KIAMAT DAN ORANG BODOH YANG MENYAKITI HATI
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
IMAM AHMAD berkata,
حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ وَأَبُو الْمُنْذِرِ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُمَرَ قَالَا ثَنَا كَامِلٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى تَصِيرَ لِلُكَعٍ قَالَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عُمَرَ حَتَّى تَصِيرَ لِلُكَعِ ابْنِ لُكَعٍ و قَالَ ابْنُ أَبِي بُكَيْرٍ لِلَكِيعِ ابْنِ لَكِيعٍ و قَالَ أَسْوَدُ يَعْنِي الْمُتَّهَمَ ابْنَ الْمُتَّهَمِ. (رواه أحمد: ٧٩٧٢)
Telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin 'Amir dan Abu Al Mundzir Isma'il bin Umar mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Kamil telah menceritakan kepada kami Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Dunia tidak akan hancur (kiamat) sehingga orang-orangnya menjadi bodoh." Ismail bin Umar berkata, "Sehingga dunia menjadi luka' bin Luka' (orang bodoh anak orang bodoh), " dan Ibnu Abu Bukair berkata dalam riwayatnya, "Sehingga dunia menjadi lakii' bin lakii' (orang bodoh anak orang bodoh), " dan Aswad berkata, "Maksudnya orang tertuduh anak orang tertuduh." (HR. Ahmad: 7972 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian juga hadits semakna diriwayatkan oleh Ahmad: 8343,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا كَامِلٌ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى تَصِيرَ لِلُكَعِ ابْنِ لُكَعٍ. (رواه أحمد: ٨٣٤٣)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah berkata; telah menceritakan kepada kami Kamil dari Abu Shalih dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Dunia tidak akan sirna sehingga ia dikuasai oleh orang bodoh bin bodoh." (HR. Ahmad: 8343 - hasan lighairihi, namun sanadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Hadits riwayat Ahmad: 7972 dalam sanadnya terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama kritikus hadits yaitu Kamil bin al 'Alaa', ia tabi'uth tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu al 'Alaa' dan negeri hidup Kufah. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan Ya'qub bin Sufyan menilainya tsiqah. An Nasa'i menilainya laisa bi qawi, Ibnu Sa'ad menilainya Qalilul hadits. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya shaduq yuhti. Begitu juga pada sanad hadits riwayat Ahmad: 7970 dan 8343 - hasan lifhairihi, namun sanadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Selanjuntnya imam Ahmad meriwayatkan dari jalur Hani' bin Niyar,
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُمَيْعٍ عَنِ الْجَهْمِ بْنِ أَبِي الْجَهْمِ عَنِ ابْنِ نِيَارٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى تَكُونَ لِلُكَعِ ابْنِ لُكَعٍ. (رواه أحمد: ١٥٢٧١)
Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Abdullah bin Jumai' dari Al Jahm bin Abu Al Jahm dari Ibnu Niyar berkata; saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Dunia tidak akan lenyap kecuali setelah muncul orang yang tercela, bodoh, lagi tak berilmu" (HR. Ahmad: 15271 - shahih, dan sanadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Hani' bin Niyar bin 'Amru, ia shahabat kuniyahnya Abu Burdah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 41 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 15277, menjelaskan tentang asbabul wurud hadits. Imam Ahmad berkata:
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُمَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي الْجَهْمِ قَالَ أَقْبَلْتُ أَنَا وَزَيْدُ بْنُ حَسَنٍ بَيْنَنَا ابْنُ رُمَّانَةَ مَوْلَى عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مَرْوَانَ قَدْ نَصَبْنَا لَهُ أَيْدِيَنَا فَهُوَ مُتَّكِئٌ عَلَيْهَا دَاخِلَ الْمَسْجِدِ مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَهَى ابْنَ نِيَارٍ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَ إِلَى أَبِي بَكْرٍ ائْتِنِي فَأَتَاهُ فَقَالَ رَأَيْتُ ابْنَ رُمَّانَةَ بَيْنَكُمَا يَتَوَكَّأُ عَلَيْكَ وَعَلَى زَيْدِ بْنِ حَسَنٍ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَنْ تَذْهَبَ الدُّنْيَا حَتَّى تَكُونَ عِنْدَ لُكَعِ ابْنِ لُكَعٍ. (رواه أحمد: ١٥٢٧٧)
Telah menceritakan kepada kami Abu Nua'im telah menceritakan kepada kami Al Walid yaitu Ibnu Abdullah bin Jumai', berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Abu Al Jahm berkata; saya menemui Ibnu Rumanah mantan budak Abdul Aziz bin Marwan sedang Zaid bin Hasan ada diantara kami, kami menegakkan tangan kami, selanjutnya (Ibnu Rumanah) sedang bersandar pada tangan kami dalam masjid, yaitu masjid Rasulullah ﷺ. Lantas ada seseorang dari kalangan sahabat yang bernama Ibnu Niyar melarang, lalu dia mengutus seseorang kepada Abu Bakar dengan mengatakan 'Datangilah aku.' Abu Bakar pun mendatangi Ibnu Niyar, lalu Ibnu Niyar berkata 'Saya melihat Ibnu Rumanah ada di antara kalian berdua, bersandar padamu dan pada Zaid bin Hasan, padahal saya telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Dunia tidak akan sirna kecuali setelah berada pada orang yang tercela, bodoh lagi tak berilmu". (HR. Ahmad: 15277 - isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Hani' bin Niyar bin 'Amru, ia shahabat kuniyahnya Abu Burdah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 41 H)
Ingatlah,
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ يُونُسَ قَالَ كَتَبَ إِلَيَّ مَيْمُونُ بْنُ مِهْرَانَ إِيَّاكَ وَالْخُصُومَةَ وَالْجِدَالَ فِي الدِّينِ لَا تُجَادِلَنَّ عَالِمًا وَلَا جَاهِلًا أَمَّا الْعَالِمُ فَإِنَّهُ يَخْزُنُ عَنْكَ عِلْمَهُ وَلَا يُبَالِي مَا صَنَعْتَ وَأَمَّا الْجَاهِلُ فَإِنَّهُ يُخَشِّنُ بِصَدْرِكَ وَلَا يُطِيعُكَ. (رواه الدارمي: ٣٠٤)
Telah mengabarkan kepada kami Sa'id bin 'Amir dari Isma'il bin Ibrahim dari Yunus ia berkata, " Maimun bin Mihran berkata kepadaku: 'Jauhilah olehmu bertengkar dan berbantah-bantahan dalam agama. Janganlah kamu membantah orang yang tahu dan orang yang bodoh. Adapun orang yang tahu, sesungguhnya dia menyimpan ilmunya dari kamu dan dia tidak memperdulikan apa-apa yang kamu perbuat. Sebaliknya orang bodoh dia menyakiti hatimu dan tidak menaatimu' ". (HR. Ad Darimi: 304 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Maimun bin Mihran, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Ayyub negeri hidup Jazirah dan wafat tahun 117 H. Penilaian ulama: Abu Hatim, Ahmad bin Hanbal, an Nasa'i, Abu Zur'ah dan Ibnu Sa'ad menilainya tsiqah. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya tsiqah faqih dan adz Dzahabi menilainya tsiqah ahli ibadah. Sementara itu, imam Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat")
Hadits-hadits di atas sejalan dengan apa yang diperingatkan oleh Allah dalam firman-Nya berikut:
وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖٓ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تَذْبَحُوْا بَقَرَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۗ قَالَ اَعُوْذُ بِاللّٰهِ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْجٰهِلِيْنَ. (قرآن سورة البقرة/٢: ٦٧)
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina.” Mereka bertanya, “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?” Dia (Musa) menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh.”" (QS. Al-Baqarah/2: 67)
Dan pada surat al A'raaf/7: 138,
وَجَاوَزْنَا بِبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ الْبَحْرَ فَاَتَوْا عَلٰى قَوْمٍ يَّعْكُفُوْنَ عَلٰٓى اَصْنَامٍ لَّهُمْ ۚقَالُوْا يٰمُوْسَى اجْعَلْ لَّنَآ اِلٰهًا كَمَا لَهُمْ اٰلِهَةٌ ۗقَالَ اِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ. (قرآن سورة الأعراف/٧: ١٣٨)
"Dan Kami selamatkan Bani Israil menyeberangi laut itu (bagian utara dari Laut Merah). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa! Buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala).” (Musa) menjawab, “Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh.”" (QS. Al-A‘rāf/7: 138)
Oleh karena itu, Allah mengingatkan:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ. (قرآن سورة الأعراف/٧: ١٩٩)
"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh." (QS. Al-A‘rāf/7: 199)
Dan Allah berfirman,
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا. (قرآن سورة الفرقان/٢٥: ٦٣)
"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam,”. (QS. Al-Furqān/25: 63)
Cukuplah bagi kita menolak dengan lembut dan senantiasa istiqamah dengan apa yang ditakini kebenaran yaitu kebenaran agama Islam berdasarkan al Qur'an dan as Sunnah Rasulullah ﷺ. Sikap inilah yang menyelamatkan orang-orang beriman sebelum kita. Sebagaimana terekam dalam furman-Nya:
وَاِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ وَقَالُوْا لَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْ ۖسَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ لَا نَبْتَغِى الْجٰهِلِيْنَ. (قرآن سورة القصص/٢٨: ٥٥)
"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.”" (QS. Al-Qaṣaṣ/28: 55)
Demikianlah yang dapat penulis paparkan, semoga bermanfaat. Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏