SHAHABAT ISTIMEWA
(tentang cara baca QS. Al Lail/92: 1-3)
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ أَنَّهُ
قَدِمَ الشَّامَ فَدَخَلَ مَسْجِدَ دِمَشْقَ فَصَلَّى فِيهِ رَكْعَتَيْنِ وَقَالَ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي جَلِيسًا صَالِحًا قَالَ فَجَاءَ فَجَلَسَ إِلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ فَقَالَ لَهُ أَبُو الدَّرْدَاءِ مِمَّنْ أَنْتَ قَالَ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ قَالَ كَيْفَ سَمِعْتَ ابْنَ أُمِّ عَبْدٍ يَقْرَأُ
{ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى }
قَالَ عَلْقَمَةُ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لَقَدْ سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَا زَالَ هَؤُلَاءِ حَتَّى شَكَّكُونِي
ثُمَّ قَالَ أَلَمْ يَكُنْ فِيكُمْ صَاحِبُ الْوِسَادِ وَصَاحِبُ السِّرِّ الَّذِي لَا يَعْلَمُهُ أَحَدٌ غَيْرُهُ وَالَّذِي أُجِيرَ مِنْ الشَّيْطَانِ عَلَى لِسَانِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَاحِبُ الْوِسَادِ ابْنُ مَسْعُودٍ وَصَاحِبُ السِّرِّ حُذَيْفَةُ وَالَّذِي أُجِيرَ مِنْ الشَّيْطَانِ عَمَّارٌ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي مُغِيرَةُ قَالَ سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ ذَهَبَ عَلْقَمَةُ إِلَى الشَّامِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ. (رواه أحمد: ٢٦٢٦٢)
Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Mughirah dari Ibrahim dari Al Qamah, bahwa saat dia tiba di Syam, dia lalu masuk Masjid Damaskus dan shalat dua rakaat. Kemudian dia berkata, "Ya Allah, berilah aku seorang teman yang baik." Alqamah lalu duduk (bergaul) dengan Abu Darda', Abu Darda' lalu bertanya kepadanya, "Dari manakah kamu?" Dia menjawab, "Dari penduduk Kufah." Abu Darda' bertanya lagi, "Bagaimana kamu mendengar Ibnu Ummi 'Abdi membaca: 'WALLAILI IDZAA YAGHSYAA WAN NAHAARI IDZAA TAJALLAA?" Alqamah lalu membaca: 'WADDZAKARI WAL UNTSAA', maka Abu Darda' pun berkata, "Sungguh, aku telah medengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Orang-orang masih saja merasa ragu dengan (bacaan) ku." Kemudian Abu Darda' berkata lagi, "Bukankah di antara kalian ada pemilik bantal? orang yang mengetahui rahasia-rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain? dan orang yang terjaga dari setan, berdasarkan (keterangan) lisan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam? Pemilik bantal adalah Ibnu Mas'ud, orang yang mengetahui rahasia adalah Hudzaifah dan orang yang dijaga dari setan adalah 'Ammar." Telah menceritakan kepada kami Affan telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah mengabarkan kepadaku Mughirah berkata, aku mendengar Ibrahim berkata, "Al Qamah pergi ke Syam…kemudian dia menyebutkan haditsnya." (HR. Ahmad: 26262 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin 'Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H)
Dan riwayat berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُغِيرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ إِبْرَاهِيمَ يُحَدِّثُ قَالَ
أَتَى عَلْقَمَةُ الشَّامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَقَالَ اللَّهُمَّ وَفِّقْ لِي جَلِيسًا صَالِحًا قَالَ فَجَلَسْتُ إِلَى رَجُلٍ فَإِذَا هُوَ أَبُو الدَّرْدَاءِ فَقَالَ مِمَّنْ أَنْتَ فَقُلْتُ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ فَقَالَ هَلْ تَدْرِي كَيْفَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَقْرَأُ هَذَا الْحَرْفَ
{ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى }
فَقُلْتُ كَانَ يَقْرَؤُهَا
{ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى }
وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى فَقَالَ هَكَذَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَؤُهَا فَمَا زَالَ بِي هَؤُلَاءِ حَتَّى كَادُوا يُشَكِّكُونِي
ثُمَّ قَالَ أَلَيْسَ فِيكُمْ صَاحِبُ الْوِسَادِ وَالسِّوَاكِ يَعْنِي عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ أَلَيْسَ فِيكُمْ الَّذِي أَجَارَهُ اللَّهُ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ يَعْنِي عَمَّارَ بْنَ يَاسِرٍ أَلَيْسَ فِيكُمْ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ وَلَا يَعْلَمُهُ غَيْرُهُ يَعْنِي حُذَيْفَةَ. (رواه أحمد: ٢٦٢٦٩)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Mughirah bahwa dia telah mendengar Ibrahim menceritakan, bahwa Al Qamah datang ke Syam dan melaksanakan shalat dua rakaat, kemudian ia berdoa, "Ya Allah, berilah aku seorang teman yang shalih." Al Qamah berkata, "Kemudian aku berteman dengan seorang lelaki dan ternyata dia adalah Abu Darda'. Lalu dia bertanya, "Orang mana kamu?" Aku menjawab, "Dari penduduk Kufah." Abu Darda' bertanya lagi, "Apakah kamu tahu bagaimana Abdullah (Ibnu Mas'ud) membaca ayat ini: 'WALLAILI IDZA YAGHSYA, WANNAHAARI IDZAA TAJALLA, WAMAA KHALAQADZ DZAKARA WAL 'UNTSA (Demi malam apabila menutupi cahaya siang, dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan) ', (QS. Al Lail/92: 1-3), aku menjawab, "Dia membacanya: 'WALLAILI IDZAA YAGHSYA, WANNAHAARI IDZAA TAJALLAA, WADZ-DZAKARI WAL 'UNTSAA (demi malam apabila menutupi cahaya siang, dan siang apabila terang benderang, dan laki-laki dan perempuan)." Abu Darda' berkata, "Demikianlah aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya, maka itu terus ada padaku hingga mereka meragukan aku." Kemudian Abu Darda' bertanya, "Bukankah di antara kalian ada pemilik bantal dan siwak, yaitu Abdullah bin Mas'ud? Bukankah di antara kalian ada orang yang Allah jaga dari setan berdasarkan keterangan lisan Nabi-Nya, yaitu Ammar bin Yasir? Bukankah di antara kalian ada orang yang mengetahui rahasia-rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain, yaitu Hudzaifah?" (HR. Ahmad: 26269 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin 'Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H)
Yang tertulis dalam Mushhaf Imam adalah,
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى. (سورة الليل/٩٢: ١ - ٣)
("Demi malam apabila menutupi cahaya siang, dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan" QS. Al Lail/92: 1-3)
Sementara Ibnu Mas'ud membacanya, berdasarkan yang ia dengar oleh Abu Darda' dari Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى.
Tanpa lafazh, "wa maa khalaqa".
(tentang cara baca QS. Al Lail/92: 1-3)
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ أَنَّهُ
قَدِمَ الشَّامَ فَدَخَلَ مَسْجِدَ دِمَشْقَ فَصَلَّى فِيهِ رَكْعَتَيْنِ وَقَالَ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي جَلِيسًا صَالِحًا قَالَ فَجَاءَ فَجَلَسَ إِلَى أَبِي الدَّرْدَاءِ فَقَالَ لَهُ أَبُو الدَّرْدَاءِ مِمَّنْ أَنْتَ قَالَ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ قَالَ كَيْفَ سَمِعْتَ ابْنَ أُمِّ عَبْدٍ يَقْرَأُ
{ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى }
قَالَ عَلْقَمَةُ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى فَقَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ لَقَدْ سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَا زَالَ هَؤُلَاءِ حَتَّى شَكَّكُونِي
ثُمَّ قَالَ أَلَمْ يَكُنْ فِيكُمْ صَاحِبُ الْوِسَادِ وَصَاحِبُ السِّرِّ الَّذِي لَا يَعْلَمُهُ أَحَدٌ غَيْرُهُ وَالَّذِي أُجِيرَ مِنْ الشَّيْطَانِ عَلَى لِسَانِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَاحِبُ الْوِسَادِ ابْنُ مَسْعُودٍ وَصَاحِبُ السِّرِّ حُذَيْفَةُ وَالَّذِي أُجِيرَ مِنْ الشَّيْطَانِ عَمَّارٌ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي مُغِيرَةُ قَالَ سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ ذَهَبَ عَلْقَمَةُ إِلَى الشَّامِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ. (رواه أحمد: ٢٦٢٦٢)
Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Mughirah dari Ibrahim dari Al Qamah, bahwa saat dia tiba di Syam, dia lalu masuk Masjid Damaskus dan shalat dua rakaat. Kemudian dia berkata, "Ya Allah, berilah aku seorang teman yang baik." Alqamah lalu duduk (bergaul) dengan Abu Darda', Abu Darda' lalu bertanya kepadanya, "Dari manakah kamu?" Dia menjawab, "Dari penduduk Kufah." Abu Darda' bertanya lagi, "Bagaimana kamu mendengar Ibnu Ummi 'Abdi membaca: 'WALLAILI IDZAA YAGHSYAA WAN NAHAARI IDZAA TAJALLAA?" Alqamah lalu membaca: 'WADDZAKARI WAL UNTSAA', maka Abu Darda' pun berkata, "Sungguh, aku telah medengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Orang-orang masih saja merasa ragu dengan (bacaan) ku." Kemudian Abu Darda' berkata lagi, "Bukankah di antara kalian ada pemilik bantal? orang yang mengetahui rahasia-rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain? dan orang yang terjaga dari setan, berdasarkan (keterangan) lisan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam? Pemilik bantal adalah Ibnu Mas'ud, orang yang mengetahui rahasia adalah Hudzaifah dan orang yang dijaga dari setan adalah 'Ammar." Telah menceritakan kepada kami Affan telah menceritakan kepada kami Syu'bah berkata, telah mengabarkan kepadaku Mughirah berkata, aku mendengar Ibrahim berkata, "Al Qamah pergi ke Syam…kemudian dia menyebutkan haditsnya." (HR. Ahmad: 26262 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin 'Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H)
Dan riwayat berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُغِيرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ إِبْرَاهِيمَ يُحَدِّثُ قَالَ
أَتَى عَلْقَمَةُ الشَّامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ فَقَالَ اللَّهُمَّ وَفِّقْ لِي جَلِيسًا صَالِحًا قَالَ فَجَلَسْتُ إِلَى رَجُلٍ فَإِذَا هُوَ أَبُو الدَّرْدَاءِ فَقَالَ مِمَّنْ أَنْتَ فَقُلْتُ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ فَقَالَ هَلْ تَدْرِي كَيْفَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَقْرَأُ هَذَا الْحَرْفَ
{ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى }
فَقُلْتُ كَانَ يَقْرَؤُهَا
{ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى }
وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى فَقَالَ هَكَذَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَؤُهَا فَمَا زَالَ بِي هَؤُلَاءِ حَتَّى كَادُوا يُشَكِّكُونِي
ثُمَّ قَالَ أَلَيْسَ فِيكُمْ صَاحِبُ الْوِسَادِ وَالسِّوَاكِ يَعْنِي عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ أَلَيْسَ فِيكُمْ الَّذِي أَجَارَهُ اللَّهُ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ يَعْنِي عَمَّارَ بْنَ يَاسِرٍ أَلَيْسَ فِيكُمْ الَّذِي يَعْلَمُ السِّرَّ وَلَا يَعْلَمُهُ غَيْرُهُ يَعْنِي حُذَيْفَةَ. (رواه أحمد: ٢٦٢٦٩)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Mughirah bahwa dia telah mendengar Ibrahim menceritakan, bahwa Al Qamah datang ke Syam dan melaksanakan shalat dua rakaat, kemudian ia berdoa, "Ya Allah, berilah aku seorang teman yang shalih." Al Qamah berkata, "Kemudian aku berteman dengan seorang lelaki dan ternyata dia adalah Abu Darda'. Lalu dia bertanya, "Orang mana kamu?" Aku menjawab, "Dari penduduk Kufah." Abu Darda' bertanya lagi, "Apakah kamu tahu bagaimana Abdullah (Ibnu Mas'ud) membaca ayat ini: 'WALLAILI IDZA YAGHSYA, WANNAHAARI IDZAA TAJALLA, WAMAA KHALAQADZ DZAKARA WAL 'UNTSA (Demi malam apabila menutupi cahaya siang, dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan) ', (QS. Al Lail/92: 1-3), aku menjawab, "Dia membacanya: 'WALLAILI IDZAA YAGHSYA, WANNAHAARI IDZAA TAJALLAA, WADZ-DZAKARI WAL 'UNTSAA (demi malam apabila menutupi cahaya siang, dan siang apabila terang benderang, dan laki-laki dan perempuan)." Abu Darda' berkata, "Demikianlah aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya, maka itu terus ada padaku hingga mereka meragukan aku." Kemudian Abu Darda' bertanya, "Bukankah di antara kalian ada pemilik bantal dan siwak, yaitu Abdullah bin Mas'ud? Bukankah di antara kalian ada orang yang Allah jaga dari setan berdasarkan keterangan lisan Nabi-Nya, yaitu Ammar bin Yasir? Bukankah di antara kalian ada orang yang mengetahui rahasia-rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain, yaitu Hudzaifah?" (HR. Ahmad: 26269 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin 'Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H)
Yang tertulis dalam Mushhaf Imam adalah,
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى. (سورة الليل/٩٢: ١ - ٣)
("Demi malam apabila menutupi cahaya siang, dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan" QS. Al Lail/92: 1-3)
Sementara Ibnu Mas'ud membacanya, berdasarkan yang ia dengar oleh Abu Darda' dari Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam:
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى.
Tanpa lafazh, "wa maa khalaqa".



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏