GOLONGAN AWAL DAN AKHIR
MELIRIK FIRMAN ALLAH QS. AL WAQI'AH/56
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Allah berkehendak membangunkan hati kaum muslimin kepada hidayah dan kebenaran yang mutlak yaitu adanya surga di akhirat. Begitu juga golongan yang terbesar dari umat Muhammad ﷺ, sebagai umat yang terbanyak memasuki surga. Oleh sebab itu, berita tentang masalah ghaib ini disampaikan kepada umatnya yang beriman dan beramal shalih.
Mengimani kejadian tersebut di atas adalah suatu keniscayaan agar memunculkan gairah beramal shalih. Apa yang didapat dari amalan yang mereka lakukan? Bagaimana kondisi mereka nanti? Dan berapa besar dari golongan mereka mendapatkan penghargaan Allah diakhirat?. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab dengan firman Allah dan sabda Rasul-Nya. Sebagaimana penulis paparkan di bawah ini.
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ مُحَمَّدٍ بَيَّاعِ الْمُلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ { ثُلَّةٌ مِنْ الْأَوَّلِينَ وَقَلِيلٌ مِنْ الْآخِرِينَ } شَقَّ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ فَنَزَلَتْ { ثُلَّةٌ مِنْ الْأَوَّلِينَ وَثُلَّةٌ مِنْ الْآخِرِينَ } فَقَالَ أَنْتُمْ ثُلُثُ أَهْلِ الْجَنَّةِ بَلْ أَنْتُمْ نِصْفُ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَتُقَاسِمُونَهُمْ النِّصْفَ الْبَاقِي. (رواه أحمد: ٨٧١٩)
Telah menceritakan kepada kami Aswad bin 'Amir telah menceritakan kepada kami Syarik dari Muhammad Bayya' Al Mula' dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata; Tatkala turun ayat, "Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian" (QS. Al Waqi'ah/56: 13-14) maka kaum muslimin merasa berat dengan hal itu, lalu turunlah ayat, "(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian" (QS. Al Waqi'ah/56: 39-40). Maka beliau bersabda, "Kalian adalah sepertiga penduduk surga, bahkan kalian adalah setengah penduduk surga, dan kalian memberikan setengah yang tersisa kepada mereka." (HR. Ahmad: 8719 - hasan lighairihi dan isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Maksud hadits tersebut lebih kurang yaitu surga Allah itu diperuntukkan bagi setengah untuk umat Muhammad ﷺ, dan setengahnya lagi diperuntukkan bagi umat para nabi sebelum beliau. Oleh karena itu kebahagia di surga lebih banyak dinikmati oleh umatnya. Sehingga dikarenakan rahmat dan ridha Allah terhadap penghuni surga tersebut menjadi harapan dan cita-cita umat Muhammad ﷺ.
Sejalan dengan pernyataan di atas bahwa ahlul surga tersebut memperoleh kenikmatan di akhirat tentunya sesuai dengan kadar amal dan keridhaan Allah semata. Perlu diingat, bahwa sebagian besar untuk golongan terdahulu dan sebagian besar bagi golongan kemudian adalah janji Allah kepada kaum muslimin yang beriman.
Selanjutnya, siapakah penghulu penduduk surga nanti selain para nabi dan rasul Allah? Maka dijelaskan oleh Rasulullah
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدَّوْرَقِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ ذَكَرَ دَاوُدُ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ الْحَارِثِ عَنْ عَلِيٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ سَيِّدَا كُهُولِ أَهْلِ الْجَنَّةِ مِنْ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ مَا خَلَا النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ لَا تُخْبِرْهُمَا يَا عَلِيُّ. (رواه الترمذي: ٣٥٩٩)
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim Ad Dauraqi telah menceritakan kepada kami Sufyan bin 'Uyainah dia berkata; Daud menyebutkan dari As Sya'bi dari Al Harits dari Ali dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Abu Bakar dan Umar adalah penghulu penduduk surga yang berusia dewasa dari orang pertama hingga yang terakhir selain para nabi dan para Rasul, jangan beritahu kepada keduanya wahai Ali." (HR. At Tirmidzi: 3599 - shahih dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)
Demikian juga hadits riwayat Ibnu Majah: 92 - shahih dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H. Hanya saja terdapat tambahan kalimat, "مَا دَامَا حَيَّيْنِ" (selagi keduanya masih hidup)".
Riwayat berikutnya menjelaskan dengan lafazh dan makna berbeda,
حَدَّثَنَا أَبُو شُعَيْبٍ صَالِحُ بْنُ الْهَيْثَمِ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ بَكْرِ بْنِ خُنَيْسٍ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ سَيِّدَا كُهُولِ أَهْلِ الْجَنَّةِ مِنْ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ إِلَّا النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِينَ. (رواه إبن ماجه: ٩٧)
Telah menceritakan kepada kami Abu Syu'aib Shalih bin Al Haitsam Al Wasithi berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Qudus bin Bakr bin Khunais berkata, telah menceritakan kepada kami Malik bin Mighwal dari 'Aun bin Abu Juhaifah dari Bapaknya ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, " Abu Bakar dan Umar merupakan pemimpin surga bagi yang sebaya baik dari golongan terdahulu maupun yang terakhir, kecuali para nabi dan Rasul." (HR. Ibnu Majah: 97 - shahih dari Wahab bin 'Abdullah, ia shahabat kuniyahnya Abu Juhaifah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 74 H)
Sementara imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ مَشَيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى امْرَأَةٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فَذَبَحَتْ لَنَا شَاةً فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَدْخُلَنَّ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ لَيَدْخُلَنَّ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَدَخَلَ عُمَرُ فَقَالَ لَيَدْخُلَنَّ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَاجْعَلْهُ عَلِيًّا فَدَخَلَ عَلِيٌّ ثُمَّ أُتِينَا بِطَعَامٍ فَأَكَلْنَا فَقُمْنَا إِلَى صَلَاةِ الظُّهْرِ وَلَمْ يَتَوَضَّأْ أَحَدٌ مِنَّا ثُمَّ أُتِينَا بِبَقِيَّةِ الطَّعَامِ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الْعَصْرِ وَمَا مَسَّ أَحَدٌ مِنَّا مَاءً. (رواه أحمد: ١٤٦٢٩)
Telah bercerita kepada kami Abu Sa'id telah bercerita kepada kami Za'idah dari Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil dari Jabir bin Abdullah berkata; saya berjalan bersama Rasulullah ﷺ ke salah seorang wanita Anshar. Lalu wanita itu menyembelihkan kambing untuk kami. Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh akan datang seorang laki-laki penduduk surga", dan datanglah Abu Bakar. Lalu (Rasulullah ﷺ) bersabda, "Sungguh akan datang seorang laki-laki penduduk surga", lalu datanglah 'Umar. Lalu (Rasulullah ﷺ) bersabda, "Sungguh akan datang seorang laki-laki penduduk surga." (Jabir bin Abdullah radhiallahu'anhuma) berkata 'Ya Allah, jika Engkau menghendaki maka jadikanlah 'Ali', lalu masuklah 'Ali. Lalu dihidangkan kepada kami makanan. Kami makan lalu bangkit untuk melaksanakan shalat Zuhur dan tidak ada seorang pun yang berwudhuk. Lantas kami dihidangkan lagi sisa makanan siang tadi, lalu kami bangun untuk melaksanakan shalat Asar dan tidak ada seorang pun yang menyentuh air. (HR. Ahmad: 14629 - isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)
Umat akhir zaman saat ini yang masih mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dan para shahabat yang mulia, mereka akan dimasukkan dalam kelompok para shahabat Rasulullah ﷺ selagi tetap berpegang teguh dengannya. Demikian juga halnya amalan-amalan yang dilakukan secara konsisten walau pun hanya sedikit, namun menjadi amalan utama. Sehingga melekat pada hati dan pikiran mereka hingga akhir hayat.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏