AL 'ASYIQ WA AL MA'SYUQ
Asyiq wa Ma'syuq dalam renungan awwan
Oleh: Samsurizal, MA
Cahaya ilmu melingkupi dunia bahkan meraup akhirat. Berbagai cara harus dilakukan. Janji Tuhan akan diperlihatkan. Asyik wa ma'syuk menyejukkan. Hiruk pikuk dunia dikorbankan demi Tuhan penggenggam kehidupan dan kematian. Allahul haqq dihadapan, jangan biarkan dibelakang tuan. 'Asyiq wa ma'syuq tercermin pada masing-masing karakter yang kita punya, dari sudut pandang berbeda-beda. Jadi, menurut saya tidak ada yang salah dari pandangan kita.
Makna'asyiq wa ma'syuq:
العشيق و المعشوق : الحبيب و المحبوب
العاشق : المحب
Kalimat tersebut mempunyai pengertian, "pecinta dan yang dicintai" pelakunya "yang mencintai". Hubungannya sangat erat seperti sepasang kekasih. Mencintai satu aktivitas dan aktivitas itu sendiri, merupakan satu kesatuan yang wajib ada. Hasilnya adalah kenikmatan. Ia ada pada masing-masing individu.
Kenikmatan yang hakiki adalah mencintai sang mahacinta yakni Allah dan Rasul-Nya. Sehingga, nilai ke-asyiq-an itu bisa dirasakan banyak orang. Kongkritnya berupa karya yang bisa dilihat dan diraba. Tetapi, yang jelas kata "العشيق و المعشوق" tidak tercantum dalam al Qur'an dan al Hadits. Hanya saja, padanannya adalah kata "شغلا" bearti khusyu'. Sebagaimana sabda rasul,
" ... إِنَّ فِي الصَّلَاةِ شُغْلًا. (رواه البخاري، مسلم، أبوداود، و أحمد)
" ... Sesungguhnya dalam shalat ada kesibukan (khusyu')". (HR. Al Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad)
Lebih mulia daripada hanya sekedar sya'ir berikut,
Seorang sufi perempuan Rabi'ah al-Adawiyah tentang sya'irnya, "ketika manusia terlelap tidurnya, saya "asyiq wa ma'syuq" dengan kekasihku (Allah).
Selanjutnya, aplikasi dari hal tersebut terwujud apabila muncul sikap senang dan sabar bergelut dengan al Qur'an dan al Hadits. Terlepas dari sejauhmana seseorang dapat memahaminya. Point terpenting adalah ridha dan sabar. Karena mustahil seseorang memperoleh kenikmatan tertinggi tanpa melalui hal tersebut.
Terkait dengan hasil yang diwujudkan berguna atau tidak bagi orang lain tidak menjadi masalah yang rumit. Oleh sebab itu, apa pun respon cukup menjadi penawar bagi diri yang haus kebenaran. Begitupun efek yang diakibatkan berbeda sesuai latar belakang dan karakter masing-masing. Paling tidak bagi individu yang asyik, memperoleh kepuasan tersendiri atas kenikmatan (karya) yang sudah dihasilkan dari kecintaannya bersama yang dicintai.
Al Qur'an dan Al Hadits mengajarkan kita senantiasa mengambil i'tibar dari segala peristiwa yang terjadi. Selama hidup dan kehidupan, banyak dan panjangnya jalan dilalui semoga semakin menguatkan dan menambah asyik dengan yang ma'syuk. Amien
Wallahu a'lam bish Shawab.
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Samsurizal



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏