KEDATANGAN AL QUR'AN DI AKHIRAT
(bagi yang membaca dan mempelajarinya)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Al Qur'an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril, terkumpul dalam satu mushhaf diawali dengan surat al Fatihah dan diakhiri dengan surat an Nas dan berpahala membacanya.
Kemudian ia merupakan sumber ajaran Islam yang utama dan sumber dari sekalian sumber hukum Islam. Sesudahnya adalah al Hadits Rasulullah ﷺ, sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al Qur'an. Selanjutnya dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ, bahwa ia juga sebagai pemberi syafaat dan yang ikut mendoakan serta memberikan perlindungan bagi orang yang senantiasa membaca dan mempelajarinya.
Imam Ahmad berkata:
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجِيءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ فَيَقُولُ لِصَاحِبِهِ أَنَا الَّذِي أَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَأَظْمَأْتُ هَوَاجِرَكَ. (رواه أحمد: ٢١٨٩٨)
Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Basyir bin Al Muhajir dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Al-Qur'an datang pada hari kiamat seperti orang kurus lalu berkata kepada pemiliknya: Akulah yang membuatmu begadang dimalam hari dan membuatmu haus disiang hari." (HR. Ahmad: 21898 - isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Buraidah bin al Hashib bin 'Abdullah bin al Harits, ia shahabat kuniyahnya Abu Sahal negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 63 H)
Selanjutnya, dari jalur:
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ زَيْدٍ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِصَاحِبِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا يَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ يُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ. (رواه أحمد: ٢١١٦٩)
Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Aban telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abu Katsir dari Zaid dari Abu Sallam dari Abu Umamah Al Bahili berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Bacalah Al-Qur'an karena ia datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pemiliknya. Bacalah zahrawain; Al-Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya datang pada hari kiamat seolah-olah naungan, seolah-olah awan atau seolah-olah dua kelompok burung berbaris berhujah membela para pemiliknya. Bacalah surah Al-Baqarah karena mengambilnya berkah, meninggalkannya rugi dan tidak bisa dikalahkan oleh tukang-tukang sihir." (HR. Ahmad: 21169 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Shadiy bin 'Ajlan, ia shahabat kuniyahnya Abu Umamah negeri hidup Syam dan wafat tahun 86 H)
Kalimat "ta'tiy syaafi'an" terdapat dalam riwayat berikut:
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ زَيْدِ بْنِ سَلَّامٍ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا أُمَامَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي شَافِعًا لِأَصْحَابِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا يَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ يُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا وَاقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ قَالَ عَبْد اللَّهِ هَذَا الْحَدِيثُ أَمْلَاهُ يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ بِوَاسِطٍ. (رواه أحمد: ٢١١٨٦)
Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Zaid bin Sallam dari Abu Sallam bahwa ia mendengar Abu Umamah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, " Bacalah Al-Qur'an karena ia datang pada hari kiamat memberi syafaat pada pembacanya. Bacalah zahrawain; Al-Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya datang pada hari kiamat seolah-olah naungan, seolah-olah awan atau seolah-olah dua kelompok burung berbaris, berhujah untuk membela para pembacanya. Bacalah surah Al-Baqarah karena mengambilnya berkah, meninggalkannya rugi dan tidak bisa dikalahkan oleh tukang-tukang sihir." Berkata 'Abdullah; Hadits ini diimlakkan oleh Yazid bin Harun di Wasith. (HR. Ahmad: 21186 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Shadiy bin 'Ajlan, ia shahabat kuniyahnya Abu Umamah negeri hidup Syam dan wafat tahun 86 H)
Jadi, tafsiran "datang pada hari kiamat memberi syafaat pada pembacanya" terdapat pada riwayat Ahmad: 21186. Selanjutnya dalam lafazh hadits riwayat imam Muslim "ya'tiy yaumal qiyaamati syafii'an". Imam Muslim berkata:
حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ وَهُوَ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ سَلَّامٍ عَنْ زَيْدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَّامٍ يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ قَالَ مُعَاوِيَةُ بَلَغَنِي أَنَّ الْبَطَلَةَ السَّحَرَةُ و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ حَسَّانَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ وَكَأَنَّهُمَا فِي كِلَيْهِمَا وَلَمْ يَذْكُرْ قَوْلَ مُعَاوِيَةَ بَلَغَنِي. (رواه مسلم: ١٣٣٧)
Telah menceritakan kepadaku Al Hasan bin Ali Al Hulwani telah menceritakan kepada kami Abu Taubah ia adalah Ar Rabi' bin Nafi', telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah yakni Ibnu Sallam, dari Zaid bahwa ia mendengar Abu Sallam berkata, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah Al Bahili ia berkata; Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surah Al-Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah Al-Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barakah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir." Mu'awiyah berkata, "Telah sampai (kabar) kepadaku bahwa, Al Bathalah adalah tukang-tukang sihir." Dan telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi telah mengabarkan kepada kami Yahya yakni Ibnu Hassan, Telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah dengan isnad ini, hanya saja ia mentatakan, "Wa Ka`annahumaa fii Kilaihimaa." dan ia tidak menyebutkan ungkapan Mu'awiyah, "Telah sampai (kabar) padaku." (HR. Muslim: 1337 - shahih dari Shadiy bin 'Ajlan, ia shahabat kuniyahnya Abu Umamah negeri hidup Syam dan wafat tahun 86 H)
Demikian juga hadits riwayat imam Ahmad: 21126 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Shadiy bin 'Ajlan, ia shahabat kuniyahnya Abu Umamah negeri hidup Syam dan wafat tahun 86 H. Hadits riwayat Mulim: 1337 dan Ahmad: 21126 adalah hadits 'aziz, diriwayatkan pada salah satu tingkatan sanad oleh dua orang periwayat seperti riwayat imam Ahmad: 21126 yaitu: 1. 'Abdul Malik bin 'Amru, ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu 'Amir negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 204 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, Ibnu Sa'ad dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah. Adz Dzahabi menilainya hafizh. Sedangkan Abu Hatim menilainya shaduq, an Nasa'i menilainya tsiqah ma'mun. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". 2. 'Affan bin Muslim bin 'Abdullah, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu 'Utsman negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 219. Penilaian ulama: Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat, adz Dzahabi menilainya hafizh dan Ibnu Sa'ad menilainya tsiqah. Selanjutnya, 'Abdullah Malik bin 'Amru meriwayatkan dari Hisyam bin Abi 'Abdullah Sanbar, ia tabi'in pertengahan kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 154 H. Penilaian ulama: al 'Ajli menilainya tsiqah, Ibnu Sa'ad dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat, adz Dzahabi menilainya hafizh. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". Kemudian, 'Affan bin Muslim meriwayatkan dari Aban bin Yazid, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu Yazid negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 169 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, an Nasa'i, al 'Ajli dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah. Ibnul Madini berpendapat, "menurut kami dia adalah tsiqah". Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". Ibnu 'Adi mengatakan, "harapanku dia adalah ahlul shidqi". Adz Dzahabi menilainya tsabat, tetapi Ibnul Jauzi menyebutkannya dalam kitab adh dhu'afa' dengan menyebutkan orang yang menjarehnya (menilai buruk) tanpa menyebutkan orang yang mentsiqahkannya. Sedangkan Ahmad bin Hanbal mengatakan, "kokoh di setiap masyayikh".
Keduanya meriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir Shalih bin al Mutawakkil, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Nashir negeri hidup Yamamah dan wafat tahun 132 H. Penilaian ulama: al 'Ajli dan Abu Hatim menilainya tsiqah. Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat dan adz Dzahabi menilainya seorang tokoh. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat".
Sementara riwayat yang lain menggunakan lafazh "ta'allamul qur'aan". Sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad: 21136,
مَضْرُوبٌ عَلَيْهِ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَجَدْتُ هَذَا الْحَدِيثَ فِي كِتَابِ أَبِي بِخَطِّ يَدِهِ وَقَدْ ضَرَبَ عَلَيْهِ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ قَدْ ضَرَبَ عَلَيْهِ لِأَنَّهُ خَطَأٌ إِنَّمَا هُوَ عَنْ زَيْدٍ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ شَافِعٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَعَلَّمُوا الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ تَعَلَّمُوا الزَّهْرَاوَيْنِ فَإِنَّهُمَا يَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ يُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا تَعَلَّمُوا الْبَقَرَةَ فَإِنَّ تَعْلِيمَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا يَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ. (رواه أحمد: ٢١١٣٦)
Berkata 'Abdullah; Saya menemukan hadits ini dalam buku ayahku dengan tulisan tangannya yang telah diberi cap, saya mengiranya memberi cap karena itu salah karena hadits ini dari Zaid dari Abu Sallam dari Abu Umamah. Telah menceritakan kepada kami 'Abdur Razaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah dari Abu Umamah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Palajarilah Al-Qur'an karena ia memberi syafaat pada hari kiamat. Pelajarilah Al-Baqarah dan Ali 'Imran, pelajarilah Az Zahrawain karena keduanya akan datang pada hari kiamat seperti dua awan, dua naungan atau seperti dua kelompok burung berbaris yang berhujjah untuk membela para pembacanya. Pelajarilah Al-Baqarah karena mengajarannya berkah, meninggalkannya rugi dan tidak bisa dikalahkan oleh tukang-tukang sihir." (HR. Ahmad: 21136 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Shadiy bin 'Ajlan, ia shahabat kuniyahnya Abu Umamah negeri hidup Syam dan wafat tahun 86 H)
Selanjutnya pada lafazh lain disebutkan dalam sunan ad Darimi. Sebagaimana beliau berkata,
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ الرَّقِّيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ نِعْمَ الشَّفِيعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّهُ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَا رَبِّ حَلِّهِ حِلْيَةَ الْكَرَامَةِ فَيُحَلَّى حِلْيَةَ الْكَرَامَةِ يَا رَبِّ اكْسُهُ كِسْوَةَ الْكَرَامَةِ فَيُكْسَى كِسْوَةَ الْكَرَامَةِ يَا رَبِّ أَلْبِسْهُ تَاجَ الْكَرَامَةِ يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَلَيْسَ بَعْدَ رِضَاكَ شَيْءٌ. (رواه الدارمي: ٣١٧٧)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ja'far Ar Raqqi dari Ubaidullah bin Amru dari Zaid bin Abu Unaisah dari 'Ashim dari Abu Shalih ia berkata, "Aku mendengar Abu Hurairah berkata, "Bacalah Al-Qur'an sebab ia adalah sebaik-baik pemberi syafaat pada hari kiamat, pada hari kiamat ia akan berkata 'Wahai Rabb-ku, hiasilah ia dengan hiasan kemuliaan, ' maka ia dihiasilah dengan hiasan kemuliaan. 'Wahai Rabb-ku, selimutilah ia dengan selimut kemuliaan, ' maka ia diselimuti dengan selimut kemuliaan. 'Wahai Rabb-ku, pakaikanlah padanya mahkota kemuliaan, wahai Rabb-ku ridhailah ia, sebab tidak ada sesuatu yang diharap lagi setelah ridha-Mu'." (HR. Ad Darimi: 3177 - isnadnya hasan menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Berdasarkan hadits di atas dapat difahami bahwa, membaca dan atau mempelajari al Qur'an adalah sebuah anjuran yang di hari kiamat dapat memberi syafaat kepada orang yang senantiasa membaca dan mempelajarinya. Demikian juga bagi yang senantiasa membaca dan mempelajari surat al Baqarah dan 'Ali 'Imraan akan melindunginya dan dapat mengalahkan ahli sihir (pen: pembantahnya).
Begitu juga hadits terakhir riwayat imam ad Darimi menjelaskan bahwa hal tersebut adalah pemberi pertolongan atau syafaat terbaik yang akan memohonkan kebaikan kepada Allah di akhirat bagi pembacanya waktu di dunia ini.
Selain itu Rasulullah ﷺ juga bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam al Bukhari,
حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ قَالَ وَأَقْرَأَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي إِمْرَةِ عُثْمَانَ حَتَّى كَانَ الْحَجَّاجُ قَالَ وَذَاكَ الَّذِي أَقْعَدَنِي مَقْعَدِي هَذَا. (رواه البخاري: ٤٦٣٩)
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal Telah menceritakan kepada kami Syu'bah ia berkata, Telah mengabarkan kepadaku 'Alqamah bin Martsad Aku mendengar Sa'd bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami dari Utsman radhiallahu'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." Abu Abdirrahman membacakan (Al-Qur'an) pada masa Utsman hingga Hajjaj pun berkata, "Dan hal itulah yang menjadikanku duduk di tempat dudukku ini." (HR. Al Bukhari: 4639 - shahih dari 'Utsman bin 'Affan bin Abi al 'Ash bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru negeri hidup Madinah dan wafat tahun 35 H)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 4640, at Tirmidzi: 2832 dan 2833, Abu Daud: 1240, Ibnu Majah: 207 dan 208, Ahmad: 382 - shahih dari 'Utsman bin 'Affan bin Abi al 'Ash bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru negeri hidup Madinah dan wafat tahun 35 H. Sementara hadits riwayat at Tirmidzi: 2834 - shahih dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H.
Sementara pada riwayat ad Darimi, sebagaimana beliau berkata,
حَدَّثَنَا الْمُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ نَبْهَانَ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ بَهْدَلَةَ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِيَارُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَ الْقُرْآنَ قَالَ فَأَخَذَ بِيَدِي فَأَقْعَدَنِي هَذَا الْمَقْعَدَ أُقْرِئُ. (رواه الدارمي: ٣٢٠٥)
Telah menceritakan kepada kami Al Mu'alla bin Asad telah menceritakan kepada kami Al Harits bin Nabhan telah menceritakan kepada kami 'Ashim bin Bahdalah dari Mush'ab bin Sa'd dari ayahnya ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur'an." Ia berkata; Lalu beliau meraih tanganku dan mendudukanku di tempat duduk ini lalu dibacakan Al-Qur'an kepadaku. (HR. Ad Darimi: 3205 - dha'if dari Sa'ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin 'Abdu Manaf bin Zuhrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Kufah dan wafat tahun 55 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat ad Darimi terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama kritikus hadits, yaitu: al Harits bin Nabhan, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Muhammad dan negeri hidup Bashrah. Penilaian ulama: al Bukhari dan Abu Hatim menilainya mungkarul hadits. Abu Hatim dan an Nasa'i menilainya matrukul hadits. Al 'Ajli dan Ya'qub Ibnu Syaibah menilainya dha'iful hadits.
Sedangkan Ibnu Hajar menilainya matruk dan adz Dzahabi berkata, "mereka mendha'ifkannya". Husain Salim Asad ad Darani mengatakan, "Al Harits bin Nabhan matruk". Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Demikian halnya hadits riwayat ad Darimi: 3203 - dha'if dari Ali bin Abi Thalib. Sanadnya dha'if menurut Husain Salim Asad ad Darani, yaitu 'Abdu Rahman bin Ishaq bin al Harits, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu Syaibah dan negeri hidup Kufah. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, Ibnu Sa'ad, Ya'qub bin Sufyan, Abu Daud, an Nasa'in, Ibnu Hibban, al 'Ajli dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Sedangkan, Ahmad bi Hanbal menilainya mungkarul hadits. Al Bukhari menilainya fiihi nazhar, Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi. Sedangkan Abu Hatim dan 'Uqaili menilainya dha'iful hadits. Selanjutnya adz Dzahabi mengatakan, "mereka mendha'ifkannya". Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏