BERKAH RAMADHAN
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Keberkahan Ramadhan senantiasa tercurah bagi orang-orang yang beriman yang berpuasa. Bahkan, berkahnya meliputi seluruh alam. Oleh karena itu, bulan suci ini selalu dinantikan kedatangannya. Umat muslim seluruh dunia sangat berharap, dengan datangnya bulan ramadhan maka berkah, rahmat dan maghfirah Allah akan semakin menyentuh hidup dan lehidupan manusia di bumi Allah ini.
Selanjutnya, pesan-pesan Rasul-Nya akan senantiasa disampaikan ke penjuru pelosok bumi. Shalawat dan salam tidak hentinya bergema diseluruh jagat raya ini. Pesan tersebut diantaranya sebagai berikut:
حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَهَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ أَبِي صَخْرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ إِسْحَقَ مَوْلَى زَائِدَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ. (رواه البخاري: ٣٤٤)
Telah menceritakan kepada kami Abu ath-Thahir dan Harun bin Sa'id al-Aili keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahab dari Abu Shakhar bahwa Umar bin Ishaq mantan budak Zaidah, telah menceritakan kepadanya, dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Shalat lima waktu dan shalat Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya apabila dia menjauhi dosa besar." (HR. Al Bukhari: 344 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Begitu juga hadits riwayat at Tirmidzi: 198, Ahmad: 5358, 8830 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Sementara hadits Ahmad: 8988 - dha'if, karena periwayat yang menerima langsung dari Abu Hurairah terputus, berikut riwayatnya:
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ وَصَالِحٌ الْمُعَلِّمُ وَحُمَيْدٌ وَيُونُسُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتْ الْكَبَائِرُ. (رواه أحمد: ٨٩٨٨)
Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah berkata; telah mengabarkan kepada kami Ali bin Zaid dan Shalih Al Mu 'allim dan Humaid dan Yunus dari Al Hasan dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Shalat lima waktu dan Jumat ke Jumat berikutnya dapat menghapus dosa-dosa antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi." (HR. Ahmad: 8988 - dha'if Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Selanjuntnya juga dalam jalur sanadnya pertama terdapat periwayat dha'if bernama: 'Ali bin Zaid bin 'Abdullah bin Jud'an, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 131 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, an Nasa'i dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Sedangkan Ahmad bin Hanbal, al 'Ajli dan Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi. Kemudian pada jalur sanad kedua disamping rawi penerima langsung dari Abu Hurairah terputus juga terdapat periwayat bernama Shalih bin Mu'allim, ia majhul.
(contoh hadits dha'if)
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ زَائِدَةَ بْنِ أَبِي الرُّقَادِ عَنْ زِيَادٍ النُّمَيْرِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ وَكَانَ يَقُولُ لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ غَرَّاءُ وَيَوْمُهَا أَزْهَرُ. (رواه أحمد: ٢٢٢٨)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Umar dari Za`idah bin Abu Ar Ruqad dari Ziyad An Numairi dari Anas bin Malik, ia berkata; Nabi ﷺ apabila memasuki bulan Rajab, maka beliau mengatakan, "ALLAHUMMA BARIK LANA FI RAJABI WA SYA 'BAN WA BARIK LANA FI RAMADHAN (ya Allah, berkahilah kami di Rajab dan Syakban dan berkahilah kami di Ramadhan) " beliau bersabda, "Malam Jumat adalah mulia dan harinya terang benderang." (HR. Ahmad: 2228 - dha'if dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Catatan: dalam sanad terdapat dua periwayat yang dinilai dha'if oleh ulama kritikus hadits, yaitu Ziyad bin 'Abdullah dan dan Za'idah bin Abi ar Ruqad.
Para periwayat:
1. Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Shahabat semuanya 'adil.
2. Ziyad bin 'Abdullah, ia tabi'in kalangan biasa dan negeri hidup Bashrah. Penilaian ulama: Ibnu Hajar dan adz Dzahabi menilainya dha'if. Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat dan adh dhu'afa'". Sementara Yahya bin Ma'in menilainya dha'iful hadits.
3. Za'idah bin Abi ar Ruqad, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Mu'adz dan negeri hidup Bashrah. Penilaian ulama: al Bukhari dan Ibnu Hajar menilainya munkarul hadits. An Nasa'i berkomentar, "saya tidak tahu siapa dia dan anak siapa". Sedangkan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam adh dhu'afa'". Za'idah bin Abi ar Ruqad, hanya meriwayatkan satu hadits saja yaitu riwayat Ahmad: 2228 ini.
4. Ubaidullah bin 'Umar bin Maysarah, ia tabi'ut atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 235 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, al 'Ajli dan an Nasa'i menilainya tsiqah, Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat, sedangkan adz Dzahabi menilainya hafizh. Abu Hatim menilainya shaduq dan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat".
Demikian juga hadits berikut:
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ حَدَّثَنِي عُتْبَةُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ حَدَّثَنِي طَلْحَةُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنِي أَبُو أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيُّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَأَدَاءُ الْأَمَانَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهَا قُلْتُ وَمَا أَدَاءُ الْأَمَانَةِ قَالَ غُسْلُ الْجَنَابَةِ فَإِنَّ تَحْتَ كُلِّ شَعَرَةٍ جَنَابَةً. (رواه إبن ماجه: ٥٩٠)
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Ammar berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hamzah berkata, telah menceritakan kepada saya 'Utbah bin Abu Hakim berkata, telah menceritakan kepadaku Thalhah bin Nafi' berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Ayyub Al Anshari berkata; Nabi ﷺ bersabda, "Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya dan menunaikan amanah adalah penghapus dosa." Aku bertanya, "Apa yang dimaksud dengan menunaikan amanah?" beliau menjawab, "Mandi janabah, sesungguhnya di bawah setiap rambut itu terdapat janabah." (HR. Ibnu Majah: 590 - dha'if dari Khalid bin Zaid bin Kulaib, ia shahabat kuniyahnya Abu Ayyub negeri hidup Madinah dan wafat tahun 50 H)
Catatan: dalam sanad terdapat 'Utbah bin Abi Hatim, ia tabi'in [tidak jumpa shahabat] kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Syam dan wafat tahun 147 H. Penilaian ulama: Ibnu Hajar menilainya shaduq, banyak salah. abu Hatim menilainya shalihul hadits, Yahya bin Ma'in menilainya dha'iful hadits, an Nasa'i menilainya dha'if. Sedangkan Ibnu Hibban mentakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". Selebihya adalah periwayat maqbul.
MENGISI RAMADHAN DENGAN SHALAT TARAWIH
Sebenarnya ini sudah biasa kita lihat, tetapi perlu juga diketahui dalilnya tentang masalah ini:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ ثُمَّ كَانَ الْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ فِي خِلَافَةِ أَبِي بَكْرٍ وَصَدْرًا مِنْ خِلَافَةِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا. (رواه البخاري: ١٨٧٠ - صحيح)
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin 'Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menegakkan Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya". Ibnu Syihab berkata; Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, namun orang-orang terus melestarikan tradisi menegakkan malam Ramadhan (secara bersama, jamaah), keadaan tersebut terus berlanjut hingga zaman kekhalifahan Abu Bakar dan awal-awal kekhilafahan 'Umar bin Al Khathtab radliallahu 'anhu. (HR. Bukhari: 1870 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Lebih lanjut diriwayatkan dari 'Umar bin al Khathtab sebagai berikut:
وَعَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُ قَالَ
خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لَيْلَةً فِي رَمَضَانَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا النَّاسُ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُونَ يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ وَيُصَلِّي الرَّجُلُ فَيُصَلِّي بِصَلَاتِهِ الرَّهْطُ فَقَالَ عُمَرُ إِنِّي أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلَاءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ لَيْلَةً أُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلَاةِ قَارِئِهِمْ قَالَ عُمَرُ نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ وَالَّتِي يَنَامُونَ عَنْهَا أَفْضَلُ مِنْ الَّتِي يَقُومُونَ يُرِيدُ آخِرَ اللَّيْلِ وَكَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ أَوَّلَهُ. (رواه البخاري: ١٨٧١ - ضحيح)
Dan dari Ibnu Syihab dari 'Urwah bin Az Zubair dari 'Abdurrahman bin 'Abdul Qariy bahwa dia berkata; "Aku keluar bersama 'Umar bin Al Khaththob radliallahu 'anhu pada malam Ramadhan menuju masjid, ternyata orang-orang shalat berkelompok-kelompok secara terpisah-pisah, ada yang shalat sendiri dan ada seorang yang shalat diikuti oleh ma'mum yang jumlahnya kurang dari sepuluh orang. Maka 'Umar berkata: "Aku pikir seandainya mereka semuanya shalat berjama'ah dengan dipimpin satu orang imam, itu lebih baik". Kemudian Umar memantapkan keinginannya itu lalu mengumpulkan mereka dalam satu jama'ah yang dipimpin oleh Ubay bin Ka'ab. Kemudian aku keluar lagi bersamanya pada malam yang lain dan ternyata orang-orang shalat dalam satu jama'ah dengan dipimpin seorang imam, lalu 'Umar berkata: "Sebaik-baiknya bid'ah adalah ini. Dan mereka yang tidur terlebih dahulu adalah lebih baik daripada yang shalat awal malam, yang ia maksudkan untuk mendirikan shalat di akhir malam, sedangkan orang-orang secara umum melakukan shalat pada awal malam. (HR. Bukhari: 1871 - shahih dari 'Umar bin al Khathtab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu Hafshah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 23 H)
Larangan bid'ah
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ أَخْبَرَنَا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنِي خَالِدُ بْنُ مَعْدَانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْفَجْرِ ثُمَّ وَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا فَقَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسَنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَالْمُحْدَثَاتِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ و قَالَ أَبُو عَاصِمٍ مَرَّةً وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
Telah mengabarkan kepada kami Abu 'Ashim telah mengabarkan kepada kami Tsaur bin Yazid telah menceritakan kepadaku Khalid bin Ma'dan dari Abdur Rahman bin 'Amr dari 'Irbadl bin Sariah ia berkata; " Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat subuh bersama kami, kemudian beliau memberikan wejangan dengan wejangan yang sangat dalam hingga air mata (kami) bercucuran dan bergetarlah hati- hati (kami), kemudian seseorang bertanya; " wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seakan-akan wejangan ini adalah wejangan penutup (yang engkau berikan), maka berikanlah kami wasiat. Lalu Beliau berkata: "Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan selalu mendengar dan ta'at (kepada para pemimpin), meskipun ia seorang budak dari Habasyah, sesungguhnya barang siapa diantara kalian yang hidup setelahku niscaya ia melihat perbedaan yang banyak, maka kalian harus mengikuti sunnahku dan sunnah khulafa’urrasyidin yang lurus, gigitlah dengan gigi geraham kalian (peganglah dengan teguh), berhati-hatilah dengan segala sesuatu yang baru (perkara bid’ah), karena sesuatu yang baru itu bid’ah". Abu 'Ashim berkata: "Hendaklah kalian berhati-hati terhadap perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap bid’ah itu sesat". (HR. Ad Darimi: 95 - shahih dari Irbadh bin Syariah)
Lihat juga Abu Daud: 3991, at Tirmidzi: 2600 dan Ibnu Majah: 42, Ahmad: 16521 dan 16522 - shahih semuanya dari Al 'Irbadh bin Sariyah.
Dengan penekanan lafazh,
" ... وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ. (رواه أبودود و أحمد)
" ... Hindarilah oleh kalian hal-hal yang baru, sesungguhnya setiap hal yang baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah ada sesat." (HR. Abu Daud dan Ahmad)
'Abdur Rahman bin 'Amru as Sulami dan Hujru bin Hujru keduanya berkata, "Beliau (al 'Irbadh) juga penyebab turunnya QS. At Taubah/9: 92:
وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ.
'(dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kami memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, "Aku tidak memperoleh kendaraan orang yang membawamu). Lihat Abu Daud: 3991 dari 'Irbadh dan 3996 - shahih dari Umar bin 'Abdul 'Aziz tentang konsisten dengan sunnah.
Wallahu a'lam bish Shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏