MENGAMALKAN ILMU
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الْفَزَارِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ { كُونُوا رَبَّانِيِّينَ } قَالَ عُلَمَاءُ فُقَهَاءُ. (رواه الدارمي: ٣٣٢)
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin 'Uyainah dari Abu Ishaq Al Fazari dari 'Atha' bin As Sa`ib dari Sa'id bin Jubair ia berkata: "jadilah kalian semua Rabbaniyyun" dia berkata: maksudnya adalah ulama yang ahli fikih". (HR. Ad Darimi: 332 - shahih [mauquf] dari Sa'id bin Jubair bin Hisyam, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Kudah dan wafat tahun 94 H)
Cacatan: perawinya tsiqah kecuali Abu Ishaq menurut Husain Salim Asad ad Darani. Abu Ishaq adalah Ibrahim bin Muhammad bin al Harits bin Asma' bin Kharijah, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Syam dan wafat tahun 185 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in menilainya tsiqah tsiqah. Abu Hatim dan an Nasa'i menilainya tsiqah ma'mun. Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". Ibnu Hajar menilainya imam tsiqah hafizh, sedangkan adz Dzahabi menilainya Ahadul A'lam.
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ سَمِعْتُ سُفْيَانَ بْنَ عُيَيْنَةَ يَقُولُ يُرَادُ لِلْعِلْمِ الْحِفْظُ وَالْعَمَلُ وَالِاسْتِمَاعُ وَالْإِنْصَاتُ وَالنَّشْرُ. (رواه الدارمي: ٣٣٣)
Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Sa'id ia berkata: "aku telah mendengar Sufyan bin 'Uyainah berkata: "Yang dimaksud ilmu adalah menghafal, beramal, mendengar, diam dan menyebarkan". (HR. Ad Darimi: 333)
قَالَ و أَخْبَرَنِي مُحَمَّدٌ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ أَجْهَلُ النَّاسِ مَنْ تَرَكَ مَا يَعْلَمُ وَأَعْلَمُ النَّاسِ مَنْ عَمِلَ بِمَا يَعْلَمُ وَأَفْضَلُ النَّاسِ أَخْشَعَهُمْ لِلَّهِ. (رواه الدارمي: ٣٣٤)
berkata perawi: "Telah mengabarkan kepadaku Muhammad Abu Abdullah dari Sufyan bin 'Uyainah ia berkata: 'Orang yang paling bodoh adalah orang yang tidak mengamalkan ilmunya, dan orang yang paling pintar adalah orang yang mengamalkan ilmunya, serta orang yang paling mulia adalah orang yang paling khusyu' dalam beribadah kepada Allah' ". (HR. Ad Darimi: 334 - shahih [isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani] dari Sufyan bin 'Uyainah bin 'Imran Maimun, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Kufah dan wafat tahun 198 H)
Ingat...!!!
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبَانَ عَنْ يَعْقُوبَ هُوَ الْقُّمِّيُّ عَنْ هَارُونَ بْنِ عَنْتَرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا سَلَكَ رَجُلٌ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ الْعِلْمَ إِلَّا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَنْ يُبْطِئْ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ. (رواه الدارمي: ٣٤٩)
Telah mengabarkan kepada kami Ismail bin Iban dari Ya'kub Al Qummi, dari Harun bin 'Antarah dari ayahnya dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu ia berkata: "Tidaklah seseorang berjalan dengan tujuan untuk menuntut ilmu, kecuali Allah permudah baginya jalan menuju surga. Siapa yang tidak segera mengamalkan ilmunya, ia tak akan bisa memperoleh kemuliaannya." (HR. Ad Darimi: 349 - shahih [isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani] dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Lihat juga: Abu Daud: 3158, at Tirmidzi: 2570 - shahih dari Abu Hurairah dan Ibnu Majah: 219 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin 'Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H.
Sabab wurudil hadits,
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ جَمِيلٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ
كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ أَبِي الدَّرْدَاءِ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ أَتَيْتُكَ مِنْ الْمَدِينَةِ مَدِينَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَدِيثٍ بَلَغَنِي أَنَّكَ تُحَدِّثُ بِهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَمَا جَاءَ بِكَ تِجَارَةٌ قَالَ لَا قَالَ وَلَا جَاءَ بِكَ غَيْرُهُ قَالَ لَا قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ يَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانِ فِي الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ. (رواه إبن ماجه: ٢١٩)
Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Al Jahdhami berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Daud dari 'Ashim bin Raja` bin Haiwah dari Dawud bin Jamil dari Katsir bin Qais ia berkata; "Ketika aku sedang duduk di samping Abu Darda' di Masjid Damaskus, tiba-tiba datang seseorang seraya berkata; "Hai Abu Darda', aku mendatangi anda dari kota Madinah, kota Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena satu hadits yang telah sampai kepadaku, bahwa engkau telah menceritakannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam! " Lalu Abu Darda' bertanya; "Apakah engkau datang karena berniaga?" Katsir bin Qais menjawab; "Bukan, " Abu Darda` bertanya lagi, "Apakah karena ada urusan yang lainnya?" Katsir bin Qais menjawab; "Bukan, "Katsir bin Qais berkata; "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa meniti jalan untuk mencari ilmu, Allah akan permudahkan baginya jalan menuju surga. Para Malaikat akan membentangkan sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu. Dan seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di air. Sungguh, keutamaan seorang 'alim dibanding seorang ahli ibadah adalah ibarat bulan purnama atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang sangat besar." (HR. Ibnu Majah: 219 - shahih [menurut al Albani] dari Abu Darda')
Catatan:
1. Katsir bin Qais, ia tabi'in kalangan pertengahan dan negeri hidup di Syam. Penilaian ulama: ad Daruquthni dan Ibnu Hajar menilainya dha'if.
2. Daud bin Jamil, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua. Penilaian ulama: ad Daruquthni dan al Asadi menilainya majhul, sedangkan Ibnu Hibban dan adz Dzahabi mentsiqahkannya.
Lihat juga: Abu Daud: 3157 dari Abu Darda'. Selanjutnya juga Abu Daud: 3158 dan Ahmad: 7965 - shahih dari Abu Hurairah.
Selebihnya adalah periwayat maqbul.
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الْفَزَارِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ { كُونُوا رَبَّانِيِّينَ } قَالَ عُلَمَاءُ فُقَهَاءُ. (رواه الدارمي: ٣٣٢)
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin 'Uyainah dari Abu Ishaq Al Fazari dari 'Atha' bin As Sa`ib dari Sa'id bin Jubair ia berkata: "jadilah kalian semua Rabbaniyyun" dia berkata: maksudnya adalah ulama yang ahli fikih". (HR. Ad Darimi: 332 - shahih [mauquf] dari Sa'id bin Jubair bin Hisyam, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Kudah dan wafat tahun 94 H)
Cacatan: perawinya tsiqah kecuali Abu Ishaq menurut Husain Salim Asad ad Darani. Abu Ishaq adalah Ibrahim bin Muhammad bin al Harits bin Asma' bin Kharijah, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Syam dan wafat tahun 185 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in menilainya tsiqah tsiqah. Abu Hatim dan an Nasa'i menilainya tsiqah ma'mun. Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". Ibnu Hajar menilainya imam tsiqah hafizh, sedangkan adz Dzahabi menilainya Ahadul A'lam.
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ سَمِعْتُ سُفْيَانَ بْنَ عُيَيْنَةَ يَقُولُ يُرَادُ لِلْعِلْمِ الْحِفْظُ وَالْعَمَلُ وَالِاسْتِمَاعُ وَالْإِنْصَاتُ وَالنَّشْرُ. (رواه الدارمي: ٣٣٣)
Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Sa'id ia berkata: "aku telah mendengar Sufyan bin 'Uyainah berkata: "Yang dimaksud ilmu adalah menghafal, beramal, mendengar, diam dan menyebarkan". (HR. Ad Darimi: 333)
قَالَ و أَخْبَرَنِي مُحَمَّدٌ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ أَجْهَلُ النَّاسِ مَنْ تَرَكَ مَا يَعْلَمُ وَأَعْلَمُ النَّاسِ مَنْ عَمِلَ بِمَا يَعْلَمُ وَأَفْضَلُ النَّاسِ أَخْشَعَهُمْ لِلَّهِ. (رواه الدارمي: ٣٣٤)
berkata perawi: "Telah mengabarkan kepadaku Muhammad Abu Abdullah dari Sufyan bin 'Uyainah ia berkata: 'Orang yang paling bodoh adalah orang yang tidak mengamalkan ilmunya, dan orang yang paling pintar adalah orang yang mengamalkan ilmunya, serta orang yang paling mulia adalah orang yang paling khusyu' dalam beribadah kepada Allah' ". (HR. Ad Darimi: 334 - shahih [isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani] dari Sufyan bin 'Uyainah bin 'Imran Maimun, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Kufah dan wafat tahun 198 H)
Ingat...!!!
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ أَبَانَ عَنْ يَعْقُوبَ هُوَ الْقُّمِّيُّ عَنْ هَارُونَ بْنِ عَنْتَرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا سَلَكَ رَجُلٌ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ الْعِلْمَ إِلَّا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَنْ يُبْطِئْ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ. (رواه الدارمي: ٣٤٩)
Telah mengabarkan kepada kami Ismail bin Iban dari Ya'kub Al Qummi, dari Harun bin 'Antarah dari ayahnya dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu ia berkata: "Tidaklah seseorang berjalan dengan tujuan untuk menuntut ilmu, kecuali Allah permudah baginya jalan menuju surga. Siapa yang tidak segera mengamalkan ilmunya, ia tak akan bisa memperoleh kemuliaannya." (HR. Ad Darimi: 349 - shahih [isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani] dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Lihat juga: Abu Daud: 3158, at Tirmidzi: 2570 - shahih dari Abu Hurairah dan Ibnu Majah: 219 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin 'Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H.
Sabab wurudil hadits,
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ جَمِيلٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ
كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ أَبِي الدَّرْدَاءِ فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ أَتَيْتُكَ مِنْ الْمَدِينَةِ مَدِينَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَدِيثٍ بَلَغَنِي أَنَّكَ تُحَدِّثُ بِهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَمَا جَاءَ بِكَ تِجَارَةٌ قَالَ لَا قَالَ وَلَا جَاءَ بِكَ غَيْرُهُ قَالَ لَا قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ يَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانِ فِي الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ. (رواه إبن ماجه: ٢١٩)
Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Al Jahdhami berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Daud dari 'Ashim bin Raja` bin Haiwah dari Dawud bin Jamil dari Katsir bin Qais ia berkata; "Ketika aku sedang duduk di samping Abu Darda' di Masjid Damaskus, tiba-tiba datang seseorang seraya berkata; "Hai Abu Darda', aku mendatangi anda dari kota Madinah, kota Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena satu hadits yang telah sampai kepadaku, bahwa engkau telah menceritakannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam! " Lalu Abu Darda' bertanya; "Apakah engkau datang karena berniaga?" Katsir bin Qais menjawab; "Bukan, " Abu Darda` bertanya lagi, "Apakah karena ada urusan yang lainnya?" Katsir bin Qais menjawab; "Bukan, "Katsir bin Qais berkata; "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa meniti jalan untuk mencari ilmu, Allah akan permudahkan baginya jalan menuju surga. Para Malaikat akan membentangkan sayapnya karena ridha kepada penuntut ilmu. Dan seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh penghuni langit dan bumi hingga ikan yang ada di air. Sungguh, keutamaan seorang 'alim dibanding seorang ahli ibadah adalah ibarat bulan purnama atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang sangat besar." (HR. Ibnu Majah: 219 - shahih [menurut al Albani] dari Abu Darda')
Catatan:
1. Katsir bin Qais, ia tabi'in kalangan pertengahan dan negeri hidup di Syam. Penilaian ulama: ad Daruquthni dan Ibnu Hajar menilainya dha'if.
2. Daud bin Jamil, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua. Penilaian ulama: ad Daruquthni dan al Asadi menilainya majhul, sedangkan Ibnu Hibban dan adz Dzahabi mentsiqahkannya.
Lihat juga: Abu Daud: 3157 dari Abu Darda'. Selanjutnya juga Abu Daud: 3158 dan Ahmad: 7965 - shahih dari Abu Hurairah.
Selebihnya adalah periwayat maqbul.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏