BERLINDUNGLAH DARI LIMA HAL SATU YANG PALING DITEKANKAN RASULULLAH
(menelusuri hadits tentang azab kubur)
Oleh: Samsurizal, MA
Biamillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Doa adalah keinginan seorang hamba kepada Allah yang paling utama. Karena berdoa selain kepada-Nya adalah suatu perbuatan syirik. Begitu juga ia juga disebut otaknya ibadah, dan seterusnya. Sehingga setiap aktivitas senantiasa dibarengi dengan doa, minimal dengan menyebut "basmalah". Namun, dari setiap doa seseorang terdapat doa yang paling dianjurkan dimohonkan kepada Allah, yaitu berlindung dari azab kubur.
Al Qur'an tidak pernah menyinggung tentang azab kubur, hanya saja menyampaikan dengan redaksi mengingatkan bahwa jangan sampai kehidupan dunia melalaikan karena terlalu sibuk menumpuk-numpuk harta dan kemewahan. Bersaing memperbanyak anak, harta, pengikut, kemuliaan dan sebagainya telah melalaikan manusia dari ketaatan kepada Allah. Namun, Allah tekankan bahwa nanti di alam kubur akan dirasakan akibatnya secara meyakinkan. Penjelasan ini Allah firmankan dalam al Qur'an surat at Takaatsur/102 ayat 1 sampai dengan ayat 8.
Oleh sebab itu, tulisan kali ini penulis ingin memaparkan bahwa sejauh man pentingnya berdoa agar terhindar dari azab kubur? Seberapa sering Rasulullah atas hal ini? Benarkah azab kubur itu ada?
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ وَحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ خَمْسٍ مِنْ الْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَسُوءِ الْعُمُرِ. (رواه أحمد: ١٣٩)
Telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id dan Husain bin Muhammad keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq dari 'Amru bin Maimun dari Umar, bahwa Nabi ﷺ berlindung dari lima hal, "Dari sifat bakhil, pengecut, fitnatush shadr (meninggal sebelum tobat), siksa qubur dan umur yang buruk." (HR. Ahmad: 139 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu Hafshah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 23 H. Hadits 'aziz, karena imam Ahmad menerima dari dua orang gurunya)
Catatan: guru imam Ahmad yang dimaksud dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 139 tersebut adalah:
1. 'Abdur Rahman bin 'Abdullah bin 'Ubaid (maula Bani Hasyim), ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Marur Rawdz 197 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma'in, at Tabrani, ad Daruquthni, al Baghawi menilainya tsiqah. Ibnu Syahin mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". Sedangkan Ibnu Hajar menilainya, "shaduq, terdapat kesalahan", dan adz Dzahabi menilainya tsiqah hafizh.
2. Al Husain bin Muhammad bin Bahram, ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Ahmad negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 213 H. Penilaian ulama: Muhammad bin Sa'ad, al 'Ajli dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah. Sedangkan Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats tsiqat".
Lafazh lain,
أَخْبَرَنِي هِلَالُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَعَوَّذُ مِنْ الشُّحِّ وَالْجُبْنِ وَفِتْنَةِ الصَّدْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ. (رواه النسائي: ٥٣٨٧)
Telah mengabarkan kepadaku Hilal Ibnu Al 'Ala` ia berkata; telah menceritakan kepada kami Husain ia berkata; telah menceritakan kepada kami Zuhair ia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq dari 'Amru bin Maimun ia berkata; telah menceritakan kepadaku Sahabat-sahabat Muhammad ﷺ, bahwa Rasulullah ﷺ berlindung dari sifat kikir, sifat pengecut, mati sebelum tobat dan siksa kubur." (HR. An Nasa'i: 5387 - shahih lighairihi menurut al Albani dari shahabat tidak disebutkan namanya)
Hadits-hadits semakna dengan hadits di atas jumlahnya sangat banyak. Seperti, hadits riwayat imam al Bukhari: 1287, at Tirmidzi: 3496, Ibnu Majah: 3834, Ahmad: 365, 7531, 7623, 25810, 25812. Hadits pendukung riwayat imam al Bukhari terdapat 48 hadits dalam ensiklopedi kitab 9 imam, yaitu: HR. Al Bukhari: 1288, 5887, Muslim: 921, 922, 925, 927, 928, dan 929, Abu Daud: 4127, at Tirmidzi: 2815, 3416, 3496, An Nasa'i: 1292, 2033, 2034, 2038, 5348, 5382, 5387, 5409, 5410, 5411, 5413, 5414, 5416, 5421, 5422, 5423, Ibnu Majah: 3834, Ahmad: 365, 7531, 7623, 9018, 9101, 9478, 9658, 9690, 10350, 13636, 20221, 21296, 23438, 23441, 25799, 25810, 25812, Malik: 400 dan 480.
Semua hadits di atas mengajarkan lima hal di atas, namun hampir semuanya mengajarkan bahwa berlindung dari azab kubur sangat ditekankan dari yang lain. Seperti sifat kikir, fitnah hidup, fitnah kematian, fitnah Dajjal, hidup dililit hutang, dan siksa neraka jahannam. Hal ini mengisyaratkan bahwa azab kubur adalah perkara yang sangat menakutkan setelah keburukan azab dunia.
Alasan tersebut tertuang dalam hadits riwayat imam Malik, beliau berkata:
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّ يَهُودِيَّةً جَاءَتْ تَسْأَلُهَا فَقَالَتْ أَعَاذَكِ اللَّهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَسَأَلَتْ عَائِشَةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُعَذَّبُ النَّاسُ فِي قُبُورِهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَائِذًا بِاللَّهِ مِنْ ذَلِكَ ثُمَّ رَكِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ غَدَاةٍ مَرْكَبًا فَخَسَفَتْ الشَّمْسُ فَرَجَعَ ضُحًى فَمَرَّ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ الْحُجَرِ ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي وَقَامَ النَّاسُ وَرَاءَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَفَعَ فَسَجَدَ ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَفَعَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ انْصَرَفَ فَقَالَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ ثُمَّ أَمَرَهُمْ أَنْ يَتَعَوَّذُوا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ. (رواه مالك: ٤٠٠)
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Yahya bin Sa'id dari 'Amrah bin Abdurrahman dari Aisyah istri Nabi ﷺ, bahwa ada seorang wanita Yahudi dataang kepadanya, dan berkata, "Semoga Allah melindungimu dari azab qubur." Setelah itu Aisyah bertanya kepada Rasulullah ﷺ ﷺ, "Apakah manusia disiksa dalam kubur mereka?" Maka Rasulullah ﷺ pun memohon perlindungan kepada Allah dari hal itu. Kemudian keesokan harinya Rasulullah ﷺ menunggangi kendaraan. Namun ahri itu terjadi gerhana matahari, hingga beliau kembali di waktu Duha dan lewat di antara kamar (istri-istrinya) . Beliau lalu berdiri shalat dan orang-orang shalat di belakangnya. Beliau berdiri panjang, lalu rukuk dengan rukuk yang panjang. Kemudian bangun dan berdiri lagi dengan panjang namun tidak sepanjang yang pertama. Lantas beliau rukuk dengan rukuk yang panjang, namun tidak sepanjang yang pertama. Setelah itu beliau bangkit (dari rukuk) dan bersujud. Beliau bangun dan berdiri panjang namun tidak sepanjang pada sebelumnya. Lantas rukuk dengan panjang namun tidak selama yang pertama. Kemudian bangun dan berdiri panjang namun tidak sepanjang yang pertama. Beliau lalu rukuk dengan panjang namun tidak sepanjang yang pertama, lantas bangun dan bersujud. Setelah selesai beliau mengatakan apa yang Allah kehendaki, dan menyuruh mereka untuk berlindung dari siksa kubur." (HR. Malik: 400 - shahih menurut Salim bin 'Ied al Hilaliy dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Hadits tsulatsiyat ahlul Madinah)
Demikian juga hadits riwayat imam al Bukhari: 991, 996 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H.
Sehingga Rasulullah ﷺ selalu berdoa kepada Allah agar terhindar dari azab kubur, ketika ditanya oleh istri beliau 'Aisyah beliau menjawab "azab kubur itu haqq". Informasi tersebut diriwayatkan oleh imam an Nasa'i, beliau berkata:
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ عَنْ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَشْعَثَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَقَالَ نَعَمْ عَذَابُ الْقَبْرِ حَقٌّ قَالَتْ عَائِشَةُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي صَلَاةً بَعْدُ إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ. (رواه النسائي: ١٢٩١)
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basyar dari Muhammad dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Asy'ats dari Bapaknya dari Masruq dari 'Aisyah radhiallahu'anha dia berkatas "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang azab kubur, lalu Rasulullah ﷺ bersabda, 'Ya, azab kubur itu benar (adanya)." Aisyah berkata, "Setelah itu aku tidak melihat Rasulullah ﷺ mengerjakan suatu shalat kecuali berlindung dari azab kubur sesudahnya." (HR. An Nasa'i: 1291 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Demikian halnya hadits riwayat imam Ahmad: 24249 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Dalam redaksi hadits Rasulullah ﷺ pernyataan "azab kubur itu haqq" adalah hal yang jarang ditemui untuk opjek lain.
Pernyataan yang sejalan dengan hadits di atas seperti hadits riwayat imam Ahmad,
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ سَمِعَ أُمَّ خَالِدٍ بِنْتَ خَالِدٍ قَالَ وَلَمْ أَسْمَعْ أَحَدًا يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرَهَا
سَمِعَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ. (رواه أحمد: ٢٥٨١٢)
Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Musa bin Uqbah ia mendengar Ummu Khalid binti Khalid, Musa berkata, "Aku belum pernah mendengar seorang pun yang berkata 'aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ' selain dia, bahwa dia mendengar Nabi ﷺ memohon perlindungan dari azab kubur." (HR. Ahmad: 28512 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Ammah binti Khalid bin Sa'id bin al 'Ash bin Umayyah, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu Khalid dan negeri hidup Madinah. Hadits tsulatsiyat)
Lebih lanjut imam Muslim juga meriwayatkan,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ عُلَيَّةَ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ قَالَ وَأَخْبَرَنَا سَعِيدٌ الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ وَلَمْ أَشْهَدْهُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنْ حَدَّثَنِيهِ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَائِطٍ لِبَنِي النَّجَّارِ عَلَى بَغْلَةٍ لَهُ وَنَحْنُ مَعَهُ إِذْ حَادَتْ بِهِ فَكَادَتْ تُلْقِيهِ وَإِذَا أَقْبُرٌ سِتَّةٌ أَوْ خَمْسَةٌ أَوْ أَرْبَعَةٌ قَالَ كَذَا كَانَ يَقُولُ الْجُرَيْرِيُّ فَقَالَ مَنْ يَعْرِفُ أَصْحَابَ هَذِهِ الْأَقْبُرِ فَقَالَ رَجُلٌ أَنَا قَالَ فَمَتَى مَاتَ هَؤُلَاءِ قَالَ مَاتُوا فِي الْإِشْرَاكِ فَقَالَ إِنَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ تُبْتَلَى فِي قُبُورِهَا فَلَوْلَا أَنْ لَا تَدَافَنُوا لَدَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُسْمِعَكُمْ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ الَّذِي أَسْمَعُ مِنْهُ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ فَقَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ قَالُوا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ النَّارِ فَقَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ قَالُوا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ قَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ قَالُوا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ قَالَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ قَالُوا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ. (رواه مسلم: ٥١١٢)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Abu Bakr bin Abu Syaibah, semuanya dari Ibnu Ulaiyah berkata Ibnu Ayyub: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Ulaiyah berkata. Telah mengabarkan kepada kami Sa'id Al Jurairi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa'id Al Khudri dari Zaid bin Tsabit berkata Abu Sa'id: Aku tidak menyaksikannya dari Nabi ﷺ, tapi Zaid bin Tsabit menceritakannya kepadaku, ia berkata, Saat Nabi ﷺ berada di kebun milik bani An Najjar, beliau menunggangi bighal milik beliau dan kami bersama beliau, tiba-tiba bighal menyimpang hingga hampir melemparkan beliau, ternyata ada enam, lima atau empat kuburan -ia berkata, Seperti inilah yang dikatakan Al Jurairi- lalu beliau bertanya, "Siapa yang mengetahui penghuni-penghuni kubuan ini?" seseorang menjawab: Saya. Beliau bertanya, "Kapan mereka meninggal?" ia menjawab: Mereka meninggal dimasa kesyirikan. Beliau bersabda, "Sesungguhnya umat ini diuji dikuburnya. Andai kalian tidak berlarian, niscaya aku berdoa kepada Allah agar memperdengarkan azab kubur pada kalian seperti aku dengar." Setelah itu beliau menghadapkan wajah ke arah kami lalu bersabda, "Berlindunglah diri kepada Allah dari azab neraka." mereka berkata, Kami berlindung diri kepada Allah dari azab neraka." beliau bersabda, "Berlindunglah diri kepada Allah dari azab kubur." mereka berkata, Kami berlindung diri kepada Allah dari azab kubur." Beliau bersabda, "Berlindunglah diri kepada Allah dari fitnah-fitnah yang nampak dan yang teresmbunyi." Mereka berkata, Kami berlindung diri kepada Allah dari fitnah-fitnah yang nampak dan yang tersembunyi." Beliau bersabda, "Berlindunglah diri kepada Allah dari fitnahnya Dajjal." mereka berkata, Kami berlindung diri kepada Allah dari fitnahnya Dajjal." (HR. Muslim: 5112 - shahih dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H. Hadits 'aziz, karena imam Muslim meriwayatkan dari dua orang gurunya)
Demikian juga hadits riwayat imam Ahmad: 10577, 12965 dan 14195. Masing-masing dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H, Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H, dan Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H. Ketiga hadits ini diriwayatkan secara makna. Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏