MEMBANGUN KUBURAN (SEBAGAI TANDA) DAN PENJELASAN BI AR-RIWAYAH
OLEH: SAMSURIZAL, MA., C.I.P
Bismillaahir rahmaanir rahiem
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Menjelaskan masalah meninggikan atau bahkan membangun kuburan dengan tujuan-tujuan tertentu perlu penjelasan syar`iy agar jelas mana yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. Karena "dasar dari setiap mu'amalah itu adalah boleh, hingga ada dalil atau alasan yang melarangnya". Oleh karena itu, perlu diketahui dan dipahami ilmu dan sumbernya secara menyeluruh sehingga dapat memperkecil kemungkinan terdapat kekeliruan atau bahkan salah paham.
Atas dasar inilah penulis ingin memaparkan beberapa riwayat dan perbandingannya. Harapan penulis dapat dipahami dan dijadikan bahan rujukan. Mari cermati dan pahami riwayat-riwayat berikut ini.
Imam Muslim meriwayatkan,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا وَقَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ أَبِي الْهَيَّاجِ الْأَسَدِيِّ قَالَ قَالَ لِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ و حَدَّثَنِيهِ أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى وَهُوَ الْقَطَّانُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي حَبِيبٌ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ وَلَا صُورَةً إِلَّا طَمَسْتَهَا. (رواه مسلم: ١٦٠٩)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb -Yahya berkata- telah mengabarkan kepada kami -sementara dua orang yang lain- berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Habib bin Abu Tsabit dari Abu Wa`il dari Abul Hayyaj Al Asadi ia berkata, Ali bin Abu Thalib berkata, "Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah ﷺ telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan patung-patung kecuali kamu hancurkan, dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan yang tinggi kecuali kamu ratakan." Dan telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Khallad Al Bahili, telah menceritakan kepada kami Yahya Al Qaththan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepadaku Habib dengan isnad ini, dan ia mengatakan, "Dan jangan pula kamu tinggalkan gambar kecuali kamu menghapusnya." (HR. Muslim: 1609 - shahih dari `Ali bin Abi Thalib bin `Abdul Muthalib bin Hasyim bin `Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al-Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H. Hadits masyhur)
Demikian juga hadits semakna diriwayatkan oleh imam an-Nasa'i: 2004, Abu Daud: 2801, Ahmad: 703 (hadits ahlul Kufah), 1012 (hadits `aziz diakhir sanad) - shahih dari `Ali bin Abi Thalib bin `Abdul Muthalib bin Hasyim bin `Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al-Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H.
Namun imam At-Tirmidzi meriwayatkan hadits semakna dengan menambahkan pendapatnya dan imam Asy-Syafi'iy. Beliau meriwayatkan,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ أَنَّ عَلِيًّا قَالَ لِأَبِي الْهَيَّاجِ الْأَسَدِيِّ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ وَلَا تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ.
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ جَابِرٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَلِيٍّ حَدِيثٌ حَسَنٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ يَكْرَهُونَ أَنْ يُرْفَعَ الْقَبْرُ فَوْقَ الْأَرْضِ.
قَالَ الشَّافِعِيُّ أَكْرَهُ أَنْ يُرْفَعَ الْقَبْرُ إِلَّا بِقَدْرِ مَا يُعْرَفُ أَنَّهُ قَبْرٌ لِكَيْلَا يُوطَأَ وَلَا يُجْلَسَ عَلَيْهِ. (رواه الترمذي: ٩٧٠)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basy-syar, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Habib bin Abi Tsabit dari Abu Wa`il bahwa Ali berkata kepada Abu Al Hayyaj Al Asadi, 'Saya mengutusmu sebagaimana Nabi ﷺ telah mengutusku, janganlah kamu meninggalkan kuburan yang menggunduk kecuali kamu ratakan dan (jika ada) patung-patung kecuali kamu hancurkan.
(Abu Isa At-Tirmidzi) berkata, "Hadits semakna juga diriwayatkan dari Jabir." Abu Isa berkata, "Hadits Ali merupakan hadits hasan, sebagian ulama mengamalkannya. Mereka membenci meninggikan kuburan.
Syafi'i berkata, 'Saya membenci meninggikan kuburan kecuali sekedarnya saja sebagai tanda bahwa itu adalah kuburan, agar tidak dilewati dan diduduki di atasnya.'" (HR. At-Tirmidzi: 970 - shahih dari `Ali bin Abi Thalib bin `Abdul Muthalib bin Hasyim bin `Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al-Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)
Imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَى قَبْرِ امْرَأَةٍ قَدْ دُفِنَتْ. (رواه أحمد: ١١٨٦٩)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Habib bin Asy Syahid dari Tsabit dari Anas bin Malik berkata, "Rasulullah ﷺ pernah salat di atas kuburan seorang wanita yang telah dikuburkan." (HR. Ahmad: 11869 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Selanjutnya hadits yang menunjukkan bahwa kuburan para shahabat dan para syuhada ditunjuki dengan bekas (tanda) keberadaannya. Sebagaimana diinformasikan dalam riwayat imam Abu Daud, beliau berkata:
حَدَّثَنَا حَامِدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْنٍ الْمَدَنِيُّ أَخْبَرَنِي دَاوُدُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ رَبِيعَةَ يَعْنِي ابْنَ الْهُدَيْرِ قَالَ مَا سَمِعْتُ طَلْحَةَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا قَطُّ غَيْرَ حَدِيثٍ وَاحِدٍ قَالَ قُلْتُ وَمَا هُوَ قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيدُ قُبُورَ الشُّهَدَاءِ حَتَّى إِذَا أَشْرَفْنَا عَلَى حَرَّةِ وَاقِمٍ فَلَمَّا تَدَلَّيْنَا مِنْهَا وَإِذَا قُبُورٌ بِمَحْنِيَّةٍ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَقُبُورُ إِخْوَانِنَا هَذِهِ قَالَ قُبُورُ أَصْحَابِنَا فَلَمَّا جِئْنَا قُبُورَ الشُّهَدَاءِ قَالَ هَذِهِ قُبُورُ إِخْوَانِنَا. (رواه أبوداد: ١٧٤٧)
Telah menceritakan kepada kami Hamid bin Yahya, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ma'n Al Madini, telah mengabarkan kepadaku Daud bin Khalid dari Rabi'ah bin Abu Abdurrahman dari Rabi'ah bin Al Hudair, ia berkata, aku tidak mendengar Thalhah bin 'Ubaidullah menceritakan hadits dari Rasulullah ﷺ kecuali satu hadits, Rabi'ah bin Hudair berkata, aku katakan; apakah hadits tersebut? Ia berkata, kami pernah keluar bersama Rasulullah ﷺ, beliau ingin pergi ke kuburan orang-orang yang mati syahid, hingga kami berada di atas tanah bebatuan yang (dikenal dengan nama) Waqim, kemudian tatkala kami telah dekat dari kuburan tersebut ternyata terdapat kuburan di tempat tikungan. Rabi'ah bin Hudair berkata, kami katakan; wahai Rasulullah, apakah ini kuburan saudara-saudara kita? Beliau berkata, "Ini adalah kuburan sahabat-sahabat kita." Kemudian tatkala kami sampai pada kuburan orang-orang yang mati syahid beliau bersabda, "Ini adalah kuburan saudara-saudara kita." (HR. Abu Daud: 1747 - shahih dari Thalha bin `Ubaidillah bin `Utsman, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 36 H. Semua periwayat hidup di Madinah, kecuali Hamid bin Yahya bin Hani', ia tabi`ul atba` kalangan tua kuniyahnya Abu `Abdullah negeri hidup Syam dan wafat tahun 242 H, ia adalah guru imam Abu Daud)
Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam Ahmad: 1315 - isnadnya hasan menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Thalha bin `Ubaidillah bin `Utsman, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 36 H.
Sebagai alasan kenapa tidak boleh ditinggikan atau dibangun layaknya rumah ibadah adalah sebagai antisipasi perbuatan non muslim dan efek kemusyrikan. Hal ini dibuktikan dengan adanya riwayat menyatakan hal tersebut. Sebagaimana diinformasikan dalam hadits riwayat imam
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ قَالَ حَدَّثَنَا هِلَالُ بْنُ أَبِي حُمَيْدٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي لَمْ يَقُمْ مِنْهُ لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ قَالَ قُلْتُ وَلَوْلَا ذَلِكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ غَيْرَ أَنَّهُ خَشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا. (رواه أحمد: ٢٣٧٤٨)
Telah menceritakan kepada kami Affan, dia berkata, telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah, dia berkata, telah menceritakan kepada kami Hilal bin Abi Humaid dari 'Urwah bin Az-Zubair dari `Aisyah berkata, Ketika Rasulullah ﷺ sakit dan tidak bisa bangun, beliau bersabda, "Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nashara, yang mereka menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai masjid." ('Urwah bin Zubair) Berkata, saya berkata, "Kalaulah bukan karena hal itu, maka kuburan nabi akan ditampakkan (tidak dipagar), hanya karena ada kekhawatiran kuburan beliau akan dijadikan sebagai masjid." (HR. Ahmad: 27348 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari `Aisyah binti Abi Bakar ash-Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu `Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Hadits semakna dengan hadits riwayat imam Ahmad di atas ditemukan dalam ensiklopedi hadis 9 imam sebanyak 34 buah dengan berbagai redaksi dan kasus. Seperti hadits riwayat imam al-Bukhari, beliau meriwayatkan:
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ عَائِشَةَ وَعَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ قَالَا لَمَّا نَزَلَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَفِقَ يَطْرَحُ خَمِيصَةً لَهُ عَلَى وَجْهِهِ فَإِذَا اغْتَمَّ بِهَا كَشَفَهَا عَنْ وَجْهِهِ فَقَالَ وَهُوَ كَذَلِكَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ يُحَذِّرُ مَا صَنَعُوا. (رواه البخاري: ٤١٧)
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri, telah mengabarkan kepadaku Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah bahwa 'Aisyah dan 'Abdullah bin 'Abbas keduanya berkata, "Ketika sakit Rasulullah ﷺ semakin parah, beliau memegang bajunya dan ditutupkan pada mukanya. Bila telah terasa sesak, beliau lepaskan dari mukanya. Ketika keadaannya seperti itu beliau bersabda, 'Semoga laknat Allah tertimpa kepada orang-orang Yahudi dan Nashara, mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid.' Beliau memberi peringatan (kaum muslimin) atas apa yang mereka lakukan." (HR. Al-Bukhari: 417 - shahih dari `Aisyah dan `Abdullah bin `Abbas)
Hadits-hadits tersebut diriwayatkan dari 'Aisyah, Ibnu `Abbas, Abu Hurairah, dan terdapat dalam kitab shahih imam al-Bukhari, Muslim, dan Sunan Abu Daud.
Sementara itu perlu diketahui batasan bahwa semua tempat di bumi Allah ini adalah Masjid (boleh jadi tempat ibadah), namun terdapat pengecualian dan perlu dipertimbangkan. Sebagaimana diinformasikan oleh imam ad-Darimi,
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ أَنَا سَأَلْتُهُ عَنْهُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ قِيلَ لِأَبِي مُحَمَّدٍ تُجْزِئُ الصَّلَاةُ فِي الْمَقْبَرَةِ قَالَ إِذَا لَمْ تَكُنْ عَلَى الْقَبْرِ فَنَعَمْ وَقَالَ الْحَدِيثُ أَكْثَرُهُمْ أَرْسَلُوهُ. (رواه الدارمي: ١٣٥٤)
Telah mengabarkan kepada kami Sa'id? bin Manshur, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad -aku bertanya kepadanya tentangnya- ia berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Amru bin Yahya dari Ayahnya dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Seluruh bumi adalah masjid, kecuali kuburan dan kamar mandi." Abu Muhammad ditanya, "Apakah salat di kuburan sah?" Ia menjawab, "Selama tidak di atas kuburan maka salatnya sah." Dan ia berkata, "Kebanyakan ahli hadits telah memursalkan hadits tersebut." (HR. Ad-Darimi: 1354 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Sa`ad bin Malik bin Sinan bin `Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa`id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Demikian juga diriwayatkan oleh imam Abu Daud: 415 (dua jalur sanad), Ibnu Majah: 737 (dua jalur sanad), Ahmad: 11358 dan 11362 - shahih dari Sa`ad bin Malik bin Sinan bin `Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa`id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Kemudian terdapat beberapa pendapat yang dikemukakan oleh imam at-Tirmidzi dalam riwayatnya:
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ وَأَبُو عَمَّارٍ الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ الْمَرْوَزِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ.
قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ عَلِيٍّ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَجَابِرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَحُذَيْفَةَ وَأَنَسٍ وَأَبِي أُمَامَةَ وَأَبِي ذَرٍّ قَالُوا إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ جُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا.
قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي سَعِيدٍ قَدْ رُوِيَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مُحَمَّدٍ رِوَايَتَيْنِ مِنْهُمْ مَنْ ذَكَرَهُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ يَذْكُرْهُ وَهَذَا حَدِيثٌ فِيهِ اضْطِرَابٌ رَوَى سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلٌ وَرَوَاهُ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَوَاهُ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ قَالَ وَكَانَ عَامَّةُ رِوَايَتِهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَأَنَّ رِوَايَةَ الثَّوْرِيِّ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَثْبَتُ وَأَصَحُّ مُرْسَلًا. (رواه الترمذي: ٢٩١)
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Umar dan Abu 'Ammar Al Husain bin Huraits Al Marwazi, keduanya berkata, telah bercerita kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari 'Amru bin Yahya dari Ayahnya dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Bumi ini seluruhnya adalah masjid kecuali kuburan dan kamar mandi."
Abu Isa berakta, "Dalam bab ini ada juga hadits dari Ali, Abdullah bin 'Amr, Abu Hurairah, Jabir, Ibnu Abbas, Hudzaifah, Anas, Abu Umamah dan Abu Dzar. Mereka berkata, "Nabi ﷺ bersabda, "Bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud dan bersuci."
Abu Isa berkata, "Hadits Abu Sa'id ini telah diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Muhammad dengan dua riwayat; Satu riwayat ada yang menyebutkan dari Abu Sa'id dan riwayat yang lainnya tidak disebutkan. Dalam hadits ini ada idhtirab (pertentangan). Sufyan Ats Tsauri meriwayatkan hadits ini dari 'Amru bin Yahya dari ayahnya dari Nabi ﷺ secara mursal, sedangkan Hammad bin Salamah meriwayatkannya dari 'Amru bin Yahya dari ayahnya dari Abu Sa'id dari Nabi ﷺ. Muhammmad bin Ishaq meriwayatkannya dari 'Amru bin Yahya dari ayahnya. Kemudian ia berkata, "Mayoritas riwayatnya dari Abu Sa'id, dari Nabi ﷺ. Namun dalam hadits ini, ia tidak menyebutkan dari Abu Sa'id, dari Nabi ﷺ, seakan-akan riwayat Ats-Tsauri dari 'Amru bin Yahya, dari ayahnya, dari Nabi ﷺ lebih kuat dan lebih shahih secara mursal." (HR. At-Tirmidzi: 291 - shahih dari Sa`ad bin Malik bin Sinan bin `Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa`id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Hadits masyhur diakhir sanad)
Penulis menyadari bahwa informasi yang telah disuguhkan di atas bukanlah sesuatu yang pasti benar, akan tetapi kemungkinan ada kekeliruan baik penyusunan riwayat maupun pola penjelasannya. Namun, mari kita selalu berharap dan berdoa kepada Allah insya Allaah diberikan hidayah dan inayahnya untuk memahami masalah dimaksud.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏