KEUTAMAAN SHALAT SUBUH
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Shalat subuh adalah ibadah yang hukumnya fardhu 'ain bagi setiap muslim yang mukallaf. Sama dengan shalat fardhu yang lain, yaitu shalat Zuhur, 'Asyar, Maghrib dan 'Isya'. Allah berfirman dalam Al Qur'an menyebutkannya secara khusus, sebagaimana firman-Nya,
اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا. (سورة الإسرآء/١٧: ٧٨)
Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (QS. Al Israa'/17: 78)
Sebagai tambahan keistimewaan sebelumnya adalah shalat sunat tahajud, sebagaimana dilanjutkan,
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا. (سورة الإسرآء/١٧: ٧٩)
Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (QS. Al Israa'/17: 79)
وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا. (سورة الإسرآء/١٧: ٨٠)
Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku). (QS. Al Israa'/17: 80)
وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۖاِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا. (سورة الإسرآء/١٧: ٨١)
Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (QS. Al Israa'/17: 81)
Waktu subuh adalah waktu yang mesti dijaga bukan hanya untuk ibadah wajib tetapi juga untuk memelihara kehormatan, sebagaimana firman-Nya:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِيْنَ مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ وَالَّذِيْنَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلٰثَ مَرّٰتٍۗ مِنْ قَبْلِ صَلٰوةِ الْفَجْرِ وَحِيْنَ تَضَعُوْنَ ثِيَابَكُمْ مِّنَ الظَّهِيْرَةِ وَمِنْۢ بَعْدِ صَلٰوةِ الْعِشَاۤءِۗ ثَلٰثُ عَوْرٰتٍ لَّكُمْۗ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌۢ بَعْدَهُنَّۗ طَوَّافُوْنَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ. (شورة النور/٢٤: ٥٨)
Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan) yaitu, sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah salat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu. Tidak ada dosa bagimu dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk melayani kamu, sebagian kamu atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepadamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. (QS. An Nur/24: 58)
Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam juga mengingatkan dalam hadits-hadits berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ جُنْدَبِ بْنِ سُفْيَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا تُخْفِرُوا اللَّهَ فِي ذِمَّتِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. (رواه الترمذي: ٢٠٦)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata; telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun berkata; telah mengabarkan kepada kami Daud bin Abu Hind dari Al Hasan dari Jundab bin Sufyan dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa shalat Subuh maka ia dalam jaminan Allah, oleh sebab itu janganlah membatalkan jaminan Allah." (HR. At Tirmidzi: 206 - shahih dari Jundub bin 'Abdullah bin Sufyan, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 64)
Riwayat at Tirmidzi: 2090 dengan tambahan penjelasan,
حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ حَدَّثَنَا مَعْدِيُّ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يُتْبِعَنَّكُمْ اللَّهُ بِشَيْءٍ مِنْ ذِمَّتِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ جُنْدَبٍ وَابْنِ عُمَرَ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. (رواه الترمذي: ٢٠٩٠)
Telah menceritakan kepada kami Bundar; telah menceritakan kepada kami Ma'di bin Sulaiman; telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Ajlan dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Barangsiapa yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada dalam tanggungan Allah, maka janganlah kalian menyertakan permintaan sesuatu yang lain dari tanggungan Allah." Abu Isa berkata; Hadits semakna juga diriwayatkan dari Jundub dan Ibnu Umar, dan hadits ini adalah hasan gharib bila ditinjau dari jalur sanad ini. (HR. At Tirmidzi: 2090 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Sebih lengkapnya,
و حَدَّثَنِي نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ مُفَضَّلٍ عَنْ خَالِدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ سَمِعْتُ جُنْدَبَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ. (رواه مسلم: ١٠٥٠)
Dan telah menceritakan kepadaku Nashr bin Ali Al Juhdlami telah menceritakan kepada kami Bisyr yaitu Ibn Al Mufadlal dari Khalid dari Anas bin Sirin katanya; aku mendengar Jundab bin Abdullah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa shalat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah, oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu dari kalian sebagai imbalan jaminan-Nya, sehingga Allah menangkapnya dan menyungkurkannya ke dalam neraka jahanam." (HR. Muslim: 1050 - shahih dari Jundub bin 'Abdullah bin Sufyan, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 64)
Begitu juga hadits riwayat Muslim: 1051, dengan penjelasan tambahan,
" ... و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ جُنْدَبِ بْنِ سُفْيَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا وَلَمْ يَذْكُرْ فَيَكُبَّهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ. (رواه مسلم: ١٠٥١)
" ... Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari Daud bin Abu Hind dari Al Hasan dari Jundab bin Sufyan dari Nabi ﷺ dengan hadits seperti ini, namun ia tidak menyebutkan "Lantas Allah menelungkupkannya ke dalam neraka jahanam." (HR. Muslim: 1051 - shahih dari Jundub bin 'Abdullah bin Sufyan, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 64)
Selanjutnya Abu Bakar ash Shiddiq meriwayatkan,
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ بْنِ سَعِيدِ بْنِ كَثِيرِ بْنِ دِينَارٍ الْحِمْصِيُّ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ الْوَهْبِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ الْمَاجِشُونُ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ أَبِي عَوْنٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ حَابِسٍ الْيَمَانِيِّ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا تُخْفِرُوا اللَّهَ فِي عَهْدِهِ فَمَنْ قَتَلَهُ طَلَبَهُ اللَّهُ حَتَّى يَكُبَّهُ فِي النَّارِ عَلَى وَجْهِهِ. (رواه إبن ماجه: ٣٩٣٥)
Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Utsman bin Sa'id bin Katsir bin Dinar Al Himshi telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Khalid Al Wahbi telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Salamah Al Majisyun dari Abdul Wahid bin Abu 'Aun dari Sa'ad bin Ibrahim dari Habis Al Yamani dari Abu Bakar Ash Shiddiq dia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa menunaikan shalat Subuh maka dia berada di bawah perlindungan Allah, oleh karena itu janganlah kalian melanggar perjanjian Allah. Barangsiapa membunuhnya, maka Allah akan menuntutnya sehingga melemparkan wajahnya ke dalam neraka." (HR. Ibnu Majah: 3935 - shahih dari 'Abdullah bin 'Utsman bin 'Amir bin 'Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taimiy bin Murrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 13 H)
Lafazh lain,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا أَشْعَثُ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. (رواه الترمذي: ٣٩٣٦)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Rauh bin 'Ubadah telah menceritakan kepada kami Asy'ats dari Al Hasan dari Samurah bin Jundab dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa melaksanakan shalat Subuh, maka ia berada dalam tanggungan Allah 'Azza wa Jalla." (HR. At Tirmidzi: 3936 - shahih dari Samurah bin Jundab bin Hilal, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 58 H. Hadits ahlul Bashrah)
Lafazh yang menjelaskan shalat subuh berjama'ah,
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ خَالِدِ بْنِ أَبِي عِمْرَانَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَلَهُ ذِمَّةُ اللَّهِ فَلَا تُخْفِرُوا اللَّهَ ذِمَّتَهُ فَإِنَّهُ مَنْ أَخْفَرَ ذِمَّتَهُ طَلَبَهُ اللَّهُ حَتَّى يُكِبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ. (رواه أحمد: ٥٦٣٢)
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Daud telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahiah dari Khalid bin Abi Imran dari Nafi ' dari Ibnu Umar bahwa Nabi ﷺ berkata, "Barangsiapa melaksanakan shalat Subuh (dengan berjamaah), ia berada dalam perlindungan Allah, maka janganlah kalian mengingkari perlindungan Allah, karena barangsiapa mengingkari perlindungan-Nya, Allah menuntutnya hingga Dia menelungkupkan wajahnya." (HR. Ahmad: 5632 - dha'if dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 5632 terdapat periwayat bernama 'Abdullah bin lahihah, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Maru dan wafat tahun 174 H. Penilaian ulama: Abu Zur'ah menilainya la yadhbuth, Muhammad bin Sa'ad dan adz Dzahabi menilainya dha'if. Hakim menilainya dzahibul hadits dan Ibnu Hajar menilainya shaduq. Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Lafazh lain,
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ وَحُمَيْدٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الْفَجْرِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا تُخْفِرُوا ذِمَّةَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ ذِمَّتِهِ. (رواه أحمد: ١٨٠٥٠)
Telah menceritakan kepada kami Aswad bin Amir Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Ali bin Zaid dan Humaid dari Al Hasan dari Jundub bahwasanya, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang menunaikan shalat Subuh, maka ia akan berada dalam penjagaan Allah. Karena itu, janganlah kalian memutuskan Dzimmatullah (penjagaan dan naungan-Nya) dan janganlah sekali-laki Allah menuntut kalian dengan sesuatu yang sudah menjadi jaminan dan penjagaan-Nya." (HR. Ahmad: 18050 - dha'if dari Jundub bin 'Abdullah bin Sufyan, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 64)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 18050 terdapat periwayat bernama 'Ali bin Zaid bin 'Abdullah bin Jud'an, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hasnan negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 131 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, an Nasa'i dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Sementara Ahmad bin Hanbal, al 'Ajli dan Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi. Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Lafazh lain lagi dari Jundub bin 'Abdullah bin Sufyan, riwayat ini lebih shahih daripada riwayat sebelumnya. Sebagaimana lafazh berikut:
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَإِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ قَالَا أَنَا دَاوُدُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي هِنْدٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ جُنْدُبِ بْنِ سُفْيَانَ الْبَجَلِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَانْظُرْ يَا ابْنَ آدَمَ لَا يَطْلُبَنَّكَ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ. (رواه أحمد: ١٨٠٦٠)
Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dan Ishaq bin Yusuf keduanya berkata, Telah memberitakan kepada kami Daud yakni Ibnu Abu Hind dari Al Hasan dari Jundub bin Sufyan Al Bajali dari Nabi ﷺ bahwasanya beliau bersabda, "Barangisiapa yang menunaikan shalat Subuh, maka ia berada dalam naungan dan penjagaan Allah. Karena itu, lihatlah wahai anak Adam, janganlah sekali-kali Allah menjauhkan kalian dari penjagaan-Nya sedikit pun." (HR. Ahmad: 18060 - shahih dari Jundub bin 'Abdullah bin Sufyan, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 64)
Tindakan Rasul ketika seseorang tidak ikut shalat Subuh berjamaah,
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ حَدَّثَنَا جَابِرُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ الْأَسْوَدِ الْعَامِرِيُّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّتَهُ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ صَلَاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ قَالَ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ وَانْحَرَفَ إِذَا هُوَ بِرَجُلَيْنِ فِي أُخْرَى الْقَوْمِ لَمْ يُصَلِّيَا مَعَهُ فَقَالَ عَلَيَّ بِهِمَا فَجِيءَ بِهِمَا تُرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا فَقَالَ مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنَا فَقَالَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا قَالَ فَلَا تَفْعَلَا إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا ثُمَّ أَتَيْتُمَا مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ فَصَلِّيَا مَعَهُمْ فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ مِحْجَنٍ الدِّيلِيِّ وَيَزِيدَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ يَزِيدَ بْنِ الْأَسْوَدِ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَهُوَ قَوْلُ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَقُ قَالُوا إِذَا صَلَّى الرَّجُلُ وَحْدَهُ ثُمَّ أَدْرَكَ الْجَمَاعَةَ فَإِنَّهُ يُعِيدُ الصَّلَوَاتِ كُلَّهَا فِي الْجَمَاعَةِ وَإِذَا صَلَّى الرَّجُلُ الْمَغْرِبَ وَحْدَهُ ثُمَّ أَدْرَكَ الْجَمَاعَةَ قَالُوا فَإِنَّهُ يُصَلِّيهَا مَعَهُمْ وَيَشْفَعُ بِرَكْعَةٍ وَالَّتِي صَلَّى وَحْدَهُ هِيَ الْمَكْتُوبَةُ عِنْدَهُمْ. (رواه الترمذي: (رواه الترمذي: ٢٠٣)
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' berkata; telah menceritakan kepada kami Husyaim berkata; telah mengabarkan kepada kami Ya'la bin 'Atha` berkata; telah menceritakan kepada kami Jabir bin Yazid bin Al Aswad Al 'Amiri dari Ayahnya ia berkata, "Aku pernah berhaji bersama Nabi ﷺ, lalu aku shalat Subuh bersamanya di masjid Al Khaif." Ia berkata, "Ketika beliau selesai melakasanakan shalat Subuh dan berpaling, tiba-tiba ada dua orang laki-laki dari kaum lain yang tidak ikut shalat berjamaah bersama beliau. Maka beliau pun bersabda, "Bawalah dua orang itu kemari!" maka mereka pun dibawa ke hadapan Nabi sedang urat mereka bergetar. Beliau bersabda, "Apa yang menghalangi kalian untuk shalat bersama kami?" mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, kami telah shalat di tempat kami, " beliau bersabda, "Janganlah kalian lakukan, jika kalian telah melaksanakannya di tempat kalian, lalu kalian datang ke masjid yang melaksanakan shalat berjamaah maka shalatlah bersama mereka, karena hal itu akan menjadi pahala nafilah kalian berdua." Ia berkata, "Dalam bab ini juga ada riwayat dari Mihjan Ad Dili dan Yazid bin Amir." Abu Isa berkata, "Hadits Yazid bin Al Aswad derajatnya hasan shahih, ini adalah pendapat banyak ulama. Pendapat ini juga dipegang oleh Sufyan Ats Tsauri, Syafi'i, Ahmad dan Ishaq." Mereka berkata, "Jika seorang laki-laki telah shalat sendirian kemudian mendapatkan shalat berjamaah, maka hendaklah ia mengulangi semua shalatnya dengan berjamaah. Dan jika seorang laki-laki telah shalat Magrib sendirian kemudian mendapatkan shalat berjamaah, maka mereka berpendapat, "Hendaklah ia shalat bersama mereka dan menggenapkan, sedangkan shalat yang ia lakukan sendirian itulah yang fardhu bagi mereka." (HR. At Tirmidzi: 203 - shahih dari Yazid bin al Aswad, ia shahabat dan negeri hidup Madinah)
Demikianlah keistimewaan dan keutamaan shalat subuh dibanding shalat yang lain. Secara syariat dari shalat wajib yang lima waktu, shalat subuh merupakan shalat yang sangat besar manfaat dan pahalanya. Berkenaan dengan hadits-hadits terkait dengannya diriwayatkan secara makna dalam makna redaksi yang sama. Riwayat yang berbicara dengan hal tersebut diriwayatkan oleh banyak shahabat dan tersebar dalam kitab-kitab hadits yang mu'tamad (kokoh). Shahabat yang beriwayatkan hadits tersebut adalah Jundub bin 'Abdullah bin Sufyan, Abu Hurairah, 'Abdullah bin 'Utsman bin 'Amir bin 'Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taimiy bin Murrah, Samurah bin Jundab bin Hilal, 'Abdullah bin 'Umar dan Yazid bin al Aswad. Kitab hadits yang memuat hadits-terkait adalah shahih Muslim, sunan at Tirmidzi, sunan Ibnu Majah dan Musnad Ahmad.
Wallaahu a'lam bin ash Shawaab,
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏