“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


FITNAH YANG PALING BERBAHAYA
Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Fitnah perempuan akan membawa kemudharatan. Sehingga peran laki-laki akan berkurang, karena selain pengaruhi negatif terhadap akhlak dan kebiasaan hidup akan sangat nyata dan mampu menggiring mereka dalam kehancuran akhlak dan pola hidup. Oleh sebab itu, ingatlah firman Allah dalam QS. At Tahrim ayat 6 berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ. (قرآن صورة التحرك/٦٦: ٦)

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-taḥrīm/66: 6)

Kemudian sindiran Allah terhadap pengaruh perempuan dalam kehidupan. Karena mempunyai pengaruh yang luar biasa, sehingga dapat memengaruhi kebaikan menjadi keburukan, kemuliaan menjadi kehinaan, dan persatuan menjadi tercerai berai. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّتِيْ نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ اَنْكَاثًاۗ تَتَّخِذُوْنَ اَيْمَانَكُمْ دَخَلًا ۢ بَيْنَكُمْ اَنْ تَكُوْنَ اُمَّةٌ هِيَ اَرْبٰى مِنْ اُمَّةٍ ۗاِنَّمَا يَبْلُوْكُمُ اللّٰهُ بِهٖۗ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ مَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ. (قرآن صورة المحلي/١٦: ٩٢)

Janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan tenunannya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali. Kamu menjadikan sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu karena ada (kecenderungan memihak kepada) satu golongan yang lebih banyak kelebihannya (jumlah, harta, kekuatan, pengaruh, dan sebagainya) daripada golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu dan pasti pada hari Kiamat Allah akan menjelaskan kepadamu apa yang selalu kamu perselisihkan. (QS. An-Naḥl/16: 92)

Imam Ahmad meriwayatkan,

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا التَّيْمِيُّ وَإِسْمَاعِيلُ عَنِ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا تَرَكْتُ فِي النَّاسِ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاء. (رواه أحمد: ٢٠٨٢٨)

Telah bercerita kepada kami Yahya bin Sa'id telah bercerita kepada kami At Taimi. Dan Isma'il (juga meriwayatkan) dari At Taimi dari Abu 'Utsman dari Usamah bin Zaid dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Tidaklah aku meninggalkan suatu fitnah untuk manusia yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki melebihi (fitnahnya) kaum wanita." (HR. Ahmad: 20828 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H. Hadits 'aziz, Karena imam Ahmat meriwayatkan dari dua orang gurunya)

Pada lafazh berbeda, tetapi maknanya sama diriwayatkan oleh imam Al Bukhari, beliau berkata:

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عُثْمَانَ النَّهْدِيَّ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ. (رواه البخاري: ٤٧٠٦)

Telah menceritakan kepada kami Adam Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sualaiman At Taimi ia berkata; Aku mendengar Abu Utsman An Nahdi dari Usamah bin Zaid radhiallahu'anhuma berkata; dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Tidaklah aku meninggalkan suatu fitnah setelahku yang lebih dahsyat bagi kaum laki-laki melebihi fitnah wanita." (HR. Al Bukhari: 4706 - shahih dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H)

Demikian juga hadits riwayat imam Muslim,

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ وَمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ. (رواه مسلم: ٤٩٢٣)

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Manshur telah menceritakan kepada kami Sufyan dan Mu'tamir bin Sulaiman dari Sulaiman At Taimi dari Abu 'Utsman An Nahdi dari Usamah bin Zaid dia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, 'Sepeninggalku, tidak ada (sumber) bencana yang lebih besar bagi laki-laki selain daripada wanita.' (HR. Muslim: 4923 - shahih dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H. Hadits 'aziz, Karena imam Muslim meriwayatkan dari dua orang gurunya)

Imam Ibnu Majah juga mewayatkan dengan kalimat "maa ada'u". Beliau berkata:

حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلَالٍ الصَّوَّافُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ ح و حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَدَعُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ. (رواه إبن ماجه: ٣٩٨٨)

Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Hilal As Shawaf telah menceritakan kepada kami Abdul Warits bin Sa'id dari Sulaiman At Taimi. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Rafi' telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al Mubarak dari Sulaiman At Taimi dari Abu Utsman An Nahdi dari Usamah bin Zaid dia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah saya meninggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada wanita." (HR. Ibnu Majah: 3988 - shahih dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H. Hadits 'aziz, karena diriwayatkan oleh dua periwayat pada akhir sanad)

Dan selanjutnya, lafazh semakna juga diriwayatkan oleh imam Ahmad, beliau berkata:

حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنَا سُلَيْمَانُ التَّيْمِيُّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى أُمَّتِي مِنْ النِّسَاءِ عَلَى الرِّجَالِ. (رواه أحمد: ٢٠٧٥١)

Telah menceritakan kepada kami Husyaim, telah mengabarkan kepadaku Sulaiman At Taimi dari Abu 'Utsman An Nahdi dari Usamah bin Zaid ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah aku meninggalkan suatu fitnah yang lebih dahsyat bagi kaum laki-laki melebihi fitnah wanita." (HR. Ahmad: 20751 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H)

Seperti itu juga hadits riwayat imam Muslim berikut, bahwa beliau berkata:

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ وَسُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى جَمِيعًا عَنْ الْمُعْتَمِرِ قَالَ ابْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ قَالَ أَبِي حَدَّثَنَا أَبُو عُثْمَانَ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ حَارِثَةَ وَسَعِيدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ أَنَّهُمَا حَدَّثَا
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِي النَّاسِ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ
و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ ح و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ كُلُّهُمْ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ. (رواه مسلم: ٤٩٢٤)

Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Mu'adz Al 'Anbari dan Suwaid bin Sa'id dan Muhammad bin 'Abdul A'la semuanya dari Mu'tamir, Ibnu Mu'adz berkata; telah menceritakan kepada kami Al Mu'tamir bin Sulaiman dia berkata; Bapakku berkata; telah menceritakan kepada kami Abu 'Utsman dari Usamah bin Zaid bin Haritsah dan Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail bahwasanya keduanya menceritakan kepada kami dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda, "Sepeninggalku, tidak ada (sumber) bencana yang lebih besar bagi laki-laki selain daripada wanita.' Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ibnu Numair dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al Ahmar Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Husyaim Demikian (HR. Ahmad: 20828 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H. Muslim: 4924 - shahih dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H dan Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu Al A'war negeri hidup Kufah dan wafat tahun 51 H. Hadits masyhur pada akhir sanad dari 14 jalur periwayatan dan sepuluh orang guru imam Muslim)

Lafazh yang sama diriwayatkan oleh imam at Tirmidzi: 2704 - shahih dari Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H dan Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu Al A'war negeri hidup Kufah dan wafat tahun 51 H. Hadits 'aziz, karena diriwayatkan oleh dua orang periwayat pada awal dan akhir sanad dari tiga jalur periwayatan.

Semua hadits di atas diriwayatkan secara makna. Kecuali hadits riwayat Muslim: 4924 dan at Tirmidzi: 2704 dengan lafazh yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa seorang laki-laki mesti sangat berhati-hati terhadap fitnah (pengaruh negatif) perempuan. Karena potensi hilangnya kemuliaan dan wibawa mereka dikarenakan rayuan dan tipu daya perempuan. Lebih lanjut, pengaruh tersebut dengan kemudharatan dan kehancuran reputasi. Oleh karena itu, mewaspadai hal tersebut menjadi penting sepeninggal pengawasan Rasulullah ﷺ.

Selanjutnya, ini mengisyarakat bahwa pentingnya saling mengingatkan dan memelihara diri dari fitnah dan kemudharatan perempuan agar semaksimal mungkin menghindar dari hal itu. Selain itu, di akhir zaman ini hal tersebut semakin kuat.

Wallaahu a'lam buah shawab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]