UMUR PENDEK TETAPI NILAINYA LEBIH
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir Rahmaanir Rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰىكُمْ بِالَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيْهِ لِيُقْضٰٓى اَجَلٌ مُّسَمًّىۚ ثُمَّ اِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ. (قرآن سورة الأنعام/٦: ٦٠)
Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Al-An‘ām/6: 60)
Dan firman Allah,
يَغْفِرْ لَكُمْ مِّنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُؤَخِّرْكُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اِنَّ اَجَلَ اللّٰهِ اِذَا جَاۤءَ لَا يُؤَخَّرُۘ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. (قرآن شورة نوح/٧١: ٤)
niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkanmu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah itu, apabila telah datang, tidak dapat ditunda. Seandainya kamu mengetahui (-nya).” (QS. Nūḥ/71: 4)
Imam al Bukhari berkata,
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا أَجَلُكُمْ فِي أَجَلِ مَنْ خَلَا مِنْ الْأُمَمِ مَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى مَغْرِبِ الشَّمْسِ وَإِنَّمَا مَثَلُكُمْ وَمَثَلُ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى كَرَجُلٍ اسْتَعْمَلَ عُمَّالًا فَقَالَ مَنْ يَعْمَلُ لِي إِلَى نِصْفِ النَّهَارِ عَلَى قِيرَاطٍ قِيرَاطٍ فَعَمِلَتْ الْيَهُودُ إِلَى نِصْفِ النَّهَارِ عَلَى قِيرَاطٍ قِيرَاطٍ ثُمَّ قَالَ مَنْ يَعْمَلُ لِي مِنْ نِصْفِ النَّهَارِ إِلَى صَلَاةِ الْعَصْرِ عَلَى قِيرَاطٍ قِيرَاطٍ فَعَمِلَتْ النَّصَارَى مِنْ نِصْفِ النَّهَارِ إِلَى صَلَاةِ الْعَصْرِ عَلَى قِيرَاطٍ قِيرَاطٍ ثُمَّ قَالَ مَنْ يَعْمَلُ لِي مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى مَغْرِبِ الشَّمْسِ عَلَى قِيرَاطَيْنِ قِيرَاطَيْنِ أَلَا فَأَنْتُمْ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى مَغْرِبِ الشَّمْسِ عَلَى قِيرَاطَيْنِ قِيرَاطَيْنِ أَلَا لَكُمْ الْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ فَغَضِبَتْ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالُوا نَحْنُ أَكْثَرُ عَمَلًا وَأَقَلُّ عَطَاءً قَالَ اللَّهُ هَلْ ظَلَمْتُكُمْ مِنْ حَقِّكُمْ شَيْئًا قَالُوا لَا قَالَ فَإِنَّهُ فَضْلِي أُعْطِيهِ مَنْ شِئْت. (رواه البخاري: ٣٢٠٠)
Telah bercerita kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah bercerita kepada kami Laits dari Nafi' dari Ibnu 'Umar radhiallahu'anhu dari Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya masa hidup kalian dibandingkan masa umat-umat yang dahulu hanyalah bagaikan antara Asar hingga terbenamnya matahari. Dan perumpamaan kalian dibandingkan orang-orang Yahudi dan Nasrani seperti seseorang yang mempekerjakan para pekerja, ia berkata, "Siapa yang mau bekerja untukku hingga pertengahan siang dengan upah satu qirath satu qirath, maka orang-orang Yahudi melaksanakannya dengan upah satu qirath. Kemudian dia berkata lagi, "Siapa yang mau bekerja untukku mulai pertengahan siang hingga waktu shalat Asar dengan upah satu qirath? Lalu orang-orang Nasrani mengerjakannya dengan upah satu qirath. Kemudian dia berkata lagi, "Siapa yang mau bekerja untukku mulai waktu shalat Asar hingga terbenam matahari dengan dua qirath? Maka kalianlah yang mengerjakan mulai dari shalat Asar hingga terbenam matahari dengan upah dua qirath. Ketahuilah bahwa kalian mendapatkan pahala dua kali". Maka orang-orang Yahudi dan Nasrani marah seraya berkata, "Kami yang lebih banyak amal namun lebih sedikit upah!". Maka Allah 'Azza wa Jalla bertanya, "Apakah ada yang aku zalimi dari hak kalian?". Mereka menjawab, "Tidak". Allah berfirman, "Itulah karunia dari-Ku yang Aku berikan kepada siapa yang Aku kehendaki". (HR. Al Bukhari: 3100 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Demikian juga hadits riwayat imam al Bukhari: 4633 dan 6913, at Tirmidzi: 2797 (hadits ahlul Madinah) - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H. Sedangkan hadits riwayat imam Ahmad hanya penggalan pertama, beliau berkata:
حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجَلُكُمْ فِي أَجَلِ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَمَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ. (رواه أحمد: ٥٦٤١)
Telah menceritakan kepada kami Muammal telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdullah bin Dinar saya mendengar Ibnu Umar berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Batas ajal kalian dibanding ajal orang-orang sebelum kalian, adalah sebagaimana waktu antara shalat Asar sampai terbenamnya matahari." (HR. Ahmad: 5641 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Lebih lanjut, kisaran umur yang disinggung dalam hadits di atas dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadits-hadits berikut:
Imam at Tirmidzi berkata,
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ كَامِلٍ أَبِي الْعَلَاءِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُمْرُ أُمَّتِي مِنْ سِتِّينَ سَنَةً إِلَى سَبْعِينَ سَنَةً
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ. (رواه الترمذي: ٢٢٥٣)
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'id Al Jauhari telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rabi'ah dari Kamil Abul Ala' dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Umur umatku berkisar antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun." Abu Isa berkata, Hadits ini hasan gharib dari hadits Abu Shalih dari Abu Hurairah, dan hadits ini diriwayatkan juga dari jalur sanad yang banyak dari Abu Hurairah. (HR. At Tirmidzi: 2253 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Selanjutnya, terdapat juga hadits semakna dengan tambahan lafazh, "... dan sedikit diantara mereka yang melebihi itu." Sebagaimana imam at Tirmidzi meriwayatkan,
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُحَارِبِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ.
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ. (رواه الترمذي: ٣٤٧٣)
Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin 'Arafah ia berkata; telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Muhammad Al Muharibi dari Muhammad bin 'Amr dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh tahun, dan sedikit diantara mereka yang melebihi itu."
Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib, dari hadits Muhammad bin 'Amr dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini. Dan telah diriwayatkan dari Abu Hurairah dari selain jalur ini. (HR. At Tirmidzi: 3473 - hasan dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian juga hadits riwayat imam Ibnu Majah: 4226 - hasan dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Muawwiyah bin Abi Sufyan menginformasikan bahwa Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar wafat pada usia 63 tahun. Sebagaimana hadits riwayat imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ أَبِي السَّفَرِ عَنْ عَامِرٍ عَنْ جَرِيرٍ قَالَ
كُنْتُ عِنْدَ مُعَاوِيَةَ فَقَالَ تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ ابْنُ ثَلَاثٍ وَسِتِّينَ وَتُوُفِّيَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ ابْنُ ثَلَاثٍ وَسِتِّينَ وَتُوُفِّيَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ ابْنُ ثَلَاثٍ وَسِتِّينَ. (رواه أحمد: ١٦٢٧٧)
Telah menceritakan kepada kami Abu Nua'im telah menceritakan kepada kami Yunus dari Abu As-Safar dari 'Amir dari Jarir berkata; saya berada di sisi Mu'awiyah lalu dia berkata, "Rasulullah ﷺ wafat pada umur enam puluh tiga tahun, Abu Bakar radhiallahu'anhu wafat pada umur itu dan 'Umar juga wafat pada umur yang demikian." (HR. Ahmad: 16277 - shahih, namun isnandnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Mu'awwiyah bin Abi Sufyan Shakhar bin Harbi bin Umayyah, ia shahabat negeri hidup Syam dan wafat tahun 60 H. Periwayatan shahabat kepada shahabat)
Demikian juga hadits riwayat imam Ahmad: 16285 (shahih, namun isnadnya dha'if), 16269, dan 16317 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Mu'awwiyah bin Abi Sufyan Shakhar bin Harbi bin Umayyah, ia shahabat negeri hidup Syam dan wafat tahun 60 H. Dengan tambahan kalimat,
" ... وَأَنَا الْيَوْمَ ابْنُ ثَلَاثٍ وَسِتِّينَ. (رواه أحمد: ١٦٢٨٥)
" ... Dan saya pada saat ini umurnya enam puluh tiga tahun."
Satu bukti umur yang lebih dari tujuh puluh tahun adalah shahabat Anas bin Malik, beliau wafat pada usia seratus kurang satu tahun. Hal ini berdasarkan pernyataan beliau sendiri, yang diinformasikan oleh imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ
عَمَّرَ مِائَةَ سَنَةٍ غَيْرَ سَنَة. (رواه أحمد: ١١٨٠٢)
Telah menceritakan kepada kami Mu'tamir bin Sulaiman dari Humaid dari Anas; "Bahwasanya ia diberikan umur seratus tahun kurang satu tahun." (HR. Ahmad: 11802 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah, tsulatsiyat)
Ada pun hadits tentang berhati-hati dalam umur 70 tahun dan kepemimpinan anak kecil, sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا كَامِلٌ أَبُو الْعَلَاءِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ رَأْسِ السَّبْعِينَ وَإِمَارَةِ الصِّبْيَانِ. (رواه أحمد: ٩٤٠٧)
Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Kamil Abul 'Ala` berkata; aku mendengar Abu Shalih dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Berlindunglah kalian kepada Allah dari umur tujuh puluh tahun dan kepemimpinan anak anak kecil." (HR. Ahmad: 9407 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 9407, terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama kritikus hadits yaitu Kamil bin al 'Alaa', ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu al 'Alaa' negeri hidup Kufah. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan Ya'qub bin Sufyan menilainya tsiqah, sedangkan an Nasa'i menilainya laisa bi qawi, Ibnu Sa'ad menilainya qalilul hadits. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya shaduq yuhti. Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 7969 dan 8300. Hadits periwayatan dari shahabat kepada shahabat yaitu Abu Hurairah kepada Mina'.
Maknanya hadits tersebut lemah untuk dijadikan dalil. Karena ke-dha'if-annyalah menjadi sebab kekuatan hujjah hadits dimaksud.
Disamping itu terdapat hadits semakna yang shahih, diriwayatkan juga oleh imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا خَلَفٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مَعْشَرٍ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ عَمَّرَ سِتِّينَ سَنَةً أَوْ سَبْعِينَ سَنَةً فَقَدْ عُذِرَ إِلَيْهِ فِي الْعُمُرِ. (رواه أحمد: ٨٨٨٣)
Telah menceritakan kepada kami Khalaf berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Ma'syar dari Sa'id dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa panjang umurnya hingga enam puluh atau tujuh puluh tahun, maka ia telah berudzur dalam umur." (HR. Ahmad: 8883 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 9025 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Tanpa kalimat tujuh puluh tahun.
Akhirnya, ingatlah sabda Rasul berikut:
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ وَحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ خَمْسٍ مِنْ الْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَسُوءِ الْعُمُرِ. (رواه أحمد: ١٣٩)
Telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id dan Husain bin Muhammad keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari 'Amru bin Maimun dari Umar, bahwa Nabi ﷺ berlindung dari lima hal, "Dari sifat bakhil, pengecut, fitnatush shadr (meninggal sebelum tobat), siksa kubur dan umur yang buruk." (HR. Ahmad: 139 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu Hafshah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 23 H)
Wallaahu a'alam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏