KEUTAMAAN ANAS BIN MALIK
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir Rahmaanir Rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Anas bin Malik, nama lengkap beliau adalah Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Beliau shahabat kecil dan bertemu pertama kali berumur 10 tahun. Menjani pelayan di rumah Rasulullah selama 9 tahun. Jadi, Rasulullah wafat beliau berumur 19 tahun. Keistimewaan beliau adalah cerdas, pernah di doakan oleh Rasulullah agar banyak harta dan keturunan yang berkah. Hal ini teebukti pada perjalanan hidup beliau sampat tutup usia.
Nah, untuk lebih lengkapnya simak riwayat-riwayat yang penulis paparkan dibawah ini.
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَنا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ
أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ أَخَذَتْ بِيَدِهِ مَقْدَمَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا أَنَسٌ ابْنِي وَهُوَ غُلَامٌ كَاتِبٌ قَالَ أَنَسٌ فَخَدَمْتُهُ تِسْعَ سِنِينَ فَمَا قَالَ لِي لِشَيْءٍ صَنَعْتُهُ أَسَأْتَ أَوْ بِئْسَمَا صَنَعْتَ. (رواه أحمد: ١٢٥٩٤)
Telah bercerita kepada kami Yazid bin Harun telah memberitakan kepada kami Humaid dari Anas, Ummu Sulaim menggandeng tangannya saat kedatangan nabi di Madinah, lalu berkata, wahai Rasulullah, ini Anas anakku, dia adalah anak yang pintar di dunia tulis-menulis. Anas berkata, maka aku menjadi pelayannya selama sembilan tahun, dan beliau tidak pernah berkata kepadaku atas perbuatan yang kulakukan 'sangat jelek kau bertindak', dan tidak pula mengatakan 'alangkah buruknya yang kau lakukan'. (HR. Ahmad: 12594 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits tsulatsiyat, hadits dengan tiga periwayat dalam satu sanad)
Rasulullah pernah mendoakan Anas bin Malik, sebagaimana diinformasikan oleh imam al Bukhari, beliau berkata:
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ
عَنْ أُمِّ سُلَيْمٍ أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَسٌ خَادِمُكَ ادْعُ اللَّهَ لَهُ قَالَ اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
وَعَنْ هِشَامِ بْنِ زَيْدٍ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ مِثْلَهُ. (رواه البخاري: ٥٩٠١)
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata; saya mendengar Qatadah dari Anas dari Ummu Sulaim bahwa dia berkata, "Wahai Rasulullah, doakanlah pelayanmu yaitu Anas!." Beliau lalu mengucapkan: 'Ya Allah, karuniailah dia harta dan anak yang banyak dan berkahilah terhadap apa yang telah Engkau berikan kepadanya.' Dan dari Hisyam bin Zaid saya mendengar Anas bin Malik seperti itu. (HR. Al Bukhari: 5901 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits 'aziz pada tingkat tabi'in yaitu Qatadah bin Da'amah bin Qatadah dan Hisyam bin Zaid bin Anas bin Malik)
Demikian juga hadits semakna diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 5902, Muslim: 1055, 4529 dan 4530, at Tirmidzi: 3769, Ahmad: 13104 dan 26158 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Diantara hadits-hadits tersebut, yang menjelaskan lebih rinci dengan sabab wurudnya adalah hadits riwayat Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى أُمَّ حَرَامٍ فَأَتَيْنَاهُ بِتَمْرٍ وَسَمْنٍ فَقَالَ رُدُّوا هَذَا فِي وِعَائِهِ وَهَذَا فِي سِقَائِهِ فَإِنِّي صَائِمٌ قَالَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ تَطَوُّعًا فَأَقَامَ أُمَّ حَرَامٍ وَأُمَّ سُلَيْمٍ خَلْفَنَا وَأَقَامَنِي عَنْ يَمِينِهِ فِيمَا يَحْسَبُ ثَابِتٌ قَالَ فَصَلَّى بِنَا تَطَوُّعًا عَلَى بِسَاطٍ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ قَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ إِنَّ لِي خُوَيْصَّةً خُوَيْدِمُكَ أَنَسٌ ادْعُ اللَّهَ لَهُ فَمَا تَرَكَ يَوْمَئِذٍ خَيْرًا مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا وَلَا الْآخِرَةِ إِلَّا دَعَا لِي بِهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيهِ
قَالَ أَنَسٌ فَأَخْبَرَتْنِي ابْنَتِي أَنِّي قَدْ دَفَنْتُ مِنْ صُلْبِي بِضْعًا وَتِسْعِينَ وَمَا أَصْبَحَ فِي الْأَنْصَارِ رَجُلٌ أَكْثَرَ مِنِّي مَالًا ثُمَّ قَالَ أَنَسٌ يَا ثَابِتُ مَا أَمْلِكُ صَفْرَاءَ وَلَا بَيْضَاءَ إِلَّا خَاتَمِي. (رواه أحمد: ١٣١٠٤)
Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Hammad telah mengabarkan kepada kami Tsabit dari Anas bin Malik Rasulullah ﷺ mendatangi Umu Haram lalu kami membawa kurma dan mentega, lalu (Rasulullah ﷺ) bersabda, "Kembalikan ini pada tempatnya dan ini pada bejananya, karena saya sedang berpuasa". (Anas bin Malik Radliyalllahu'anhu) berkata; kemudian nabi berdiri, mengimami shalat sunnah dua rakaat bersama kami. Beliau meletakkan Ummu Harram dan Ummu Sulaim di belakang kami dan saya di sebelah kanannya. Hanya seingat Tsabit (Anas bin Malik Radliyalllahu'anhu) berkata; lalu shalat sunnah bersama kami di atas tikar. Tatkala selesai shalat Ummu Sulaim berkata; saya mempunyai pelayan kecil spesial agar menjadi pelayanmu, Anas, doakanlah dia. Sejak saat itu tidaklah beliau meninggalkan kebaikan dunia maupun akhirat kecuali beliau mendoakannya, kemudian bersabda, "ALLAHUMMA AKTSIR MAALAHU WA WALADAHU WA BAARIK LAHU FIIHI (Ya Allah perbanyaklah hartanya, anaknya dan berkahilah padanya). Anas berkata; kemudian hari anak perempuanku memberitahukan, bahwa telah wafat dari keturunanku sebanyak sembilan puluh orang lebih, dan tidak ada dari kalangan Anshar laki-laki yang lebih banyak hartanya daripada saya. Kemudian Anas berkata; wahai Tsabit, tidak ada cincin warna kuning ataupun putih kecuali saya memilikinya. (HR. Ahmad: 13104 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Bahkan diriwayatkan lebih lanjut, bahwa anak dan cucu Anas bin Malik lebih dari seratus yang telah dimakamkan ketika beliau masih hidup, hal ini diriwayatkan oleh imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أُمِّ سُلَيْمٍ أَنَّهَا
قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَسٌ خَادِمُكَ ادْعُ اللَّهَ لَهُ قَالَ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
قَالَ حَجَّاجٌ فِي حَدِيثِهِ قَالَ فَقَالَ أَنَسٌ أَخْبَرَنِي بَعْضُ وَلَدِي أَنَّهُ قَدْ دُفِنَ مِنْ وَلَدِي وَوَلَدِ وَلَدِي أَكْثَرُ مِنْ مِائَةٍ. (رواه أحمد: ٢٦١٥٨)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dan Hajjaj telah menceritakan kepadaku Syu'bah berkata, aku mendengar Qatadah telah menceritakan dari Anas bin Malik dari Ummu Sulaim bahwa dia berkata, "Wahai Rasulullah, Anas pelayanmu, doakanlah kepada Allah untuknya." Anas lalu berkata, "Maka Nabi ﷺ pun berdoa, "Ya Allah, berilah dia harta dan anak yang banyak, dan berkahilah apa yang telah Engkau berikan padanya." Hajjaj menyebutkan dalam haditsnya, dia berkata, "Anas lalu berkata, "Sebagian anakku mengabarkan kepadaku, bahwa anak dan cucu-cucuku yang sudah dimakamkan lebih dari seratus." (HR. Ahmad: 26158 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sahlah binti Milhan bin Khalid, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu Sulaim dan negeri hidup Madinah. Hadits 'aziz, karena imam Ahmad meriwayatkan dari dua orang gurunya)
Anas bin Malik menjadi pelayan Rasulullah selama sembilan tahun sejak kecil diserahkan oleh ibunya (Ummu Sulaim istri Abu Thalhah). Beliau tidak pernah dikomentari apa pun yang dilakukan anak pintar tersebut oleh Rasulullah. Keistimewaan beliau disamping kepintaran adalah didoakan oleh Rasulullah, "ALLAHUMMA AKTSIR MAALAHU WA WALADAHU WA BAARIK LAHU FIIHI (Ya Allah perbanyaklah hartanya, anaknya dan berkahilah padanya) - HR. Ahmad. Sementara dalam riwayat imam al Bukhari ditambahkan "... fiimaa a'thaahu" apa yang telah Engkau berikan padanya. Hal ini bermaksud, bahwa harta dan anak keturunan yang membawa berkah kepada beliau. Hal ini terbukti di sepanjang hidup beliau.
Wallaahu a'lam bish shawaab,
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏