“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


MEMFITNAH KELUARGA RASUL DAN HUBUNGANNYA DENGAN MUNCULNYA PARA PEMBOHONG
Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

IMAM al Bukhari berkata,

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا
{ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ }
قَالَتْ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَيٍّ ابْنُ سَلُول. (رواه البخاري: ٤٣٨٠)

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ma'mar dari Az Zuhri dari 'Urwah dari 'Aisyah radhiallahu'anha mengenai firman Allah: Dan orang yang berandil besar (dalam memfitnah Aisyah) …. (QS. An-Nur: 11), ia berkata; yaitu Abdullah bin Ubay bin Salul. (HR. Al Bukhari: 4380 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu 'Abdullah [istri nabi] negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Akibat orang suka memfitnah yang menyebar isu di tengah masyarakat dan berbohong akan dicatat sebagai pembohong. Rasulullah menjelaskan tentang "al 'adhhu". Imam Muslim berkata,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَقَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ
إِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ مَا الْعَضْهُ هِيَ النَّمِيمَةُ الْقَالَةُ بَيْنَ النَّاسِ وَإِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ يَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ صِدِّيقًا وَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا. (رواه مسلم: ٤٧١٨)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far; Telah menceritakan kepada kami Syu'bah Aku mendengar Abu Ishaq bercerita dari Abu Al Ahwash dari 'Abdullah bin Mas'ud dia berkata; bahwa Muhammad ﷺ bersabda, 'Perhatikanlah, aku akan memberitahukan kepada kalian apa itu Al 'Adhu? Al 'Adhu adalah memfitnah dengan menyebarluaskan isu di tengah masyarakat." Rasulullah ﷺ juga bersabda, 'Sesungguhnya orang yang selalu berkata jujur akan dicatat sebagai seorang yang jujur dan orang yang selalu berdusta akan dicatat sebagai pendusta.' (HR. Muslim: 4718 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H. Hadits 'aziz, karena imam Muslim meriwayatkan dari dua orang gurunya yang tsiqah, yaitu: pertama, Muhammad bin Mutsanna bin 'Ubaid, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 252 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan adz Dzahabi menilainya tsiqah. Maslamah bin Qasim menilainya tsiqah masyhur dan minal huffazh dan adz Dzahabi menilainya tsiqah tsabat. Abu Hatim menilainya shalihul hadits shaduq. Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat. Sedangkan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". Kedua, Muhammad bin Basyar bin 'Utsman, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 252 H. Penilaian ulama: Ibnu Hajar menilainya tsiqah, Abu Hatim menilainya shaduq, an Nasa'i menilainya shalih la ba'sa bih. Sementara adz Dzahabi menilainya hafizh. Sedangkan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat")

Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 3946 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H.

Oleh karena itu, Rasulullah mengingatkan agar tidak termakan fitnah. Sebagaimana diriwayatkan oleh imam Muslim,

و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَرْمَلَةَ بْنِ عِمْرَانَ التُّجِيبِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو شُرَيْحٍ أَنَّهُ سَمِعَ شَرَاحِيلَ بْنَ يَزِيدَ يَقُولُ أَخْبَرَنِي مُسْلِمُ بْنُ يَسَارٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ يَأْتُونَكُمْ مِنْ الْأَحَادِيثِ بِمَا لَمْ تَسْمَعُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ فَإِيَّاكُمْ وَإِيَّاهُمْ لَا يُضِلُّونَكُمْ وَلَا يَفْتِنُونَكُمْ. (رواه مسلم: ٨)

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya bin Abdullah bin Harmalah bin Imran at-Tujibi dia telah berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb dia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Syuraih bahwa dia mendengar Syarahil bin Yazid berkata, telah mengabarkan kepadaku Muslim bin Yasar bahwa dia mendengar Abu Hurairah berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Akan ada di akhir zaman para Dajjal Pendusta membawa hadits-hadits kepada kalian yang tidak pernah kalian mendengarnya dan bapak-bapak kalian juga belum pernah mendengarnya. Maka jauhilah mereka oleh kalian, sehingga mereka tidak dapat menyesatkan kalian dan tidak pula dapat memfitnah kalian." (HR. Muslim: 8 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits ahlul Maru, semua periwayat dalam sanad berasal dari Maru, kecuali Abu Hurairah)

Berhati-hati dalam memahami dan berita yang tidak jelas dan belum mengetahui kebenarannya adalah sesuatu yang sangat dianjurkan agar selamat dari al 'adhhu (menyebar isu di tengah masyarakat). Di akhir zaman ini akan ditemukan sebagaimana hadits riwayat Muslim: 8 di atas, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Akan ada di akhir zaman para Dajjal Pendusta membawa hadits-hadits kepada kalian yang tidak pernah kalian mendengarnya dan bapak-bapak kalian juga belum pernah mendengarnya. Maka jauhilah mereka oleh kalian, sehingga mereka tidak dapat menyesatkan kalian dan tidak pula dapat memfitnah kalian."

Hal tersebut dapat terkadi pada diri pribadi atau individu dan sesama masyarakat muslim dan tidak tertutup kemungkinan antar umat. Karena hal tersebut sudah diingatkan oleh Rasulullah ﷺ. Terkait dengan ungkapan "Dajjaaluuna" para pembohong juga diriwayatkan oleh imam Ahmad: 7790, beliau berkata:

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْبَعِثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبًا مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ. (رواه أحمد: ٧٧٩٠)

Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga muncul Dajjal Dajjal pendusta, jumlah mereka kurang lebih tiga puluh orang dan semuanya mengaku sebagai utusan Allah." (HR. Ahmad: 7790 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits ahlul Yaman)

Demikian juga hadits riwayat Muslim: 5205 (hadits 'aziz, karena imam Muslim meriwayatkan dari dua orang gurunya yang tsiqah, yaitu Zuhair bin Harbi bin Syaddad w. 234 H dan Ishaq bin Mansyur bin Bahram w. 251 H), Abu Daud: 3772 (hadits ahlul Madinah) dan at Tirmidzi: 2144, Ahmad: 6930 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Redaksi lain diriwayatkan oleh imam Abu Daud: 3773 beliau berkata,

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجَ ثَلَاثُونَ كَذَّابًا دَجَّالًا كُلُّهُمْ يَكْذِبُ عَلَى اللَّهِ وَعَلَى رَسُولِهِ
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْجَرَّاحِ عَنْ جَرِيرٍ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ قَالَ قَالَ عُبَيْدَةُ السَّلْمَانِيُّ بِهَذَا الْخَبَرِ قَالَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ فَقُلْتُ لَهُ أَتَرَى هَذَا مِنْهُمْ يَعْنِي الْمُخْتَارَ فَقَالَ عُبَيْدَةُ أَمَا إِنَّهُ مِنْ الرُّءُوسِ. (رواه أبوداود: ٣٧٧٣)

Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu'adz berkata, telah menceritakan kepada kami Bapakku berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad -maksudnya Muhammad bin Amru- dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan datang hari kiamat hingga muncul tiga puluh Dajjal pendusta, mereka semua berdusta kepada Allah dan rasul-Nya." Telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnul Jarrah dari Jarir dari Mughirah dari Ibrahim ia berkata; Ubaidah As Sulami menyebutkan dengan hadits ini. ia berkata, "Lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits tersebut." Aku (Ibrahim) lalu berkata kepada Ubaidah, "Apakah engkau mengira bahwa orang ini -Al Mukhtar- berasal dari mereka (para Dajjal pendusta)?" Ubaidah menjawab, "(Bahkan) Ia dari pembesarnya." (HR. Abu Daud: 3773 - isnadnya hasan, namun didh'a'ifkan oleh al Albani dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Sementara itu imam Ahmad meriwayatkan,

وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَخْرُجَ ثَلَاثُونَ كَذَّابًا رِجَالًا كُلُّهُمْ يَكْذِبُ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَرَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه أحمد: ٩٤٤٢)

Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari Abu Hurairah Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga muncul tiga puluh lelaki pendusta, mereka semua mendustakan Allah dan Rasulullah-Nya." (HR. Ahmad: 9442 - shahih, namun isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Selanjutnya imam Ahmad juga meriwayatkan,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ الْعَلَاءَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَظْهَرَ ثَلَاثُونَ دَجَّالُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ وَيَفِيضَ الْمَالُ فَيَكْثُرَ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ قَالَ قِيلَ وَأَيُّمَا الْهَرْجُ قَالَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ ثَلَاثًا. (رواه أحمد: ٩٥١٨)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah aku mendengar Al 'Ala` bin Abdurrahman menceritakan dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga muncul tiga puluh lelaki pendusta, mereka semuanya mengaku sebagai utusan Allah, harta akan melimpah ruah, fitnah akan merajalela dan akan menyebar al harj, " Abu Hurairah berkata; maka ditanyakanlah kepada beliau, "Apa itu al harj?" beliau bersabda, "Pembunuhan, pembunuhan, " beliau ucapkan hingga tiga kali. (HR. Ahmad: 9518 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Tegasnya,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ ثَلَاثُونَ كَذَّابًا. (رواه أحمد: ١٠٤٠٨)

Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad dari Muhammad bin 'Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Menjelang datangnya hari kiamat akan ada tiga puluh orang pendusta." (HR. Ahmad: 10408 - shahih, isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Berdasarkan informasi hadits yang bersumber dari Abu Hurairah, bahwa para pendusta tersebut adalah sebagai tanda-tanda hari kiamat. Mereka berjumlah 30 orang laki-laki dan mereka adalah para pembesar. Aksi yang akan terjadi adalah pembuhan dimana. Sehingga dimaknai sebagai permulaan hari kiamat yang disebabkan pembohongan yang merajalela.

Ingatlah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِنَّمَا يَفْتَرِى الْكَذِبَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكٰذِبُوْنَ. (قرآن سورة النحل/١٦: ١٠٥)

Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah. Mereka itulah para pembohong. (QS. An-Naḥl/16: 105)

مَنْ كَفَرَ بِاللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِهٖٓ اِلَّا مَنْ اُكْرِهَ وَقَلْبُهٗ مُطْمَىِٕنٌّۢ بِالْاِيْمَانِ وَلٰكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰهِ ۗوَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ. (قرآن سورة النحل/١٦: ١٠٦)

Siapa yang kufur kepada Allah setelah beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa (mengucapkan kalimat kekufuran), sedangkan hatinya tetap tenang dengan keimanannya (dia tidak berdosa). Akan tetapi, siapa yang berlapang dada untuk (menerima) kekufuran, niscaya kemurkaan Allah menimpanya dan bagi mereka ada azab yang besar. (QS. An-Naḥl/16: 106)

ذٰلِكَ بِاَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰخِرَةِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ. (قرآن سورة النحل/١٦: ١٠٧)

Yang demikian itu disebabkan mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat dan sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (QS. An-Naḥl/16: 107)

Selanjutnya, ditegaskan oleh Allah:

وَيْلٌ لِّكُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيْمٍۙ. (قرآن سورة الحاثية/٤٥: ٧)

Celakalah setiap pembohong lagi bergelimang dosa. (QS. Al-Jāṡiyah/45: 7)

Akibat dari pembohongan tersebut muncul kekacauan di mana-mana. Pertanyaannya adalah apakah itu telah terjadi? Pembesar-pembesar tersebut siapa?. Apakah jumlah 30 orang yang disinggung oleh Rasulullah tersebut sudah cukup?. Jawabannya ada pada fenomena yang terjadi sejak masa Rasul sampai sekarang. Selanjutnya solusi yang mendekati untuk menghindari hal teraebut adalah dengan menjauhi mereka.

Wallahu a'lam bish shawaab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa bawarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]