MANUSIA TERBAIK ADALAH MEMAHAMI ISLAM DENGAN BAIK
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir Rahmaanir Rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Umat Islam adalah umat terbaik. Secara religius dan sosial, islam menawarkan kepada umatnya ajaran ilahiyah yang mengesakan Tuhan sebagaimana layaknya fitrah kemanusiaan terbaik. Berdasarkan keturunan semua manusia sama, namun dalam secara kultural mereka disuguhkan kultur yang berbeda dengan yang lainnya. Hal ini berkembang dari nilai-nilai ketuhanan dan karakter "rahmatan lil 'aalamien. Sehingga tindak tanduknya mengacu pada ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah berdasarkan wahyu Allah berupa kitab suci yang diakui kebenarannya. Oleh karena itu melekat pada tiap kabilah, suku dan bangsa yang bertuhankan Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ. (قرآن سورة آل عمران/٣: ١١٠)
Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya Ahlulkitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (QS. Āli ‘Imrān/3: 110)
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسُ مَعَادِنُ تَجِدُونَ خِيَارَهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارَهُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقِهُوا. (رواه أحمد: ٧١٨٣)
Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Muhammad dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Manusia itu ibarat barang tambang, kalian dapati orang yang terbaik dari mereka pada masa jahiliyyah adalah orang yang terbaik pula di dalam Islam, yaitu jika mereka memahami Islam." (HR. Ahmad: 7183 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat kuniyahnya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian juga hadits riwayat imam Ahmad: 7228 - shahih, isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat kuniyahnya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Sedangkan imam al Bukhari meriwayatkan, bahwa beliau berkata:
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَجِدُونَ النَّاسَ مَعَادِنَ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقِهُوا وَتَجِدُونَ خَيْرَ النَّاسِ فِي هَذَا الشَّأْنِ أَشَدَّهُمْ لَهُ كَرَاهِيَةً وَتَجِدُونَ شَرَّ النَّاسِ ذَا الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَيَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ. (رواه البخاري: ٣٢٣٤)
Telah bercerita kepadaku Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Jarir dari 'Umarah dari Abu Zur'ah dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu dari Rasulullah ﷺ bersabda, "Kalian akan temui manusia beragam asal-usulnya (dan kwalitas perilakunya) maka orang-orang yang baik pada zaman jahiliyyah akan menjadi baik pula pada zaman Islam bila mereka memahami (Islam), dan akan kalian temui pula manusia yang paling baik dalam urusan (khilafah/pemerintahan) ini, yaitu mereka yang tidak selera terhadap jabatan dan akan kalian temui orang yang paling buruk dalam urusan ini adalah mereka yang bermuka dua (Oportunis), dia datang kepada satu golongan dengan wajah (pendapat) tertentu dan datang kepada kelompok lain dengan wajah (pendapat lain) lain". (HR. Al Bukhari: 3234 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat kuniyahnya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian juga hadits riwayat imam Muslim: 4588 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat kuniyahnya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits masyhur dari Abu Hurairah. Lafazh semakna diriwayatkan juga oleh imam Muslim, beliau berkata:
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ بُرْقَانَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ الْأَصَمِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ بِحَدِيثٍ يَرْفَعُهُ
قَالَ النَّاسُ مَعَادِنُ كَمَعَادِنِ الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقُهُوا وَالْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ. (رواه مسلم: ٤٧٧٤)
Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb; Telah menceritakan kepada kami Katsir bin Hisyam; Telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Burqan; Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Al Asham dari Abu Hurairah -sebagai hadits marfu'- dia berkata, "Sesungguhnya manusia itu seperti tambang perak dan emas. Mereka yang terhormat pada masa masa jahiliah akan terhormat pula di masa lslam, jika mereka memahami (lslam). Ruh-ruh itu seperti prajurit yang berkelompok-kelompok, jika saling mengenal mereka akan menjadi akrab, dan jika saling bermusuhan maka mereka akan saling berselisih." (HR. Muslim: 4774 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat kuniyahnya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Kemudian, redaksi lain diriwayatkan oleh imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ عَنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ أَبِي وَدَاعَةَ قَالَ قَالَ الْعَبَّاسُ
بَلَغَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْضُ مَا يَقُولُ النَّاسُ قَالَ فَصَعِدَ الْمِنْبَرَ فَقَالَ مَنْ أَنَا قَالُوا أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ فَجَعَلَنِي فِي خَيْرِ خَلْقِهِ وَجَعَلَهُمْ فِرْقَتَيْنِ فَجَعَلَنِي فِي خَيْرِ فِرْقَةٍ وَخَلَقَ الْقَبَائِلَ فَجَعَلَنِي فِي خَيْرِ قَبِيلَةٍ وَجَعَلَهُمْ بُيُوتًا فَجَعَلَنِي فِي خَيْرِهِمْ بَيْتًا فَأَنَا خَيْرُكُمْ بَيْتًا وَخَيْرُكُمْ نَفْسًا. (رواه أحمد: ١٦٩٢)
Telah menceritakan kepada kami Abu Nua'im dari Sufyan dari Yazid bin Abu Ziyad dari Abdullah bin Al Harits bin Naufal dari Al Muththalib bin Abu Wada'ah berkata; Al Abbas berkata; Rasulullah ﷺ mendengar sebagian yang dibicarakan orang-orang, maka beliau naik mimbar dan berkata, "Siapakah aku?" Orang-orang menjawab, "Engkau adalah Rasulullah." Lalu beliau berkata lagi, "Aku adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib. Sesungguhnya Allah menciptakan segala sesuatu, dan menjadikanku makhluk terbaik-Nya. Dia menjadikan makhluk-makhluk-Nya dalam dua kelompok. Dia menjadikanku dalam kelompok yang terbaik. Dia menjadikan mereka dalam berbagai kabilah, dan menjadikanku dalam kabilah yang terbaik. Dia menjadikan mereka dalam berbagai rumah (bait), dan menjadikanku dalam rumah (bait) yang terbaik. Dan aku adalah orang yang terbaik rumahnya, serta terbaik jiwanya." (HR. Ahmad: 1692 - hasan lighairihi menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdu Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Fadhal negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 32 H)
Demikian juga hadits riwayat imam Ahmad: 16862 dengan tambahan setelah kaimat "khairu nafsan", yaitu "صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ"... - hasan lighairihi, isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdul Muthallib bin Rabi'ah bin al Harits, ia shahabat negeri hidup Syam dan wafat tahun 62 H. Dalam sanad terdapat dua orang periwayat yang dinilai jarah (buruk) dari ulama kritikus hadits, yaitu:
1. Yazid bin Abi Ziyad, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 136 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, Abu Hatim dan an Nasa'i menilainya laisa bi qawi. Sementara Abu Zur'ah menilainya layyin, Ibnu Sa'ad, Ibnu Qani', dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Sedangkan adz Dzahabi menilainya shaduq, syi'ah.
2. Yazid bin 'Atha' bin Yazid, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu Khalid negeri hidup Hity dan wafat tahun 177 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan an Nasa'i menilainya dha'if. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya layyinul hadits. Sementara Ahmad bin Hanbal menilainya laisa bihi ba'sa.
Wallaahu a'lam bish shawaab,
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏