“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


AYAM JANTAN DAPAT MELIHAT MALAIKAT

Oleh: Samsurizal, MA

Bismillahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Imam ad Darimi berkata,

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ الْقَاسِمِ التَّمِيمِيِّ عَنْ زَهْدَمٍ الْجَرْمِيِّ قَالَ كُنَّا عِنْدَ أَبِي مُوسَى فَقُدِّمَ طَعَامُهُ فَقُدِّمَ فِي طَعَامِهِ لَحْمُ دَجَاجٍ وَفِي الْقَوْمِ رَجُلٌ مِنْ بَنِي تَيْمِ اللَّهِ أَحْمَرُ فَلَمْ يَدْنُ فَقَالَ لَهُ أَبُو مُوسَى ادْنُ فَإِنِّي قَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ مِنْهُ. (رواه الدارمي: ١٩٦٦)

Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Ulayyah dari Ayyub dari Al Qasim At Taimi dari Zahdam Al Jarmi, ia berkata, "Kami pernah berada di rumah Abu Musa, ketika itu dia menghidangkan daging ayam jantan pada jamuan makanannya tersebut, sementara di antara orang-orang terdapat seorang laki-laki dari Bani Taimullah Ahmar, laki-laki itu tidak mau mendekat. Abu Musa pun berkata kepadanya, "Mendekatlah, karena aku telah melihat Rasulullah ﷺ pernah memakan daging ayam jantan tersebut." (HR. Al Darimi: 1966 - isnadnya shahih dan hadits mutafaq 'alaihi menurut Husain Salim Asad ad Darani dari 'Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah 50 H)

Begitu juga hadits riwayat ad Darimi: 1967 - isnadnya shahih dan hadits mutafaq 'alaihi menurut Husain Salim Asad ad Darani dari 'Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah 50 H)

Imam Abu Daud meriwayatkan bahwa ayam jantan membangunkan orang untuk shalat, beliau berkata,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بنِْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا الدِّيكَ فَإِنَّهُ يُوقِظُ لِلصَّلَاةِ. (رواه أبوداود: ٤٤٣٧)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Shalih bin Kaisan dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dari Zaid bin Khalid ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian mencela ayam jantan, sebab ia membangunkan (orang) untuk shalat." (HR. Abu Daud: 4437 - shahih dari Zaid bin Khalid, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 68 H)

Sabab wurudnya terdapat dalam hadits riwayat Ahmad, beliau berkata:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ
لَعَنَ رَجُلٌ دِيكًا صَاحَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَلْعَنْهُ فَإِنَّهُ يَدْعُو إِلَى الصَّلَاةِ
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ قَالَ صَلَّى بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصُّبْحَ بِالْحُدَيْبِيَةِ فِي أَثَرِ سَمَاءٍ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ. (رواه أحمد: ١٦٤٢٠)

Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Shalih bin Kaisan dari 'Ubaidullah bin Abdullah bin 'Utbah dari Zaid bin Khalid Al Juhani berkata; Ada seorang laki-laki yang melaknat ayam jago yang berkokok di samping Nabi ﷺ. lalu Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah kamu melaknatnya, sebab ayam jago itu memanggil untuk shalat." Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq Telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Shalih bin Kaisan dari 'Ubaidullah bin Abdullah dari Zaid bin Khalid berkata; Nabi ﷺ shalat Subuh bersama kami di Hudaibiyah setelah hujan, lalu menyebutkan hadits secara lengkap. (HR. Ahmad: 16420 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Zaid bin Khalid, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 68 H)

Demikian juga hadits riwayat Ahmad dengan lafazh semakna, beliau berkata:

حَدَّثَنَا يَزِيدُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ كَيْسَانَ وَأَبُو النَّضْرِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا الدِّيكَ فَإِنَّهُ يَدْعُو إِلَى الصَّلَاةِ
قَالَ أَبِي قَالَ أَبُو النَّضْرِ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ سَبِّ الدِّيكِ وَقَالَ إِنَّهُ يُؤَذِّنُ بِالصَّلَاةِ. (رواه أحمد: ٢٠٦٩٠)

Telah menceritakan kepada kami Yazid dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Abu Salamah telah menceritakan kepada kami Shalih bin Kaisan dan Abu Nadlr ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abdullah bin Abu Salamah dari Shalih bin Kaisan dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dari Zaid bin Khalid Al Juhanni berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian mencaci ayam jago, karena ia menyeru kalian melaksanakan shalat." Ayahku berkata; Abu Nadhir berkata, "Rasulullah ﷺ melarang menghina ayam jago, beliau mengatakan, "Sesungguhnya ia menyerukan pada kalian untuk (bersegera melaksanakan) shalat." (HR. Ahmad: 20690 - rijalusy syakhain menurut Syu'aib al Arna'uth dari Zaid bin Khalid, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 68 H)

Hadits riwayat Ahmad: 20690 adalah hadits 'aziz, karena imam Ahmad meriwayatkan dari dua orang gurunya dari dua jalur sanad yang sama. Mereka adalah:

1. Yazid bin Harun, ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Khalid negeri hidup Haiti dan wafat tahun 206 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, Ibnu Madini, al 'Ajli, Abu Hatim, Ibnu Sa'ad, Ya'qub Syaibah menilainya tsiqah. Sementara Ibnu Hajar menilainya tsiqah ahli ibadah. Ibnu Qani' menilainya tsiqah ma'mun. Sedangkan adz Dzahabi menilainya seorang tokoh. Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats tsiqat.

2. Hasyim bin al Qasim bin Muslim bin Miqsam, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu an Nadhar negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 207 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, Ibnu Madini, al 'Ajli, Abu Hatim dan Ibnu Sa'ad menilainya tsiqah. Sementara Ibnu Abdil Barr menilainya shaduq. An Nasa'i menilainya la ba'sa bih. Hakim menilainya hafizh sabat. Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat. Sedangkan adz Dzahabi menilainya tsiqah hafizh.

Rasulullah menjelaskan bahwa ayam dapat melihat Malaikat, sebagaimana diriwayatkan oleh imam Abu Daud, beliau berkata:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَسَلُوا اللَّهَ تَعَالَى مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهَا رَأَتْ شَيْطَانًا. (رواه أبوداود: ٤٤٣٨)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ja'far bin Rabi'ah dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Jika kalian mendengar kokok ayam maka mintalah karunia Allah, sebab ia melihat malaikat. Dan jika kalian mendengar ringkikan himar maka berlindunglah kepada Allah dari setan, sebab ia tengah melihat setan." (HR. Abu Daud: 4438 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aalinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Demikianlah juga diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 3058, Muslim: 4908, at Tirmidzi: 3381 dan Ahmad: 7719 dan 7920 - dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aalinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Terdapat perbedaan lafazh pada hadits riwayat Ahmad, pertama:beliau berkata,

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ مِنْ اللَّيْلِ فَإِنَّمَا رَأَتْ مَلَكًا سَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ وَإِذَا سَمِعْتُمْ نُهَاقَ الْحِمَارِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ. (رواه أحمد: ٧٧١٩)

Telah menceritakan kepada kami Hasyim telah menceritakan kepada kami Laits dari Ja'far bin Rabi'ah dari Abdurrahman bin Hurmuz dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Jika kalian mendengar kokok ayam di malam hari maka sesungguhnya dia telah melihat Malaikat, oleh karenanya mohonlah kepada Allah akan pemberian-Nya dan jika kalian mendengar ringkih keledai maka sesungguhnya ia telah melihat setan oleh karenanya berlindunglah kepada Allah dari setan." (HR. Ahmad: 7719 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aalinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits 'aziz)

Kedua, hadits riwayat imam Ahmad: 7920 terdapat kalimat " ... fasta'idzbillah min syarri maa ra'at", sebagaimana diriwayat, beliau berkata:

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ أَصْوَاتَ الدِّيَكَةِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا فَاسْأَلُوا اللَّهَ وَارْغَبُوا إِلَيْهِ وَإِذَا سَمِعْتُمْ نُهَاقَ الْحَمِيرِ فَإِنَّهَا رَأَتْ شَيْطَانًا فَاسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ مَا رَأَتْ
حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ حَرْبٍ أَبُو صَالِحٍ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ. (رواه أحمد: ٧٩٢٠)

Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Sa'id telah menceritakan kepadaku Ja'far bin Rabi'ah dari Al A'raj dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Jika kalian mendengar kokok ayam di malam hari maka sesungguhnya dia telah melihat Malaikat, oleh karenanya mohonlah kepada Allah dan bermunajatlah kepadanya, dan jika kalian mendengar ringkih keledai maka sesungguhnya ia telah melihat setan oleh karenanya berlindunglah kepada Allah dari keburukan apa yang ia lihat." Telah menceritakan kepada kami Syu'aib bin Harb Abu Shalih berkata; telah menceritakan kepada kami Laits bin Sa'id berkata; telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Rabi'ah dari Al A'raj dari Abu Hurairah lalu ia menyebutkan makna hadits di atas. (HR. Ahmad: 7920 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aalinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits 'aziz)

Hadits-hadits terkait dengan kokokan ayam dan ringkihan kuda adalah riwayat bi makna, sehingga matan haditsnya terjadi perbedaan sementara maknanya sama. Kemudian terdapat penjelasan terhadap matan hadits tersebut bahwa "berlindung kepada Allah dari syetan atau keburukannya adalah suatu yang lumrah agar mudah dipahami. Sehingga pesan hadits tersebut sampai dan dapat diamalkan.

Wallaahu a'lam bish shawaab,

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]