SEDEKAH SELAIN HARTA DAN KEBAIKAN SEORANG MUSLIM SEJATI
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Allah menjadikan agama Islam yang dianut oleh umat muslim adalah kebaikan. Semua aktifitas mereka dinilai baik. Sehingga apa pun yang mereka dilakukan dinilai baik. Begitu juga ibadah mereka kepada Allah. Semua ini terjadi karena ajaran-ajaran yang diajarkan kepada mereka oleh Rasulullah ﷺ mereka ikuti dengan ikhlas dan benar. Oleh sebab itu akhlak mereka juga baik dan memahami islam dengan baik pula.
Selanjutnya, ajaran-ajaran tersebut terekam dalam riwayat-riwayat hingga saat ini dipelajari dan diamalkan oleh umat muslim dimanapun berada.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
۞ لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ فَلِاَنْفُسِكُمْ ۗوَمَا تُنْفِقُوْنَ اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ اللّٰهِ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ خَيْرٍ يُّوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ. (قرآن سورة البقرة/٢: ٢٧٢)
Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu (sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi. (QS. Al-Baqarah/2: 272)
Tulisan kali ini penulis paparkan ajaran-ajaran kebaikan yang pernah diajarkan oleh Rasulullah kepada para shahabatnya. Hal tersebut diajarkan secara turun-temurun dan terus menerus.
Imam Abu Daud berkata,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ
قَالَ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ. (رواه أبوداود: ٤٢٩٦)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir berkata, telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Abu Malik Al Asyja'i dari Rib'I bin Hirasy dari Hidzaifah ia berkata, "Nabi kalian ﷺ bersabda, "Setiap kebaikan adalah sedekah." (HR. Abu Daud: 4296 - shahih dari Hudzaifah bin al Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan qafat tahun 36 H)
Demikian juga hadits riwayat imam Ahmad: 17992, 22281 dan 22290 - shahih dari Hudzaifah bin al Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan qafat tahun 36 H. Sementara itu imam Ahmad meriwayatkan dengan lafazh berbeda namun semakna, beliau berkata:
حَدَّثَنَا هَوْذَةُ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ خِلَاسٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَى كُلِّ عُضْوٍ مِنْ أَعْضَاءِ بَنِي آدَمَ صَدَقَةٌ. (رواه أحمد: ٨٧٧٠)
Telah menceritakan kepada kami Haudzah telah menceritakan kepada kami 'Auf dari Khilas dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Pada setiap anggota tubuh anak Adam terdapat (kewajiban) sedekah." (HR. Ahmad: 8770 - shahih, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'ut dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Catatan: hadits riwayat Ahmad: 8770, periwayat yang menerima langsung dari Abu Hurairah terputus.
Satu lagi, dari Jalur sanad Jabir bin 'Abdullah, imam Ahmad berkata:
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا الْمُنْكَدِرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ وَمِنْ الْمَعْرُوفِ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ وَأَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إِنَائِهِ. (رواه أحمد: ١٤١٨٢)
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Isa telah menceritakan kepada kami Al Munkadir bin Muhammad bin Al Munkadir dari bapaknya dari Jabir bin Abdullah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap yang baik adalah sedekah, dan diantara kebaikan adalah kamu bertemu saudaramu dengan wajah ceria, dan kamu menuangkan air dari timba kamu pada bejana (baskom) nya". (HR. Ahmad: 14182 - shahih, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'ut dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 14182, terdapat periwayat yang dinilai jarah oleh para ulama kritikus hadits. Ia adalah Al Munkadir bin Muhammad bin al Munkadir, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan dan negeri hidup Madinah. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal menilainya tsiqah, Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi, an Nasa'i dan al 'Ajli menilainya dha'if. Sementara Ibnu Hajar menilainya layyinul hadits. Sedangkan Yahya bin Ma'in menilainya laisa bi syai'.
Demikian halnya lafazh berikut yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا الْمُنْكَدِرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ وَإِنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ وَأَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إِنَاءِ أَخِيك. (رواه أحمد: ١٨٣٤٨)
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id Telah menceritakan kepada ku Al Munkadir bin Muhammad Al Munkadir dari bapaknya dari Jabir bin Abdullah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap hal yang baik adalah sedekah. Termasuk dari kebaikan adalah kamu bertemu dengan saudaramu dengan wajah ceria dan kamu mengisi ember saudaramu dengan timbamu". (HR. Ahmad: 14348 - shahih, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'ut dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)
Catatan: hadits riwayat imam Ahmad: 14348 juga terdapat al Munkadir bin Muhammad (lihat hadits riwayat Ahmad: 14182. Demikian juga hadits riwayat imam at Tirmidzi: 1893, namun dishahihkan oleh imam al Albani.
Berbeda dengan lafazh di atas imam Ahmad juga meriwayatkan dari Jalur Jundub bin Junadah, beliau berkata:
حَدَّثَنَا عَارِمٌ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ عَنْ وَاصِلٍ مَوْلَى أَبِي عُيَيْنَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيْلِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَتَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَتَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَتَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ أَحَدَكُمْ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى. (رواه أحمد: ٢٠٥٠١)
Telah menceritakan kepada kami 'Arim dan 'Affan keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Maimun dari Washil budak Abu Uyainah, dari Yahya bin 'Uqail dari Yahya bin Ya'mar dari Abul 'Aswad Ad Dili dari Abu Dzar berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap ruas tulang kalian berkewajiban untuk disedekahi pada setiap harinya, setiap tasbih adalah sedekah, tahlil adalah sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah, menyuruh untuk kebaikan adalah sedekah dan mencegah dari yang munkar adalah sedekah. Dan itu semua bisa kalian dapatkan dengan dua rakaat shalat Duha." (HR. Ahmad: 20501 - shahih, isnadnya qawi menurut Syu'aib al Arna'uth dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H. Hadits 'aziz, karena imam Ahmad meriwayatkan dari dua orang gurunya: Muhammad bin al Fadhal dan 'Affan bin Muslim bin 'Abdullah)
Masih jalur Jundub bin Junadah (Abu Dzar) imam Ahmad berkata:
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ وَاصِلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي ذَرٍّ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُصْبِحُ كُلَّ يَوْمٍ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ ابْنِ آدَمَ صَدَقَةٌ ثُمَّ قَالَ إِمَاطَتُكَ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ وَتَسْلِيمُكَ عَلَى النَّاسِ صَدَقَةٌ وَأَمْرُكَ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيُكَ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَمُبَاضَعَتُكَ أَهْلَكَ صَدَقَةٌ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَقْضِي الرَّجُلُ شَهْوَتَهُ وَتَكُونُ لَهُ صَدَقَةٌ قَالَ نَعَمْ أَرَأَيْتَ لَوْ جَعَلَ تِلْكَ الشَّهْوَةَ فِيمَا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَلَمْ يَكُنْ عَلَيْهِ وِزْرٌ قُلْنَا بَلَى قَالَ فَإِنَّهُ إِذَا جَعَلَهَا فِيمَا أَحَلَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَهِيَ صَدَقَةٌ قَالَ وَذَكَرَ أَشْيَاءَ صَدَقَةً صَدَقَةً قَالَ ثُمَّ قَالَ وَيُجْزِئُ مِنْ هَذَا كُلِّهِ رَكْعَتَا الضُّحَى. (رواه أحمد: ٢٠٥٦٨)
Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Washil dari Yahya bin Uqail dari Yahya bin Ya'mar dari Abu Dzar dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Setiap jiwa di tiap matahari terbit harus mensedekahi dirinya, beliau melanjutkan sabdanya, "Menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah, ucapan salammu pada manusia adalah sedekah, menyuruh pada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan persetubuhanmu terhadap istrimu adalah berpahala." Kami lantas bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin seorang yang melepas syahwatnya bisa menjadi sedekah?" Beliau menjawab, "Ya, apa pendapatmu jika syahwat itu diletakkan di tempat yang Allah haramkan, bukankah itu akan menjadi dosa?" Kami menjawab, "Tentu." Beliau bersabda, "Demikian juga kalau diletakan pada sesuatu yang Allah halalkan, maka ia akan menjadi sedekah." Abu Dzar berkata, "Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal yang termasuk sedekah, beliau meneruskan sabdanya, "Dan cukuplah sedekah-sedekah ini diwakili dengan mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha." (HR. Ahmad: 20568 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
Sedangkan imam Muslim meriwayatkan,
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ حَدَّثَنَا مَهْدِيٌّ وَهُوَ ابْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ مَوْلَى أَبِي عُيَيْنَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدُّؤَلِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى. (رواه مسلم: ١١٨١)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Asma` Adl Dluba`i telah menceritakan kepada kami Mahdi yaitu Ibnu Maimun telah menceritakan kepada kami Washil mantan budak Abu 'Uyainah dari Yahya bin 'Uqail dari Yahya bin Ya'mar dari Abul Aswad Ad Du`ali dari Abu Dzarr dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Setiap pagi dari anggota badan masing-masing kalian (harus) ada sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir sedekah, setiap amar ma'ruf nahi munkar sedekah, dan semuanya itu dapat tercukupi dengan dua rakaat dhuha." (HR. Muslim: 1181 - shahih dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
Jalur yang sama dan semakna, imam Abu Daud meriwayatkan,
حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ عَنْ وَاصِلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدُّؤَلِيِّ قَالَ
بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ أَبِي ذَرٍّ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ فَلَهُ بِكُلِّ صَلَاةٍ صَدَقَةٌ وَصِيَامٍ صَدَقَةٌ وَحَجٍّ صَدَقَةٌ وَتَسْبِيحٍ صَدَقَةٌ وَتَكْبِيرٍ صَدَقَةٌ وَتَحْمِيدٍ صَدَقَةٌ فَعَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هَذِهِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ ثُمَّ قَالَ يُجْزِئُ أَحَدَكُمْ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَا الضُّحَى. (رواه أبوداود: ١٠٩٤)
Telah menceritakan kepada kami Wahb bin Baqiyah telah mengabarkan kepada kami Khalid dari Washil dari Yahya bin 'Uqail dari Yahya bin Ya'mar dari Abu Al Aswad Ad Du`ali dia berkata, "Ketika kami berada di dekat Abu Dzar, dia berkata, "Hendaklah masing-masing dari kalian setiap harinya bersedekah untuk setiap ruas tulangnya. Setiap shalat (yang ia kerjakan) menjadi sedekah baginya, puasa adalah sedekah, haji adalah sedekah, bacaan tasbih adalah sedekah, bacaan takbir juga sedekah, bacaan tahmid adalah sedekah." Rasulullah ﷺ menghitung (menyebutkan) semua amal Shalih ini, lalu bersabda, "Cukuplah salah seorang dari kalian mengerjakan shalat dua rakaat dhuha untuk menggantikan semua itu." (HR. Abu Daud: 1094 - shahih dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
Setiap Muslim wajib bersedekah, sebagaimana hadits riwayat imam al Bukhari, beliau berkata:
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ فَقَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ قَالَ يَعْمَلُ بِيَدِهِ فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ قَالُوا فَإِنْ لَمْ يَجِدْ قَالَ يُعِينُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوفَ قَالُوا فَإِنْ لَمْ يَجِدْ قَالَ فَلْيَعْمَلْ بِالْمَعْرُوفِ وَلْيُمْسِكْ عَنْ الشَّرِّ فَإِنَّهَا لَهُ صَدَقَةٌ. (رواه تلبخاري: ١٣٥٣)
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Burdah dari bapaknya dari kakeknya dari Nabi ﷺ bersabda, "Wajib bagi setiap muslim bershadaqah". Mereka (para sahabat) bertanya, "Wahai Nabi Allah, bagaimana kalau ada yang tidak sanggup?". Beliau menjawab, "Dia bekerja dengan tangannya sehingga bermanfaat bagi dirinya lalu dia bershadaqah". Mereka bertanya lagi, "Bagaimana kalau tidak sanggup juga?". Beliau menjawab, "Dia membantu orang yang sangat memerlukan bantuan". Mereka bertanya lagi, "Bagaimana kalau tidak sanggup juga?". Beliau menjawab, "Hendaklah dia berbuat kebaikan (ma'ruf) dan menahan diri dari keburukan karena yang demikian itu berarti shodaqah baginya". (HR. Al Bukhari: 1353 - shahih dari 'Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah dan wafat tahun 50 H)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 5563, Muslim: 1676 (hadits 'aziz, karena imam Muslim meriwayatkan dari dua orang gurunya), an Nasa'i: 2491, Ahmad: 18710 dan 18855, ad Darimi: 2629 - shahih dari 'Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah dan wafat tahun 50 H.
Imam al Bukhari meriwayatkan dengan redaksi tafshil (rinci) bahwa kebaikan selain harta tersebut disebutkan ada beberapa macam, sebagaimana beliau berkata:
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ يَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَيُعِينُ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ وَيُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ. (رواه البخاري: ٢٧٦٧)
Telah bercerita kepadaku Ishaq telah mengabarkan kepada kami 'Abdur Rozzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Hammam dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap ruas tulang pada manusia baginya shadaqah dan setiap hari disaat terbitnya matahari, seseorang yang mendamaikan antara dua orang yang bertikai adalah shadaqah dan menolong seseorang untuk menaiki hewan tunggangannya lalu mengangkat barang-barangnya ke atas hewan tunggangannya adalah shadaqah dan ucapan yang baik adalah shadaqah dan setiap langkah yang ditujukan untuk shalat adalah shadaqah dan menyingkirkan sesuatu yang bisa menyakiti atau menghalangi orang di jalanan adalah shadaqah". (HR. Al Bukhari: 2767 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian juga hadits riwayat imam Muslim: 1677 dan Ahmad: 7836 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Al Bukhari: 5562, Muslim: 1673 (hadits 'aziz, karena imam Muslim meriwayatkan dari dua orang gurunya) - shahih dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H.
Selanjutnya imam Abu Daud meriwayatkan hadits masyhur diakhir sanad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبَّادٍ وَهَذَا لَفْظُهُ وَهُوَ أَتَمُّ عَنْ وَاصِلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي ذَرٍّ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ ابْنِ آدَمَ صَدَقَةٌ تَسْلِيمُهُ عَلَى مَنْ لَقِيَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُهُ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيُهُ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُهُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ وَبُضْعَتُهُ أَهْلَهُ صَدَقَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِي شَهْوَةً وَتَكُونُ لَهُ صَدَقَةٌ قَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ وَضَعَهَا فِي غَيْرِ حَقِّهَا أَكَانَ يَأْثَمُ قَالَ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ رَكْعَتَانِ مِنْ الضُّحَى قَالَ أَبُو دَاوُد لَمْ يَذْكُرْ حَمَّادٌ الْأَمْرَ وَالنَّهْيَ
حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ عَنْ وَاصِلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيلِىِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَذَكَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي وَسْطِهِ. (رواه أبوداود: ٤٥٦٤)
Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid. (Dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani' dari Abbad bin Abbad -ini adalah lafadz darinya, dan ini lebih lengkap- dari Washil dari Yahya bin Uqail dari Yahya bin Ya'mar dari Abu Dzar dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Setiap hari setiap persendian anak Adam harus disedekahi, salam yang diberikan kepada orang yang dijumpainya adalah sedekah, setiap perintahnya kepada kebaikan adalah sedekah, setiap larangannya dari yang munkar adalah sedekah, membuang hal yang mengganggu jalan adalah sedekah, dan persetubuhannya dengan istri adalah sedekah." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, mendatangi istri dengan syahwat juga dihitung sebagai sedekah!" beliau menjawab, "Apa pendapatmu jika itu ia lakukan kepada yang bukan haknya, apakah ia berdosa?" Beliau lalu bersabda lagi, "Dan itu semua bisa diganti dengan dua rakaat dhuha." Abu Daud berkata, "Hammad tidak menyebutkan memerintahkan dan melarang (amar ma'ruf)." Telah menceritakan kepada kami Wahab bin Baqiyyah berkata, telah mengabarkan kepada kami Khalid dari Washil dari Yahya bin Uqail dari Yahya bin Ya'mar dari Abul Aswad Ad Dili dari Abu Dzar dengan hadits yang sama. Dan ia menyebutkan Nabi ﷺ pada bagian tengahnya (hadits)." (HR. Abu Daud: 4564 - shahih dari dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H. Hadits masyhur diakhir sanad)
Demikian juga hadits riwayat imam Abu Daud: 1093 - shahih dari dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H. Hadits 'aziz, karena imam Abu Daud meriwayatkan dari dua orang gurunya.
Berdasarkan hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa baik ibadah wajib maupun sunat, bahkan kebaikan tersebut selalu menghampiri setiap detak jantung dan gerakan orang Muslim. Semua itu terkait dengan aktifitas pisik maupun non pisik seorang muslim. Sehingga bagi mereka tidak terlepas dari kebaikan-kebaikan hidup. Begitu juga waktu lapang maupun waktu sempit, waktu lelat maupun waktu jaganya.
Inilah aplikasi dari sabda Rasulullah ﷺ bahwa,
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا وَكَانَ يَقُولُ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا. (رواه أحمد: ٦٢١٥)
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Syaqiq dari Masruq dari Abdullah bin Amru bin Ash Sesungguhnya, Rasulullah ﷺ tidaklah keji dan tidak pula pernah berkata-kata keji, dan beliau bersabda, "Orang-orang yang paling baik diantara kalian adalah mereka yang akhlaknya paling bagus." (HR. Ahmad: 6215 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wail, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Demikian juga hadits riwayat imam al Bukhari: 5575, at Tirmidzi: 1898, Ahmad: 6526 (hadits 'aziz, karena imam Ahmad meriwayatkan dari dua orang gurunya) - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wail, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H. Sedangkan hadits riwayat imam Ahmad: 9640, beliau berkata:
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خِيَارُكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا إِذَا فَقِهُوا. (رواه أحمد: ٩٦٤٠)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Muhammad bin Ziyad berkata; Aku mendengar Abu Hurairah ia berkata; Aku mendengar Abul Qasim ﷺ bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaqnya, jika ia paham (syariat islam)." (HR. Ahmad: 9640 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Wallaahu a'lam bis shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏