ALASAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Oleh: Samsurizal, MA
Oleh: Samsurizal, MA
Orang tua adalah makhluk Allah yang sempurna pertama kali diciptakan Allah. Bapak manusia Adam 'alaihis salam diciptakan oleh Allah dalam rupa yang tampan dan berwibawa oleh karenanya Allah memerintahkan para Malaikat dan Iblis untuk menghormatinya. Namun, kesombongan lah yang membuat Iblis enggan menghargai Nabi Adam. Ilmu dan kelebihan yang dimiliki manusia pertama ini dijaga oleh Allah dalam langkah dan pengetahuannya.
Melirik pada yang demikian itu, maka tidaklah pantas kita sebagai manusia meniru keangkuhan Iblis dengan sifat syetannya.
Sebagai pendamping hidup Nabi Adam 'alaihis salam untuk memakmurkan bumi maka Allah ciptakan Siti Hawa, agar memberikan kenyamanan dan ketentraman serta mampu meyeimbangkan jalan kegidupannya di bumi yang Allah ciptakan sesuai dengan kebutuhan makhluk-Nya khususnya manusia sebagai makhluk Allah yang utama.
Sebagaimana firman-Nya:
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ. (سورة البقرة/٢: ٣٠)
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah/2: 30)
Lebih lengkapnya lihat QS. Al Baqarah/2: 31-38.
Iblis Allah beri penangguhan sampai hari berbangkit datang, sebagaimana firman-Nya,
قَالَ رَبِّ فَاَنْظِرْنِيْٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ. (سورة ص/٣٨: ٧٩)
(Iblis) berkata, “Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai pada hari mereka dibangkitkan.” (QS. Shadh/38: 79)
Dan azab bagi orang kafir ditangguhkan sampai hari hisap,
لِاَيِّ يَوْمٍ اُجِّلَتْۗ. (سورة المرسلات/٧٧: ١٢)
(Niscaya dikatakan kepada mereka), “Sampai hari apakah ditangguhkan (azab orang-orang kafir itu)?” (QS. Mursalaat/77: 12)
Perjuangan orang tua manusia pertama, sampai hari akhir tidak akan pernah putus, maka dari itu tetaplah istiqamah menjaga iman dan ilmu yang telah dijaga sejak dulu sehingga menjadi penentu keutamaan manusia dengan makhluk lain yang sama-sama diciptakan-Nya.
Selanjutnya, beberapa riwayat menyinggung tentang hal di atas dapat disimak sebagai berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ
سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ. (رواه إبن ماجه: ٣٦٥٣)
سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ. (رواه إبن ماجه: ٣٦٥٣)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin As Shabbah telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dari 'Atha dari Abu Abdurrahman dari Abu Ad Darda dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang tua ibarat penengah pintu-pintu surga, oleh karena itu (jika kamu mau) hilangkanlah ia atau jagalah ia baik-baik." (HR. Ibnu Majah: 3653 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu ad Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H)
Dijelaskan oleh at Tirmidzi: 1822,
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ
أَنَّ رَجُلًا أَتَاهُ فَقَالَ إِنَّ لِيَ امْرَأَةً وَإِنَّ أُمِّي تَأْمُرُنِي بِطَلَاقِهَا قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ
قَالَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ رُبَّمَا قَالَ سُفْيَانُ إِنَّ أُمِّي وَرُبَّمَا قَالَ أَبِي وَهَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ وَأَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ. (رواه الترمذي: ١٨٢٢)
أَنَّ رَجُلًا أَتَاهُ فَقَالَ إِنَّ لِيَ امْرَأَةً وَإِنَّ أُمِّي تَأْمُرُنِي بِطَلَاقِهَا قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ
قَالَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ رُبَّمَا قَالَ سُفْيَانُ إِنَّ أُمِّي وَرُبَّمَا قَالَ أَبِي وَهَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ وَأَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ. (رواه الترمذي: ١٨٢٢)
Telah meriwayatkan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah meriwayatkan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Atha` bin As Sa`ib dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Abu Darda` bahwa seorang laki-laki mendatanginya dan berkata, "Sesungguhnya aku memiliki seorang istri, sedang ibuku menyuruhku untuk menceraikannya." Abu Darda` berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kamu mampu, letakkanlah pintu tersebut atau jagalah." Ibnu Abu Umar berkata; Sepertinya Sufyan menyebutkan; "Sesungguhnya ibuku." Dan sepertinya juga ia menyebutkan; "Sesungguhnya bapakku." Dan ini adalah hadits shahih. Dan Abu Abdurrahman As Sulami, namanya adalah Abdullah bin Habib. (HR. At Tirmidzi: 1822 - shahih dari Uwaimir bin Malik)
Lihat juga: Ibnu Majah: 2080, Ahmad: 20733 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais.
Lafazh yang sama dengan sababul wurudnya, riwayat Ahmad: 26239 - shahih dari Uwaimir:
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ قَالَ
كَانَ فِينَا رَجُلٌ لَمْ تَزَلْ بِهِ أُمُّهُ أَنْ يَتَزَوَّجَ حَتَّى تَزَوَّجَ ثُمَّ أَمَرَتْهُ أَنْ يُفَارِقَهَا فَرَحَلَ إِلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ بِالشَّامِ فَقَالَ إِنَّ أُمِّي لَمْ تَزَلْ بِي حَتَّى تَزَوَّجْتُ ثُمَّ أَمَرَتْنِي أَنْ أُفَارِقَ قَالَ مَا أَنَا بِالَّذِي آمُرُكَ أَنْ تُفَارِقَ وَمَا أَنَا بِالَّذِي آمُرُكَ أَنْ تُمْسِكَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ قَالَ فَرَجَعَ وَقَدْ فَارَقَهَا. (رواه أحمد: ٢٦٢٣٩)
كَانَ فِينَا رَجُلٌ لَمْ تَزَلْ بِهِ أُمُّهُ أَنْ يَتَزَوَّجَ حَتَّى تَزَوَّجَ ثُمَّ أَمَرَتْهُ أَنْ يُفَارِقَهَا فَرَحَلَ إِلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ بِالشَّامِ فَقَالَ إِنَّ أُمِّي لَمْ تَزَلْ بِي حَتَّى تَزَوَّجْتُ ثُمَّ أَمَرَتْنِي أَنْ أُفَارِقَ قَالَ مَا أَنَا بِالَّذِي آمُرُكَ أَنْ تُفَارِقَ وَمَا أَنَا بِالَّذِي آمُرُكَ أَنْ تُمْسِكَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ قَالَ فَرَجَعَ وَقَدْ فَارَقَهَا. (رواه أحمد: ٢٦٢٣٩)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Atha' bin As Saib dari Abu Abdurrahman As Sulamii dia berkata, "Di antara kami ada seorang laki-laki yang selalu diperintahkan oleh ibunya untuk menikah, hingga ketika ia manikah ibunya memerintahkan agar ia menceraikanya kembali. Maka dia pergi menemui Abu Darda' di Syam seraya berkata, "Sesungguhnya ibuku selalu menyuruhku untuk menikah, hingga setelah aku menikah ia memerintahkan aku untuk menceraikannya?" Abu Darda' berkata, "Aku tidak ada hak untuk memerintahkanmu bercerai atau tetap mempertahankan biduk rumah tanggamu, hanya saja aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang tua ibarat pintu yang berada di tengah-tengah surga, maka apakah kamu akan menghilangkan pintu tersebut ataukah akan menjaganya." Abu 'Abdurrahman As Sulami berkata, "Maka laki-laki tersebut pulang dan menceraikan isterinya." (HR. Ahmad: 26239 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin Umayyah bin 'Amir)
Lihat juga: Ahmad: 20724, 26252 dan 26272 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏