MENJAGA RAHASIA CERMINAN SIKAP AMANAH
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Rahasia adalah sesuatu ujian kepercayaan baik terhadap diri dan orang lain. Menjaganya merupakan kehirmatan dan kewibawaan bagi manusia. Sehingga sikap tersebut menjadi cerminan kepribadian yang amanah.
Anas bin Malik pernah dibisikan atau diberitahukan suatu rahasia oleh Rasulullah untuk diurusnya. Ia menjaga rahasia tersebut dan tidak pernah menceritakannya kepada orang lain, bahkan kepada ibunya (Ummu Sulaim) sendiri maupun shahabatnya. Sikap Anas bin Malik tersebut mendapat apresiasi dari ibunya sekaligus menunjukkan sifat dapat dipercayanya. Sehingga, kedekatan beliau dengan Rasulullah tidak dapat diragui lagi. Hampir semua informasi darinya menjadi sumber syari'at yaitu hadits yang beliau terima dari Rasulullah ﷺ.
Imam al Bukhari berkata,
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَبَّاحٍ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ
أَسَرَّ إِلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِرًّا فَمَا أَخْبَرْتُ بِهِ أَحَدًا بَعْدَهُ وَلَقَدْ سَأَلَتْنِي أُمُّ سُلَيْمٍ فَمَا أَخْبَرْتُهَا بِهِ. (رواه البخاري: ٥٨١٥)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Shabah telah menceritakan kepada kami Mu'tamir bin Sulaiman dia berkata; saya mendengar Ayahku dia berkata; saya mendengar Anas bin Malik bahwa Nabi ﷺ pernah membisikkan suatu perkara rahasia kepadaku, maka hal itu aku tidak akan kuceritakan kepada siapapun. Dan sungguh Ummu Sulaim pun pernah bertanya tentang rahasia tersebut, namun aku tidak menceritakannya." (HR. Al Bukhari: 5815 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Demikian juga hadits riwayat Imam Muslim: 4534 dan Ahmad: 12816 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H.
Imam Ahmad mencerirakan,
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَبِيبُ بْنُ حَجَرٍ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
خَرَجْتُ مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَجِّهًا إِلَى أَهْلِي فَمَرَرْتُ بِغِلْمَانٍ يَلْعَبُونَ فَأَعْجَبَنِي لَعِبُهُمْ فَقُمْتُ عَلَى الْغِلْمَانِ فَانْتَهَى إِلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا قَائِمٌ عَلَى الْغِلْمَانِ فَسَلَّمَ عَلَى الْغِلْمَانِ ثُمَّ أَرْسَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ لَهُ فَرَجَعْتُ فَخَرَجْتُ إِلَى أَهْلِي بَعْدَ السَّاعَةِ الَّتِي كُنْتُ أَرْجِعُ إِلَيْهِمْ فِيهَا فَقَالَتْ لِي أُمِّي مَا حَبَسَكَ الْيَوْمَ يَا بُنَيَّ فَقُلْتُ أَرْسَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ لَهُ فَقَالَتْ أَيُّ حَاجَةٍ يَا بُنَيَّ فَقُلْتُ يَا أُمَّاهُ إِنَّهَا سِرٌّ فَقَالَتْ يَا بُنَيَّ احْفَظْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِرَّهُ
قَالَ ثَابِتٌ فَقُلْتُ يَا أَبَا حَمْزَةَ أَتَحْفَظُ تِلْكَ الْحَاجَةَ الْيَوْمَ أَوْ تَذْكُرُهَا قَالَ إِي وَاللَّهِ وَإِنِّي لَا أَذْكُرُهَا وَلَوْ كُنْتُ مُحَدِّثًا بِهَا أَحَدًا مِنْ النَّاسِ لَحَدَّثْتُكَ بِهَا يَا ثَابِتُ. (رواه أحمد: ١٢٩٠١)
Telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Habib bin Hajar, telah menceritakan kepada kami Tsabit Al Bunani dari Anas bin Malik berkata; Suatu kali saya meninggalkan Rasulullah ﷺ menuju keluargaku, saat kepulangan itu saya lewati anak-anak yang sedang bermain. Saya begitu tertarik dengan permainan mereka dan melihatnya. Tiba-tiba Rasulullah ﷺ menuju kerumunan anak ini sedang saya masih berdiri bersama mereka. Rasulullah ﷺ mengucapkan salam kepada anak-anak kecil tersebut kemudian menyuruh saya untuk menyelesaikan suatu urusan beliau. Setelah beberapa saat, Saya pulang dan menemui keluargaku. Ibuku bertanya kepadaku, apa yang menyebabkan kau terlambat hari ini, wahai anakku? Maka saya (Anas bin Malik radhiallahu'anhu) menjawab; Rasulullah ﷺ telah mengutusku untuk menuntaskan keperluan beliau. (Ibu Anas radhiallahu'anha) bertanya, "Urusan apa wahai anakku?." Saya menjawab; wahai ibuku itu rahasia. Maka (Umu Sulaim radhiallahu'anha) berkata; wahai anakku, jagalah rahasia Rasulullah! Tsabit berkata; maka saya bertanya, wahai Abu Hamzah, apakah Anda menjaga rahasia itu sampai sekarang, atau Anda telah mengabarkannya kepada seseorang? (Anas bin Malik radhiallahu'anhu) menjawab; demi Allah, saya tidak pernah mengabarkan kepada siapapun, kalau saja ada yang saya beritahu maka saya beritahukan kepadamu wahai Tsabit. (HR. Ahmad: 12901 - shahih, isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 12552, 12322, 12984 (hadits ahlul Bashrah) dan 13161 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H.
Pembicaraan rahasia juga dilakukan dengan Allah yang Mahamemelihara dan Mahatahu. Seorang hamba dianggap telah melakukan pembicaraan rahasia dengan Rabbnya dalam shalat. Karena dalam shalat bukan hanya bacaan yang dilafazhkan, tetapi semua asa dan harapan digantungkan kepada Allah. Orang lain tidak mungkin mengetahui hal tersebut.
حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِي الصَّلَاةِ فَإِنَّمَا يُنَاجِي رَبَّهُ فَلَا يَبْزُقَنَّ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلَا عَنْ يَمِينِهِ وَلَكِنْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ. (رواه البخاري: ٣٩٦)
Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah menceritakan kepada kami Qatadah berkata, aku mendengar Anas bin Malik berkata, "Nabi ﷺ bersabda, "Jika seorang Mukmin sedang shalat, sesungguhnya ia sedang berbicara secara rahasia dengan Rabb-nya. Maka janganlah ia meludah ke arah depan atau sebelah kanannya, namun hendaklah ia melakukannya ke arah kiri atau di bawah kakinya." (HR. Al Bukhari: 396 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Demikian juga hadits riwayat imam al Bukhari: 400 dan 1138, Muslim: 856, Ahmad: 11620 dan 13384 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Lihat juga hadits-hadits terkait: Ahmad: 4645, 4673, 4692, 8998, 11533, 12593, 13585, ad Darimi: 1360 dan 1361. Semua hadits tersebut terkait dengan komonikasi dalam shalat dan hal-hal yang mesti dihindari.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏