“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


SHALAT SUNAT RAWATIB

Shalat rawathib adalah shalat yang mengiring shalat fardhu lima waktu kecuali shalat ashar. Hukumnya sunat mu'aqad. Shalat dimaksud adalah dua raka'at sebelum subuh, dua raka'at sebelum dan sesudah dzuhur, dua raka'at sesudah maghrib dan dua raka'at setelah shalat 'isya. Bagi kaum laki-laki (yang mukallaf) ada shalat sunat setelah shalat jum'at.

Khusus shalat sunat setelah maghrib, 'isya dan jum'at Rasul sebagaimana diceritakan oleh 'Abdullah bin 'Umar sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, beliau mengerjakannya di rumah beliau. Tidak ada pelarangan juga kalau dilaksanakan dimana shalat fardhu dilakukan.

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا مَنْصُورٌ وَابْنُ عَوْنٍ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
كَانَ تَطَوُّعُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ قَالَ وَأَخْبَرَتْنِي حَفْصَةُ أَنَّهُ كَانَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ طُلُوعِ الْفَجْرِ. (راوه أحمد: ٥٩٧٨)

Telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Manshur dan Ibnu Aun dari Ibnu Sirin dari Ibnu Umar dia berkata; Amalan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah dua raka'at sebelum Dzuhur, dua raka'at setelahnya, dua raka'at setalah Maghrib dan dua raka'at setelah Isya. Dan telah mengabarkan kepadaku Hafshah bahwa beliau shalat dua raka'at setelah fajar muncul. (HR. Ahmad: 5978 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)

Lihat juga: al Bukhari: 1099 dan 1109, at Tirmidzi: 390 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail.

Selanjutnya, imam al Bukhari memriwayatkan:

Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat sunat setelah maghrib, 'isya dan jum'at di rumah beliau.

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَسَجْدَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَسَجْدَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَسَجْدَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَسَجْدَتَيْنِ بَعْدَ الْجُمُعَةِ فَأَمَّا الْمَغْرِبُ وَالْعِشَاءُ فَفِي بَيْتِهِ
وَحَدَّثَتْنِي أُخْتِي حَفْصَةُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَعْدَ مَا يَطْلُعُ الْفَجْرُ وَكَانَتْ سَاعَةً لَا أَدْخُلُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا وَقَالَ ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي أَهْلِهِ تَابَعَهُ كَثِيرُ بْنُ فَرْقَدٍ وَأَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ. (رواه البخاري: ١١٠٢)

Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari 'Ubaidullah berkata, telah mengabarkan kepada kami Nafi' dari Ibnu'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: "Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dua sujud (raka'at) sebelum shalat Dzuhur dan dua raka'at sesudah shalat Dzuhur, dua raka'at sesudah shalat Maghrib, dua raka'at sesudah shalat 'Isya', dan dua raka'at sesudah shalat Jum'at. Adapun untuk Maghrib dan 'Isya' Beliau melaksanaannya di rumah Beliau". Dan telah menceritakan kepadaku saudara perempuanku Hafshah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat dua raka'at dengan ringan setelah terbitnya fajar dan ketika itu aku tidak menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ". Dan berkata, Ibnu Abu Az Zanad dari Musa bin 'Uqbah dari Nafi': "Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnat setelah 'Isya di rumah keluarganya". Hadits ini diperkuat pula oleh Katsir bin Farqad dan Ayyub dari Nafi'. (HR. Al Bukhari: 1102 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar)

Dan riwayat Muslim, "dan dua rakaat setelah jum'at:

و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا يَحْيَى وَهُوَ ابْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ الظُّهْرِ سَجْدَتَيْنِ وَبَعْدَهَا سَجْدَتَيْنِ وَبَعْدَ الْمَغْرِبِ سَجْدَتَيْنِ وَبَعْدَ الْعِشَاءِ سَجْدَتَيْنِ وَبَعْدَ الْجُمُعَةِ سَجْدَتَيْنِ فَأَمَّا الْمَغْرِبُ وَالْعِشَاءُ وَالْجُمُعَةُ فَصَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِهِ. (رواه مسلم: ١٢٠٠)

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan 'Ubaidullah bin Said keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya yaitu Ibnu Said dari 'Ubaidullah, katanya; telah mengabarkan kepadaku Nafi' dari Ibnu Umar, (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah dari Nafi' dari Ibnu Umar katanya; "Aku pernah shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dua raka'at sebelum Dzuhur dan dua raka'at setelahnya, dan dua raka'at setelah Maghrib dan dua raka'at setelah isya`, dan dua raka'at setelah jumat, adapun (sunnah) Maghrib, isya` dan jumat aku shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di rumahnya." (HR. Muslim: 1200 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar)

Hadits semakna lihat Ahmad: 4277 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail. Hanya saja dalam riwayat ini terdapat Ismail bin Ibrahim bin Muqsim, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Bisyir negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 193 H. Penilaian ulama: Ibnu Hajar dan adz Dzahabi menilainya dha'if. Sementara, Syu'bah menilainya sayyidul muhadditsin, Yahya bin Ma'in menilainya tsiqah ma'mun, Muhammad bin Sa'id menilainya tsiqah tsabat hujjah, 'Abdur Rahman bin Mahdi menilainya dia lebih kuat dari Husyaim, Yahya bin Sa'id menilainya dia lebih kuat dari Wuhaib. Selanjuntnya Abu Daud mengatakan, "tidak ada seorang muhaddits kecuali melakukan kesalahan kecuali Ibnu Ulaiyah dan Bisyir bin al Mufadhdhal. Menurut as Saji perlu dikoreksi ulang.

LUPA RAKAAT SHALAT

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ فَقِيلَ صَلَّيْتَ رَكْعَتَيْنِ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ. (رواه البخاري: ٦٧٤)

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sa'ad bin Ibrahim dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman dari Abu Hurairah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat Dzuhur dua rakaat. Lalu dikatakan kepada beliau, "Tuan shalat hanya dua rakaat!" Maka beliau mengerjakan shalat dua rakaat yang kurang kemudian salam, setelah itu beliau sujud dua kali." (HR. Al Bukhari: 674 - shahih dari Abu Hurairah, nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Lihat juga: Abu Daud: 857, an Nasa'i: 1212 dan 1213, Ibnu Majah: 1195 - shahih dari Abu Hurairah.

Salah saru sabab wurudil hadits,

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
صَلَّى بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى خَشَبَةٍ فِي مُقَدَّمِ الْمَسْجِدِ وَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهَا وَفِي الْقَوْمِ يَوْمَئِذٍ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ فَهَابَا أَنْ يُكَلِّمَاهُ وَخَرَجَ سَرَعَانُ النَّاسِ فَقَالُوا قَصُرَتْ الصَّلَاةُ وَفِي الْقَوْمِ رَجُلٌ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُوهُ ذَا الْيَدَيْنِ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَنَسِيتَ أَمْ قَصُرَتْ فَقَالَ لَمْ أَنْسَ وَلَمْ تَقْصُرْ قَالُوا بَلْ نَسِيتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ صَدَقَ ذُو الْيَدَيْنِ فَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَكَبَّرَ ثُمَّ وَضَعَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَكَبَّرَ. (رواه البخاري: ٥٥٩١)

Telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Umar telah menceritakan kepada kami Yazid bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Muhammad dari Abu Hurairah "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengimami kami pada waktu shalat Dzuhur hanya dua raka'at kemudian salam, lalu beliau mendekat ke sebatang kayu yang tersandar di masjid sambil meletakkan tangan beliau di atas batang kayu tersebut. Pada waktu itu di antara mereka terdapat Abu Bakar dan Umar, keduanya merasa segan untuk menegur Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan orang-orang segera keluar masjid sambil berkata; "Apakah shalat di Qashar (ringkas)?" Di antara mereka juga terdapat seorang laki-laki yang biasa dipanggil oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan sebutan Dzul Yadain, ia berkata; "Wahai Nabiyullah, apakah engkau telah lupa atau memang shalatnya diqashar (diringkas)?" Beliau menjawab: "Aku tidak lupa dan shalatnya tidak pula diringkas." Para sahabat berkata; 'Bahkan anda telah lupa wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "kalau begitu benar apa kata Dzul Yadain." Lalu beliau mengerjakan shalat dua raka'at kemudian salam, kemudian beliau bertakbir dan sujud sebagaimana sujudnya (waktu shalat), atau bahkan lebih lama lagi, kemudian mengangkat kepalanya dan bertakbir, kemudian beliau meletakkan (kepalanya) sebagaimana beliau sujud bahkan lebih lama lagi kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bertakbir." (HR. Al Bukhari: 5591 - shahih dari Abu Hurairah)

Lihat juga: al Bukhari: 1151 dan 6709, Muslim: 896 - semuanya shahih dari Abu Hurairah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]