“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


ALLLAH MENCIPTAKAN LANGIT, BUMI DAN SEMUA KEBUTUHAN MAKHLUK SERTA TAKDIR
Oleh: Samsurizal, MA

Bismillahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Allah telah menciptakan alam semesta dan segala isinya. Mempergulirkan waktu dalam satu tahun agar manusia dapat menghitung-hitung apa yang mereka usahakan di dunia ini untuk mengelolah satu rahmat Allah yang telah ditakdirkan di dunia. Selanjutnya, dengan takdir Allah juga rahmat 99 parsen rahmat-Nya akan diterima di akhirat. Oleh karena itu, ikutilah petunjuk Allah dan Rasul-Nya untuk menunaikan apa yang telah tercatat dua ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi yang didahului oleh takdir yaitu lima ribu tahun sebelum makhluk diciptakan.

Untuk menjawab semua pernyataan tersebut perlu disimak uraian dibawah ini. Apa saja yang diciptakan Allah? Bagaimana Allah menentukan waktu, pembagian rahmat dan takdir?.

A. ALLAH MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA DAN SEGALA ISINYA

Imam Muslim berkata,

حَدَّثَنِي سُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ وَهَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَا حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي إِسْمَعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِي فَقَالَ خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فِي آخِرِ الْخَلْقِ فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ
قَالَ إِبْرَاهِيمُ حَدَّثَنَا الْبِسْطَامِيُّ وَهُوَ الْحُسَيْنُ بْنُ عِيسَى وَسَهْلُ بْنُ عَمَّارٍ وَإِبْرَاهِيمُ ابْنُ بِنْتِ حَفْصٍ وَغَيْرُهُمْ عَنْ حَجَّاجٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ. (رواه مسلم: ٤٩٩٧)

Telah menceritakan kepadaku Suraij bin Yunus dan Harun bin 'Abdullah mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Muhammad dia berkata; Ibnu Juraij berkata; telah mengabarkan kepada kami Isma'il bin Umayyah dari Ayyub bin Khalid dari 'Abdullah bin Rafi' -budak- Ummu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah ﷺ memegang tangannya, lalu beliau bersabda, 'Allah 'Azza wa Jalla menjadikan tanah pada hari Sabtu, menancapkan gunung pada hari Ahad, menumbuhkan pohon-pohon pada hari Senin, menciptakan sesuatu yang tidak disenangi pada hari Selasa, menjadikan cahaya pada hari Rabu, menebarkan binatang pada hari Kamis, dan menjadikan Adam 'alaihissalam pada hari Jumat setelah Asar, yang merupakan penciptaan paling akhir yaitu saat-saat terakhir di hari Jumat antara waktu Asar hingga malam." (HR. Muslim: 4997 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits 'aziz)

Imam Muslim meriwayatkan dari dua orang gurunya, yaitu:

1. Suraij bin Yunus bin Ibrahim, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu al Harits negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 235 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal, an Nasa'i, dan Yahya bin Ma'in menilainya laisa bihi ba'sa. Abu Hatim menilainya shaduq. Sementara adz Dzahabi menilainya al hafizh. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya tsiqah abid.

2. Harun bin 'Abdullah bin Marwan, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 243 H. Penilaian ulama: adz Dzahabi menilainya tsiqah hafizh. Sementara an Nasa'i dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah. Sedangkan Abu Hatim menilainya shaduq. Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats tsiqat".

Demikian juga hadits riwayat imam Ahmad secara mauquf, beliau berkata:

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَافِعٍ مَوْلًى لِأُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِي فَقَالَ خَلَقَ اللَّهُ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ وَخَلَقَ الْجِبَالَ فِيهَا يَوْمَ الْأَحَدِ وَخَلَقَ الشَّجَرَ فِيهَا يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام بَعْدَ الْعَصْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ آخِرَ الْخَلْقِ فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ. (رواه أحمد: ٧٩٩١)

Telah menceritakan kepada kami Hajjaj; Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepadaku Isma'il bin Umayyah dari Ayyub bin Khalid dari Abdullah bin Rafi' pelayan Ummu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah ﷺ pernah menggandeng tanganku seraya Bersabda, "Allah menciptakan debu (bumi) pada hari Sabtu, menciptakan gunung di dalamnya pada hari Ahad, menciptakan pepohonan di dalamnya pada hari Senin, menciptakan sesuatu yang tidak disenangi pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, menyebarkan hewan-hewan melata di bumi pada hari Kamis, dan menciptakan Adam 'alaihissalam setelah Asar pada hari Jumat. Penciptaan yang paling akhir adalah saat-saat terakhir di hari Jumat antara waktu Asar hingga malam." (HR. Ahmad: 7991 - mauquf menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Menurut sebagian ahli, hadits di atas bertentangan matannya dengan al Qur'an dan hadits riwayat perawi yang lebih tsiqah dari imam Muslim yaitu imam al Bukhari atau bertentangan dengan hadits riwayat orang (periwayat) banyak. Selanjutnya untuk mengetahui hal tersebut simak uraian berikut ini.

1. Bertentangan dengan firman Allah

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًاۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖٓ  ۙاَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْاَمْرُۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ. (قرآن سورة الأعراف/٧: ٥٤)

Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,*) kemudian Dia bersemayam di atas ʻArasy.**) Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, hanya milik-Nyalah segala penciptaan dan urusan. Maha melimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-A‘rāf/7: 54)

*) Allah menciptakan alam semesta dalam enam masa, yang prosesnya sepanjang sejarah alam semesta seperti dijelaskan dalam surah an Nazi'at/79: 27-23. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٢٧)

Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?. (QS. An-Nāzi‘āt/79: 27)

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٢٨)

Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya. (QS. An-Nāzi‘āt/79: 28)

وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٢٩)

Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang). (QS. An-Nāzi‘āt/79: 29)

وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٣٠)

Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni).(QS. An-Nāzi‘āt/79: 30)

اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٣١)

Darinya (bumi) Dia mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat penggembalaan. (QS. An-Nāzi‘āt/79: 31)

وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٣٢)

Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh. (QS. An-Nāzi‘āt/79: 32)

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ. (قرآن سورة النازعات/٧٩: ٣٣)

(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu. (QS. An-Nāzi‘āt/79: 33)

**) Bersemayam di atas 'Arasy adalah satu sifat Allah yang wajib diimani dengan keagungan Allah dan kesucian-Nya (dari sifat makhluk).

Dijelaskan lebih lanjut, Allah juga mengatur segala urusan termasuk izin syafaat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْاَمْرَۗ مَا مِنْ شَفِيْعٍ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اِذْنِهٖۗ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ. (قرآن سورة يونس/١٠: ٣)

Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,*) kemudian Dia bersemayam di atas ʻArasy,**) (seraya) mengatur segala urusan. Tidak ada seorang pun pemberi syafaat, kecuali setelah (mendapat) izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu. Maka, sembahlah Dia! Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?. (QS. Yūnus/10: 3)

*) dan **) penjelasan yang sama.

Lebih spesipiknya agar dapat membedakannya bahwa Allah menjadikan langit dan bumi dengan segala isinya dalam enam masa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اَلَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۚ  اَلرَّحْمٰنُ فَسْـَٔلْ بِهٖ خَبِيْرًا. (قرآن سورة الفرقان/٢٥: ٥٩)

(Allah) yang menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Kemudian, Dia bersemayam di atas ʻArasy.*) (Dialah) Yang Maha Pengasih. Tanyakanlah (wahai Nabi Muhammad) tentang Dia (Allah) kepada Yang Maha Mengetahui (Allah). (QS. Al-Furqān/25: 59)

*) sama dengan di atas.

Lihat juga firman Allah QS. As Sajadah/32 ayat 4. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ مَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا شَفِيْعٍۗ  اَفَلَا تَتَذَكَّرُوْنَ. (قرآن سورة السجدة/٣٢: ٤)

Allah adalah Zat yang menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy.*) Bagimu tidak ada seorang pun pelindung dan pemberi syafaat selain Dia. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan?. (QS. As-Sajdah/32: 4)

*) sama dengan di atas.

Atas penciptaan tersebut Allah menegaskan bahwa Ia tak pernah letih, artinya Allah aktif menciptakan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍۖ وَّمَا مَسَّنَا مِنْ لُّغُوْبٍ. (قرآن سورة ق/٥٠: ٣٨)

Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa dan Kami tidak merasa letih sedikit pun. (QS. Qāf/50: 38)

Kemudian Allah menyatakan disamping meciptakan Allah juga mengetahui apa yang masuk dan keluar dari bumi. Apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Allah senantiasa mengawasi dan Mahamelihat apa yang dikerjakan oleh makhluk-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ. (قرآن سورة الحديد/٥٧: ٤)

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian, Dia bersemayam di atas ʻArasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya serta apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana.*) Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ḥadīd/57: 4)

*) Yang dimaksud dengan "yang naik", antara lain adalah amal-amal dan doa hamba-Nya.

2. Bertentangan dengan riwayat orang yang lebih tsiqah dari imam Muslim yaitu imam al Bukhari

B. ALLAH TELAH MENCIPTAKAN WAKTU 12 BULAN DALAM SETAHUN

Saat Rasulullah berada pada bulan Dzulhijjah, beliau bersabda sebagaimana hadits riwayat imam al Bukhari. Beliau berkata,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ. (رواه البخاري: ٤٢٩٤)

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin 'Abdul Wahhab Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Muhammad dari Ibnu Abu Bakrah dari Abu Bakrah dari Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudhar yaitu antara Jumadilakhir dan Syakban.' (HR. Al Bukhari: 4294 - shahih dari Nufai' bin al Harits bin Kildah, ia shahabat kuniyahnya Abu Bakrah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H. Hadits ahlul Bashrah)

Imam Abu Daud: 1663 (hadits masyhur, imam Abu Daud meriwayatkan dari tiga orang gurunya) - shahih dari Nufai' bin al Harits bin Kildah, ia shahabat kuniyahnya Abu Bakrah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H. Guru imam Abu Daud dimaksud adalah:

1. Musaddad bin Musarhad bin Musarbal bin bin Mustawrad, ia tabi'ul atba' kuniyahnya Abu al Hasan Bashrah dan wafat tahun 228 H. Penilaian ulama: an Nasa'i, al 'Ajli dan Abu Hatim menilainya tsiqah. Yahya bin Ma'in dan Ahmad bin Hanbal menilainya shaduq. Sementara Ibnu Hajar menilainya tsiqah hafizh dan adz Dzahabi menilainya hafizh. Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats tsiqat".

2. Muhammad bin Yahya bin Fayyadh, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu al Fadhal dan negeri hidup Bashrah. Penilaian ulama: ad daruquthni dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah. Sementara Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats tsiqat".

3. 'Abdullah bin 'Aun bin Arthaban, ia tabi'in tidak jumpa shahabat kuniyahnya Abu 'Aun negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 150 H. Penilaian ulama: Ibnu Sa'ad dan Abu Hatim menilainya tsiqah. Yahya bin Ma'in menilainya tsabat. Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat fadhil. Sementara an Nasa'i menilainya tsiqah ma'mun. Sedangkan adz Dzahabi menilainya seorang tokoh.

Demikian juga hadits riwayat imam al Bukhari: 2958 - shahih dari Nufai' bin al Harits bin Kildah, ia shahabat kuniyahnya Abu Bakrah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H. Hadits ahlul Bashrah.

Demikian juga hadits riwayat imam Muslim tentang kronologis sabda Rasulullah terkait dengan perputaran bulan dalam satu tahun, beliau meriwayatkan:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَيَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ وَتَقَارَبَا فِي اللَّفْظِ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ ثُمَّ قَالَ أَيُّ شَهْرٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ ذَا الْحِجَّةِ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَأَيُّ بَلَدٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ الْبَلْدَةَ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَأَيُّ يَوْمٍ هَذَا قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَسَكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سَيُسَمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ قَالَ أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْرِ قُلْنَا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا وَسَتَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ فَيَسْأَلُكُمْ عَنْ أَعْمَالِكُمْ فَلَا تَرْجِعُنَّ بَعْدِي كُفَّارًا أَوْ ضُلَّالًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ أَلَا لِيُبَلِّغْ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَلَعَلَّ بَعْضَ مَنْ يُبَلِّغُهُ يَكُونُ أَوْعَى لَهُ مِنْ بَعْضِ مَنْ سَمِعَهُ ثُمَّ قَالَ أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ
قَالَ ابْنُ حَبِيبٍ فِي رِوَايَتِهِ وَرَجَبُ مُضَرَ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي بَكْرٍ فَلَا تَرْجِعُوا بَعْدِي. (رواه مسلم: ٣١٨٩)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Yahya bin Habib Al Haristi sedangkan lafadznya saling berdekatan, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab At Tsaqafi dari Ayyub dari Ibnu Sirin dari Ibnu Abu Bakrah dari Abu Bakrah dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda, "Sesungguhnya zaman itu terus berputar sama seperti saat Allah menciptakan langit dan bumi, setahun ada dua belas bulan, dan empat di antaranya adalah bulan-bulan haram, dan tiga di antaranya adalah bulan-bulan yang berurutan yaitu; Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab. Sedangkan bulan Rajab adalah bulan Mudhar, yaitu bulan yang terletak antara Jumadilakhir dan Syakban." Kemudian beliau bertanya, "Bulan apakah sekarang ini?" kami menjawab, "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau terdiam beberapa saat, hingga kami menduga bahwa beliau akan menyebutnya dengan nama yang lain, lalu beliau bersabda, "Bukankah sekarang bulan Zulhijah?" kami menjawab, "Benar." Beliau bertanya lagi, "Negeri apakah ini?" kami menjawab, "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau terdiam bebrapa saat, hingga kami menduga beliau akan menyebutnya dengan nama yang lain, lalu beliau bersabda, "Bukankah sekarang kita berada di negeri Baldah?" kami menjawab, "Benar." Beliau kembali bertanya, "Hari apakah ini?" kami menjawab, "Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahi." Beliau terdiam beberapa saat, hingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama yang lain. Kemudian beliau bersabda, "Bukankah sekarang adalah hari Nahr (kurban)?" kami menjawab, "Benar wahai Rasulullah." Beliau kemudian bersabda, "Wahai kaum muslimin sekalian, sesungguhnya darahmu, harta bendamu -Muhammad berkata; aku kira beliau juga bersabda, dan kehormatanmu- adalah haram atas dirimu, seperti haramnya harimu sekarang ini, di negerimu ini, dan di bulan ini. Sesungguhnya kalian pasti akan bertemu dengan Rabb kalian (di hari kiamat kelak), dan Dia akan menanyakan tentang semua amal perbuatanmu. Oleh karena itu, sepeninggalku nanti janganlah kalian kembali kepada kekufuran ataupun kesesatan -di mana sebagian dari kalian membunuh sebagian yang lain-, hendaknya orang yang hadir pada saat ini menyampaikan kepada orang yang tidak hadir, bisa jadi orang yang mendengar dari mulut kedua justru lebih menjaga apa-apa yang didengarnya daripada orang yang mendengarnya secara langsung." Setelah itu beliau bersabda, "Bukankah aku telah menyampaikan kepada kalian semua?" Ibnu Habib menyebutkan dalam riwayatnya, "Bulan Rajab adalah mudhar." Sedangkan dalam riwayatnya Abu Bakar disebutkan, "Maka janganlah kalian kembali (kepada kekufuran) sepeninggalku." (HR. Muslim: 3179 - shahih dari Nufai' bin al Harits bin Kildah, ia shahabat kuniyahnya Abu Bakrah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H. Hadits 'aziz)

Catatan: Hadits riwayat imam Muslim: 3179, beliau meriwayatkan dari dua orang gurunya, yaitu:

1. Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah Ibrahim bin 'Utsman, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Kufah dan wafat tahun 235 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal menilainya shaduq dan Abu Hatim menilainya tsiqah.

2. Yahya bin Habib bin 'Arabiy, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Zakariya negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 248 H. Penilaian ulama: Maslamah bin Qasim dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah. An Nasa'i menilainya tsiqah ma'mun. Sementara Abu Hatim menilainya shaduq. Adz Dzahabi menilainya hujjah nabiil. Sementara Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats tsiqat".

C. ALLAH MENCIPTAKAN RAHMATNYA

Imam Muslim berkata,

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِائَةَ رَحْمَةٍ كُلُّ رَحْمَةٍ طِبَاقَ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَجَعَلَ مِنْهَا فِي الْأَرْضِ رَحْمَةً فَبِهَا تَعْطِفُ الْوَالِدَةُ عَلَى وَلَدِهَا وَالْوَحْشُ وَالطَّيْرُ بَعْضُهَا عَلَى بَعْضٍ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أَكْمَلَهَا بِهَذِهِ الرَّحْمَةِ. (رواه مسلم: ٤٩٤٦)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Daud bin Abu Hind dari Abu 'Utsman dari Salman dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah menciptakan seratus rahmat pada hari diciptakan langit dan bumi. Setiap rahmat mencakup di antara langit dan bumi. Lalu Allah berikan satu rahmat untuk bumi yang dengannya seorang ibu menyayangi anaknya. Demikian juga binatang buas, burung-burung satu sama lain saling menyayangi. Apabila datang hari kiamat, maka Allah menyempurnakan rahmat tersebut." (HR. Muslim: 4946 - shahih dari Salman bin al Islam, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 33 H)

Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam Ahmad: 22605 - shahih dari Salman bin al Islam, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 33 H. Selanjutnya, imam Ibnu Majah: 4284 (hadits 'aziz) - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Hatim Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Imam ad Darimi: 2666 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.

Demikian juga hadits riwayat imam al Bukhari dengan lafazh semakna namun dengan bahasa perbandingan, beliau berkata:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الرَّحْمَةَ يَوْمَ خَلَقَهَا مِائَةَ رَحْمَةٍ فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعًا وَتِسْعِينَ رَحْمَةً وَأَرْسَلَ فِي خَلْقِهِ كُلِّهِمْ رَحْمَةً وَاحِدَةً فَلَوْ يَعْلَمُ الْكَافِرُ بِكُلِّ الَّذِي عِنْدَ اللَّهِ مِنْ الرَّحْمَةِ لَمْ يَيْئَسْ مِنْ الْجَنَّةِ وَلَوْ يَعْلَمُ الْمُؤْمِنُ بِكُلِّ الَّذِي عِنْدَ اللَّهِ مِنْ الْعَذَابِ لَمْ يَأْمَنْ مِنْ النَّارِ. (رواه البخاري: ٥٩٨٨)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Abdurrahman dari 'Amru bin Abu 'Amru dari Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu dia berkata; saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah menjadikan rahmat (kasih sayang) seratus bagian, maka dipeganglah di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian dan diturunkannya satu bagian untuk seluruh makhluk-Nya, sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat (kasih sayang) yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga, dan sekiranya orang-orang mukmin mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka." (HR. Al Bukhari: 5988 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Selanjutnya imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits dha'if, karena salah seorang periwayat yang menerima dari shahabat Jundub bin 'Abdullah bin Sufyan dinilai majhul dan periwayat lain terindikasi jarah (penilaian buruk). Ia adalah Abu 'Abdullah. Beliau meriwayatkan:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبِي أَخْبَرَنَا الْجُرَيْرِيُّ عَنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الْجُشَمِيِّ حَدَّثَنَا جُنْدُبٌ قَالَ
جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَأَنَاخَ رَاحِلَتَهُ ثُمَّ عَقَلَهَا ثُمَّ صَلَّى خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى رَاحِلَتَهُ فَأَطْلَقَ عِقَالَهَا ثُمَّ رَكِبَهَا ثُمَّ نَادَى اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا وَلَا تُشْرِكْ فِي رَحْمَتِنَا أَحَدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَقُولُونَ هَذَا أَضَلُّ أَمْ بَعِيرُهُ أَلَمْ تَسْمَعُوا مَا قَالَ قَالُوا بَلَى قَالَ لَقَدْ حَظَرْتَ رَحْمَةُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ مِائَةَ رَحْمَةٍ فَأَنْزَلَ اللَّهُ رَحْمَةً وَاحِدَةً يَتَعَاطَفُ بِهَا الْخَلَائِقُ جِنُّهَا وَإِنْسُهَا وَبَهَائِمُهَا وَعِنْدَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ أَتَقُولُونَ هُوَ أَضَلُّ أَمْ بَعِيرُهُ. (رواه أحمد: ١٨٠٤٦)

Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad Telah menceritakan kepada kami bapakku Telah mengabarkan kepada kami Al Jurairi dari Abu Abdullah Al Jusyami Telah menceritakan kepada kami Jundub ia berkata; Daatanglah seorang A'rabi (Arab Baduwi) yang turun dari hewan tunggangannya dan mengikatnya, kemudian ia shalat di belakang Rasulullah ﷺ. Ketika Rasulullah ﷺ selesai menunaikan shalat, laki-laki itu pun mendatangi hewan tunggangannya kemudian melepaskan tali pelana dan kembali menaikinya. Setelah itu, ia pun menyerukan, "Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau berikan rahmat kepada yang lainnya." Maka Rasulullah ﷺ pun bertanya (kepada para sahabat): "Apakah kalian akan mengatakan bahwa orang ini adalah lebih sesat, ataukah (yang lebih sesat itu) Unta miliknya? Tidakkah kalian mendengar apa yang telah dikatakannya?" para sahabat menjawab, "Ya, benar." Beliau bersabda, "Sungguh, kamu telah menyempitkan (rahmat-Nya). Sesungguhnya rahmat Allah sangatlah luas. Sesungguhnya Allah menciptakan seratus rahmat, kemudian yang Dia turunkan hanyalah satu rahmat. (Dan satu rahmat itulah) yang menyelimuti seluruh makhluk-Nya, dari kalangan jin, manusia maupun binatang. Sedangkan di sisi-Nya, masih tersimpan Sembilan puluh Sembilan rahmat. Apakah kalian akan mengatakan bahwa laki-laki itu lebih sesat, atau Unta miliknya?". (HR. Ahmad: 18046 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Jundub bin 'Abdullah bin Sufyan, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 64 H)

Berdasarkan hadits-hadits tersebut di atas dipahami bahwa Allah telah menciptakan Rahmat yang sempurna 100% untuk makhluknya. Hanya satu parsen saja yang ditinggalkan di dunia. Selebihnya disisakan untuk akhirat kelak. Dengan nikmat satu parsen tersebut makhluk-Nya saling berkasih sayang, baik manusia maupun binatang, bahkan Jin.

Rasulullah ﷺ menegaskan, "... sekiranya orang-orang kafir mengetahui setiap rahmat (kasih sayang) yang ada di sisi Allah, niscaya mereka tidak akan berputus asa untuk memperoleh surga, dan sekiranya orang-orang mukmin mengetahui setiap siksa yang ada di sisi Allah, maka ia tidak akan merasa aman dari neraka." (HR. Al Bukhari: 5988 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Selanjutnya, Rasulullah ﷺ menjelaskan nikmat Allah di dunia ini senantiasa tercurah secara terus menerus. Hal ini dapat dipahami berdasarkan hadits riwayat imam at Tirmidzi berikut:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمِينُ الرَّحْمَنِ مَلْأَى سَحَّاءُ لَا يُغِيضُهَا اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ قَالَ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِي يَمِينِهِ وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ وَبِيَدِهِ الْأُخْرَى الْمِيزَانُ يَرْفَعُ وَيَخْفِضُ.

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَتَفْسِيرُ هَذِهِ الْآيَةِ
{ وَقَالَتْ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ }.

وَهَذَا حَدِيثٌ قَدْ رَوَتْهُ الْأَئِمَّةُ نُؤْمِنُ بِهِ كَمَا جَاءَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُفَسَّرَ أَوْ يُتَوَهَّمَ هَكَذَا قَالَ غَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ الْأَئِمَّةِ مِنْهِمْ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَمَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَابْنُ عُيَيْنَةَ وَابْنُ الْمُبَارَكِ أَنَّهُ تُرْوَى هَذِهِ الْأَشْيَاءُ وَيُؤْمَنُ بِهَا وَلَا يُقَالُ كَيْفَ. (رواه الترمذي: ٢٩٧١)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Abu Az Zinnad dari Al A'raj dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Tangan kanan Ar Rahman kaya dengan rezeki dan berkah yang tak akan pernah berkurang karena siang maupun malam. Tahukah kalian apa saja yang telah diinfakan-Nya sejak pertama kali langit dan bumi ini diciptakan? sesungguhnya semua yang berada di tangan kanan-Nya tidak berkurang, 'Arsy Nya di atas air dan tangan lainnya terdapat timbangan (rezeki) yang sesekali naik dan terkadang turun."

Abu Isa mengatakan; Hadits ini Hadits ini hasan shahih, dan tafsir dari ayat Orang-orang Yahudi berkata; 'Tangan Allah terbelenggu, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila'nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki (QS. Al Ma`idah/5: 64).

Hadits ini diriwayatkan oleh para imam, kami mengimaninya apa adanya, tanpa ditafsirkan atau diperkirakan. Demikianlah yang diriwayatkan dari beberapa imam seperti Sufyan Ats Tsauri, Malik bin Anas, Ibnu 'Uyainah dan Ibnu Al Mubarak, mereka berkata, "Semua itu diriwayatkan dan di imani tanpa ditanyakan bagaimananya." (HR. At Tirmidzi: 2971 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Demikian juga hadits semakna diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 6862 dan 6869, Ibnu Majah: 193, Ahmad: 7793 dan 10096 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.

D. ALLAH TELAH MENENTUKAN TAKDIR SEMUA MAKHLUK LIMA PULUH RIBU TAHUN SEBELUM LANGIT DAN BUMI DICIPTAKAN

Imam Muslim meriwayatkan,

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي أَبُو هَانِئٍ الْخَوْلَانِيُّ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ قَالَ وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلٍ التَّمِيمِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا نَافِعٌ يَعْنِي ابْنَ يَزِيدَ كِلَاهُمَا عَنْ أَبِي هَانِئٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُمَا لَمْ يَذْكُرَا وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ. (رواه مسلم: ٤٧٩٧)

Telah menceritakan kepadaku Abu Ath Thahir Ahmad bin 'Amru bin 'Abdullah bin Sarh; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah mengabarkan kepadaku Abu Hani Al Khalwani dari Abu 'Abdur Rahman Al Hubuli dari 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash dia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah telah menentukan takdir bagi semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi.' Rasulullah menambahkan: 'Dan arsy Allah itu berada di atas air." Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Umar; Telah menceritakan kepada kami Al Muqri; Telah menceritakan kepada kami Haiwah; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Sahl At Tamimi; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam; Telah mengabarkan kepada kami Nafi' yaitu Ibnu Yazid keduanya dari Abu Hani melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa. Namun keduanya tidak menyebutkan lafazh, "Dan 'arsy Allah itu berada di atas air." (HR. Muslim: 4797 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wail, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H. Hadits masyhur, imam Muslim meriwayatkan dari tiga orang gurunya)

Demikian juga hadits riwayat imam at Tirmidzi: 2082 dan Ahmad: 6291 -  shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wail, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H. Sementara itu, imam at Tirmidzi juga meriwayatkan hadits yang sejalan dengan hadits sebelumnya, beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَشْعَثَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْجَرْمِيِّ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الْجَرْمِيِّ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ كِتَابًا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِأَلْفَيْ عَامٍ أَنْزَلَ مِنْهُ آيَتَيْنِ خَتَمَ بِهِمَا سُورَةَ الْبَقَرَةِ وَلَا يُقْرَأَانِ فِي دَارٍ ثَلَاثَ لَيَالٍ فَيَقْرَبُهَا شَيْطَانٌ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. (رواه الترمذي: ٢٨٠٧)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Asy'ats bin Abdurrahman Al Jarmi dari Abu Qilabah dari Abu Al Asy'ats Al Jarmi dari Nu'man bin Basyir dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah telah menulis kitab (Al-Qur'an) sejak dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi, Allah menurunkan dua ayat darinya sebagai penutup surah Al-Baqarah, tidaklah keduanya dibaca dalam rumah selama tiga malam setan akan mendekatinya." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan gharib. (HR. At Tirmidzi: 2807 - shahih dari An Nu'man bin Basyir bin Sa'ad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 65 H)

Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 17688 (hasan) dan ad Darimi: 3253 (isnadnya shahih) - dari An Nu'man bin Basyir bin Sa'ad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 65 H.

Oleh sebab itu beramallah atas pijakan takdir yang telah ditetapkan Allah. Takdir satu dengan yang lainnya pasti berbeda sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu, ikutilah petunjuk Allah dan Rasul-Nya untuk mengetahui takdir masing-masing. Sehingga jelas mana yang ditakdirkan Allah dan yang telah dirobah bagi hamba-Nya. Hal tersebut dapat dipahami dari hadits berikut, bahwa imam Ahmad meriwayatkan:

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ عَنْ رَاشِدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ قَتَادَةَ السُّلَمِيِّ أَنَّهُ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خَلَقَ آدَمَ ثُمَّ أَخَذَ الْخَلْقَ مِنْ ظَهْرِهِ وَقَالَ هَؤُلَاءِ فِي الْجَنَّةِ وَلَا أُبَالِي وَهَؤُلَاءِ فِي النَّارِ وَلَا أُبَالِي قَالَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَعَلَى مَاذَا نَعْمَلُ قَالَ عَلَى مَوَاقِعِ الْقَدَرِ. (رواه أحمد: ١٧٠٠٠)

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Sawwar Telah menceritakan kepada kami Laits -yakni Ibnu Sa'd- dari Mu'awiyah dari Rasyid bin Sa'd dari Abdurrahman bin Qatadah As Sulami bahwa ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah 'Azza wa Jalla menciptakan Adam, setelah itu Ia menciptakan manusia dari tulang punggung Adam lalu seraya berfirman, 'Mereka itu akan berada di dalam surga dan Aku tidak memperdulikannya. Kemudian yang itu adalah di dalam neraka dan Aku pun tidak memperdulikannya.'" Kemudian seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, lantas atas landasan apa kita beramal?" beliau bersabda, "Di atas pijakan takdir." (HR. Ahmad: 17000 - shahih lighairihi, isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdur Rahman bin Qatadah, ia shahabat)

Imam Muslim juga meriwayatkan hadits yang sejalan dengan hadits riwayat imam Ahmad di atas, bahwa beliau berkata:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زِيَادِ بْنِ إِسْمَعِيلَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ الْمَخْزُومِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
جَاءَ مُشْرِكُو قُرَيْشٍ يُخَاصِمُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْقَدَرِ فَنَزَلَتْ
{ يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ }. (رواه مسلم: ٤٨٠٠)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Ziyad bin Isma'il dari Muhammad bin 'Abbad bin Ja'far Al Makhrumi dari Abu Hurairah dia berkata, "Pada suatu hari, kaum musyrik Quraisy datang menemui Rasulullah ﷺ untuk memperdebatkan masalah qadar (takdir). Tak lama kemudian, turunlah ayat Al-Qur'an yang berbunyi: 'Ingatlah pada hari di mana mereka diseret ke neraka pada muka mereka. Dikatakan kepada mereka; 'Rasakanlah sentuhan api neraka. Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadarnya.'" (Al Qamar (54): 48-49). (HR. Muslim: 4800 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Demikian juga hadits riwayat imam at Tirmidzi: 2083 dan 3212 (keduanya shahih), Ahmad: 9359 (hasan) - dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.

KESIMPULAN

PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI DAN APA SAJA YANG ADA DIANTARA KEDUANYA

Allah menciptakan alam semesta dalam enam masa, yang prosesnya sepanjang sejarah alam semesta seperti dijelaskan dalam surah an Nazi'at/79: 27-23. Kemudian Allah bersemayam di atas 'Arasy yaitu satu sifat Allah yang wajib diimani dengan keagungan dan kesucian-Nya (dari sifat makhluk).

Dijelaskan lebih lanjut, Allah juga mengatur segala urusan termasuk izin syafaat. Lebih spesipiknya agar dapat membedakannya bahwa Allah menjadikan langit dan bumi dengan segala isinya dalam enam masa. Atas penciptaan tersebut Allah menegaskan bahwa Ia tak pernah letih, artinya Allah aktif mencipta. Kemudian Allah menyatakan disamping meciptakan Allah juga mengetahui apa yang masuk dan keluar dari bumi. Apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Allah senantiasa mengawasi dan Mahamelihat apa yang dikerjakan oleh makhluk-Nya. Yang dimaksud dengan "yang naik", antara lain adalah amal-amal dan doa hamba-Nya.

Allah telah menciptakan waktu dan perhitungan bulan dalam setahun yaitu 12 bulan dan peredaran waktu dan bulan itu terdapat bulan-bulan haram yaitu tiga darinya berturut-turut, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudhar yaitu antara Jumadilakhir dan Syakban.

Selanjutnya, Allah juga telah menciptakan Rahmat-Nya sempurna sejak penciptaan langit dan bumi. Namun, Allah anugerahkan kepada makhluk-Nya di dunia satu parsen saja. Dengan itulah mereka berbagi dan menikmati kasih sayang. Sehingga orang-orang beriman tidak akan pernah berputus asa. Karena mereka meyakini bahwa rahmat Allah itu tidak akan pernah terputus hingga hari kiamat.

Selanjutnya, "Allah telah menentukan takdir bagi semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi." Oleh karena itu, beramallah atas pijakan takdir yang telah ditetapkan Allah. Takdir satu dengan yang lainnya pasti berbeda sesuai dengan kehendak Allah, baik atau pun buruk. Kemudian ikutilah petunjuk Allah dan Rasul-Nya untuk mengetahui takdir masing-masing. Sehingga jelas mana yang ditakdirkan Allah dan yang telah dirobah bagi hamba-Nya

Wallaahu a'lam bish shawaab,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]