“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

PERNIKAHAN MUHAMMAD DAN 'AISYAH BINTI ABI BAKAR ASH SHIDDIQ

Oleh: Samsurizal, SIQ, S. ThI, MA

Sebagaimana diketahui bahwa 'Aisyah adalah salah satu istri nabi yang termuda dan dinikahi oleh beliau masih gadis. Oleh karena itu, keistimewaan beliau sangat dikagumi. Mestinya hal ini menjadi tauladan dan panutan bagi wanita muslim. Karena keikhlasan dan kesiapan beliau menerima nabi sebagai suami beliau berikut dengan harapan kebahagiaan yang disebabkan oleh ketaatan dan ketakwaannya kepada Allah.

Riwayat tentang pernikahan mereka terekam dalam banyak riwayat. Dimana satu dan yang lainnya saling melengkapi dan menguatkan. Berikut penulis paparkan riwayat-riwayat tersebut:

و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَهَا وَهِيَ بِنْتُ سَبْعِ سِنِينَ وَزُفَّتْ إِلَيْهِ وَهِيَ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ وَلُعَبُهَا مَعَهَا وَمَاتَ عَنْهَا وَهِيَ بِنْتُ ثَمَانَ عَشْرَةَ. (رواه مسلم: ٢٥٤٩)

Telah menceritakan kepada kami Abd bin Humaid telah mengabarkan kepada kami Abdur Razzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari 'Urwah dari 'Aisyah; "Bahwa Nabi ﷺ menikahinya, ketika dia berusia enam tahun, dan dia diantar ke kamar beliau ketika berusia sembilan tahun, dan ketika itu dia sedang membawa bonekanya, sedangkan beliau wafat darinya ketika dia berusia delapan belas tahun." (HR. Muslim: 2549 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Selanjutnya dijelaskan,

و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَ يَحْيَى وَإِسْحَقُ أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ بِنْتُ سِتٍّ وَبَنَى بِهَا وَهِيَ بِنْتُ تِسْعٍ وَمَاتَ عَنْهَا وَهِيَ بِنْتُ ثَمَانَ عَشْرَةَ. (رواه مسلم: ٢٥٥٠)

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, Ishaq bin Ibrahim, Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib. Yahya dan Ishaq mengatakan; Telah mengabarkan kepada kami, sedangkan yang dua mengatakan; Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Ibrahim dari Al Aswad dari 'Aisyah dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan berumah tangga dengannya ketika berusia sembilan tahun dan tatkala beliau wafat dia berusia delapan belas tahun." (HR. Muslim: 2550 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Begitu juga hadits riwayat al Bukhari: 4738 dengan lafazh,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَزَوَّجَهَا وَهِيَ بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ وَأُدْخِلَتْ عَلَيْهِ وَهِيَ بِنْتُ تِسْعٍ وَمَكَثَتْ عِنْدَهُ تِسْعًا. (رواه البخاري: ٤٧٣٨)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam dari bapaknya dari Aisyah radhiallahu'anha, bahwasanya; Nabi ﷺ menikahinya saat ia berumur enam tahun, dan ia digauli saat berumur sembilan tahun. Dan Aisyah hidup bersama dengan beliau selama sembilan tahun. (HR. Al Bukhari: 4738 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Lihat juga hadits riwayat al Bukhari: 4739, Muslim: 2548, 2550, an Nasa'i: 3203 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Sedangkan pada riwayat yang lain diriwayatkan secara mauquf dari 'Urwah bin az Zubair bin al 'Awwam bin Khuwailid bin Asad bin 'Abdul 'Izzi bin Qu, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 93 H. Ia periwayat tsiqah. Diceritakan dalam riwayat al Bukhari: 4761 bahwa,

حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ تَزَوَّجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَائِشَةَ وَهِيَ بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ وَبَنَى بِهَا وَهِيَ بِنْتُ تِسْعٍ وَمَكَثَتْ عِنْدَهُ تِسْعًا. (رواه البخاري: ٤٧٦١)

Telah menceritakan kepada kami Qabishah bin Utbah Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hisyam bin Urwah dari Urwah bahwasnya, "Nabi ﷺ menikahi Aisyah saat ia berumur enam tahun, kemudian beliau hidup bersama dengannya (menggaulinya) saat berumur sembilan tahun. Dan Aisyah hidup bersama Rasulullah ﷺ juga selama sembilan tahun." (HR. Al Bukhari: 4761 - shahih dari 'Urwah bin az Zubair bin al 'Awwam bin Khuwailid bin Asad bin 'Abdul 'Izzi bin Qu, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 93 H)

Lebih lanjut, imam Malik meriwayat bahwa,

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَأُدْخِلْتُ عَلَيْهِ فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَائِهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي قَالَ وَكَانَتْ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ عَلَى النِّسَاءِ فِي شَوَّالٍ. (رواه مالك: ٢١١٤)

Telah mengabarkan kepada kami 'Ubaidullah bin Musa dari Sufyan dari Isma'il bin Umayyah dari Abdullah bin 'Urwah dari 'Urwah dari 'Aisyah, ia berkata; Rasulullah ﷺ menikahiku pada Bulan Syawal, dan aku berumah tangga pada bulan Syawal. Siapakah diantara istri beliau yang lebih mendapatkan bagian di sisinya daripada diriku?, " 'Urwah berkata, "Beliau sangat senang bila berumah tangga dengan para istrinya (yang baru) di bulan Syawal. (HR. Malik: 2114 - shahih [isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani] - dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Demikian juga hadits riwayat Muslim: 2551, at Tirmidzi: 1013, an Nasa'i: 3084 dan 3324 - dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Sedangkan redaksi lain, riwayat Ibnu Majah: 1980 bahwa,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعُ بْنُ الْجَرَّاحِ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ جَمِيعًا عَنْ سُفْيَانَ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَائِهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ. (رواه إبن ماجه: ١٩٨٠)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' Ibnul Jarrah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr Bakr bin Khalaf berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id semuanya dari Sufyan dari Isma'il bin Umayyah dari Abdullah bin Urwah dari Urwah dari 'Aisyah ia berkata, "Nabi ﷺ menikahiku di bulan Syawal, dan hidup berumah tangga denganku juga pada bulan Syawal. Karenanya, siapakah di antara istrinya yang lebih beruntung daripadaku?" Dan 'Aisyah paling suka jika malam pertama itu dilakukan pada bulan Syawal." (HR. Ibnu Majah: 1980 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Begitu juga diceritakan dalam hadits riwayat Ahmad: 23137 dan 24534 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam hadits yang panjang tentang proses pernikahan 'Aisyah dan Rasulullah, ini terjadi setelah Khadijah wafat. Riwayat dimaksud adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ وَيَحْيَى قَالَا لَمَّا هَلَكَتْ خَدِيجَةُ جَاءَتْ خَوْلَةُ بِنْتُ حَكِيمٍ امْرَأَةُ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَزَوَّجُ قَالَ مَنْ قَالَتْ إِنْ شِئْتَ بِكْرًا وَإِنْ شِئْتَ ثَيِّبًا قَالَ فَمَنْ الْبِكْرُ قَالَتْ ابْنَةُ أَحَبِّ خَلْقِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْكَ عَائِشَةُ بِنْتُ أَبِي بَكْرٍ قَالَ وَمَنْ الثَّيِّبُ قَالَتْ سَوْدَةُ ابْنَةُ زَمْعَةَ قَدْ آمَنَتْ بِكَ وَاتَّبَعَتْكَ عَلَى مَا تَقُولُ قَالَ فَاذْهَبِي فَاذْكُرِيهِمَا عَلَيَّ فَدَخَلَتْ بَيْتَ أَبِي بَكْرٍ فَقَالَتْ يَا أُمَّ رُومَانَ مَاذَا أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ مِنْ الْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ قَالَتْ وَمَا ذَاكَ قَالَتْ أَرْسَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْطُبُ عَلَيْهِ عَائِشَةَ قَالَتْ انْتَظِرِي أَبَا بَكْرٍ حَتَّى يَأْتِيَ فَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ فَقَالَتْ يَا أَبَا بَكْرٍ مَاذَا أَدْخَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ مِنْ الْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ قَالَ وَمَا ذَاكَ قَالَتْ أَرْسَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْطُبُ عَلَيْهِ عَائِشَةَ قَالَ وَهَلْ تَصْلُحُ لَهُ إِنَّمَا هِيَ ابْنَةُ أَخِيهِ فَرَجَعَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَتْ لَهُ ذَلِكَ قَالَ ارْجِعِي إِلَيْهِ فَقُولِي لَهُ أَنَا أَخُوكَ وَأَنْتَ أَخِي فِي الْإِسْلَامِ وَابْنَتُكَ تَصْلُحُ لِي فَرَجَعَتْ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ قَالَ انْتَظِرِي وَخَرَجَ قَالَتْ أُمُّ رُومَانَ إِنَّ مُطْعِمَ بْنَ عَدِيٍّ قَدْ كَانَ ذَكَرَهَا عَلَى ابْنِهِ فَوَاللَّهِ مَا وَعَدَ مَوْعِدًا قَطُّ فَأَخْلَفَهُ لِأَبِي بَكْرٍ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ عَلَى مُطْعِمِ بْنِ عَدِيٍّ وَعِنْدَهُ امْرَأَتُهُ أُمُّ الْفَتَى فَقَالَتْ يَا ابْنَ أَبِي قُحَافَةَ لَعَلَّكَ مُصْبٍ صَاحِبَنَا مُدْخِلُهُ فِي دِينِكَ الَّذِي أَنْتَ عَلَيْهِ إِنْ تَزَوَّجَ إِلَيْكَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ لِلْمُطْعِمِ بْنِ عَدِيٍّ آقَوْلَ هَذِهِ تَقُولُ قَالَ إِنَّهَا تَقُولُ ذَلِكَ فَخَرَجَ مِنْ عِنْدِهِ وَقَدْ أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَا كَانَ فِي نَفْسِهِ مِنْ عِدَتِهِ الَّتِي وَعَدَهُ فَرَجَعَ فَقَالَ لِخَوْلَةَ ادْعِي لِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَتْهُ فَزَوَّجَهَا إِيَّاهُ وَعَائِشَةُ يَوْمَئِذٍ بِنْتُ سِتِّ سِنِينَ ثُمَّ خَرَجَتْ فَدَخَلَتْ عَلَى سَوْدَةَ بِنْتِ زَمْعَةَ فَقَالَتْ مَاذَا أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكِ مِنْ الْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ قَالَتْ مَا ذَاكَ قَالَتْ أَرْسَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْطُبُكِ عَلَيْهِ قَالَتْ وَدِدْتُ ادْخُلِي إِلَى أَبِي فَاذْكُرِي ذَاكَ لَهُ وَكَانَ شَيْخًا كَبِيرًا قَدْ أَدْرَكَهُ السِّنُّ قَدْ تَخَلَّفَ عَنْ الْحَجِّ فَدَخَلَتْ عَلَيْهِ فَحَيَّتْهُ بِتَحِيَّةِ الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ مَنْ هَذِهِ فَقَالَتْ خَوْلَةُ بِنْتُ حَكِيمٍ قَالَ فَمَا شَأْنُكِ قَالَتْ أَرْسَلَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَخْطُبُ عَلَيْهِ سَوْدَةَ قَالَ كُفْءٌ كَرِيمٌ مَاذَا تَقُولُ صَاحِبَتُكِ قَالَتْ تُحِبُّ ذَاكَ قَالَ ادْعُهَا لِي فَدَعَيْتُهَا قَالَ أَيْ بُنَيَّةُ إِنَّ هَذِهِ تَزْعُمْ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ قَدْ أَرْسَلَ يَخْطُبُكِ وَهُوَ كُفْءٌ كَرِيمٌ أَتُحِبِّينَ أَنْ أُزَوِّجَكِ بِهِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ ادْعِيهِ لِي فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِ فَزَوَّجَهَا إِيَّاهُ فَجَاءَهَا أَخُوهَا عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ مِنْ الْحَجِّ فَجَعَلَ يَحْثِي فِي رَأْسِهِ التُّرَابَ فَقَالَ بَعْدَ أَنْ أَسْلَمَ لَعَمْرُكَ إِنِّي لَسَفِيهٌ يَوْمَ أَحْثِي فِي رَأْسِي التُّرَابَ أَنْ تَزَوَّجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ.

قَالَتْ عَائِشَةُ فَقَدِمْنَا الْمَدِينَةَ فَنَزَلْنَا فِي بَنِي الْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ فِي السُّنْحِ قَالَتْ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلَ بَيْتَنَا وَاجْتَمَعَ إِلَيْهِ رِجَالٌ مِنْ الْأَنْصَارِ وَنِسَاءٌ فَجَاءَتْنِي أُمِّي وَإِنِّي لَفِي أُرْجُوحَةٍ بَيْنَ عَذْقَيْنِ تَرْجَحُ بِي فَأَنْزَلَتْنِي مِنْ الْأُرْجُوحَةِ وَلِي جُمَيْمَةٌ فَفَرَقَتْهَا وَمَسَحَتْ وَجْهِي بِشَيْءٍ مِنْ مَاءٍ ثُمَّ أَقْبَلَتْ تَقُودُنِي حَتَّى وَقَفَتْ بِي عِنْدَ الْبَابِ وَإِنِّي لَأَنْهَجُ حَتَّى سَكَنَ مِنْ نَفْسِي ثُمَّ دَخَلَتْ بِي فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ عَلَى سَرِيرٍ فِي بَيْتِنَا وَعِنْدَهُ رِجَالٌ وَنِسَاءٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَأَجْلَسَتْنِي فِي حِجْرِهِ ثُمَّ قَالَتْ هَؤُلَاءِ أَهْلُكِ فَبَارَكَ اللَّهُ لَكِ فِيهِمْ وَبَارَكَ لَهُمْ فِيكِ فَوَثَبَ الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ فَخَرَجُوا وَبَنَى بِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِنَا مَا نُحِرَتْ عَلَيَّ جَزُورٌ وَلَا ذُبِحَتْ عَلَيَّ شَاةٌ حَتَّى أَرْسَلَ إِلَيْنَا سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ بِجَفْنَةٍ كَانَ يُرْسِلُ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَارَ إِلَى نِسَائِهِ وَأَنَا يَوْمَئِذٍ بِنْتُ تِسْعِ سِنِينَ. (رواه أحمد: ٢٤٥٨٧)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Amru dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dan Yahya keduanya berkata, "Tatkala Khadijah wafat, Khaulah binti Hakim istri Utsman bin Mazh'un datang seraya berkata; 'Wahai Rasulullah! Tidakkah engkau akan menikah lagi? 'Beliau bertanya: 'Dengan siapa? ' ia menjawab; 'Jika engkau mau dengan perawan, dan jika engkau mau dengan janda. 'Beliau bertanya: 'Siapa gadis perawannya? ' ia menjawab; 'Dia adalah anak perempuan ciptaan Allah yang paling engkau cintai, Aisyah binti Abu Bakar.' Beliau bertanya, "Adapun yang janda?" ia menjawab; 'Saudah binti Zam'ah, dia telah beriman kepadamu dan mengikuti apa yang engkau katakan. 'Beliau bersabda, 'Pergilah dan ceritakan kepadaku. 'Lalu ia masuk ke rumah Abu Bakar seraya berkata; 'Wahai Ummu Rumman, kebaikan dan keberkahan apakah yang telah Allah masukkan kepada kalian? 'Ummu Rumman balik bertanya; 'Apa maksudnya? 'ia menjawab; 'Rasulullah ﷺ telah mengutusku untuk meminang Aisyah. 'Ummu Ruman berkata; 'Tunggulah Abu Bakar datang. 'Akhirnya Abu Bakar pun datang. Ia berkata; 'Kebaikan dan keberkahan apakah yang telah Allah masukkan kepada kalian? 'Abu Bakar balik bertanya; 'Apa maksudnya? ' ia menjawab; 'Rasulullah ﷺ telah mengutusku untuk meminang Aisyah. 'Abu Bakar berkata; 'Apakah dia pantas untuk beliau, karena dia adalah anak perempuan saudaranya.' Lalu ia kembali kepada Rasulullah ﷺ dan menceritakan hal itu kepadanya. Beliau bersabda, 'Kembalilah kepadanya dan katakan kepadanya; 'Saya dan kamu adalah saudara dalam agama, dan anakmu pantas untukku.' Kemudian ia kembali dan menceritakan hal itu kepadanya. Abu Bakar berkata; 'Tunggulah. 'Lalu dia pergi. Ummu Ruman berkata; 'Sesungguhnya Muth'im bin Adiy telah meminta 'Aisyah, tapi demi Allah, dia tidak pernah sama sekali berjanji apapun dan Abu Bakar menangguhkannya. Abu Bakar pun menemui Muth'im bin 'Adiy, sementara di sisinya ada istrinya, Ummul Fata. Ummul Fata berkata; 'Wahai Ibnu Qahafah, semoga engkau bisa memasukkan suami kami ke dalam agama yang kamu anut apabila ia menikahi anakmu. 'Abu Bakar berkata kepada Muth'im bin Adiy; 'Saya katakan sebagaimana yang dia katakan. 'Abu Bakar berkata; 'Sesungguhnya dia telah mengatakan hal itu. Ia pun pergi dari sisinya, dan sungguh Allah telah menghilangkan janji yang ada pada dirinya yang telah ia janjikan. Kemudian Abu Bakar berkata kepada Khaulah; 'Panggilkan Rasulullah kepadaku. 'Lalu ia memanggilnya dan menikahkan Aisyah dengan beliau. Tatkala itu, Aisyah masih berumur enam tahun. Kemudian Khaulah binti Hakim pergi menemui Saudah binti Zam'ah, dia bertanya; 'Kebaikan dan keberkahan apakah yang telah Allah masukkan kepadamu? ' Saudah balik bertanya; 'Apa maksudnya? ' ia menjawab; 'Rasulullah ﷺ telah mengutusku untuk meminangkanmu. 'Saudah berkata; 'Saya sangat menyukainya, temuilah ayahku dan ceritakan hal itu kepadanya.' Ayahnya Saudah adalah seorang yang sudah tua dan rentah. Ia pernah terlambat melaksanakan haji. Lalu Khaulah menemuinya dan mengucapkan salam seperti yang diucapkan pada masa jahiliah. Lalu ia bertanya; 'Siapa ini. ' Khaulah menjawab; 'Khaulah binti Hakim. 'Dia bertanya; 'Ada keperluan apa kamu? ' Khaulah berkata; 'Muhammad bin Abdullah telah mengutusku untuk meminang Saudah. 'Ia berkata; 'Ini adalah sekufu yang mulia. Lalu apa yang dikatakan sahabatmu, Saudah? 'Khaulah menjawab; 'Dia sangat menyukai hal itu. 'Dia berkata; 'Panggilkan dia untukku. 'Lalu aku memanggilnya dan dia berkata; 'Wahai anakku! Sesungguhnya wanita ini mengaku bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib telah mengutusnya untuk meminangmu dan dia adalah sekufu yang mulia. Apakah engkau senang bila aku menikahkanmu dengan beliau? ' Saudah menjawab; 'Ya. 'Dia berkata; 'Panggilkan beliau untukku. 'Lalu Rasulullah ﷺ datang kepadanya dan ia menikahkan Saudah dengannya. Kemudian saudaranya Saudah, Abdu bin Zam'ah, datang sehabis berhaji. Ia menaburkan tanah di kepalanya seraya berkata; 'Setelah saya masuk Islam, demi engkau sesungguhnya aku adalah orang bodoh, hari di mana aku menaburkan tanah di kepala ku, hari tatkala Rasulullah ﷺ menikahi Saudah binti Zam'ah '."

Aisyah berkata, "Lalu kami datang ke Madinah dan kami singgah di tempat bani Harits bin Khazraj di Sunhi." Aisyah berkata, "Rasulullah ﷺ datang dan memasuki rumah kami, dan berkumpullah orang-orang Anshar baik lelaki ataupun perempuan. Ibuku juga mendatangiku sementara aku sedang bermain dengan dua orang temanku, lalu ibuku mengambilku dari tempat bermainku. Ketika itu rambutku rontok, lalu ia membersihkannya dan membuangnya. Kemudian ia mengusap wajahku dengan air, ia menuntunku hingga ia dan aku sampai di depan pintu. Saya tidak bergerak hingga jiwaku terasa tenang. Lalu ibuku menemuiku sedang Rasulullah ﷺ telah duduk di atas ranjang di rumah kami, sementara disekelilingnya para lelaki dan wanita Anshar. Lalu ibuku mendudukkanku di pangkuannya, ia berkata; 'Mereka adalah keluargamu, semoga Allah memberkahimu terhadap mereka dan semoga Allah memberkahi mereka atas dirimu. 'Lalu para lelaki dan wanita segera beranjak pergi dan Rasulullah ﷺ mulai menggauliku di rumah kami. Tidaklah disembelihkan untukku unta dan tidak pula kambing, hingga Sa'ad bin Ubadah mengirimkan panci besar kepada kami. Ia mengirimkannya kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau ingin mengelilingi para istri-istrinya, sementara aku ketika itu masih berumur sembilan tahun." (HR. Ahmad: 24587 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Imam at Tirmidzi meriwayatkan bahwa,

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا حَسَدْتُ أَحَدًا مَا حَسَدْتُ خَدِيجَةَ وَمَا تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا بَعْدَ مَا مَاتَتْ وَذَلِكَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشَّرَهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ مِنْ قَصَبٍ قَالَ إِنَّمَا يَعْنِي بِهِ قَصَبَ اللُّؤْلُؤِ. (رواه الترمذي: ٣٨١١)

Telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Al Huraits telah menceritakan kepada kami Al Fadhl bin Musa dari Hisyam bin 'Urwah dari ayahnya dari Aisyah dia berkata, "Saya tidak pernah iri terhadap seorang pun seperti keirianku terhadap Khadijah, dan tidaklah Rasulullah ﷺ menikahiku kecuali setelah wafatnya Khadijah, yang demikian itu karena beliau telah memberi kabar gembira kepadanya dengan rumah di surga yang terbuat dari permata, yang di dalamnya tidak ada teriakan dan keletihan." Abu Isa berkata, "Hadits ini adalah hadits hasan shahih. (perkataannya) dari qashab adalah qashabul lu`lu` (permata)." (HR. At Tirmidzi: 3811 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Begitu juga hadits riwayat al Bukhari: 1666 dan 3535, Muslim: 4461 [hadits ahlul Kufah] - shahih dari 'Abdullah bin Abi 'Aufa 'Alqamah bin Khalid, ia shahabat kuniyahnya Abu Ibrahim negeri hidup Kufah dan wafat tahun 87 H. Prihal kabar gembira untuk Khadijah tersebut juga diriwayatkan oleh imam Ahmad dalam musnadnya nomor hadits 1666 - shahih [sanadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth] dari 'Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib, ia shahabat kuniyahnya Abu Ja'far negeri hidup Madinah dan wafat tahun 80 H.

Selanjutnya, imam al Bukhari meriwayatkan bahwa 'Aisyah dinikahi Rasul, tiga tahun setelah Khadijah wafat. Sebagaimana riwayat berikut:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ مَا غِرْتُ عَلَى امْرَأَةٍ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ مِنْ كَثْرَةِ ذِكْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاهَا قَالَتْ وَتَزَوَّجَنِي بَعْدَهَا بِثَلَاثِ سِنِينَ وَأَمَرَهُ رَبُّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَوْ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام أَنْ يُبَشِّرَهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ. (رواه البخاري: ٣٥٣٣)

Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin 'Sa'id telah bercerita kepada kami Humaid bin 'Abdur Rahman dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya dari 'Aisyah radhiallahu 'anha berkata, "Tidaklah aku cemburu kepada salah seorang wanita sebagaimana kecemburuanku terhadap Khadijah karena seringnya Rasulullah ﷺ menyebut-nyebutnya (memuji dan menyanjungnya) 'Aisyah radhiallahu 'anha berkata, "Beliau menikahi aku tiga tahun setelah Khadijah meninggal dunia dan Rabb-nya 'Azza wa Jalla memerintahkan beliau atau memerintahkan Jibril 'alaihissalam untuk memberi kabar gembira kepadanya bahwa dia akan mendapatkan rumah terbuat dari mutiara (di surga kelak) ". (HR. Al Bukhari: 3533 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Dari riwayat-riwayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, Rasullah ﷺ menikahi 'Aisyah pada usia enam tahun di bulan Syawal. Pernikahan itu terjadi pada tiga tahun setelah Khadijah wafat. Beliau membina rumahtangga dengannya pada usia sembilan tahun di bulan Syawal. 'Aisyah lebih suka bila malam pertamanya pada bulan Syawal. Begitu juga 'Aisyah juga senang jika para wanita dinikahkan pada bulan Syawal. 'Urwah berkata, "Beliau (Rasul) sangat senang bila berumah tangga dengan para istrinya (yang baru) di bulan Syawal. Mereka berumah tangga selama sembilan tahun, sampai Rasul wafat pada usia lebih kurang umur 63 tahun. Sementara 'Aisyah berumur 18 tahun. Diriwayatkan juga bahwa, satu-satunya dari istri Rasul ﷺ yang beliau nikahi waktu masih gadis adalah 'Aisyah. Sebagian menginformasikan bahwa 'Aisyah binti Abi Bakar berkeluarga dengan Nabi Muhammad adalah pada usia lima belas tahun (Irene: Islam dihujat).

Penjelasan tersebut di atas sebagaimana diperoleh dari hadits riwayat al Bukhari, Muslim, at Tirmidzi, an Nasa'i, Ibnu Majah, Malik dan Ahmad. Diriwayat dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. 'Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib, ia shahabat kuniyahnya Abu Ja'far negeri hidup Madinah dan wafat tahun 80 H. 'Abdullah bin Abi 'Aufa 'Alqamah bin Khalid, ia shahabat kuniyahnya Abu Ibrahim negeri hidup Kufah dan wafat tahun 87 H. Dan dari 'Urwah bin az Zubair bin al 'Awwam bin Khuwailid bin Asad bin 'Abdul 'Izzi bin Qu, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 93 H.

Wallahu a'lam bish shawaab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]