AIR LAUT SUCI, HALAL BANGKAINYA (IKAN)
DAN HUKUM BERWUDHUK DENGANNYA
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مَالِكٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ مِنْ آلِ ابْنِ الْأَزْرَقِ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي مَاءِ الْبَحْرِ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحَلَالُ مَيْتَتُهُ. (رواه أحمد: ٦٩٣٥)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Malik dari Shafwan bin Sulaim dari Sa'id bin Salamah -dari keluarga Ibnul Azroq- dari Al Mughirah bin Abi Burdah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda tentang air laut: "Lautan itu airnya suci dan bangkainya halal (untuk dimakan)." (HR. Ahmad: 6935 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 6935, Abu Daud: 76, an Nasa'i: 59, 330 dan 4275, at Tirmidzi: 64 dan Ibnu Majah: 380 terdapat periwayat bernama Al Mughirah bin Abiy Bardah, ia tabi'in kalangan pertengahan. Penilaian ulama: Ibnu Hajar menilainya majhul. Sedangkan periwayat lainnya maqbul. Semuanya shahih dari Abu Hurairah.
Sedangkan hadits riwayat Ibnu Majah: 382 - hasan dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, dengan lafazh:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ قَالَ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ ابْنِ مِقْسَمٍ عَنْ جَابِرٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ
قَالَ أَبُو الْحَسَنِ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ الْهَسْتَجَانِيُّ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ هُوَ ابْنُ مِقْسَمٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ. (رواه إبن ماجه: ٣٨٢)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hambal berkata, telah menceritakan kepada kami Abul Qasim bin Abu Zanad ia berkata; telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Hazim dari Ubaidullah bin Miqsam dari Jabir berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang air laut, maka beliau menjawab: "Laut itu suci airnya dan halal bangkainya." Abu Al Hasan bin Salamah berkata; telah menceritakan kepada kami Ali Ibnul Hasan Al Hastajani berkata, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hambal berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Al Qasim bin Abu Az Zinad berkata, telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Hazim dari Ubaidullah -yaitu Ibnu Miqsam- dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam… lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits di atas. (HR. Ibnu Majah: 382 - hasan dari Jabir bin 'Abdullah)
Begitu juga: hadits riwayat Ahmad: 14481 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah. Sementara hadits riwayat Ahmad: 22017 - dha'if [munqathi'] karena yang menerima langsung dari Rasul tidak diketahui. Namun lafazh yang sama,
" ....الْبَحْرِ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ." (رواه الترمذ، النسائي، إبن ماجه، أبودود و أحمد)
"(laut itu) airnya suci dan mensucikan serta bangkai ikannya halal". (HR. At Tirmidzi, an Nasa'i, Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad)
HUKUM BERWUDHUK DENGAN AIR LAUT
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ ح و حَدَّثَنَا الْأَنْصَارِيُّ إِسْحَقُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا مَعْنٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ مِنْ آلِ ابْنِ الْأَزْرَقِ أَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ
سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنْ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ مِنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ جَابِرٍ وَالْفِرَاسِيِّ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ الْفُقَهَاءِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَابْنُ عَبَّاسٍ لَمْ يَرَوْا بَأْسًا بِمَاءِ الْبَحْرِ وَقَدْ كَرِهَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوُضُوءَ بِمَاءِ الْبَحْرِ مِنْهُمْ ابْنُ عُمَرَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو هُوَ نَارٌ. (رواه الترمذي: ٦٤)
telah menceritakan kepada kami Qutaibah dari Malik. Dan dari jalur yang lain; Telah menceritakan kepada kami Al Anshari Ishaq bin Musa berkata, telah menceritakan kepada kami Ma'n berkata, telah menceritakan kepada kami Malik dari Shafwan bin Sulaim dari Sa'id bin Salamah keluarga Ibnu Al Azraq, bahwa Al Mughirah bin Abu burdah bani Abdu Ad Dar, mengabarkan kepadanya, bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah berkata; bahwa seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami mengarungi lautan dan kami hanya membawa sedikit air, jika kami gunakan air itu untuk wudhuk maka kami akan kehausan. Lalu apakah kami boleh berwudhuk dengan air laut?" maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun menjawab: "Laut itu suci airnya dan halal bangkainya." Dalam bab ini juga ada riwayat dari Jabir dan Al Firasi. Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih, dan ini adalah pendapat yang diambil oleh kebanyakan fuqaha dari kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Di antaranya adalah Abu Bakar, Umar dan Ibnu Abbas. Mereka berpendapat bahwa bersuci dengan air laut itu dibolehkan. Namun ada juga sebagian sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang memakruhkan hal itu, di antara mereka adalah Ibnu Umar dan Abdullah bin 'Amru. Dan Abdullah bin 'Amru berkata; "Itu adalah api." (HR. At Tirmidzi: 64 - shahih dari Abu Hurairah)
DAN HUKUM BERWUDHUK DENGANNYA
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مَالِكٍ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ مِنْ آلِ ابْنِ الْأَزْرَقِ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي مَاءِ الْبَحْرِ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحَلَالُ مَيْتَتُهُ. (رواه أحمد: ٦٩٣٥)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Malik dari Shafwan bin Sulaim dari Sa'id bin Salamah -dari keluarga Ibnul Azroq- dari Al Mughirah bin Abi Burdah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda tentang air laut: "Lautan itu airnya suci dan bangkainya halal (untuk dimakan)." (HR. Ahmad: 6935 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 6935, Abu Daud: 76, an Nasa'i: 59, 330 dan 4275, at Tirmidzi: 64 dan Ibnu Majah: 380 terdapat periwayat bernama Al Mughirah bin Abiy Bardah, ia tabi'in kalangan pertengahan. Penilaian ulama: Ibnu Hajar menilainya majhul. Sedangkan periwayat lainnya maqbul. Semuanya shahih dari Abu Hurairah.
Sedangkan hadits riwayat Ibnu Majah: 382 - hasan dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, dengan lafazh:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ قَالَ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ ابْنِ مِقْسَمٍ عَنْ جَابِرٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ
قَالَ أَبُو الْحَسَنِ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحَسَنِ الْهَسْتَجَانِيُّ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ هُوَ ابْنُ مِقْسَمٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ. (رواه إبن ماجه: ٣٨٢)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hambal berkata, telah menceritakan kepada kami Abul Qasim bin Abu Zanad ia berkata; telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Hazim dari Ubaidullah bin Miqsam dari Jabir berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang air laut, maka beliau menjawab: "Laut itu suci airnya dan halal bangkainya." Abu Al Hasan bin Salamah berkata; telah menceritakan kepada kami Ali Ibnul Hasan Al Hastajani berkata, telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hambal berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Al Qasim bin Abu Az Zinad berkata, telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Hazim dari Ubaidullah -yaitu Ibnu Miqsam- dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam… lalu ia menyebutkan sebagaimana hadits di atas. (HR. Ibnu Majah: 382 - hasan dari Jabir bin 'Abdullah)
Begitu juga: hadits riwayat Ahmad: 14481 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah. Sementara hadits riwayat Ahmad: 22017 - dha'if [munqathi'] karena yang menerima langsung dari Rasul tidak diketahui. Namun lafazh yang sama,
" ....الْبَحْرِ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ." (رواه الترمذ، النسائي، إبن ماجه، أبودود و أحمد)
"(laut itu) airnya suci dan mensucikan serta bangkai ikannya halal". (HR. At Tirmidzi, an Nasa'i, Ibnu Majah, Abu Daud dan Ahmad)
HUKUM BERWUDHUK DENGAN AIR LAUT
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ ح و حَدَّثَنَا الْأَنْصَارِيُّ إِسْحَقُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا مَعْنٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ مِنْ آلِ ابْنِ الْأَزْرَقِ أَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ أَبِي بُرْدَةَ وَهُوَ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ
سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنْ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ مِنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ جَابِرٍ وَالْفِرَاسِيِّ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ الْفُقَهَاءِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهُمْ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَابْنُ عَبَّاسٍ لَمْ يَرَوْا بَأْسًا بِمَاءِ الْبَحْرِ وَقَدْ كَرِهَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوُضُوءَ بِمَاءِ الْبَحْرِ مِنْهُمْ ابْنُ عُمَرَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو وَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو هُوَ نَارٌ. (رواه الترمذي: ٦٤)
telah menceritakan kepada kami Qutaibah dari Malik. Dan dari jalur yang lain; Telah menceritakan kepada kami Al Anshari Ishaq bin Musa berkata, telah menceritakan kepada kami Ma'n berkata, telah menceritakan kepada kami Malik dari Shafwan bin Sulaim dari Sa'id bin Salamah keluarga Ibnu Al Azraq, bahwa Al Mughirah bin Abu burdah bani Abdu Ad Dar, mengabarkan kepadanya, bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah berkata; bahwa seseorang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami mengarungi lautan dan kami hanya membawa sedikit air, jika kami gunakan air itu untuk wudhuk maka kami akan kehausan. Lalu apakah kami boleh berwudhuk dengan air laut?" maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun menjawab: "Laut itu suci airnya dan halal bangkainya." Dalam bab ini juga ada riwayat dari Jabir dan Al Firasi. Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih, dan ini adalah pendapat yang diambil oleh kebanyakan fuqaha dari kalangan sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Di antaranya adalah Abu Bakar, Umar dan Ibnu Abbas. Mereka berpendapat bahwa bersuci dengan air laut itu dibolehkan. Namun ada juga sebagian sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang memakruhkan hal itu, di antara mereka adalah Ibnu Umar dan Abdullah bin 'Amru. Dan Abdullah bin 'Amru berkata; "Itu adalah api." (HR. At Tirmidzi: 64 - shahih dari Abu Hurairah)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏