“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

PREDIKSI AKHIR ZAMAN

AKHIR ZAMAN

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ خَيْثَمَةَ عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفَلَةَ قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. (رواه البخاري: ٤٦٦٩)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir Telah mengabarkan kepada kami Sufyan Telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Khaitsamah dari Suwaid bin Ghaflah bahwa Ali radhiyallahu 'anhu berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pada akhir zaman nanti, akan datang suatu kaum yang muda usianya lagi bodoh. Mereka berkata-kata dengan kebaikan, akan tetapi mereka keluar dari Islam sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya. Keimanan mereka tidaklah melewati batas tenggorokan (tidak meresap dalam hati). Karena itu, dimana pun kalian menemukannya, maka bunuhlah mereka. Karena sesungguhnya membunuh mereka merupakan pahala, yakni pahala pada hari kiamat bagi yang membunuh mereka." (HR. Al Bukhari: 4669 - shahih dari Ali bin Abi Thallib bin 'Abdu al Murhallib bin  Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)

Lihat juga: al Bukhari: 3342, 6418, Muslim: 1771, Abu Daud: 4138 - shahih dari Ali bin Abi Thallib.

Hadits senada dengan menyebutkan ciri-ciri mereka,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ الْبَصْرِيُّ الْحَرَّانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ الْأَزْرَقِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ شَرِيكِ بْنِ شِهَابٍ قَالَ
كُنْتُ أَتَمَنَّى أَنْ أَلْقَى رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْأَلُهُ عَنْ الْخَوَارِجِ فَلَقِيتُ أَبَا بَرْزَةَ فِي يَوْمِ عِيدٍ فِي نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقُلْتُ لَهُ هَلْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ الْخَوَارِجَ فَقَالَ نَعَمْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأُذُنِي وَرَأَيْتُهُ بِعَيْنِي أُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَالٍ فَقَسَمَهُ فَأَعْطَى مَنْ عَنْ يَمِينِهِ وَمَنْ عَنْ شِمَالِهِ وَلَمْ يُعْطِ مَنْ وَرَاءَهُ شَيْئًا فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ وَرَائِهِ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ مَا عَدَلْتَ فِي الْقِسْمَةِ رَجُلٌ أَسْوَدُ مَطْمُومُ الشَّعْرِ عَلَيْهِ ثَوْبَانِ أَبْيَضَانِ فَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَضَبًا شَدِيدًا وَقَالَ وَاللَّهِ لَا تَجِدُونَ بَعْدِي رَجُلًا هُوَ أَعْدَلُ مِنِّي ثُمَّ قَالَ يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ كَأَنَّ هَذَا مِنْهُمْ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ سِيمَاهُمْ التَّحْلِيقُ لَا يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ حَتَّى يَخْرُجَ آخِرُهُمْ مَعَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ رَحِمَهُ اللَّهُ شَرِيكُ بْنُ شِهَابٍ لَيْسَ بِذَلِكَ الْمَشْهُورِ. (رواه السائي: ٤٠٣٤)

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ma'mar Al Bashri Al Harrani, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Daud Athayalisi, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Al Azraq bin Qais dari Syarik bin Syihab ia berkata; dahulu saya berharap untuk bertemu dengan seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya kepadanya mengenai Khawarij, lalu aku bertemu dengan Abu Barzah pada hari 'Id diantara beberapa orang dari sahabatnya, saya katakan kepadanya; apakah engkau mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan mengenai khowarij? Ia menjawab; ya. Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan dua telingaku dan melihat dengan kedua mataku, didatangkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam suatu harta lalu beliau mulai membagi untuk orang yang berada disebelah kanan dan kiri beliau, dan beliau tidak memberi yang berada dibelakannya sedikitpun, lalu seseorang yang berada di belakang beliau berdiri dan berkata; wahai Muhammad, engkau tidak adil dalam membagi, ia adalah orang yang hitam, rambutnya dicukur, ia mengenakan dua kain putih, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam marah dan bersabda: "Demi Allah kalian tidak akan mendapati seorangpun yang lebih adil setelahku, "lalu beliau bersabda: "akan keluar pada akhir zaman, suatu kaum seakan-akan orang ini termasuk darinya, yang mereka membaca quran tidak melebihi kerongkongan mereka, mereka melesat dari Islam seperti melesatnya anak panah dari busurnya, ciri-ciri mereka adalah bercukur, mereka senantiasa keluar hingga keluar akhir dari mereka bersama Al Masih Ad Dajjal, jika kalian bertemu dengan mereka maka bunuhlah mereka, mereka adalah seburuk-buruk makhluk dan ciptaan, " Abu Abdurrahman rahimahullah berkata Syarik bin Syihab bukanlah Syarik yang terkenal itu. (HR. An Nasa'i: 4034 - dha'if [menurut al Albani] dari Nadhlah bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Barzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 64 H)

Catatan:

Seluruh periwayat dalam sanadnya maqbul, hanya saja matannya berbeda dengan yang shahih dan diriwayat orang banyak banyak.

AKHIR ZAMAN

Berhati-hatilah, karena banyaknya perusakan sebelum Dajjal sesungguhnya muncul baik masalah agama maupun keduniaan. Mari kita simak hadits-hadits berikut.

1. Hadits riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah - shahih

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ الْجُمَحِيُّ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ. (رواه إبن ماجه: ٤٠٢٦)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Abu Furat dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara." Lalu beliau ditanya, "Apakah Ruwaibidhah itu?" beliau menjawab: "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum." (HR. Ibnu Majah: 4026 - shahih)

2. Hadits riwayat Ahmad dari Hurairah - dha'if

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ قُدَامَةَ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ بَكْرِ بْنِ أَبِي الْفُرَاتِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ. (رواه احمد: ٧٥٧١)

Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah berkata; telah menceritakan kepada kami Ishaq bin bakr bin Abi Al Furat dari Sa'id bin Abi Sa'id dari bapaknya dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penipuan, di dalamnya orang yang berdusta dipercaya sedangkan orang yang jujur didustakan, orang yang berkhianat diberi amanah sedangkan orang yang amanah dikhianati, dan di dalamnya juga terdapat Ar-Ruwaibidhah." Ditanya, "Apa itu Ar-Ruwaibidhah wahai Rasulullah?" Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Yaitu orang bodoh yang berbicara (memberi fatwa) dalam urusan manusia." HR. Ahmad: 7571 - dha'if)
Dalam sanatnya terdapat dua orang periwayat hadits dha'if.

1. Abdur Rahman bin Shakhr, ia sahabat kuniyahnya Abu Hurairah, negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
2. Kaisan, ia tabi'in kalangan tua, kuniyahnya Abu Sa'id, negeri hidup Madinah dan wafat tahun 100 H. Penilaian ulama terhadapnya: an Nasa'i menilainya la ba'sa bihi, Ibnu Hibban mengatakan disebut dalam ats tsiqaat dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat.
3. Sa'id bin Abi Sa'id Kaisan, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Sa'ad dan negeri hidup Madinah dan wafat tahun 123 H. Penilaian ulama: Ibnu Madini, Muhammad bin Sa'ad, Al 'Ajli, Abu Zur'ah An Nasa'i dan Ibnu Kharasy menilainya tsiqah. Sedangkan Abu Hatim ar Roziy menilainya shaduuq dan Ibnu Hajar al 'Asqalani menilainya tsiqah berubah sebelum matinya.
4. Ishaq bin Al Furat, ia adalah tabi'ut tabi'in kalangan tua, negeri hidup Madinah. Maslamah bin Qasim, Ibnu Hajar dan adz Dzahabi menilainya majhu.
5. Abdul Malik bin Qudamah bin Ibrahim, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua negeri hidup Madinah.  Adz Dzahabi dan Ibnu Hajar menilainya dha'if, Abu Hatim menilainya dha'iful hadits, an Nasa'i menilainya laisa bi qawi, Al Bukhari berkata ketahui dan ingkari dan Yahya bin Ma'in menilainya shalih.
6. Yazid bin Harun, ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa, kuniyahnya Abu Khalid, negeri hidup Hait dan wafat tahun 206 H. Yahya bin Ma'in, Ibnul Madini, Al 'Ajli, Abu Hatim, Ibnu Sa'ad dan Ya'qub bin Syaibah menilainya tsiqah. Sedangkan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalan ats tsiqaat, Ibnu Qani' menilainya tsiqah ma'mun, Ibnu Hajar menilainya tsiqah ahli ibadah dan adz Dzahabi menilainya seorang tokoh.

3. Hadits riwayat Ahmad dari Abu Hurairah - hasan

حَدَّثَنَا يُونُسُ وَسُرَيْجٌ قَالَا حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ السَّبَّاقِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ السَّاعَةِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ سُرَيْجٌ وَيَنْظُرُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ. (رواه احمد: ٨١٠٥)

Telah menceritakan kepada kami Yunus dan Suraij mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Fulaih dari Sa'id bin 'Ubaid As Sabaq dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam Bersabda: "Sebelum hari kiamat akan datang tahun-tahun yang penuh tipu muslihat, orang yang jujur didustai sedang pendusta dipercaya, orang yang amanah dikhianati sedang pengkhianat diberi amanah, dan Ruwaibidhah akan berbicara." Suraij berkata: "Pada tahun tersebut orang-orang ruwaibidhah akan melihat." (HR. Ahmad: 8105 - hasan)

4. Hadits riwayat Ahmad dari Anas bin Malik - shahih

حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الْمَدَائِنِيُّ وَهُوَ مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَمَامَ الدَّجَّالِ سِنِينَ خَدَّاعَةً يُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيَتَكَلَّمُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الْفُوَيْسِقُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ. (رواه احمد: ١٢٨٢٠)
Telah menceritakan kepada kami Abu Ja'far Al-Mada'ini, dia tak lain adalah Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami 'Abbad bin Al-'Awwam, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Muhammad bin al-Mukandir dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sebelum munculnya dajjal akan ada beberapa tahun munculnya para penipu, sehingga orang jujur didustakan sedangkan pendusta dibenarkan. Orang yang amanat dikhianati sedangkan orang yang suka berkhianat dipercaya, dan para ruwaibidhah angkat bicara", ada yang bertanya, apa itu ruwaibidhah?, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Orang fasik yang ia berbicara tentang persoalan publik". (HR. Ahmad: 12820).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]