“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


ALLAH CIPTAKAN SEMUANYA SEBAGAI PENGENDALI FITRAH UNTUK SPEKULASI BERFIKIR

Oleh: Samsurizal, MA

Bismillahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Allah menciptakan alam semesta dalam enam masa, yang prosesnya sepanjang sejarah alam semesta seperti dijelaskan dalam surah an Nazi'at/79: 27-23. Kemudian Allah bersemayam di atas 'Arasy yaitu satu sifat Allah yang wajib diimani dengan keagungan dan kesucian-Nya (dari sifat makhluk).

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٢٧)

Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?. (QS. An-Nāzi‘āt/79: 27)

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٢٨)

Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya. (QS. An-Nāzi‘āt/79: 28)

وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٢٩)

Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang). (QS. An-Nāzi‘āt/79: 29)

وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٣٠)

Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni).(QS. An-Nāzi‘āt/79: 30)

اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٣١)

Darinya (bumi) Dia mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat penggembalaan. (QS. An-Nāzi‘āt/79: 31)

وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٣٢)

Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh. (QS. An-Nāzi‘āt/79: 32)

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٣٣)

(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu. (QS. An-Nāzi‘āt/79: 33)

Dijelaskan lebih lanjut, Allah juga mengatur segala urusan termasuk izin syafaat. Lebih spesipiknya agar dapat membedakannya bahwa Allah menjadikan langit dan bumi dengan segala isinya dalam enam masa. Atas penciptaan tersebut Allah menegaskan bahwa Ia tak pernah letih, artinya Allah aktif mencipta. Kemudian Allah menyatakan disamping menciptakan Allah juga mengetahui apa yang masuk dan keluar dari bumi. Apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Allah senantiasa mengawasi dan Mahamelihat apa yang dikerjakan oleh makhluk-Nya. Yang dimaksud dengan "yang naik", antara lain adalah amal-amal dan doa hamba-Nya.

Allah telah menciptakan waktu dan perhitungan bulan dalam setahun yaitu 12 bulan dan peredaran waktu dan bulan itu terdapat bulan-bulan haram yaitu tiga darinya berturut-turut, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudhar yaitu antara Jumadilakhir dan Syakban.

Selanjutnya, Allah juga telah menciptakan Rahmat-Nya sempurna sejak penciptaan langit dan bumi. Namun, Allah anugerahkan kepada makhluk-Nya di dunia satu parsen saja. Dengan itulah mereka berbagi dan menikmati kasih sayang. Sehingga orang-orang beriman tidak akan pernah berputus asa. Karena mereka meyakini bahwa rahmat Allah itu tidak akan pernah terputus hingga hari kiamat.

Selanjutnya, "Allah telah menentukan takdir bagi semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi." Oleh karena itu, beramallah atas pijakan takdir yang telah ditetapkan Allah. Takdir satu dengan yang lainnya pasti berbeda sesuai dengan kehendak Allah, baik atau pun buruk. Kemudian ikutilah petunjuk Allah dan Rasul-Nya untuk mengetahui takdir masing-masing. Sehingga jelas mana yang ditakdirkan Allah dan yang telah dirobah bagi hamba-Nya.

Berdasarkan alur pikir di atas maka berfikir spekulatif dengan pertimbangan penuh dibutuhkan. Sehingga butuh seni aktual untuk memberi kesempatan bagi akal dan jiwa agar arif dan bijak. Arif dalam mengutarakan hasil fikiran, dan bijaksana dalam mengaktualisasikan fikiran tersebut.

Wallaahu a'lam bish shawaab,

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]