PERBEDAAN HISAB DAN PENAMPAKAN AMAL (AL 'ARDH)
(kitab amal yang diserahkan dari sisi kanan dan dari sisi kiri)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Semua amalan manusia baik yang kecil maupun yang besar dicatat oleh para Malaikat Allah. Sehingga tidak ada satu pun yang luput. Hal ini satu bentuk keadilan-Nya agar tidak terjadi penzhaliman terhadap manusia. Adapun perhitungan amal tersebut dibacakan dan diperlihatkan di akhirat.
Oleh karena itu, siapa yang diberikan buku amalnya dari sebelah kanan maka beruntunglah mereka dengan bergembira dan rasa bersahaja membacanya. Jika sebaliknya, buku amalnya diserahkan dari sebelah kiri atau dengan disertai introgasi catatan amal mereka maka celakahlah mereka dengan kemurungan dan kekecewaan.
Pernyataan di atas telah tertulis dalam al Qur'an dan sudah dijelaskan oleh Rasul-Nya dalam hadits-haditsnya. Salah satunya penjelasan beliau kepada istri beliau tentang maksud QS. Al Insyiqaaq/84 ayat 7 sampai ayat 9.
Pada tulisan kali ini penulis ingin memaparkan tentang hal terkait dengan ringannya hisab bagi orang yang beriman.
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي بَعْضِ صَلَاتِهِ اللَّهُمَّ حَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيرًا فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا الْحِسَابُ الْيَسِيرُ قَالَ أَنْ يَنْظُرَ فِي كِتَابِهِ فَيَتَجَاوَزَ عَنْه إِنَّهُ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَوْمَئِذٍ يَا عَائِشَةُ هَلَكَ وَكُلُّ مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ عَنْه حَتَّى الشَّوْكَةُ تَشُوكُهُ. (رواه أحمد: ٢٣٠٨٢)
Telah menceritakan kepada kami Isma'il Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dia berkata; Telah berkata kepadaku Abdul Wahid bin Hamzah bin Abdullah bin Az-Zubair dari Abbad bin Abdillah bin Az-Zubair dari Aisyah berkata; Saya telah mendengar Nabi ﷺ pada sebagian shalatnya membaca, "Ya Allah hisablah aku dengan hisab yang mudah." Ketika beliau berpaling saya berkata, "Wahai Nabi Allah, apa yang dimaksud dengan hisab yang mudah?." Beliau bersabda, "Seseorang yang Allah melihat kitabnya lalu memaafkannya. Karena orang yang diperdebatkan hisabnya pada hari itu, pasti celaka wahai Aisyah, dan setiap musibah yang menimpa orang beriman Allah akan menghapus (dosanya) karenanya, bahkan sampai duri yang menusuknya." (HR. Ahmad: 23082 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Pada jalur yang lain imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا نَافِعٌ يَعْنِي ابْنَ عُمَرَ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حُوسِبَ يَوْمَئِذٍ عُذِّبَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا } قَالَ ذَاكَ الْعَرْضُ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَوْمَئِذٍ عُذِّبَ. (رواه أحمد: ٢٣٤٦٤)
Telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Nafi', yaitu Ibnu Umar, dari Abi Mulaikah, dari Aisyah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang pada hari itu (hari kiamat) dihisab, pasti disiksa." Saya berkata, "Wahai Rasulullah, bukankah Allah berfirman YUHAASABU HISAABAY YASIIRA (Akan dihisab dengan hisab yang mudah)?. Beliau bersabda, "Yang dimaksud ayat itu adalah penampakan amal, sungguh bahwa orang yang dihisab pada hari itu, pasti akan disiksa." (HR. Ahmad: 23464 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 23069, 23625, 23810 dan 24525 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Pada jalur lain imam Ahmad meriwayatkan penggalan hadits,
حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ قَالَ حَدَّثَنَا نَافِعٌ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حُوسِبَ عُذِّبَ. (رواه أحمد: ٢٣٦٢٨)
Telah menceritakan kepada kami Suraij, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Nafi' dari Abi Mulaikah dari Aisyah bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang dihisab maka pasti akan disiksa." (HR. Ahmad: 23628 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H
Imam Muslim juga meriwayatkan hadits yang semakna. Beliau berkata, dengan kalimat "laisa dzaakal hisaab innamaa dzaakal 'ardh":
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَعِيلَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حُوسِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُذِّبَ فَقُلْتُ أَلَيْسَ قَدْ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا } فَقَالَ لَيْسَ ذَاكِ الْحِسَابُ إِنَّمَا ذَاكِ الْعَرْضُ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عُذِّبَ.
حَدَّثَنِي أَبُو الرَّبِيعِ الْعَتَكِيُّ وَأَبُو كَامِلٍ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ. (رواه مسلم: ٥١٢٢)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ali bin Hujr, semuanya dari Isma'il berkata Abu Bakar: telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulaiyah dari Ayyub dari Abdullah bin Abu Malikah dari Aisyah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa dihisab pada hari kiamat, ia disiksa." Aku berkata, Bukankah Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah." (QS. Al Insyiqaaq/84: 8) beliau menjawab, "Itu bukan hisab, itu hanya pemaparan. Barangsiapa dibantah (saat) penghisaban pada hari kiamat, ia disiksa."
Telah menceritakan kepadaku Abu Ar Rabi' Al Ataki dan Abu Kamil keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami Ayyub dengan sanad ini dengan matan serupa. (HR. Muslim: 5122 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Hadits ini 'aziz, karena imam Muslim meriwayatkan dari dua orang gurunya yang tsiqah yaitu 'Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Kufah dan wafat tahun 235 H dan Ali bin Hajar bin Iyas, ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 244 H)
Firman Allah yang dimaksud dalam hadits riwayat Ahmad: 23464 adalah QS. Al Insyiqaaq/84 ayat 8 dan bertalian dengan ayat 7 dan 9 sebagai berikut:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖۙ. (قرآن سورة الإنشقاق/٨٤: ٧)
Adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya. (QS. Al-Insyiqāq/84: 7)
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيْرًاۙ. (قرآن سورة الإنشقاق/٨٤: ٨)
dia akan dihisab dengan pemeriksaan yang mudah. (QS. Al-Insyiqāq/84: 8)
وَّيَنْقَلِبُ اِلٰٓى اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ. (قرآن سورة الإنشقاق/٨٤: ٩)
dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.(QS. Al-Insyiqāq/84: 9)
Demikian kemudahan bagi orang yang kitab catatan amalnya diterima atau diserahkan oleh Allah dari sebelah kanan, artinya Allah memaafkannya. Maka Allah akan mudahkan hisabnya dengan keampunan-Nya. Beliau bersabda, "Seseorang yang Allah melihat kitabnya lalu memaafkannya. Karena orang yang diperdebatkan hisabnya pada hari itu, pasti celaka wahai Aisyah, dan setiap musibah yang menimpa orang beriman Allah akan menghapus (dosanya) karenanya, bahkan sampai duri yang menusuknya." (HR. Ahmad: 23082 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H). Oleh karena itu Rasulullah pada sebagian shalatnya berdoa, ""Ya Allah hisablah aku dengan hisab yang mudah."
Lebih lanjut Allah menjelaskan,
فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ فَيَقُوْلُ هَاۤؤُمُ اقْرَءُوْا كِتٰبِيَهْۚ. (قرآن سورة الحآقة/٦٩: ١٩)
Adapun orang yang diberi catatan amalnya di tangan kanannya, dia berkata (kepada orang-orang di sekelilingnya), “Ambillah (dan) bacalah kitabku (ini)!. (QS. Al-Ḥāqqah/69: 19)
اِنِّيْ ظَنَنْتُ اَنِّيْ مُلٰقٍ حِسَابِيَهْۚ. (قرآن سورة الحآقة/٦٩: ٢٠)
Sesungguhnya (saat di dunia) aku yakin bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan diriku.” (QS. Al-Ḥāqqah/69: 20)
فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۚ. (قرآن سورة الحآقة/٦٩: ٢١)
Maka, ia berada dalam kehidupan yang menyenangkan. (QS. Al-Ḥāqqah/69: 21)
Ayat ini menggambarkan hamba Allah yang beriman dan beramal saleh pada hari Kiamat. Ketika itu, mereka merasa gembira karena jarak perjalanan yang akan ditempuhnya untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan semakin dekat dengan tempat yang disediakan Allah baginya.
Perasaan gembira yang demikian sebenarnya telah mereka rasakan sejak roh mereka berpisah dengan jasad. Ketika itu, mereka telah melihat tanda-tanda keberuntungan, sebagaimana firman Allah:
الَّذِيْنَ تَتَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ طَيِّبِيْنَ ۙيَقُوْلُوْنَ سَلٰمٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ. (قرآن سورة النحل/١٦: ٣٢)
(Yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), “Salāmun ‘alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. an Naḥal/16: 32)
Mereka selalu ingat janji Allah dalam firman-Nya:
لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْاَكْبَرُ وَتَتَلَقّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُۗ هٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ. (قرآن سورة الأنبياء/٢١: ١٠٣)
Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. al Anbiyā'/21: 103)
Maka hari yang mereka tunggu-tunggu itu tiba dan orang-orang mukmin menerima catatan amalnya dengan tangan kanan yang disodorkan dari sebelah kanannya, maka meledaklah kegembiraan dalam hati mereka. Mereka pun ingin agar catatan amal itu dibaca oleh teman-temannya yang sama keadaannya dengan mereka, dengan mengatakan, “Hai teman-temanku yang sama-sama memperoleh keridaan Allah, inilah catatan bahwa kita sama. Ambillah dan bacalah isinya, tentu kamu akan mengetahui bahwa kita semua mendapatkan buku catatan dari sebelah kanan dan sama-sama akan mendapat pahala dari Allah.” Maka mereka pun bersama-sama bergembira.
Demikianlah kasih dan sayang Allah yang ditunjukkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, sehingga di akhirat diberikan kitab amalnya dari sisi kanan mereka. Karena keyakinan kepada Allah bahwa mereka akan senantiasa dalam ridha Allah dalam setiap amal mereka. Mereka merasa gembira dan Allah ridha kepada mereka dan dipertemukan dengan orang-orang yang bernasib sama.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏