“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


KAUM JIN BERIMAN SETELAH MENDENGAR BACAAN AL QUR'AN


Saat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kembali dari Thaif, beliau berhenti dan beristirahat di lembah Nakhlah yang juga dikenal sebagai lembah tempat para jin berdomisili. Sambil istirahat Nabi saw membaca beberapa ayat dari al-Qur'an dan sekelompok jin penghuni lembah itupun mendengar bacaan al-Qur'an yang dilantunkan Nabi saw. Mendengar bacaan al-Qur'an para jin pun terdiam dan terpana mengagumi bacaan Nabi, hingga para jin itu beriman dan berdakwah mengajak jin yang lain untuk beriman dengan kemulian al-Qur'an. (Rujuklah QS. Al Ahqaf/46: 29-30) ... Jika jin saja begitu hormat dan ta'jub dengan al-Qur'an dan orang yang membacanya, sementara anda terus berupaya merendahkan para pembaca dan penghafal al-Qur'an, maka sebenarnya anda makhluk dari bangsa apa?

Firman Allah yang dimaksud adalah:

وَاِذْ صَرَفْنَآ اِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْاٰنَۚ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوْٓا اَنْصِتُوْاۚ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا اِلٰى قَوْمِهِمْ مُّنْذِرِيْنَ. (سورة الأحقاف/٤٦: ٢٩)

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan) nya mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!” Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. (QS. Al Ahqaf/46: 29)

المختصر في تفسير :
٢٩ - واذكر -أيها الرسول- حين أرسلنا إليك فريقًا من الجن يستمعون القرآن المنزل عليك، فلما حضروا لسماعه قال بعضهم لبعض: أنصتوا حتى نتمكن من سماعه، فلما أنهى الرسول - صلى الله عليه وسلم - قراءته رجعوا إلى قومهم ينذرونهم من عذاب الله إن لم يؤمنوا بهذا القرآن.

Ingatlah, hai Rasul ! Ketika serombongan Jin yang mendengarkan (bacaan) al Qur'an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan) nya mereka berkata kepada yang lain, "Diamlah kalian (untuk mendengarkannya)! Sehingga selesai mendengarkannya Rasul membacakan (al Qur'an), mereka kembali kepada kaum mereka untuk memberi peringatan bahwa mereka akan di azab jika tidak beriman pada al Qur'an tersebut.

Dan,

قَالُوْا يٰقَوْمَنَآ اِنَّا سَمِعْنَا كِتٰبًا اُنْزِلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِيْٓ اِلَى الْحَقِّ وَاِلٰى طَرِيْقٍ مُّسْتَقِيْمٍ. (سورة ألأحقاف/٤٦: ٣٠)

Mereka berkata, “Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. (QS. Al Ahqaf/46: 30)

المختصر في تفسير :
٣٠ - قالوا لهم: يا قومنا، إنا سمعنا كتابًا أنزله الله من بعد موسى مصدقًا لما سبقه من الكتب المنزلة من عند الله، هذا الكتاب الذي سمعناه يرشد إلى الحق، ويهدي إلى طريق مستقيم، وهو طريق الاسلام.

"Mereka berkata kepada kaumnya (kaum Jin), "Wahai kaum kami, sesungguhnya [isi] kitab Allah yang diturunkan setelah Musa membenarkan kitab yang diturunkan dari Allah sebelumnya. Kitab tersebut membimbing kepada kebenaran dan menunjukkan kepada jalan yang lurus yaitu Islam."

Riwayat tentang masalah ini:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
كَانَ الْجِنُّ يَصْعَدُونَ إِلَى السَّمَاءِ يَسْتَمِعُونَ الْوَحْيَ فَإِذَا سَمِعُوا الْكَلِمَةَ زَادُوا فِيهَا تِسْعًا فَأَمَّا الْكَلِمَةُ فَتَكُونُ حَقًّا وَأَمَّا مَا زَادُوهُ فَيَكُونُ بَاطِلًا فَلَمَّا بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنِعُوا مَقَاعِدَهُمْ فَذَكَرُوا ذَلِكَ لِإِبْلِيسَ وَلَمْ تَكُنْ النُّجُومُ يُرْمَى بِهَا قَبْلَ ذَلِكَ فَقَالَ لَهُمْ إِبْلِيسُ مَا هَذَا إِلَّا مِنْ أَمْرٍ قَدْ حَدَثَ فِي الْأَرْضِ فَبَعَثَ جُنُودَهُ فَوَجَدُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا يُصَلِّي بَيْنَ جَبَلَيْنِ أُرَاهُ قَالَ بِمَكَّةَ فَلَقُوهُ فَأَخْبَرُوهُ فَقَالَ هَذَا الَّذِي حَدَثَ فِي الْأَرْضِ
قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. (رواه الترمذي: ٣٢٤٧)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Israil telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata; para jin naik ke langit untuk mendengarkan wahyu, apabila mereka mendengar satu kata maka mereka menambahkan sembilan. Adapun yang satu kata adalah kebenaran dan yang mereka tambahkan adalah kebatilan. Kemudian tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diutus, mereka ditolak untuk menempati tempat-tempat mereka, kemudian mereka menyebutkan hal tersebut kepada Iblis. Dan tidaklah bintang-bintang dilempar sebelum itu. Kemudian Iblis berkata kepada mereka; tidaklah hal ini terjadi kecuali karena suatu perkara yang telah terjadi di bumi. Kemudian ia mengirim pasukannya dan mereka dapatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang berdiri melakukan shalat di antara dua gunung. Seingatku (Said), Ibnu Abbas berkata; di Mekkah. Kemudian mereka menemui Iblis dan mengabarkan kepadanya, lalu ia berkata; inilah yang terjadi di bumi. Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih. (HR. At Tirmidzi: 3247 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Sebagaimana juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya,

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ عَمْرٌو وَسَمِعْتُ عِكْرِمَةَ
{ وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ }
وَقُرِئَ عَلَى سُفْيَانَ عَنِ الزُّبَيْرِ
{ نَفَرًا مِنْ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ }
قَالَ بِنَخْلَةَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ
{ كَادُوا يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا }
قَالَ سُفْيَانُ كَانَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ كَاللِّبَدِ بَعْضُهُ عَلَى بَعْضٍ. (رواه أحمد: ١٣٥٨)

Telah menceritakan kepada kami Sufyan, 'Amru berkata; dan saya mendengar 'Ikrimah membaca: (Dan (Ingatlah) ketika kami hadapkan kepadamu.) dan dibacakan kepada Sufyan dari Zubair: (Serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur`an.) Zubair berkata; Di pohon kurma, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang melaksanakan shalat Isya: (Hampir saja jin-jin itu berdesak-desakan mengerumuninya." Sufyan berkata; "Mereka satu sama lain tumpuk menumpuk seperti susunan yang tersusun satu diatas yang lainnya." (HR. Ahmad: 1358 - dha'if [munqathi'] dari az Zubair bin al 'Awwan bin Khuwailid, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 36 H)

Catatan: periwayat dalam sanad setelah az Zubair terputus. Selebihnya adalah periwayat hadits maqbul.

Sejalan dengan firman Allah,

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ. (سورة الملك/٦٧: ٥)

Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala. (QS. Al Muluk/67: 5)
Demikian juga halnya firman Allah dalam surat al Jin/72 yang terdiri dari 28 ayat. Diantaranya tentang pengakuan golongan Jin,

وَّاَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِۗ فَمَنْ يَّسْتَمِعِ الْاٰنَ يَجِدْ لَهٗ شِهَابًا رَّصَدًاۖ. (سورة الجن/٧٢: ٩)

dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya). (QS. Al Jin/72: 9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]