MANDI SETELAH MENGUBURKAN MAYIT DAN MILLAH RASULILLAH
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Mandi setelah menguburkan dianggap sebagai sunnah, karena merupakan perintah Rasulullaahi ﷺ. Tujuannya untuk menjaga kebersihan tubuh dari najis setelah menguburkan yang tidak diketahui keberadaannya. Sehingga menjaga hal tersebut menjadi anjuran bukan kewajiban seperti mandi junub. Sekaligus mengingatkan kembali kepada nikmat yang telah diputus terhadap mayit yang telah dikuburkan atau mengingatkan kita kepada kemuliaan dan kesucian yang hakiki. Oleh sebab itu, sunnah mandi setelah menguburkan menjadi sesuatu yang disukai.
Imam Abu Daud berkata,
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنِي أَبُو إِسْحَقَ عَنْ نَاجِيَةَ بْنِ كَعْبٍ عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ
قُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ عَمَّكَ الشَّيْخَ الضَّالَّ قَدْ مَاتَ قَالَ اذْهَبْ فَوَارِ أَبَاكَ ثُمَّ لَا تُحْدِثَنَّ شَيْئًا حَتَّى تَأْتِيَنِي فَذَهَبْتُ فَوَارَيْتُهُ وَجِئْتُهُ فَأَمَرَنِي فَاغْتَسَلْتُ وَدَعَا لِي. (رواه أبوداود: ٢٧٩٩)
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan telah menceritakan kepadaku Abu Ishaq dari Nahiyah bin Ka'b dari Ali 'alaihis salam, ia berkata; aku katakan kepada Nabi ﷺ; sesunguhnya paman anda adalah orang tua yang sesat (Abu Thalib) telah meninggal. Beliau bersabda: "Pergilah dan kuburkan ayahmu, kemudian janganlah engkau mengadakan sesuatu hingga aku datang kepadamu!" kemudian aku datang dan telah menguburkannya kemudian datang kepadanya. Lalu beliau memerintahkanku untuk mandi, lalu aku mandi dan mendoakanku. (HR. Abu Daud: 2799 - shahih dari Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kudah dan wafat tahun 40 H)
DOA SETELAH MELETAKKAN MAYIT DALAM KUBUR ATAU LIANG LAHAD
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ ح و حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا وَضَعَ الْمَيِّتَ فِي الْقَبْرِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا لَفْظُ مُسْلِمٍ. (رواه أبوداود: ٢٧٩٨)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir, dan telah diriwayatkan dari jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Abu Ash Shiddiq dari Ibnu Umar bahwa Nabi ﷺ apabila meletakkan mayit dalam kubur, beliau mengucapkan: "BISMILLAAH WA 'ALAA MILLATI RASUULILLAAH" (dengan nama Allah dan berada di atas sunnah Rasulullah ﷺ)." dan ini adalah lafazh Muslim. (HR. Abu Daud: 2798 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Dengan lafazh lain,
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ أَبِي سُلَيْمٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُدْخِلَ الْمَيِّتُ الْقَبْرَ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ وَقَالَ أَبُو خَالِدٍ مَرَّةً إِذَا وُضِعَ الْمَيِّتُ فِي لَحْدِهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ وَقَالَ هِشَامٌ فِي حَدِيثِهِ بِسْمِ اللَّهِ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ. (رواه إبن ماجه: ١٥٣٩)
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Ammar berkata, telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Ayyasy berkata, telah menceritakan kepada kami Laits bin Abu Sulaim dari Nafi' dari Ibnu Umar dari Nabi ﷺ. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sa'di berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al Ahmar berkata, telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj dari Nafi' dari Ibnu Umar ia berkata, "Jika mayat dimasukkan ke dalam kubur, Nabi ﷺ mengucapkan: "BISMILLAHI WA 'ALA MILLATI RASUULILLAH (Dengan nama Allah dan atas millah Rasulullah). " Sekali waktu Abu Khalid menyebutkan, "Jika mayat dimasukkan ke dalam liang lahad, beliau menyebutkan: "BISMILLAAHI WA 'ALA SUNNATI RASUULILLAAH (Dengan nama Allah dan atas sunnah Rasulullah). " Sedangkan Hisyam menyebutkan dalam haditsnya: "BISMILLAAH WA FII SABIILILLAAHI WA 'ALA MILLATI RASUULILLAAH (Dengan nama Allah, dan di jalan Allah, dan atas millah Rasulullah). " (HR. Ibnu Majah: 1539 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar)
Catatan: terdapat periwayat yang dinilai jarah, yaitu Laits bin Abi Sulaim bin Zunaim, ia tabi'in [tidak jumpa shahabat] kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Kufah dan wafat tahun 148 H. Penilaian ulama: Abu Zur'ah menilainya layyinul hadits, Abu Hatim ar Raziy menilainya dha'iful hadits, Ahmad bin Hanbal menilainya mudharibul hadits, sedangkan al Bukhari menilainya shaduq yuham. Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Lihat juga: at Tirmidzi: 967 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar. Dengan tambahan kalimat, "Ya Allah, selamatkanlah ia dari setan dan siksa kubur. Ya Allah, jauhkanlah bumi dari kedua rusuknya, naikkan ruhnya, dan pertemukan ia dengan-Mu dalam keadaan diridhai. "
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْكَلْبِيُّ حَدَّثَنَا إِدْرِيسُ الْأَوْدِيُّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَ
حَضَرْتُ ابْنَ عُمَرَ فِي جِنَازَةٍ فَلَمَّا وَضَعَهَا فِي اللَّحْدِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ فَلَمَّا أُخِذَ فِي تَسْوِيَةِ اللَّبِنِ عَلَى اللَّحْدِ قَالَ اللَّهُمَّ أَجِرْهَا مِنْ الشَّيْطَانِ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ جَافِ الْأَرْضَ عَنْ جَنْبَيْهَا وَصَعِّدْ رُوحَهَا وَلَقِّهَا مِنْكَ رِضْوَانًا قُلْتُ يَا ابْنَ عُمَرَ أَشَيْءٌ سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ أَمْ قُلْتَهُ بِرَأْيِكَ قَالَ إِنِّي إِذًا لَقَادِرٌ عَلَى الْقَوْلِ بَلْ شَيْءٌ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه إبن ماجه: ١٥٤٢)
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Ammar berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin 'Abdurrahman Al Kalbi berkata, telah menceritakan kepada kami Idris Al Audi dari Sa'id Ibnul Musayyab berkata; aku menemui Ibnu Umar ketika takziah jenazah, ketika meletakkan jenazah dalam liang lahad ia mengucapkan, "Dengan nama Allah, dan di jalan Allah, dan atas millah Rasulullah, " dan ketika ia meratakan tanah pada lubang lahad ia mengucapkan, "Ya Allah, selamatkanlah ia dari setan dan siksa kubur. Ya Allah, jauhkanlah bumi dari kedua rusuknya, naikkan ruhnya, dan pertemukan ia dengan-Mu dalam keadaan diridhai. " Aku lalu berkata, "Wahai Ibnu Umar, apakah itu sesuatu yang engkau dengar dari Rasulullah atau sesuatu yang muncul dari pikiranmu?" ia menjawab, "Jika begitu aku bisa mengatakan sesuatu (wahyu), itu adalah sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ." (HR. Ibnu Majah: 1542 - dha'if [menurut al Albani: dha'if, dan yang shahih adalah bagian yang pertama] dari 'Abdullah bin 'Umar)
LIANG LAHAD DAN PERMASALAHANNYA
Berkata imam Ibnu Majah,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا حَكَّامُ بْنُ سَلْمٍ الرَّازِيُّ قَالَ سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ عَبْدِ الْأَعْلَى يَذْكُرُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّحْدُ لَنَا وَالشَّقُّ لِغَيْرِنَا. (رواه إبن ماجه: ١٥٤٣)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair berkata, telah menceritakan kepada kami Hakkam bin Salm Ar Razi ia berkata, "Aku mendengar Ali bin Abdul A'la menyebutkan hadits dari Bapaknya dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda: "Liang lahad itu untuk kita, sedang lubang (di tengah) untuk selain kita." (HR. Ibnu Majah: 1543 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Lihat juga: Ibnu Majah: 1544 dan Ahmad: 18368 dan 18416- shahih dari Jarir bin 'Abdullah bin Jabir, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru negeri hidup Kufah dan wafat tahun 51 H. Abu Daud: 2793 dan an Nasa'i: 1982 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas.
Catatan: dalam sanad terdapat periwayat bernama Idris bin Subaih, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua. Penilaian ulama: Abu Hatim, adz Dzahabi dan Ibnu Hajar menilainya majhul. Begitu juga yang menerima darinya, Hammad bin 'Abdur Rahman, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman dan negeri hidup Syam. Penilaian ulama: Abu Hatim menilainya munkarul hadits dan dha'if. Sementara, adz Dzahabi dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Lebih lanjut, dijelaskan oleh at Tirmidzi:
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ وَنَصْرُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْكُوفِيُّ وَيُوسُفُ بْنُ مُوسَى الْقَطَّانُ الْبَغْدَادِيُّ قَالُوا حَدَّثَنَا حَكَّامُ بْنُ سَلْمٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ الْأَعْلَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّحْدُ لَنَا وَالشَّقُّ لِغَيْرِنَا
وَفِي الْبَاب عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَعَائِشَةَ وَابْنِ عُمَرَ وَجَابِرٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ. (رواه الترمذي: ٩٦٦)
Telah bercerita kepada kami Abu Kuraib dan Nahr bin Abdurrahman Al-Kufi dan Yusuf bin Musa Al Qathan Al Bahgdadi mereka berkata; Telah bercerita kepada kami Hakkam bin Salm dari Ali bin Abdul A'la dari Bapaknya dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata; Nabi ﷺ bersabda: "Liang lahat itu untuk kami, sedangkan lubang di tengah kubur itu untuk selain kami." Hadits semakna diriwayatkan dari Jarir bin Abdullah, 'Aisyah, Ibnu Umar dan Jabir. Abu 'Isa berkata; "Hadits Ibnu Abbas merupakan hadits hasan gharib melalui jalur ini." (HR. At Tirmidzi: 966 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏