“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


MASJID ALLAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN IMAN

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسٰجِدَ اللّٰهِ اَنْ يُّذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ وَسَعٰى فِيْ خَرَابِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ مَا كَانَ لَهُمْ اَنْ يَّدْخُلُوْهَآ اِلَّا خَاۤىِٕفِيْنَ ەۗ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ وَّلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ. (سورة البقرة/٢: ١١٤)

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang di dalam masjid-masjid Allah untuk menyebut nama-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan di akhirat mendapat azab yang berat. (QS. Al Baqarah/2: 114)

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يَّعْمُرُوْا مَسٰجِدَ اللّٰهِ شٰهِدِيْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِۗ اُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْۚ وَ فِى النَّارِ هُمْ خٰلِدُوْنَ. (سورة التوبة/٩: ١٧)

Tidaklah pantas orang-orang musyrik memakmurkan masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Mereka itu sia-sia amalnya, dan mereka kekal di dalam neraka. (QS. Al Taubah/9: 17)

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ. (سورة/٩: ١٨)

Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Taubah/9: 18)

HADITS-HADITS TENTANG MASJID

[dengan lafazh "ya'taadul masjid" يعتاد المسجد ] selalu ke Masjid.

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ دَرَّاجٍ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى
{ إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ }
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ دَرَّاجٍ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ يَتَعَاهَدُ الْمَسْجِدَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَأَبُو الْهَيْثَمِ اسْمُهُ سُلَيْمَانُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَبْدٍ الْعُتْوَارِيُّ وَكَانَ يَتِيمًا فِي حِجْرِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ. (رواه الرمذي: ٣٠١٨)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Risydin bin Sa'ad dari Amru bin Al Harits dari Darraj dari Abu Al Haitsam dari Abu Sa'id berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Jika kalian melihat orang biasa (mengunjungi) masjid saksikanlah bahwa dia adalah seorang mukmin," lalu Allah menurunkan ayat, "Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian." (At Taubah/9: 18). Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahab dari Amru bin Al Harits dari Darraj dari Abu Al Haitsam dari Abu Sa'id dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti itu hanya saja beliau bersabda dengan redaksi; yata'ahadul masjid (sering mengunjungi masjid). Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib. Abu Al Haitsam namanya Sulaiman bin Amru bin Abdu Al Utwari, ia anak yatim dalam pemeliharaan Abu Sa'id Al Khudri. (HR. At Tirmidzi: 3018 - dha'if [menurut al Albani] dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, moga ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

Catatan: Risydin bin Sa'ad Muflih, tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu al Hajjaj negeri hidup Maru dan wafat tahun 188 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in menilainya haditsnya tidak ditulis, Abu Hatim, Abu Zur'ah Abu Daud, ad Daruquthni dan an Nasa'i menilainya dha'iful hadits. Sementara Ibnu Sa'ad dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Selebihnya, periwayat maqbul.

Lihat juga: Ibnu Majah: 794 - dha'if [dalam sanad ada Risydin bin Sa'ad Muflih], Ahmad: 11224 - shahih dan 11300 - dha'if [dalam sanad ada 'Abdullah bin Lahi'ah]. Semuanya dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid.

Ahmad: 11224,

وَبِهَذَا الْإِسْنَادِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا عَلَيْهِ بِالْإِيمَانِ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
{ إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ }

Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari Abu Sa'id; dengan sanad ini juga, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila kalian melihat seorang laki-laki yang selalu ke masjid, maka saksikanlah bahwa dia adalah orang yang beriman, karena Allah 'azza wajalla berfirman: "sesungguhnya yang memakmurkan masjid hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir." (HR. Ahmad: 11224 - shahih dari Abu Sa'id)

Sanad dimaksud adalah sama dengan sanad hadits:

حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ أَنَّ دَرَّاجًا أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَصْدَقُ الرُّؤْيَا بِالْأَسْحَارِ. (رواه أحمد: ١١٢٢٣)

Telah menceritakan kepada kami Suraij berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb dari 'Amru Ibnul Harits bahwa Darraj Abu As Samah menceritakan kepadanya dari Abu Al Haitsam dari Abu Sa'id Al Khudri berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mimpi yang paling benar adalah mimpi yang terjadi pada waktu sahur." (HR. Ahmad: 11223 - shahih dari Abu Sa'id)

Sanad hadits:

حَدَّثَنَا سُرَيْجٌ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ أَنَّ دَرَّاجًا أَبَا السَّمْحِ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ .... أن ... . (رواه أحمد: ١١٢٢٤)

Telah menceritakan kepada kami Suraij berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb dari 'Amru Ibnul Harits bahwa Darraj Abu As Samh menceritakan kepadanya dari Abu Al Haitsam dari Abu Sa'id Al Khudri ... . (HR. Ahmad: 11224)

Lafazh yang sama,

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ دَرَّاجٍ أَبِي السَّمْحِ عَنْ أَبِي الْهَيْثَمِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسَاجِدَ فَاشْهَدُوا لَهُ بِالْإِيمَانِ فَإِنَّ اللَّهَ يَقُولُ { إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ }. (رواه الدرمي: ١١٩٥)

Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Az Zubair Al Humaidi telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb dari 'Amru bin Al Harits dari Darraj Abu As Samah dari Abu Al Haitsam dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Apabila kalian melihat seorang laki-laki yang terbiasa mendatangi masjid maka bersaksilah atas keimanannya, sesungguhnya Allah berfirman: '(Sesungguhnya hanyalah yang memakmurkan masjid itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah) ' (QS. At Taubah/9: 18). (HR. Ad Darimi: 1195 - dha'if [sanadnya dha'if menurut Husain Salim Asad ad Darani] dari Abu Sa'id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]