Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum waramatullaahi wabarakaatuh.
Muhammad adalah nabi dan rasul Allah. Disamping beliau manusia biasa beliau juga seorang nabi dan rasul. Beliau diberi wahyu oleh Allah untuk disampaikan dan diamalkan kepada umatnya. Sikap dan perbuatan beliau patut diikuti dan ditauladani. Demikian juga ijtihad beliau tentang masalah agama atau pun penjelasan beliau tentang suatu masalah hidup dan kehidupan. Sikap beliau terhadap panggilan pun tidak luput dari permasalahan layak atau tidaknya diperuntukkan kepada beliau.
Berikut adalah salah satu contoh mungkin sebagian memandang baik dan layak. Namun bagi beliau sendiri dikarenakan keluhuran budi pekerti beliau, sehingga menolak panggilan tersebut. Panggilan tersebut adalah panggilan "saidina" atau yang mulia/tuan kami. Sebagaimana beliau jelaskan dalam riwayat berikut:
حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ
أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدَنَا وَابْنَ سَيِّدِنَا وَيَا خَيْرَنَا وَابْنَ خَيْرِنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قُولُوا بِقَوْلِكُمْ وَلَا يَسْتَهْوِيَنَّكُمْ الشَّيْطَانُ أَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا أُحِبُّ أَنْ تَرْفَعُونِي فَوْقَ مَا رَفَعَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ.
حَدَّثَنَاه الْأَشْيَبُ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ وَعَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ وَلَا يَسْتَجْرِئَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ. (رواه أحمد: ١٣٠٤١)
Telah menceritakan kepada kami Mu'ammal telah menceritakan kepada kami Hammad dari Humaid dari Anas, ada seorang laki-laki menyapa, "Wahai tuan kami dan anak tuan kami, wahai orang terbaik dan anak orang terbaik". Kemudian Nabi ﷺ bersabda: " Wahai manusia, katakanlah yang sewajarnya saja, dan jangan setan memperdayainya, saya adalah Muhammad bin Abdullah, Rasul Allah. Demi Allah, saya tidak suka kalian meninggikanku melebihi dari yang Allah Azza wa Jalla tetapkan".
Telah menceritakan kepada kami Al Asyyab dari Hammad dari Tsabit dari Anas dan 'Affan telah menceritakan kepada kami Hammad telah menceritakan kepada kami Tsabit, "Dan janganlah kalian menjadi lancang karena (godaan) setan". (HR. Ahmad: 13041 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Kitab; Sisa musnad sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, bab; Musnad Anas bin Malik radhiyallahu'anhu).
Lihad juga hadits riwayat Ahmad: 12093 dan 13106 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H.
Seperti hal juga diriwayatka dalam sunan Abu Daud berikut:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا بِشْرٌ يَعْنِي ابْنَ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا أَبُو مَسْلَمَةَ سَعِيدُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ مُطَرِّفٍ قَالَ قَالَ أَبِي
انْطَلَقْتُ فِي وَفْدِ بَنِي عَامِرٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا أَنْتَ سَيِّدُنَا فَقَالَ السَّيِّدُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قُلْنَا وَأَفْضَلُنَا فَضْلًا وَأَعْظَمُنَا طَوْلًا فَقَالَ قُولُوا بِقَوْلِكُمْ أَوْ بَعْضِ قَوْلِكُمْ وَلَا يَسْتَجْرِيَنَّكُمْ الشَّيْطَانُ. (رواه أبوداود: ٤١٧٢)
Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Bisyr -maksudnya Bisyr bin Al Mufadhdhal berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Maslamah Sa'id bin Yazid dari Abu Nadhrah dari Mutharrif ia berkata; Bapakku berkata, "Aku pergi bersama rombongan utusan bani Amir menemui Rasulullah ﷺ. Kami lalu berkata, "Engkau adalah junjungan kami." Beliau langsung menyahut: "Junjungan itu hanyalah Allah Ta'ala semata." Kami berkata lagi, "Engkau adalah yang paling utama di antara kami dan memiliki kemuliaan yang besar." Beliau bersabda: "Berkatalah kalian dengan perkataan kalian, atau sebagian dari perkataan kalian (tidak perlu banyak pujian), dan jangan sekali-kali kalian terpengaruh oleh setan." (HR. Abu Daud: 4172 - shahih dari 'Abdullah bin asy Syakhir, ia shahabat dan negeri hidup Bashrah, kitab; Adab, bab; Larangan dalam hal pujian. Hadits ahlul Bashrah)
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏