PESAN ALLAH YANG SANGAT PENTING
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
ALLAH akan memberi pesan dalam al Qur'an. Jika hal tersebut sangat penting, maka Ia memulai ayat dalam surat tertentu dengan kalimat menggugah seperti memulainya dengan harf al muqatha'ah (huruf-huruf yang terputus). Salah satu fungsinya adalah memancing otak dan hati untuk memperhatikan pesan yang akan disampaikan. Contoh surat yang dimaksud, seperti firman Allah berikut:
الۤمّۤ ۗ. (قرآن سورة العنكبوت/٢٩: ١)
Alif Lam Mim. (QS. Al Ankabuut/29: 1)
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ. (قرآن سورة العنكبوت/٢٩: ١)
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?. (QS. Al Ankabuut/29: 2)
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ. (قرآن سورة العنكبوت/٢٩: ٣)
Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al Ankabuut/29: 3)
اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّسْبِقُوْنَا ۗسَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ. (قرآن سورة العنكبوت/٢٩: ٤)
Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!. (QS. Al Ankabuut/29: 4)
Ayat pertama adalah terdiri dari harf al muqatha'ah. Pesan pentingnya adalah Allah akan senantiasa menguji manusia walaupun mereka telah beriman. Jadi, sepanjang hidup mereka akan mendapat ujian agar semakin kuat dan kokoh. Demikian juga halnya yang berbuat jahat. Tujuan tersebut diuraikan dalam ayat lain sebagai berikut:
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗ. (قرآن سورة القيامة/٧٥: ٣٦)
Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?. (QS. Al Qiyaamah/75: 36)
Selanjutnya,
ۨالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ. (قرآن سورة الملك/٦٧: ٢)
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. (QS. Al Muluk/67: 2)
Begitulah cara Allah mengingatkan dan menegur manusia agar mereka berfikir. Dengan demikian diharapkan mereka selalu ingat dan sadar, baik dalam kondisi senang maupun susah.
Simak riwayat berikut:
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنَا عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ سَمِعْتُ أَبَا عُثْمَانَ يُحَدِّثُ عَنْ أُسَامَةَ أَنَّ بِنْتًا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِ وَمَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ وَسَعْدٌ وَأُبَيٌّ أَنَّ ابْنِي قَدْ احْتُضِرَ فَاشْهَدْنَا فَأَرْسَلَ يَقْرَأُ السَّلَامَ وَيَقُولُ إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَمَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَتَحْتَسِبْ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ تُقْسِمُ عَلَيْهِ فَقَامَ وَقُمْنَا مَعَهُ فَلَمَّا قَعَدَ رُفِعَ إِلَيْهِ فَأَقْعَدَهُ فِي حَجْرِهِ وَنَفْسُ الصَّبِيِّ جُئِّثُ فَفَاضَتْ عَيْنَا رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَعْدٌ مَا هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هَذِهِ رَحْمَةٌ يَضَعُهَا اللَّهُ فِي قُلُوبِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَإِنَّمَا يَرْحَمُ اللَّهُ مِنْ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ. (رواه البخاري: ٦١٦٣)
Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu'bah Telah mengabarkan kepada kami 'Ashim Al Ahwal aku mendengar Abu 'Utsman menceritakan dari Usamah, bahwa putri Rasulullah ﷺ (Zaenab) mengutus utusan untuk menemui Rasulullah, yang ketika itu Rasulullah ﷺ bersama Usamah bin Zaid, Sa'd, dan Ubai. Sang utusan menyampaikan pesan yang isinya; 'Anak laki-lakiku telah menghadapi saat-saat kematian, maka kunjungilah kami'. Nabi kemudian mengutus seseorang, menyampaikan salam dan mengatakan, "Milik Allah sematalah segala yang diambil-Nya dan yang diberikan-Nya, dan segala sesuatu di sisi-Nya ada ketentuan ajal tersendiri, maka suruhlah dia untuk bersabar dan mengharap pahala." Lantas putri Nabi mengutus utusan untuk kedua kalinya, dan putri beliau menyertakan sumpah. Maka beliau berdiri dan kami pun berdiri bersamanya. Tatkala beliau sampai (dan beliau) telah duduk, anak laki-laki dari putri beliau (cucunya) diangkat kepada beliau, dan beliau mendudukkan di pangkuannya, ketika itu cucu beliau nafasnya sudah tersengal-sengal. Kedua mata Rasulullah pun bercucuran. Maka Sa'd bertanya: 'Mengapa mata Anda sampai bercucuran?" Nabi menjawab, "Ini adalah tanda kasih sayang yang Allah letakkan di hati hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah menyayangi hamba-Nya yang berhati penyayang." (HR. Al Bukhari: 6163 - shahih dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Surahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H)
Begitu juga hadits riwayat al Bukhari: 1204, 6112, 6829 dan 6894, Muslim: 1531, an Nasa'i: 1845 - shahih dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Surahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏