MELUNAKKAN HATI
(manfaatkan hidup untuk hari akhirat)
Oleh: Samsurizal, MA
Hidup di dunia adalah sementara dan kesempatan untuk beramal sangat terbatas. Oleh karena itu Allah dan Rasul-Nya senantiasa mengingatkan kita untuk selalu mawasdiri dari segalah kesia-siaan dalam beramal. Sebagaimana Allah dan Rasul-Nya mengingatkan dalam al Qur'an dan al Hadits. Berikut penulis berusaha memaparkan beberapa ayat al Qur'an dan al Hadits terkait dengan hal ini.
Firman Allah,
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ. (سورة لقمان/٣١: ٣٤)
Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (QS. Luqmaan/31: 34)
Maka dari itu sebagai orang beriman diperintahkan untuk mempersiapkan diri untuk hari esok (akhirat). Sebagaimana firman-Nya,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ. (سورة الحشر/٥٩: ١٨)
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyar/59: 18)
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ. (سورة الحشر/٥٩: ١٩)
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik. (QS. Al Hasyar/59: 19)
Demikian juga peringatan Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam berikut:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَبُو المُنْذِرِ الطُّفَاوِيُّ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَعْمَشِ قَالَ حَدَّثَنِي مُجَاهِدٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ. (رواه البخاري: ٥٩٣٧)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdurrahman Abu Al Mundzir At Thufawi dari Sulaiman Al A'masy dia berkata; telah menceritakan kepadaku Mujahid dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memegang pundakku dan bersabda: 'Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan orang asing atau seorang pengembara." Ibnu Umar juga berkata; 'Bila kamu berada di sore hari, maka janganlah kamu menunggu datangnya waktu pagi, dan bila kamu berada di pagi hari, maka janganlah menunggu waktu sore, pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.' (QS. Al Bukhari: 5937 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73)
Lihat juga: at Tirmidzi: 2255, Ibnu Majah: 4104 dan Ahmad: 4534 - hasan dan 4560 - hasan dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73. Berikut uraiannya.
Pada riwayat at Tirmidzi: 2255, ditambahkan kaliamat,
" ... فَإِنَّكَ لَا تَدْرِي يَا عَبْدَ اللَّهِ مَا اسْمُكَ غَدًا.
" ... karena sesungguhnya kau tidak tahu wahai hamba Allah siapa namamu esok."
Sedangkkan riwayat Ibnu Majah: 4104,
" ...أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَعْضِ جَسَدِي فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ كَأَنَّكَ عَابِرُ سَبِيلٍ وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُورِ.
" ... "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah memegang sebagian dari tubuhku seraya bersabda: "Wahai Abdullah, jadilah kamu di dunia ini seakan-akan orang asing atau seorang pengembara, dan persiapkanlah dirimu sebagai calon penghuni kubur."
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ لَيْثٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَعْضِ جَسَدِي فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَاعْدُدْ نَفْسَكَ فِي الْمَوْتَى. (رواه أحمد: ٤٥٣٤)
Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Laits dari Mujahid dari Ibnu Umar ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memegang tubuhku seraya bersabda: "Wahai Abdullah, jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau orang dalam perjalanan, dan persiapkanlah dirimu untuk menghadapi kematian." (HR. Ahmad: 4534 - hasan dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73)
Sementara lafazh hadits riwayat Ahmad: 4760 sama dengan hadits riwayat Ibnu Majah: 4104, sebagai berikut:
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَوْبِي أَوْ بِبَعْضِ جَسَدِي وَقَالَ عَبْدَ اللَّهِ كُنْ كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُورِ. (رواه أحمد: ٤٨٦٠)
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah telah menceritakan kepada kami Laits dari Mujahid dari Ibnu Umar ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memegang bajuku atau sebagian anggota tubuhku sambil bersabda: "Wahai Abdullah, jadilah engkau seperti orang asing atau orang yang sedang dalam perjalanan, dan anggaplah dirimu seperti penghuni kubur." (HR. Ahmad: 4760 - hasan dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 4534 dan 4760 terdapat periwayat bernama Laits bin Abi Sulaim bin Zunaim, ia tabi'in kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Kufah dan wafat tahun 148 H. Penilaian ulama: Abu Zur'ah menilainya layyinul hadits, Abu Hatim menilainya dha'iful hadits, Ahmad bin Hanbal menilainya mudharibul hadits. Sedangkan al Bukhari menilainya shaduq yuham. Selebihnya periwayat maqbul.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏