ
أَنَّهُ سُئِلَ أَتَخْدُمُنِي الْحَائِضُ أَوْ تَدْنُو مِنِّي الْمَرْأَةُ وَهِيَ جُنُبٌ فَقَالَ عُرْوَةُ كُلُّ ذَلِكَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَكُلُّ ذَلِكَ تَخْدُمُنِي وَلَيْسَ عَلَى أَحَدٍ فِي ذَلِكَ بَأْسٌ أَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ أَنَّهَا كَانَتْ تُرَجِّلُ تَعْنِي رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ حَائِضٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَئِذٍ مُجَاوِرٌ فِي الْمَسْجِدِ يُدْنِي لَهَا رَأْسَهُ وَهِيَ فِي حُجْرَتِهَا فَتُرَجِّلُهُ وَهِيَ حَائِضٌ. (رواه البخاري: ٢٨٧)
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa berkata, telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Yusuf bahwa Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada mereka, ia berkata; telah mengabarkan kepadaku Hisyam bin 'Urwah dari 'Urwah, bahwa dia ditanya, "Apakah wanita yang sedang haid boleh melayani aku, atau berdekatan denganku sedangkan dia junub?" 'Urwah lalu menjawab, "Bagiku semua itu mudah, dan setiap dari mereka boleh untuk membantuku, dan seseorang tidak berdosa karena hal itu. 'Aisyah pernah mengabarkan kepadaku bahwa ia pernah menyisir rambut kepala Nabi ﷺ dalam keadaan haid. Saat itu Rasulullah ﷺ berada di sisi masjid, beliau mendekatkan kepalanya kepada Aisyah yang berada di dalam kamar dan dalam keadaan haid untuk menyisir rambut kepalanya." (HR. Al Bukhari: 287 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Lebih tepatnya waktu itu beliau sedang i'tiqaf, sebagaimana diriwayat olem imam an Nasa'i,
أَخْبَرَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ
أَنَّهَا كَانَتْ تُرَجِّلُ رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ حَائِضٌ وَهُوَ مُعْتَكِفٌ فَيُنَاوِلُهَا رَأْسَهُ وَهِيَ فِي حُجْرَتِهَا. (رواه النسائي: ٣٨٣)
Telah mengabarkan kepada kami Nashr bin Ali dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdul A'la dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az-Zuhri dari Urwah dari Aisyah radhiallahu'anha bahwa ia pernah menyisir rambut Rasulullah ﷺ, padahal ia sedang haid, sementara Rasulullah ﷺ sedang itikaf, maka Rasulullah ﷺ memberikan (menyodorkan) kepalanya sementara ia berada di kamarnya. (HR. An Nasa'i: 383 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 1905 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Imam Ahmad juga meriwayatkan dengan redaksi semakna,
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَخْبَرَنَا مُغِيرَةُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا
كَانَتْ تَغْسِلُ رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ حَائِضٌ وَهُوَ مُعْتَكِفٌ يُخْرِجُ رَأْسَهُ مِنْ الْمَسْجِدِ إِلَى الْحُجْرَةِ. (رواه أحمد: ٢٤٢٠٥)
Telah menceritakan kepada kami Husyaim dia berkata; telah mengabarkan kepada kami Mughiroh dari Ibrahim dari Aisyah bahwasanya dia pernah mencuci rambut Rasulullah ﷺ ketika dia dalam keadaan haid sementara beliau sedang melakukan itikaf, dan beliau mengeluarkan kepalanya dari masjid ke kamarnya. (HR. Ahmad: 24202 - shahih, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Padahal semua periwayatnya maqbul)
Sedangkan imam Muslim meriwayatkan,
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
كُنْتُ أَغْسِلُ رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا حَائِضٌ. (رواه مسلم: ٤٤٩)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Husain bin Ali dari Zaidah dari Manshur dari Ibrahim dari al-Aswad dari Aisyah dia berkata; ‘Aku membasuh kepala Rasulullah ﷺ, sedangkan aku dalam keadaan haid.' (HR. Muslim: 449 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Lebih lanjut imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عُمَرَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ
أَنَّهَا كَانَتْ تُرَجِّلُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَتْ مَرَّةً كُنْتُ أُرَجِّلُ رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مِخْضَبٍ مِنْ صُفْرٍ. (رواه أحمد: ٢٥٥٢٧)
Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Khalid berkata telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah -yakni Ibnu 'Umar- dari Ibrahim bin Muhammad dari Bapaknya dari Zainab binti Jahsy bahwa dia pernah menyisir rambut Rasulullah ﷺ, ia pernah berkata, "Aku pernah menyisir rambut Rasulullah ﷺ di dalam bejana yang terbuat dari kuningan." (HR. Ahmad: 25527 - isnadnya dha'if dari Zainab binti Jahsiy, ia shahabiyah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 20)
Berdasarkan hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa Rasulullah melarang menyisir rambut tiap hari dengan alasan tertentu. Beliau biasa menyisir rambut beliau dengan membelah dua bagian kepala beliau. Selanjutnya, tidak ada halangan bagi istri yang sedang haid menyisir atau pun membasuh rambut suaminya sekalipun ia sedang beri'tiqaf asalkan istri yang haid tidak di dalam Masjid. Adapun mengenai tempat menyisir rambut dalam bejana yang terbuat dari kuningan adalah sesuatu yang dibolehkan, selama belum ada nash yang melarangnya. Karena Rasulullah juga melakukan hal tersebut, ketika orang ahli kitab membelah dua rambutnya, selama belum ada nash yang melarang.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏