MENGHINDARI TAKDIR ALLAH
(wabah penyakit dan doa agar terhindar dari penyakit menular)
OLEH: SAMSURIZAL, MA
Takdir Allah tidak dapat ditolak, tetapi Allah senantiasa memberi peluang bagi hamba-Nya untuk menghindar kepada takdir yang lain semampunya. Manusia dituntut dan mempunyai kemampuan untuk memilih takdir yang lain. Karena potensi untuk menghindar itu dianugerahi oleh Allah dengan akal. Akal akan bergerak dan mencari jalan lain agar menerima takdir lain. Akhir dari takdir itu sudah ditetapkan oleh Allah di dalam kitab-Nya di lauh mahfuzh yang sudah ditetapkan sejak azali. Takdir azali inilah yang akhirnya akan berlaku. Selama masih diberi kesempatan (hidup) maka jalan untuk menghindarinya terbuka lebar. Oleh karena itu, Allah senantiasa memgawasi manusia dan makhluk yang lain secara berkesinambungan sesuai sunnatullah. Demikian halnya kejadian-kejadian yang bersifat duniawi akan tetap berubah dengan sunnatullah.
Penulis mencoba menguraikan hal tersebut berdasarkan nash (al Qur'an dan Al Hadits) yang penulis pahami dari nash tersebut.
HADITS-HADITS TENTANG TAKDIR
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ حَتَّى إِذَا كَانَ بِسَرْغَ لَقِيَهُ أُمَرَاءُ الْأَجْنَادِ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ وَأَصْحَابُهُ فَأَخْبَرُوهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِأَرْضِ الشَّأْمِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَقَالَ عُمَرُ ادْعُ لِي الْمُهَاجِرِينَ الْأَوَّلِينَ فَدَعَاهُمْ فَاسْتَشَارَهُمْ وَأَخْبَرَهُمْ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ فَاخْتَلَفُوا فَقَالَ بَعْضُهُمْ قَدْ خَرَجْتَ لِأَمْرٍ وَلَا نَرَى أَنْ تَرْجِعَ عَنْهُ وَقَالَ بَعْضُهُمْ مَعَكَ بَقِيَّةُ النَّاسِ وَأَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا نَرَى أَنْ تُقْدِمَهُمْ عَلَى هَذَا الْوَبَاءِ فَقَالَ ارْتَفِعُوا عَنِّي ثُمَّ قَالَ ادْعُوا لِي الْأَنْصَارَ فَدَعَوْتُهُمْ فَاسْتَشَارَهُمْ فَسَلَكُوا سَبِيلَ الْمُهَاجِرِينَ وَاخْتَلَفُوا كَاخْتِلَافِهِمْ فَقَالَ ارْتَفِعُوا عَنِّي ثُمَّ قَالَ ادْعُ لِي مَنْ كَانَ هَا هُنَا مِنْ مَشْيَخَةِ قُرَيْشٍ مِنْ مُهَاجِرَةِ الْفَتْحِ فَدَعَوْتُهُمْ فَلَمْ يَخْتَلِفْ مِنْهُمْ عَلَيْهِ رَجُلَانِ فَقَالُوا نَرَى أَنْ تَرْجِعَ بِالنَّاسِ وَلَا تُقْدِمَهُمْ عَلَى هَذَا الْوَبَاءِ فَنَادَى عُمَرُ فِي النَّاسِ إِنِّي مُصَبِّحٌ عَلَى ظَهْرٍ فَأَصْبِحُوا عَلَيْهِ قَالَ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ أَفِرَارًا مِنْ قَدَرِ اللَّهِ فَقَالَ عُمَرُ لَوْ غَيْرُكَ قَالَهَا يَا أَبَا عُبَيْدَةَ نَعَمْ نَفِرُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ إِلَى قَدَرِ اللَّهِ أَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لَكَ إِبِلٌ هَبَطَتْ وَادِيًا لَهُ عُدْوَتَانِ إِحْدَاهُمَا خَصِبَةٌ وَالْأُخْرَى جَدْبَةٌ أَلَيْسَ إِنْ رَعَيْتَ الْخَصْبَةَ رَعَيْتَهَا بِقَدَرِ اللَّهِ وَإِنْ رَعَيْتَ الْجَدْبَةَ رَعَيْتَهَا بِقَدَرِ اللَّهِ قَالَ فَجَاءَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ وَكَانَ مُتَغَيِّبًا فِي بَعْضِ حَاجَتِهِ فَقَالَ إِنَّ عِنْدِي فِي هَذَا عِلْمًا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ قَالَ فَحَمِدَ اللَّهَ عُمَرُ ثُمَّ انْصَرَفَ. (رواه تلبخاري: ٥٢٨٨)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Abdul Hamid bin Abdurrahman bin Zaid bin Al Khatthab dari Abdullah bin Abdullah bin Al Harits bin Naufal dari Abdullah bin Abbas bahwa Umar bin Khatthab pernah bepergian menuju Syam, ketika ia sampai di daerah Sargha, dia bertemu dengan panglima pasukan yaitu Abu 'Ubaidah bersama sahabat-sahabatnya, mereka mengabarkan bahwa negeri Syam sedang terserang wabah. Ibnu Abbas berkata; "Lalu Umar bin Khattab berkata; 'Panggilkan untukku orang-orang muhajirin yang pertama kali (hijrah), ' kemudian mereka dipanggil, lalu dia bermusyawarah dengan mereka dan memberitahukan bahwa negeri Syam sedang terserang wabah, merekapun berselisih pendapat. Sebagian dari mereka berkata; 'Engkau telah keluar untuk suatu keperluan, kami berpendapat bahwa engkau tidak perlu menarik diri.' Sebagian lain berkata; 'Engkau bersama sebagian manusia dan beberapa sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kami berpendapat agar engkau tidak menghadapkan mereka dengan wabah ini, 'Umar berkata; 'Keluarlah kalian, 'dia berkata; 'Panggilkan untukku orang-orang Anshar'. Lalu mereka pun dipanggil, setelah itu dia bermusyawarah dengan mereka, sedangkan mereka sama seperti halnya orang-orang Muhajirin dan berbeda pendapat seperti halnya mereka berbeda pendapat. Umar berkata; 'keluarlah kalian, ' dia berkata; 'Panggilkan untukku siapa saja di sini yang dulu menjadi tokoh Quraisy dan telah berhijrah ketika Fathul Makkah.' Mereka pun dipanggil dan tidak ada yang berselisih dari mereka kecuali dua orang. Mereka berkata; 'Kami berpendapat agar engkau kembali membawa orang-orang dan tidak menghadapkan mereka kepada wabah ini.' Umar menyeru kepada manusia; 'Sesungguhnya aku akan bangun pagi di atas pelana (maksudnya hendak berangkat pulang di pagi hari), bagunlah kalian pagi hari, 'Abu Ubaidah bin Jarrah bertanya; 'Apakah engkau akan lari dari takdir Allah? ' maka Umar menjawab; 'Kalau saja yang berkata bukan kamu, wahai Abu 'Ubaidah! Ya, kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain. Bagaimana pendapatmu, jika kamu memiliki unta kemudian tiba di suatu lembah yang mempunyai dua daerah, yang satu subur dan yang lainnya kering, tahukah kamu jika kamu membawanya ke tempat yang subur, niscaya kamu telah membawanya dengan takdir Allah. Apabila kamu membawanya ke tempat yang kering, maka kamu membawanya dengan takdir Allah juga.' Ibnu Abbas berkata; "Kemudian datanglah Abdurrahman bin 'Auf, dia tidak ikut hadir (dalam musyawarah) karena ada keperluan. Dia berkata; "Saya memiliki kabar tentang ini dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Jika kalian mendengar suatu negeri terjangkit wabah, maka janganlah kalian menuju ke sana, namun jika dia menjangkiti suatu negeri dan kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dan lari darinya." Ibnu 'Abbas berkata; "Lalu Umar memuji Allah kemudian pergi." (HR. Al Bukhari: 5288 - shahih dari 'Abdur Rahman bin 'Auf bin 'Abdi 'Auf bin 'Abdi bin al Harits bin Zahrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
Begitu juga riwayat Muslim: 4114, al Bukhari: 5289, Malik: 1391 - shahih dari 'Abdur Rahman bin 'Auf bin 'Abdi 'Auf bin 'Abdi bin al Harits bin Zahrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H.
Sementara penjelasan lain adalah wabah penyakit lepra atau pes (tha'uun),
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ بْنَ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ يُحَدِّثُ سَعْدًا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّهُ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا
فَقُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَهُ يُحَدِّثُ سَعْدًا وَلَا يُنْكِرُهُ قَالَ نَعَمْ. (رواه البخاري: ٥٢٨٧)
Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Habib bin Abu Tsabit dia berkata; saya mendengar Ibrahim bin Sa'id berkata; saya mendengar Usamah bin Zaid bercerita kepada Sa'id dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: "Apabila kalian mendengar wabah lepra di suatu negeri, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, namun jika ia menjangkiti suatu negeri, sementara kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut." Lalu aku berkata; "Apakah kamu mendengar Usamah menceritakan hal itu kepada Sa'id, sementara Sa'id tidak mengingkari perkataan Usamah?" Ibrahim bin Sa'id berkata; "Benar." (HR. Al Bukhari: 5287 - shahih dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H)
Seperti itu juga dikhabarkan dalam riwayat al Bukhari berikut:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ
أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ فَلَمَّا جَاءَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ وَقَعَ بِالشَّأْمِ فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ فَرَجَعَ عُمَرُ مِنْ سَرْغَ
وَعَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عُمَرَ إِنَّمَا انْصَرَفَ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ. (رواه البخاري: ٦٤٥٨)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Ibnu Syihab dari Abdullah bin Amir bin Rabi'ah, Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berangkat ke Syam. Ketika dia sampai di suatu kota yang bernama Saragh, dia mendengar berita bahwa wabah sedang menimpa Syam. Maka Abdurrahman bin Auf mengabarinya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika kalian mendengar wabah berada di suatu kawasan, janganlah kalian datang kesana, dan jika terjadi di suatu kawasan yang kalian diami, jangan kalian meninggalkannya." Spontan Umar meninggalkan kota Saragh. Dan dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah, bahwasanya Umar pulang karena hadits Abdurrahman ini. (HR. Al Bukhari: 6458 - shahih dari 'Abdur Rahman bin 'Auf bin 'Abdi 'Auf bin 'Abdi bin al Harits bin Zahrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim: 4115 - shahih dari 'Abdur Rahman bin 'Auf bin 'Abdi 'Auf bin 'Abdi bin al Harits bin Zahrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H.
Dijelaskan lagi,
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تُقْدِمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ يَعْنِي الطَّاعُونَ. (رواه أبوداود: ٢٦٩٧)
Telah menceritakan kepada kami Al Qa'nabi dari Malik dari Ibnu Syihab, dari Abdul Hamid bin Abdurrahman bin Zaid bin Al Khathab, dari Abdullah bin Abdullah bin Al Harits bin Naufal dari Abdullah bin Abbas, ia berkata; Abdurrahman bin 'Auf berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila kalian mendengarnya ada di suatu negeri maka janganlah kalian memasukinya dan apabila telah terjadi di dalamnya dan kalian ada di dalamnya maka janganlah kalian lari keluar darinya!" yaitu penyakit pes/lepra. (HR. Abu Daud: 2697 - shahih dari 'Abdur Rahman bin 'Auf bin 'Abdi 'Auf bin 'Abdi bin al Harits bin Zahrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
DOA AGAR TERBEBAS DARI PENYAKIT MENULAR
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئْ الْأَسْقَامِ. (رواه أبوداود: ١٣٢٩)
Telah menceritakan kepada Kami Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada Kami Hammad, telah mengabarkan kepada Kami Qatadah dari Anas bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan: "ALLAAHUMMA INNII A'UUDZUBIKA MINAL BARASHI WAL JUNUUNI WAL JUDZAAMI WA MIN SAYYI-IL ASQAAM" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kusta, gila, lepra, dan dari penyakit yang buruk). (HR. Abu Daud: 1329 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhar bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits termasuk golongan hadits ahlul Bashrah)
Lihat juga: an Nasa'i: 5398, Ahmad: 12534 [lafazh sama dengan riwayat Abu Daud: 1329] - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhar bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits termasuk golongan hadits ahlul Bashrah.
Begitu juga hadits riwayat Ibnu Hibban: 1017 - shahih dari Anas bin Malik, lafazh yang sama dengan riwayat Abu Daud: 1329. Lebih lengkap lagi hadits riwayat Ibnu Hibban: 1023. Sebagai berikut:
أخبرنا أحمد بن يحي بن زهير الحافظ بتستري، قال: حدثنا أحمد بن منصور، قال: حدثنا عبد الصمد بن نعمان، قال: حدثنا شيبان، عن قتدة، عن أنس، قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم يدعو، يقول: اللهم إني أعوذبك من العجز والكسل، والبخل والهرم، والقسوة والغفلة، والذلة والمسكنة، وأعوذبك من الفقر والكفر، والشرك والنفق، والسمعة والرياء، و أعوذبك من الصمم والبكم، والجنون، والبرص، والجذام، وسيء الأسقام. (رواه إبن حبان: ١٠٢٣)
Ahmad bin Yahya bin Zuhair al Hafizh di Tustar mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, ia berkata: 'Abdush Shamad bin an Nu'man menceritakan kepada kami, ia berkata: Syaiban menceritakan kepada kami, dari Qatadah, dari Anas bin Malik, ia berkata: Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam berdo'a dengan mengucapkan, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas, kikir dan pikun, keras hati dan pelupa, kehinaan dan kemiskinan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran dan kekufuran, syirik dan munafik, ingin tenar dan pamer. Dan aku berlindung kepada-Mu dari tuli, buta, gila, kusta, dan penyakit yang menjijikkan". (HR. Ibnu Hibban: 1023 - shahih dari Anas bin Malik)
Penyakit al thaa'uun disebabkan oleh virus, maka berbagai jenis penyakit yang disebabkan virus termasuk dalam kelompok ini.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏