“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


WAKTU TERASA PENDEK TINGGALKANLAH YANG TIDAK PENTING
Oleh: Samsurizal, MA

Bismillahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Waktu Allah ciptakan supaya manusia dapat beramal dan beraktivitas sesuai potensi dan sunnatullah. Sehingga Allah bersumpah dengan waktu dan apa yang bermanfaat dan tidak bermanfaat di dalamnya. Karena Allah diluar dari waktulah yang dapat menyaksikan dan mengontrol semua aktivitas makhluk-Nya. Oleh sebab itu makhluk tidak dapat menentukan waktu, sebab waktu beriring dengannya.

Lebih lanjut, peringatan Allah tentang waktu sangat membantu agar makhluk-Nya terutama manusia yang dimintai pertanggungjawaban terhadap pemanfaatan waktu itu. Ujung dari waktu Allah akan mengambil kembali berlahan-lahan untuk memberi kesempatan berbenah.

Nah, tulisan kali ini penulis paparkan hadits-hadits terkait dengan waktu yang senantiasa terasa pendek. Hal ini memengaruhi semua ciptaan Allah. Apakah waktu mempercepat hari kiamat? Apa saja tanda-tanda kiamat yang terhubung dengan waktu? Kenapa peristiwa hari kiamat dihubungkan dengan waktu? Apa yang mesti dilakukan?. Berikut penulis paparkan secara berurutan dan kesimpulan-kesimpulan serta hal terkait dengannya.

Waktu terasa cepat berlalu, sebagaimana hadits riwayat imam at Tirmidzi, beliau berkata:

حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدُّورِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْعُمَرِيُّ عَنْ سَعْدِ بْنِ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونُ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونُ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونُ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ وَتَكُونُ السَّاعَةُ كَالضَّرَمَةِ بِالنَّارِ.

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَسَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ هُوَ أَخُو يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ. (رواه الترمذي: ٢٢٥٤ - صحيح)

Telah menceritakan kepada kami 'Abbas bin Muhammad Ad Dauri telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Umar Al 'Umari dari Sa'ad bin Sa'id Al Anshari dari Anas bin Malik dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi sampai waktu terasa pendek (ringkas), satu tahun menjadi seperti satu bulan, satu bulan menjadi seperti satu jum'at, satu Jum'at menjadi seperti satu hari, satu hari menjadi seperti sesaat dan sesaat menjadi seperti sambaran api."

Abu Isa berkata: Hadits ini gharib dari jalur sanad ini, adapun Sa'ad bin Sa'id dia adalah saudara Yahya bin Sa'id." (HR. At Tirmidzi: 2254 - shahih dari Anas bin Malik), Lihat juga: Ahmad: 10251 dari Abu Hurairah)

Selanjutnya sebagai tanda-tanda akan kiamat lihat juga Ahmad: 10443 dari Abu Hurairah,

حَدَّثَنَا عَلِيٌّ أَخْبَرَنَا وَرْقَاءُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ قَالَ الْهَرْجُ أَيُّمَا هُوَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ. (رواه أحمد: ١٠٤٤٣ - صحيح)

Telah menceritakan kepada kami Ali berkata; telah mengabarkan kepada kami Warqo` dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga ilmu digenggam, waktu menjadi pendek, kekacauan merajalela, fitnah bermunculan dan al haraj banyak menyebar, " Abu Hurairah bertanya; "Wahai Rasulullah, al haraj itu apa?" Beliau bersabda: "Pembunuhan, pembunuhan." (HR. Ahmad: 10443 - dari Abu Hurairah)

Kemudian, hadits riwayat imam Ibnu Majah: 4042, beliau berkata:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
يَرْفَعُهُ قَالَ يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعِلْمُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْهَرْجُ قَالَ الْقَتْلُ. (رواه إبن ماجه: ٤٠٤٢)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdul A'la dari Ma'mar dari Az Zuhri dari Sa'id bin Musayyab dari Abu Hurairah yang dimarfu'kan kepada Nabi, beliau bersabda, "Waktu semakin cepat, ilmu semakin kurang, banyak kekikiran, fitnah banyak menyebar dan al haraj merajalela." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah maksud dari al haraj?" beliau menjawab, "Pembunuhan." (HR. Ibnu Majah: 4042 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 5577 dan 6537 (hadits masyhur, karena imam al Bukhari meriwayatkan dari lima gurunya), Muslim: 4827, Abu Daud: 3713 dan Ahmad: 6889, 10373 dan 7788 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits-hadits tersebut menjelaskan tanda-tanda kiamat Yaitu: 1. Zaman semakin singkat (taqarrabuz zaman), 2. Ilmu semakin berkurang (yanqushul 'ilmu) atau diangkat (yuqbadhul 'ilmu), 3. Amal shaleh semakin kurang (yanqushul 'amal), 4. Kebakhilan merajalela (yulqasy syuh), 4. Harta semakin melimpah (yafiidhul maalu), 5. Fitnah (maksiat/bencana) dilakukan terangan-terangan dimana-mana (tazhharal fitan), dan 6. Pembunuhan merajalela (al harju).

Dalam riwayat yang mutawatir imam Muslim meriwayatkan dalam 11 jalur periwayatan, beliau berkata:

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ حَدَّثَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ قَالُوا وَمَا الْهَرْجُ قَالَ الْقَتْلُ
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الزُّهْرِيُّ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ ثُمَّ ذَكَرَ مِثْلَهُ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعِلْمُ ثُمَّ ذَكَرَ مِثْلَ حَدِيثِهِمَا حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ حَنْظَلَةَ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ح و حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أَبِي يُونُسَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ كُلُّهُمْ قَالَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ غَيْرَ أَنَّهُمْ لَمْ يَذْكُرُوا وَيُلْقَى الشُّحُّ. (رواه مسلم: ٤٨٢٧)

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab telah menceritakan kepadaku Humaid bin 'Abdurrahman bin 'Auf bahwasanya Abu Hurairah berkata, "Rasulullah ﷺ telah bersabda tentang tanda-tandaKiamat; Zaman (waktu) terasa dekat (ringkas), ilmu agama dicabut, banyaknya bencana/kekacauan, kekikiran merajalela dan banyak alharj.' Para sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apakah itu Al Harj? ' Rasulullah menjawab, 'Pembunuhan.' Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdurrahman Ad Darimi telah mengabarkan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Humaid bin 'Abdurrahman Az Zuhri bahwasanya Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Bila hari kiamat sudah dekat, maka ilmu akan dicabut." -lalu dia menyebutkan Hadits yang serupa.- Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'la dari Ma'mar dari Az Zuhri dari Sa'id dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ "Bila hari kiamat sudah dekat, maka ilmu akan berkurang." -lalu dia menyebutkan Hadits yang serupa dengan mereka berdua.- Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah dan Ibnu Hujr, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu Ja'far dari Al 'Ala dari bapaknya dari Abu Hurairah Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan Abu Kuraib dan 'Amr An Naqid mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Sulaiman dari Hanzhalah dari Salim dari Abu Hurairah Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' telah menceritakan kepada kami 'Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb dari 'Amr bin Al Harits dari Abu Yunus dari Abu Hurairah semuanya. dia berkata dari Nabi ﷺ yang sama dengan Hadits Az Zuhri dari Humaid dari Abu Hurairah. Namun mereka tidak menyebutkan lafazh kekikiran. (HR. Muslim: 4827 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Demikian juga hadits riwayat imam Ahmad: 10521 menjelaskan tentang singkatnya waktu terasa berlalu, dengan lafazh merinci perguliran waktu, beliau berkata:

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ الْخُوصَةُ زَعَمَ سُهَيْلٌ. (رواه أحمد: ١٠٥٢١)

Telah menceritakan kepada kami Hasyim berkata; telah menceritakan kepada kami Zuhair berkata; telah menceritakan kepada kami Suhail dari bapaknya, dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Kiamat tidak akan datang hingga waktu saling mendekat, setahun seakan sebulan, sebulan seakan sepekan, sepekan seakan sehari, sehari seakan satu jam, dan sejam seakan selembar daun kurma." Demikian yang diklaim oleh Suhail. (HR. Ahmad: 10521 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Oleh karena hal tersebut maka tinggalkanlah hal yang tidak bermanfaat, sebagaimana Rasulullah bersabda yang diriwayatkan oleh imam at Tirmidzi, beliau berkata:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ نَصْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُسْهِرٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَمَاعَةَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ قُرَّةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
قَالَ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. (رواه الترمذي: ٢٢٣٩ - صحيح)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Nashr An Naisaburi dan yang lainnya telah menceritakan kepada kami mereka berkata bahwa Abu Mushir telah menceritakan kepada kami dari Isma'il bin 'Abdullah bin Sama'ah dari Al Auza'i dari Qurrah dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya." Dia berkata: Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya dari Hadits Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ kecuali dari Jalur sanad ini. (HR.  At Tirmidzi: 2239 - dari Abu Hurairah)

Catatan: Penilaian jarh pada Qurrah bin 'Abdur Rahman bin Hayuwail, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua negeri hidup Maru wafat tahun 147 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in menilainya dha'iful hadits, Ahmad bin Hanbal menilainya munkarul hadits, Ibnu Hibban mentsiqahkannya dan Ibnu Hajar menilainya shaduq lahu manaakiir. Selebihnya maqbul.

Lihat juga: at Tirmidziy: 2239 dari Abu Hurairah dan 2240 dari Husain bin 'Ali, Ibnu Majah: 3966 dari Abu Hurairah. Semuanya shahih. Adapun riwayat Ahmad: 1642 - dari Husain bin 'Ali bin Abi Thalib. Karena ada rawi dalam sanad terputus setelah Al Husain bin 'Ali. Begitu juga hadits riwayat imam Ahmad: 1646 dari Husain bin 'Ali berikut,

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَيَعْلَي قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاحٌ يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ الْوَاسِطِيَّ عَنْ شُعَيْبِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ قِلَّةَ الْكَلَامِ فِيمَا لَا يَعْنِيهِ. (رواه أحمد: ١٦٤٦)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan Ya'la, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hajjaj yaitu Ibnu Dinar Al Wasithi, dari Syua'aib bin Khalid dari Husain bin Ali berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya diantara tanda baiknya ke-Islaman seseorang adalah sedikit berkata dalam hal yang tidak berguna baginya." (HR. Ahmad: 1646 dari al Husain bin 'Ali bin Abi Thalib)

Lafazh berbeda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ. (رواه الترمذي: ٢٢٤٩ عن أبي هريرة)

Atau,

إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ قِلَّةَ الْكَلَامِ فِيمَا لَا يَعْنِيهِ. (رواه أحمد: ١٦٤٦ - حسين بن علي)

Atau dari riwayat imam Malik:1402 - mauquf dari 'Ali bin Husain bin 'Ali bin Abi Thalib,

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ. (رواه مالك: ١٤٠٢)

Telah menceritakan kepadaku Malik dari Ibnu Syihab dari Ali bin Husain bin Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Di antara tanda baiknya keIslaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Malik: 1402 - mauquf dari 'Ali bin Husain bin 'Ali bin Abi Thalib)

Para periwayat:
1. 'Ali bin Husain bin 'Ali bin Abi Thalib, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu al Husain negeri hidup Madinah dan wafat tahun 93 H. Penilaian ulama: Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat dan al 'Ajli tsiqah.
2. Muhammad bin Muslim bin 'Ubaidillah bin 'Abdullah bin Syihab, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 124 H. Penilaian ulama: Ibnu Hajar menilainya faqif hafizh mutqin dan adz Dzahabi menilainya seorang tokoh.

Demikianlah bahasan ini penulis paparkan, semoga dapat dipahami dan mengambil pelajaran dari setiap kesimpulannya.

Wallaahu a'lam bish shawaab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]