DIAM SEJENAK SETELAH MEMBACA IFTITAH
DAN SETELAH MEMBACA AL FATIHAH DALAM SHALAT
DAN SETELAH MEMBACA AL FATIHAH DALAM SHALAT
(ketika jadi imam shalat)
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ الْحَسَنِ أَنَّ سَمُرَةَ بْنَ جُنْدُبٍ وَعِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ تَذَاكَرَا
فَحَدَّثَ سَمُرَةُ بْنُ جُنْدُبٍ أَنَّهُ حَفِظَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَكْتَتَيْنِ سَكْتَةً إِذَا كَبَّرَ وَسَكْتَةً إِذَا فَرَغَ مِنْ قِرَاءَةِ
{ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ }
فَحَفِظَ ذَلِكَ سَمُرَةُ وَأَنْكَرَ عَلَيْهِ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ فَكَتَبَا فِي ذَلِكَ إِلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ فَكَانَ فِي كِتَابِهِ إِلَيْهِمَا أَوْ فِي رَدِّهِ عَلَيْهِمَا أَنَّ سَمُرَةَ قَدْ حَفِظَ. (رواه أبوداد: ٦٦١)
فَحَدَّثَ سَمُرَةُ بْنُ جُنْدُبٍ أَنَّهُ حَفِظَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَكْتَتَيْنِ سَكْتَةً إِذَا كَبَّرَ وَسَكْتَةً إِذَا فَرَغَ مِنْ قِرَاءَةِ
{ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ }
فَحَفِظَ ذَلِكَ سَمُرَةُ وَأَنْكَرَ عَلَيْهِ عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ فَكَتَبَا فِي ذَلِكَ إِلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ فَكَانَ فِي كِتَابِهِ إِلَيْهِمَا أَوْ فِي رَدِّهِ عَلَيْهِمَا أَنَّ سَمُرَةَ قَدْ حَفِظَ. (رواه أبوداد: ٦٦١)
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yazid telah menceritakan kepada kami Sa'id telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Al Hasan bahwa Samurah bin Jundab dan 'Imran bin Hushain saling mengingatkan (sesuatu), maka Samurah bin Jundab menceritakan bahwa dirinya hafal (hadits) dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dua tempat diam sejenaknya beliau (dalam shalat), pertama setelah takbir dan yang satunya ketika selesai dari membaca "GHAIRIL MAGHDHUUBI 'ALAIHIM WALADHDHAALLIIN", Samurah hafal yang demikian itu, namun Imran bin Hushain mengingkarinya, lantas keduanya menulis surat kepada Ubay bin Ka'ab, maka Ubay membalas suratnya atau balasan dari surat mereka berdua bahwa Samurah memang telah hafal (dari Nabi)." (HR. Abu Daud: 661 - dha'if [menurut al Albani] dari Samurah bin Jundub bin Hilal, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 58 H, hadits ini termasuk dalam kelompok hadits ahlul Bashrah)
Lihat juga: Ahmad: 19268 - hasan dan 19374 [hadits ahlul Bashrah]- hasan dari Samurah bin Jundub bin Hilal, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 58 H.
Sanad hadits Abu Daud: 661 sebagai berikut:
1. Samurah bin Jundub bin Hilal, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 58 H.
2. Al Hasan bin Abi al Hasan Yasar, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 110 H. Penilaian ulama: al 'Ajli menilainya tsiqah, Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah ma'mun dan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat, yudallis".
3. Qatadah bin Da'amah bin Qatadah, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al khaththab negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 117 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in menilainya tsiqah, Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah ma'mun, Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat, sedangkan adz Dzahabi menilainya hafizh.
4. Sa'id bin Abi 'Urubah Mihran, ia tabi'in [tidak jumpa shahabat] kuniyahnya Abu an Nadhar negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 156 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan an Nasa'i menilainya tsiqah. Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah sebelum ikhtalth, sedangkan Abu Zur'ah menilainya tsiqah ma'mun.
5. Yazid bin Zurai', ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Mu'awwiyah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 182 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan an Nasa'i menilainya tsiqah. Abu Hatim menilainya tsiqah imam, Ibnu Sa'ad menilainya tsiqah hujjah, Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat, sedangkan adz Dzahabi menilainya Hafizh.
6. Musaddad bin Musrihad bin Musribal bin Mustaurid, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 228 H. Penilaian ulama: al 'Ajli, an Nasa'i dan Abu Hatim menilainya tsiqah. Yahya bin Ma'in dan Ahmad bin Hanbal menilainya shaduq. Ibnu Hajar menilainya tsiqah hafizh dan adz Dzahabi menilainya hafizh. Sedangkan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat".
2. Al Hasan bin Abi al Hasan Yasar, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 110 H. Penilaian ulama: al 'Ajli menilainya tsiqah, Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah ma'mun dan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat, yudallis".
3. Qatadah bin Da'amah bin Qatadah, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al khaththab negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 117 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in menilainya tsiqah, Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah ma'mun, Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat, sedangkan adz Dzahabi menilainya hafizh.
4. Sa'id bin Abi 'Urubah Mihran, ia tabi'in [tidak jumpa shahabat] kuniyahnya Abu an Nadhar negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 156 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan an Nasa'i menilainya tsiqah. Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah sebelum ikhtalth, sedangkan Abu Zur'ah menilainya tsiqah ma'mun.
5. Yazid bin Zurai', ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Mu'awwiyah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 182 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan an Nasa'i menilainya tsiqah. Abu Hatim menilainya tsiqah imam, Ibnu Sa'ad menilainya tsiqah hujjah, Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat, sedangkan adz Dzahabi menilainya Hafizh.
6. Musaddad bin Musrihad bin Musribal bin Mustaurid, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 228 H. Penilaian ulama: al 'Ajli, an Nasa'i dan Abu Hatim menilainya tsiqah. Yahya bin Ma'in dan Ahmad bin Hanbal menilainya shaduq. Ibnu Hajar menilainya tsiqah hafizh dan adz Dzahabi menilainya hafizh. Sedangkan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat".
Catatan: dilihat dari runtutan sanad hadits di atas dapat dinaikkan kualitasnya menjadi hasan lighairihi. Karena adanya hadits pendukung.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏