KAUM MUNAFIK YANG LEBIH BURUK DAN ORANG BERIMAN LEBIH BAIK
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Imam al Bukhari berkata,
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ وَاصِلٍ الْأَحْدَبِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ قَالَ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ الْيَوْمَ شَرٌّ مِنْهُمْ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانُوا يَوْمَئِذٍ يُسِرُّونَ وَالْيَوْمَ يَجْهَرُونَ. (رواه البخاري: ٦٥٨٠)
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abi Iyas telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Washil Al Ahdab dari Abu Wa`il dari Khudzaifah bin Yaman mengatakan; 'kaum munafikin hari ini jauh lebih buruk daripada mereka yang hidup di masa Nabi ﷺ, sebab dahulu mereka sembunyi-sembunyi, namun sekarang mereka lakukan secara terang-terangan.' (HR. Al Bukhari: 6580 - shahih dari Huzaifah bin al Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 36 H)
Kemudian dikatakan juga bahwa bersabar menghadapi keburukan mereka adalah suatu tantangan yang luar biasa. Sehingga dibalasi pahala yang besar. Imam Ibnu Majah berkata:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ الرَّقِّيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ يَحْيَى بْنِ وَثَّابٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ. (رواه إبن ماجه: ٤٠٢٢)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Maimun Ar Raqqi telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Shalih telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yusuf dari Al A'masy dari Yahya bin Watsab dari Ibnu Umar dia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang mukmin yang berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka, lebih besar pahalanya daripada seorang mukmin yang tidak berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka." (HR. Ibnu Majah: 4022 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 4780 dan 22019 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H.
Oleh karena itu berhati-hatilah dari tindak-tindakan mereka, sebab semua tipu daya mereka akan menggiurkan. Ketika itu terjadi, serahkanlah urusanmu kepada Allah.
Selanjutnya, tanggungjawab dan hak-hak yang telah berlaku saat mereka berbaur dengan kita mesti ditunaikan. Seperti; menjawab salam, memberi peringatan, dan sebagainya. Apakah mereka nanti akan beriman atau pun tidak setelah itu, serahkan kepada Allah.
Hal yang terpenting kita lakukan adalah mendulang pahala untuk hari esok/kiamat. Karena hal tersebut adalah termasuk masalah ghaib yang hanya Allah yang mengetahuinya. Imam al Bukhari berkata,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِفْتَاحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا اللَّهُ لَا يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِي غَدٍ وَلَا يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِي الْأَرْحَامِ وَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ وَمَا يَدْرِي أَحَدٌ مَتَى يَجِيءُ الْمَطَرُ. (رواه البخاري: ٩٨١)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Abdullah bin Dinar dari Ibnu 'Umar berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Ada lima kunci ghaib yang tidak diketahui seorangpun kecuali oleh Allah; tidak seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari, dan tidak seorangpun yang mengetahui apa yang tersembunyi dalam rahim, dan tak satu jiwa pun yang tahu apa yang akan diperbuatnya esok, dan tak satu jiwa pun yang tahu di bumi mana dia akan mati serta tidak seorangpun yang mengetahui kapan turunnya hujan." (HR. Al Bukhari: 981 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 4261, 4328 dan 6831, Ahmad: 3477, 4536, 5770 dan 21908 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H. Hadits tersebut diriwayat secara makna. Karena, terkadang disebutkan yang didahulukan dan yang akhirkan. Seperti dalam riwayat Ahmad: mendahulukan hari kiamat dan pada riwayat al Bukhari 4368 dan 6831 mengakhirkan hari kiamat. Sementara pada hadits riwayat al Bukhari: 981 tidak ada yang tahu tentang hari esok.
Ditelaah dari lafazh matan yang ada, dapat dipahami bahwa hari esok yang dimaksud dalam hadits-hadits tersebut adalah hari kiamat. Oleh sebab itu, hadits riwayat dengan makna dapat dipahami dengan baik dan benar setelah melihat hadits-hadits terkait dan semakna dengannya. Apa lagi dilihat dari jalur lain, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad berikut:
حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ وَاقِدٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خَمْسٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ تَعَالَى { إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ }. (رواه أحمد: ٢١٩٠٨)
Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Al Hubab telah bercerita kepada kami Husain bin Waqid telah bercerita kepadaku 'Abdullah berkata, Aku mendengar Buraidah berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Lima hal yang tidak diketahui kecuali Allah; sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari kiamat, menurunkan hujan, mengetahi yang ada dirahim, jiwa tidak tahu apa yang akan diperbuat esok hari dan jiwa tidak tahu ditanah mana ia meninggal, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Melihat." (HR. Ahmad: 21908 - shahih lighairihi menurut Syu'aib al Arna'uth dari Buraidah bin al Hashib bin 'Abdullah bin al Harits, ia shahabat kuniyahnya Abu Sahal negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 63 H)
Wallaahu a'lam bish shawaab,
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏