SUAP DAN BEBERAPA HAL YANG DILAKNAT OLEH ALLAH
YANG BERDAMPAK PADA KARAKTER MANUSIA SEPANJANG MASA
Oleh: Samsurizal, MA
Ingat firman Allah,
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ ۗوَمَنْ يَّلْعَنِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ نَصِيْرًا. (سورة النساء/٤: ٥٢)
Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah. Dan barangsiapa dilaknat Allah, niscaya engkau tidak akan mendapatkan penolong baginya. (QS. An Nisa'/4: 52)
Ayat sebelumnya berbicara tentang kelakuan orang-orang Yahudi dan terhadapat apa yang mereka lakukan pada kitab mereka sendiri. Sifat mendasar mereka adalah suka ingkar janji dan memutar balikkan fakta. Melanggar aturan-aturan yang telah disepakati. Kalaupun mengambil aturan hanya bagian yang mereka senangi. Begitu juga halnya dengan sifat dasar orang-orang Nashrani yang menyesatkan dan menggiring pada paham sesat. Mereka mengelabui dengan "sabda shufi".
Lihatlah QS. Al A'raf/7: 163 dan an Nahal/16: 124. Lebih rincinya bacalah QS. Al Baqarah apalagi QS. Ali 'Imran sebagian lagi dalam QS. Al An'am. Pada surat-surat ini jelas dan rinci Allah jelaskan. Lebih lanjut baca juga QS. Al Muluk. Begitu juga, dalam konspirasi Yahudi pertama kali masuk ke Mesir dimasa nabi Musa 'alaihis salam. Sifat penjilatnya, menyusun kekuatan. Setelah itu mereka menghabisi orang-orang yang tidak mau mengikuti millah mereka. Bahkan, mereka pernah menghabisi rakyat satu negara bagian demi kekuasaan mereka, sampai sekarang masih berlanjut. Seperti di Palestina, sikap mereka ini menular kepada para penguasa sampai saat ini. Ingatlah firman Allah:
وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ. (سورة البقرة/٢: ١٢٠)
Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah. (QS. Al Baqarah/2: 120)
Itu pulalah yang berlaku terhadap ashhabul Kahfi (QS. Al Kahfi/18: 20). Selanjutnya, riwayat-riwayat tentang masalah ini juga terdapat dalam hadits-hadits Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam. Hadits-hadits tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut:
MENGIKUTI MILLAH NON MUSLIM
(jalur sanad Sa'ad bin Malik dan Abu Hurairah)
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ قَالَ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ. (رواه البخاري: ٣١٩٧)
Telah bercerita kepada kami Sa'id bin Abu Maryam telah bercerita kepada kami Abu Ghassan berkata, telah bercerita kepadaku Zaid bin Aslam dari 'Atha' binYasar dari Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam besabda: "Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga seandainya mereka manempuh (masuk) ke dalam lobang biawak kalian pasti akan mengikutinya". Kami bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah yang baginda maksud Yahudi dan Nashrani?". Beliau menjawab: "Siapa lagi (kalau bukan mereka) ". (HR. Al Bukhari: 3197 - shahih dari Sa'ad bin Malik)
Lihat juga: al Bukhari: 6775, Muslim: 4822 - shahih dari Sa'ad bin Malik. Al Bukhari: 6774, Ibnu Majah: 3984, Ahmad: 7990 - shahih dari Abu Hurairah.
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سُنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَتَبِعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ حَدَّثَنِي شَهْرٌ قَالَ ثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ مِنْ أَسْلَمَ فِي غُنَيْمَةٍ لَهُ يَهُشُّ عَلَيْهَا فِي بَيْداءِ ذِي الْحُلَيْفَةِ إِذْ عَدَا عَلَيْهِ ذِئْبٌ فَانْتَزَعَ شَاةً مِنْ غَنَمِهِ فَجَهْجَأَهُ الرَّجُلُ فَرَمَاهُ بِالْحِجَارَةِ حَتَّى اسْتَنْقَذَ مِنْهُ شَاتَهُ ثُمَّ إِنَّ الذِّئْبَ أَقْبَلَ حَتَّى أَقْعَى مُسْتَذْفِرًا بِذَنَبِهِ مُقَابِلَ الرَّجُلِ فَذَكَرَهُ نَحْوَ حَدِيثِ شُعَيْبِ بْنِ أَبِي حَمْزَةَ. (رواه أحمد: ١١٤١٥)
Telah menceritakan kepada kami Rauh berkata, telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Zaid bin Aslam dari 'Atho` bin Yasar dari Abu Sa'id Al Khudri bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai-sampai jika mereka masuk ke dalam lubang biawak kalian pasti akan mengikutinya." Kami bertanya; "Wahai Rasulullah, apakah mereka Yahudi dan Nasrani?" beliau menjawab; "Siapa lagi kalau bukan mereka." Telah menceritakan kepada kami Abu An Nadhr berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid berkata, telah menceritakan kepadaku Syahar berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata; "Ketika seorang laki-laki dari suku Aslam sedang berada di penggembalaan kambingnya, ia memandangi kambingnya dengan senang dari tanah lapang Dzil Hulaifah (nama tempat), lalu datanglah seekor serigala mengambil kambing miliknya, maka laki-laki penggembala itupun melemparinya dengan batu hingga ia dapat mengambil kembali kambing miliknya. Serigala itu berlalu seraya duduk dengan menggerak-gerakkan ekornya membelakangi sang penggembala. Lalu ia menyebutkan semisal hadits Syu'aib bin Abu Hamzah. (HR. Ahmad: 11415 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wadat tahun 74 H)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ رَجُلٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَتَتَّبِعُنَّ سُنَنَ بَنِي إِسْرَائِيلَ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ جُحْرَ ضَبٍّ لَتَبِعْتُمُوهُمْ فِيهِ وَقَالَ مَرَّةً لَتَبِعْتُمُوهُ فِيهِ. (رواه احمد: ١١٤٦٢)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Zaid bin Aslam dari seorang laki-laki dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh, benar-benar kalian akan mengikuti kebiasaan bani Isra`il sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai-sampai bila salah seorang dari bani Isra`il masuk ke dalam lubang biawak kalian pasti akan mengikuti mereka." Dalam riwayat lain beliau mengatakan: "mengikutinya." (HR. Ahmad: 11462 - dha'if [munqathi'] dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wadat tahun 74 H)
Catatan: nama periwayat yang menerima dari Abu Sa'id tidak dikenal. Periwayat sesudahnya adalah para periwayat maqbul.
Jalur lain, dari Abu Hurairah:
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي أَسِيدٍ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوهُ. (رواه أحمد: ١٠٢٣٠)
Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin 'Amru, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Hilal dari Ibrahim bin Abu Asid dari kakeknya, dari Abu Hurairah, dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai-sampai jika mereka masuk ke dalam lubang biawak kalian akan mengikutinya." (HR. Ahmad: 10230 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Catatan: dalam sanad terdapat periwayat majhul yaitu Jad (kakek) Ibrahim bin Abi Asid, ia tabi'in kalangan tua. Selebihnyanya para periwayat maqbul.
Lafazh lain,
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَبُو مُحَمَّدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي أَخْذَ الْأُمَمِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمَا فَعَلَتْ فَارِسُ وَالرُّومُ قَالَ وَمَا النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ. (رواه أحمد: ٨٠٧٩)
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Umar Abu Muhammad berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abi Dzi`b dari Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah, dia berkata; Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam Bersabda: "Tidak akan datang hari kiamat sehingga umatku berlaku sebagaimana umat dahulu bertingkahlaku, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, "seorang laki-laki berkata; "Wahai Rasulullah, apakah sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Faris dan Rum?" beliau bersabda: "Kalau bukan mereka siapa lagi." (HR. Ahmad: 8079 - shahih dari Abu Hurairah)
Senada dengan hadits Ahmad: 8079, yaitu hadits riwayat al Bukhari: [6774] dan Ahmad: 7990 dan 8450 - shahih dari Abu Hurairah.
Sedangkan dalam beberapa syari'at yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, terdapat petunjuk sebab-sebab manusia termasuk yang dilaknat Allah. Sejatinya adalah sifat dasar Yahudi, kemudian mereka warisi melalui pengaruh pemikiran dan prilaku. Hal dimaksud dirinci oleh Rasullullah dalam haditsnya. Berikut paparannya:
SIMAK RIWAYAT BERIKUT
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ زُهَيْرٍ عَنْ عَمْرٍو يَعْنِي ابْنَ أَبِي عَمْرٍو عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ لَعَنَ اللَّهُ مَنْ غَيَّرَ تُخُومَ الْأَرْضِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ كَمَهَ الْأَعْمَى عَنْ السَّبِيلِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ سَبَّ وَالِدَهُ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ تَوَلَّى غَيْرَ مَوَالِيهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ. (رواه احمد: ٢٦٧٧)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Zuhair dari 'Amru yakni Ibnu Abu 'Amru, dari Ikrimah dari Ibnu Abbas; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah melaknat orang yang menyembelih bukan karena Allah, Allah melaknat orang yang mengubah batas-batas tanah, Allah melaknat orang yang menyesatkan orang buta dari jalanan, Allah melaknat orang yang mencela orang tuanya, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Dan Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth. (HR. Ahmad: 2677 - hasan dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Dalam sanad terdapat penilaian jarh wa ta'dil pada 'Amru bin Abi 'Amru Maisarah maula al Muthallib bin Hanthab, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu 'Utsman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 144 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal menilainya laisa bihi ba's, Yahya bin Ma'in dan an Nasa'i menilanya laisa biqawi, Abu Hatim menilainya la ba'sa bihi, Abu Zur'ah dan al 'Ajli menilainya tsiqah, Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat", Ibnu Hajar mengatakkan, "tsiqah, tetapi mungkin juga waham", sedangkan adz Dzahabi menilainya shaduq.
Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Lihat juga: An Nasa'i: 4346 shahih dari 'Ali bin Abi Thallib, Ahmad: 2763 dan 2765 - hasan dari Ibnu 'Abbas.
Allah melaknat empat hal,
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى وَهُوَ ابْنُ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ ابْنِ حَيَّانَ يَعْنِي مَنْصُورًا عَنْ عَامِرِ بْنِ وَاثِلَةَ قَالَ
سَأَلَ رَجُلٌ عَلِيًّا هَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسِرُّ إِلَيْكَ بِشَيْءٍ دُونَ النَّاسِ فَغَضِبَ عَلِيٌّ حَتَّى احْمَرَّ وَجْهُهُ وَقَالَ مَا كَانَ يُسِرُّ إِلَيَّ شَيْئًا دُونَ النَّاسِ غَيْرَ أَنَّهُ حَدَّثَنِي بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ وَأَنَا وَهُوَ فِي الْبَيْتِ فَقَالَ لَعَنَ اللَّهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَهُ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ الْأَرْضِ. (روأه النسائي: ٤٣٤٦)
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya yaitu Zakariya bin Abu Zaidah dari Ibnu Hayyan yaitu Manshur dari 'Amir bin Watsilah, ia berkata; seseorang telah bertanya kepada Ali; apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah merahasiakan sesuatu kepadamu tanpa orang lain? Kemudian Ali marah hingga wajahnya memerah, dan berkata; beliau tidak pernah merahasiakan sesuatu kepadaku tanpa orang lain, selain bahwa beliau telah menceritakan kepadaku empat perkataan, saya dan beliau berada dalam rumah. Beliau bersabda: "Allah melaknat orang yang melaknat orang tuanya, Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah dan Allah melaknat orang yang melindungi orang yang berbuat jahat, serta Allah melaknat orang yang mengubah patok tanah." (HR. An Nasa'i: 4346 - shahih dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)
Lihat juga: Ahmad: 813, 816, 908 dan 1238 - dari Ali bin Abi Thallib.
Hadits Ahmad: 1238,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ الْقَاسِمَ بْنَ أَبِي بَزَّةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ قَالَ
سُئِلَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ هَلْ خَصَّكُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَيْءٍ فَقَالَ مَا خَصَّنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَيْءٍ لَمْ يَعُمَّ بِهِ النَّاسَ كَافَّةً إِلَّا مَا كَانَ فِي قِرَابِ سَيْفِي هَذَا قَالَ فَأَخْرَجَ صَحِيفَةً فِيهَا مَكْتُوبٌ لَعَنَ اللَّهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ لَعَنَ اللَّهُ مَنْ سَرَقَ مَنَارَ الْأَرْضِ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَهُ وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا. (رواه احمد: ١٢٣٨)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata; saya mendengar Al Qasim bin Abu Bazzah menceritakan dari Abu Thufail berkata; Ali Radhiyallahu 'anhu ditanya apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhususkan kalian dengan sesuatu hal? Dia menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkhususkan kami dengan sesuatu hal yang tidak diberikan kepada orang-orang, kecuali hanya yang ada pada sarung pedangku ini." Abu Thufail berkata; Ali Radhiyallah 'anhu mengeluarkan lembaran yang di dalamnya tertulis: "Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang mencuri batas tanah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, dan Allah melaknat orang yang melindungi pelaku maksiat." (HR. Ahmad: 1238 - shahih dari 'Ali bin Abi Thallib)
Riwayat Ahmad dari 'Ali terdapat dua orang shahabat yaitu 'Ali dan 'Amir bin Watsilah bin 'Abdullah, kuniyahnya Abu ath Thufail negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 110 H.
ALLAH MELAKNAT PELAKU SUAP
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ خَالِهِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي. (رواه إبن ماجه: ٢٣٠٤)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari pamannya Al Harits bin 'Abdurrahman dari Abu Salamah dari Abdullah bin Amru ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah melaknat penyuap dan penerima suap." (HR. Ibnu Majah: 2304 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wail, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Lihat juga: Ahmad: 6489 dan 6689, Abu Daud: 3109 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru. Ahmad: 8662 - shahih dari Abu Hurairah.
Lafazh lain, Allah melaknat penyuap dan penerima suap dalam masalah hukum,
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ فِي الْحُكْمِ
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَعَائِشَةَ وَابْنِ حَدِيدَةَ وَأُمِّ سَلَمَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرُوِيَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا يَصِحُّ قَالَ و سَمِعْت عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَقُولُ حَدِيثُ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنُ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَصَحُّ. (رواه الترمذي: ١٢٥٦)
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Umar bin Abu Salamah dari ayahnya dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknati penyuap dan yang disuap dalam masalah hukum. Ia berkata; Dalam hal ini ada hadits serupa dari Abdullah bin Umar, 'Aisyah, Ibnu Hadidah dan Ummu Salamah. Abu Isa berkata; Hadits Abu Hurairah adalah hadits hasan shahih, hadits ini telah diriwayatkan dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abdullah bin Amru dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan diriwayatkan juga dari Abu Salamah dari ayahnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam namun tidak shahih. Ia mengatakan; Serta aku mendengar Abdullah bin Abdurrahman berkata; Hadits Abu Salamah dari Abdullah bin Amru dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hadits yang lebih hasan dan lebih shahih di dalam bab ini. (HR. At Tirmidzi: 1256 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhr, negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Lihat juga: Ahmad: 8662 dan 8670 - shahih dari Abu Hurairah.
Bahkan Rasulullah juga melaknat,
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ خَالِهِ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ. (رواه أحمد: ٦٢٤٦)
Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Dzi`b dari pamannya Al Harits bin Abdirrahman dari Abu Salamah bin Abdirrahman dari Abdullah bin Amr, dia berkata; Rasulullah SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap. (HR. Ahmad: 6246 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru)
Lihat juga: at Tirmidzi: 1257, Ahmad: 6490 dan 6536 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru.
Rasul juga melaknat brokernya,
حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ عَيَّاشٍ عَنْ لَيْثٍ عَنْ أَبِي الْخَطَّابِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ وَالرَّائِشَ يَعْنِي الَّذِي يَمْشِي بَيْنَهُمَا. (رواه أحمد: ٢١٣٦٥)
Telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin 'Amir telah bercerita kepada kami Abu Bakar bin 'Ayyasy dari Laits dari Abu Al Khaththab dari Abu Zur'ah dari Tsauban berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang menyuap, yang disuap dan perantaranya (broker, makelar)." (HR. Ahmad: 21365 - dha'if dari Tsauban bin Bajdad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Syam dan wafat tahun 54 H)
Catatan: dalam sanad terdapat periwayat bernama:
1. Abu Zur'ah, ia tabi'in kalangan biasa. Penilaian ulama: ia majhul.
2. Abu al Khaththab [dari Abu Zur'ah], ia tabi'in [tidak jumpa shahabat]. Penilaian ulama: Abu Zur'ah mentakan, "aku tidak mengetahuinya", Abu Hatim, adz Dzahabi dan Ibnu Hajar menilainya majhul. Dan,
3. Laits bin Abi Sulaim bin Zunaim, ia tabi'in [tidak jumpa shahabat] kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Kufah dan wafat tahun 148 H. Penilaian ulama: Abu Zur'ah menilainya layyinul hadits, Abu Hatim menilainya dha'iful hadits,
Ahmad bin Hanbal menilainya mudharibul hadits dan al Bukhari menilainya shaduq yuham. Periwayat setelahnya maqbul.
Riwayat munkar tentang penyuap dan penerima suap atau sogok,
حدثنا أحمد بن سهل بن أيوب قال : نا علي بن بحر قال : نا هشام بن يوسف قال : أنا ابن جريج ، عن ابن أبي ذئب ، عن الحارث بن عبد الرحمن ، عن أبي سلمة بن عبد الرحمن ، عن عبد الله بن عمرو قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : « الراشي والمرتشي في النار » « لم يروه من حديث ابن جريج إلا علي بن بحر ، عن هشام ». (المعجم الأوسط للطبراني/٥: ٦٠)
( منكر ) وعنه { يعني حديث عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما الذي في الصحيح } عن النبي صلى الله عليه وسلم قال الراشي والمرتشي في النار. (ضعيف الترغيب و الترهيب/٢: ٤٠).
الاسم : على بن بحر بن برى القطان ، أبو الحسن البغدادى ( فارسى الأصل )الطبقة : ١٠ : كبارالآخذين عن تبع الأتباع الوفاة : ٢٣٤ هـ بـ البصرة ، و قيل الأهواز روى له : خت د ت ( البخاري تعليقا - أبو داود - الترمذي )رتبته عند ابن حجر : ثقة رتبته عند الذهبي : وثقوه
Wallahu a'lam bish Shawab.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏