MAYIT DISHALATKAN 40 ORANG ATAU LEBIH 100 ORANG MUSLIM YANG TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Muslim satu dengan yang lainnya adalah bagaikan satu tubuh. Jika yang satu sakit yang lain akan merasakan penderitaannya. Sehingga setiap perlakuan dihubungkan dalam satu kepentingan salaing memberi manfaat dan pertolongan baik secara pisik maupun non pisik. Terkait dengan kepentingan pisik seperti menolong dengan tenaga, adapun dengan non pisik dapat dalam bentuk saling mendoakan. Nah, dalam hal menyebarkan syafaat dan kebaikan bagi keluruh manusia maka salah satu perbuatan dapat berbentuk penyelenggaraan jenazah sesama muslim. Namun, dengan syarat mereka adalah orang-orang atau umat yang tidak mempersekutukan Allah. Oleh sebab, itu akidah seseorang dengan yang menolongnya seharusnya sama agar dapat memberikan syafaat maupun pertolongan yang bermanfaat dunia dan akhirat.
Imam Muslim berkata,
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَهَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ وَالْوَلِيدُ بْنُ شُجَاعٍ السَّكُونِيُّ قَالَ الْوَلِيدُ حَدَّثَنِي و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي أَبُو صَخْرٍ عَنْ شَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّهُ مَاتَ ابْنٌ لَهُ بِقُدَيْدٍ أَوْ بِعُسْفَانَ فَقَالَ يَا كُرَيْبُ انْظُرْ مَا اجْتَمَعَ لَهُ مِنْ النَّاسِ قَالَ فَخَرَجْتُ فَإِذَا نَاسٌ قَدْ اجْتَمَعُوا لَهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ تَقُولُ هُمْ أَرْبَعُونَ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَخْرِجُوهُ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ
وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ مَعْرُوفٍ عَنْ شَرِيكِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ. (رواه مسلم: ١٥٧٧)
Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Harun bin Sa'id Al Aili dan Al Walid bin Syuja' As Sakuni -Al Walid berkata- telah menceritakan kepadaku -sementara dua orang yang lain berkata- telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab telah mengabarkan kepadaku Abu Shakhr dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir dari Kuraib Maula Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas bahwa anaknya telah meninggal di kawasan Qudaid atau 'Usfan, maka ia pun berkata, "Wahai Kuraib, lihatlah berapa orang yang berkumpul untuk menshalatkannya." Kuraib berkata; Maka aku pun keluar, ternyata orang-orang telah berkumpul untuk (menshalatkan) -nya. Lalu aku memberitahukannya kepada Ibnu Abbas, dan ia bertanya, "Apakah jumlah mereka mencapai empat puluh orang?" Kuraib menjawab, "Ya." Kemudian Ibnu Abbas berkata, "Keluarkanlah mayit itu, karena aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, dan dishalatkan oleh lebih dari empat puluh orang, yang mana mereka tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do'a mereka untuknya.'" Sementara di dalam riwayat Ibnu Ma'ruf adalah dari Syarik bin Abu Namir dari Kuraib dari Ibnu Abbas. (HR. Muslim: 1577 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Lihat jiga: Abu Daud: 2756 dan Ahmad: 2379 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas.
Lafazh lain,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي بَكَّارٍ قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ أَبِي الْمَلِيحِ عَلَى جَنَازَةٍ فَقَالَ أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وَلْتَحْسُنْ شَفَاعَتُكُمْ وَلَوْ اخْتَرْتُ رَجُلًا اخْتَرْتُهُ ثُمَّ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلِيطٍ قَالَ أَبِي و حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ الْحَدَّادُ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلِيطٍ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَيْمُونَةَ وَكَانَ أَخَاهَا مِنْ الرَّضَاعَةِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
و قَالَ أَبُو الْمَلِيحِ الْأُمَّةُ أَرْبَعُونَ إِلَى مِائَةٍ فَصَاعِدًا
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Abu Bakkar berkata, aku shalat jenazah di belakang Abu Al Malih kemudian dia berkata, "Luruskanlah barisan kalian dan baguskanlah syafa'at kalian, sekiranya aku disuruh memilih seorang laki-laki niscaya aku memilihnya. Kemudian dia berkata, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Salith. Bapakku berkata; dan telah menceritakan kepada kami Abu 'Ubaidah Al Haddad berkata, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Salith dari sebagian isteri Nabi ﷺ Maimunah -ia adalah saudara laki-laki sepersusuannya-, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang muslim yang dishalatkan oleh umat kecuali ia akan diberi syafaat karenanya." Abu Al Malih berkata, "Umat itu sebanyak empat puluh sampai seratus orang lebih." (HR. Ahmad: 25584 - Maimunah binti al Harits, ia shahabiyah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 51 H)
Lafazh satu lagi,
حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ عَبْدُ الْوَاحِدِ الْحَدَّادُ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ فَرُّوخٍ أَبُو بَكَّارٍ أَنَّ أَبَا الْمَلِيحِ خَرَجَ عَلَى جَنَازَةٍ فَلَمَّا اسْتَوَى ظَنُّوا أَنَّهُ يُكَبِّرُ فَالْتَفَتَ فَقَالَ اسْتَوُوا لِتَحْسُنَ شَفَاعَتُكُمْ فَإِنِّي لَوْ اخْتَرْتُ رَجُلًا لَاخْتَرْتُ هَذَا إِلَّا أَنَّهُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلِيطٍ عَنْ إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ وَهِيَ مَيْمُونَةُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ النَّاسِ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
قَالَ فَسَأَلْتُ أَبَا الْمَلِيحِ عَنْ الْأُمَّةِ فَقَالَ أَرْبَعُونَ. (رواه أحمد: ٢٥٦٠٧)
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Ubaidah 'Abdul Wahid Al Haddad berkata, telah menceritakan kepada kami Al Hakam bin Faruh Abu Bakkar bahwa Abu Al Malih keluar menengok jenazah, maka ketika dia berada di tengah dan orang-orang mengira bahwa ia akan bertakbir, maka ia pun menoleh lalu berkata, "Luruskanlah barisan kalian agar syafa'at kalian terkabul (untuknya). Sungguh, jika saya disuruh untuk memilih seorang laki-laki, maka saya akan memilih ini, hanya saja Abdullah bin Salith telah menceritakan kepadaku dari salah seorang Ummul Mukminin, Maimunah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang muslim yang dishalatkan oleh umat manusia, kecuali dia akan diberi syafaat." Al Hakam berkata, "Saya bertanya kepada Abu Al Malih tentang maksud dari ummat, maka dia menjawab, "Yaitu empat puluh (orang)." (HR. Ahmad: 25607 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Maimunah binti al Harits, ia shahabiyah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 51 H)
Catatan: Dalam sanad terdapat periwayat bernama: 'Abdullah bin Salith, ia tabi'in kalangan tua negeri hidup Madinah. Ibnu Hajar menilainya maqbul.
Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam an Nasa'i, beliau berkata:
أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَوَاءٍ أَبُو الْخَطَّابِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكَّارٍ الْحَكَمُ بْنُ فَرُّوخَ قَالَ صَلَّى بِنَا أَبُو الْمَلِيحِ عَلَى جَنَازَةٍ فَظَنَنَّا أَنَّهُ قَدْ كَبَّرَ فَأَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ فَقَالَ أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وَلْتَحْسُنْ شَفَاعَتُكُمْ قَالَ أَبُو الْمَلِيحِ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ وَهُوَ ابْنُ سَلِيطٍ عَنْ إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ وَهِيَ مَيْمُونَةُ زَوْجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ أَخْبَرَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ النَّاسِ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
فَسَأَلْتُ أَبَا الْمَلِيحِ عَنْ الْأُمَّةِ فَقَالَ أَرْبَعُونَ. (رواه النشائي: ١٩٦٦)
Telah mengabarkan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dia berkata; telah memberitakan kepada kami Muhammad bin Sawa Abul Khaththab dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Bakkar Al Hakam bin Farrukh dia berkata, "Abul Malih pernah menshalati jenazah bersama kami, lalu kami mengira beliau telah bertakbir! Kemudian beliau menghadapkan wajahnya ke arah kami seraya berkata, "Luruskan barisan dan berikanlah kesaksian baik kalian." Abul Malih berkata, Telah menceritakan kepadaku Abdullah -yakni Ibnu Salith-dari salah seorang Ibu para Mukminin -yaitu Maimunah istri Nabi ﷺ-, ia berkata, "Nabi ﷺ mengabarkan kepadaku, beliau bersabda, "Tidaklah seseorang meninggal dunia, kemudian mati dishalati oleh segolongan umat manusia, kecuali akan diberi syafaat'." Lalu aku bertanya kepada Abul Mulih apa maksud tentang segolongan umat? Ia menjawab, "Empat puluh orang." (HR. An Nasa'i: 1966 - hasan dari Maimunah binti al Harits, ia shahabiyah [istri nabi] negeri hidup Madinah dan wafat tahun 51 H)
Kemudian imam an Nasa'i meriwayatkan, bahwa jika mayit dishalatkan oleh lebih dari seratus orang. Beliau berkata:
أَخْبَرَنَا سُوَيْدٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ سَلَّامِ بْنِ أَبِي مُطِيعٍ الدِّمَشْقِيِّ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ رَضِيعِ عَائِشَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ أَنْ يَكُونُوا مِائَةً يَشْفَعُونَ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
قَالَ سَلَّامٌ فَحَدَّثْتُ بِهِ شُعَيْبَ بْنَ الْحَبْحَابِ فَقَالَ حَدَّثَنِي بِهِ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه النسائي: ١٩٦٤)
Telah mengabarkan kepada kami Suwaid dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Abdullah dari Sallam bin Abu Muthi' Ad Dimasyqi dari Ayyub dari Abu Qibalah dari 'Abdullah bin Yazid -saudara sepersusuan 'Aisyah- dari 'Aisyah Radliyatul anha, dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Tidaklah seorang mayit dishalati oleh umat dari kalangan kaum muslimin yang jumlah mereka mencapai seratus, semuanya memberikan kesaksian baik, kecuali akan diberi syafaat padanya." Sallam berkata; ' hal itu aku ceritakan kepada Syu'aib bin Al Habhab lalu ia berkata; ' Anas bin Malik telah menceritakan hal itu kepadaku dari Nabi ﷺ.' (HR. An Nasa'i: 1964 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H dan Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits 'aziz di awal sanad)
Demikian juga hadits riwayat imam Muslim: 1576 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H dan Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits 'aziz di awal sanad. Begitu juga hadits riwayat Ahmad: 13303 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah dan Anas bin Malik, haditsnya masyhur.
Semakna dengan hadits di atas imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ رَضِيعِ عَائِشَةَ عَنْ عَائِشَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ النَّاسِ يَبْلُغُونَ أَنْ يَكُونُوا مِائَةً فَيَشْفَعُونَ فِيهِ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ. (رواه أحمد: ٢٢٩٩٧)
Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayyub dari Abi Qilabah dari Abdullah bin Yazid -saudara sesusuan Aisyah- dari Aisyah dari Nabi ﷺ: Tidaklah seseorang meninggal dan dishalatkan oleh sekelompok orang yang mencapai seratus orang, lantas mereka meminta syafaat untuk si mayyit selain mereka diberi syafaat untuk si mayyit tersebut. (HR. Ahmad: 22997 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Atau dengan lafazh lain, sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah, beliau berkata:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ أَنْبَأَنَا شَيْبَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ مِائَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ غُفِرَ لَهُ. (رواه إبن ماجه: ١٤٧٧)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Ubaidullah berkata, telah memberitakan kepada kami Syaiban dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa seratus orang kaum muslimin menshalatkan jenazahnya, maka ia akan diampuni." (HR. Ibnu Majah: 1477 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Demikian dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ bahwa seorang yang meninggal kemudian ia dishalatkan oleh umat empat puluh orang muslim atau lebih maka Allah akan mengabulkan doa, memberi syafaat dan kebaikan kepadanya. Umat Muslim yang menyalatkan mesti benar akidahnya yaitu tidak mempersekutukan Allah. Dengan demikian dihubungkan dengan apa yang telah dilakukan sebagaimana diperbuat bagi sesama muslim. Sehingga selalu memberi manfaat satu sama lain. Disisi lain, terdapat penjelasan bukan saja doa dan syafaat tetapi juga kebaikan yang diakui oleh orang banyak yaitu lebih seratus orang dan mereka ini sekaligus menyalatkannya, niscaya ampunan Allah untuknya. Wallaahu a'lam bish Shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏