ISTIQAMAH IMAN, TAQWA, DAN MENJAGA LISAN
Oleh: Samsurizal, MA
Istiqamah berasal dari fi'il madhi istaqama yang bearti berusaha berdiri secara tegap. Secara bahasa (lughah) bearti sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Sedangkan secara istilah adalah berpendirian kuat atau kukuh, berketetapan hati, tekun dan terus-menerus dalam usaha mencapai cita-cita. Hal ini terimplikasi dalam pikiran, perbuatan, dan spritual.
Terkait dengan pentingnya sikap istiqamah dalam semua amalan dihubungkan dengan beriman dan meyakini Allah sebagai Tuhan satu-satunya yang wajib disembah, bertaqwa serta menjaga lisan. Dalam hal ini diungkapkan dalam Al-Qur'an dengan kalimat kiasan dan diinformasikan dalam banyak riwayat dengan redaksi beragam. Terdapat dalam kitab hadits imam al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ad-Darimi.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّتِيْ نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ اَنْكَاثًاۗ تَتَّخِذُوْنَ اَيْمَانَكُمْ دَخَلًا ۢ بَيْنَكُمْ اَنْ تَكُوْنَ اُمَّةٌ هِيَ اَرْبٰى مِنْ اُمَّةٍ ۗاِنَّمَا يَبْلُوْكُمُ اللّٰهُ بِهٖۗ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ مَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ. (قرآن سورة النحل/١٦: ٩٢)
Janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan tenunannya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali. Kamu menjadikan sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu karena ada (kecenderungan memihak kepada) satu golongan yang lebih banyak kelebihannya (jumlah, harta, kekuatan, pengaruh, dan sebagainya) daripada golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu dan pasti pada hari Kiamat Allah akan menjelaskan kepadamu apa yang selalu kamu perselisihkan. (QS. An-Naḥl/16: 92)
Dalam bebarapa riwayat disebutkan:
Imam Ad-Darimi meriwayatkan,
أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَارِبُوا وَسَدِّدُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ أَحَدًا مِنْكُمْ لَنْ يُنْجِيَهُ عَمَلُهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْتَ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ. (رواه الدارمي: ٢٦١٧)
Telah mengabarkan kepada kami Al Hasan bin Ar Rabi', telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Al A'masy dari Abu Sufyan dari Jabir ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Bersikaplah pertengahan, istiqamahlah dalam perbuatan dan ucapan, ketahuilah bahwa tak ada seorang pun dari kalian yang akan diselamatkan oleh perbuatannya." Mereka berkata, Wahai Rasulullah, tidak juga engkau? Beliau menjawab, "Tidak juga aku, hanya saja Allah menganugerahiku rahmat dan karunia-Nya." (HR. Ad-Darimi: 2617 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)
Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam Muslim: 5041 (dari Abu Hurairah dan Jabir - masyhur diakhir sanad), Ahmad: 9629 (dari Abu Hurairah), 10022 (dari Abu Hurairah dan Jabir), dan 14100 (dari Jabir). Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H dan Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H.
Dengan bahasa yang tegas imam al-Bukhari meriwayatkan,
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ يَا مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ اسْتَقِيمُوا فَقَدْ سَبَقْتُمْ سَبْقًا بَعِيدًا فَإِنْ أَخَذْتُمْ يَمِينًا وَشِمَالًا لَقَدْ ضَلَلْتُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا. (رواه البخاري: ٦٧٣٩)
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Ibrahim dari Hammam dari Khudzaifah berkata, "Wahai ahli Al-Qur'an, bersikap istiqamahlah kalian, dengan demikian kalian telah menjadi pemenang yang jauh, sebaliknya jika kalian oleng kanan kiri, kalian telah sesat sesesat-sesatnya." (HR. Al-Bukhari: 6739 - shahih dari Hudzaifah bin al-Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 36 H. Hadits ahlul Kufah)
Sufyan bin 'Abdullah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang hal yang penting dari agama Islam. Sebagaimana diinformasikan oleh imam ad-Darimi,
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ سُفْيَانَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ فِي الْإِسْلَامِ لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا قَالَ اتَّقِ اللَّهَ ثُمَّ اسْتَقِمْ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ شَيْءٍ قَالَ فَأَشَارَ إِلَى لِسَانِهِ. (رواه الدارمي: ٢٥٩٤)
Telah mengabarkan kepada kami Sa'id bin Ar Rabi', telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Ya'la bin 'Atha` ia berkata, Aku mendengar Abdullah bin Sufyan dari ayahnya ia berkata, Aku berkata, Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku amalan dalam Islam yang tidak akan aku tanyakan kepada seorang pun. Beliau bersabda, "Bertaqwalah kepada Allah kemudian istiqamahlah." Ia mengatakan; Aku berkata lagi; Kemudian apa? Ia mengatakan; Lalu beliau menujuk ke arah lidahnya. (HR. Ad-Darimi: 2595 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Sufyan bin 'Abdullah bin Rabi'ah bin al-Harits, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru dan negeri hidup Thaif)
Atau, kalimat taqwa diganti dengan kalimat "qul aamantu billaah", sebagaimana hadits riwayat imam Ahmad,
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُفْيَانَ الثَّقَفِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَقَدْ قَالَ هُشَيْمٌ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مُرْنِي فِي الْإِسْلَامِ بِأَمْرٍ لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ قَالَ قُلْتُ فَمَا أَتَّقِي فَأَوْمَأَ إِلَى لِسَانِهِ. (رواه أحمد: ١٨٦١٤)
Telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Ya'la bin Atha` dari Abdullah bin Sufyan Ats Tsaqafi dari bapaknya bahwa seorang laki-laki berkata, "Wahai Rasulullah.." dan Husyaim berkata, Saya berkata, "Wahai Rasulullah, perintahkanlah padaku suatu syariat dalam Islam ini, yang tidak akan aku tanyakan kepada seorang pun setelah Anda." Beliau bersabda, "Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah' lalu istiqamahlah (dalam ucapanmu)." Saya bertanya lagi, "Lalu apakah yang harus aku waspadai?" Maka beliau pun memberi isyarat dengan menunjuk ke arah lidahnya. (HR. Ahmad: 18614 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Sufyan bin 'Abdullah bin Rabi'ah bin al-Harits, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru dan negeri hidup Thaif)
Sedangkan hadits riwayat imam Ad-Darimi: 2595,
أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ يَعْنِي ابْنَ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُجَمِّعٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مُرْنِي بِأَمْرٍ أَعْتَصِمُ بِهِ قَالَ قُلْ رَبِّيَ اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقِمْ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا أَكْثَرُ مَا تَخَوَّفُ عَلَيَّ قَالَ فَأَخَذَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلِسَانِهِ ثُمَّ قَالَ هَذَا. (رواه الدارمي: ٢٥٩٥)
Telah mengabarkan kepada kami Abu Nu'aim, telah menceritakan kepada kami Ibrahim yakni Ibnu Isma'il bin Mujammi', ia berkata, telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari Abdurrahman bin Mu'adz dari Sufyan bin Abdullah ia berkata, Aku berkata, Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku suatu urusan yang akan aku pegang teguh. Beliau bersabda, "Katakanlah; Rabb-ku adalah Allah, kemudian istiqamahlah." Ia mengatakan; Aku bertanya; Wahai Nabiyullah, apa yang harus lebih banyak aku takuti? Maka beliau memegang lidahnya kemudian mengatakan, "Ini." (HR. Ad-Darimi: 2595 - isnadnya dha'if menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Sufyan bin 'Abdullah bin Rabi'ah bin al-Harits, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru dan negeri hidup Thaif)
Dalam sanad hadits riwayat imam ad-Darimi: 2595 terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama kritikus hadits. Ia adalah Ibrahim bin Isma'il bin Mujammi' bin Yazid, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu Ishaq dan negeri hidup Madinah. Penilaian ulama: Ibnu Hajar dan An-Nasa'i menilainya dha'if. Abu Daud menilainya matrukul hadits. Al-Bukhari mengatakan, "katsirun wahm". Sedangkan Yahya bin Ma'in menilainya laa syai'. Adz-Dzhabi berkata, "mereka men-dha'if-kannya”.
Selanjutnya dikuatkan juga oleh riwayat imam At-Tirmidzi: 2334, Ibnu Majah: 3962, Ahmad: 14869, 14871, dan 14872 - shahih dari Sufyan bin 'Abdullah bin Rabi'ah bin al-Harits, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru dan negeri hidup Thaif.
Kemudian dalam redaksi semakna diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ أَسِيدٍ عَنْ أَبِي حَفْصٍ الدِّمَشْقِيِّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ يَرْفَعُ الْحَدِيثَ قَالَ اسْتَقِيمُوا وَنِعِمَّا إِنْ اسْتَقَمْتُمْ وَخَيْرُ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةُ وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ. (رواه إبن ماجه: ٢٧٥)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub berkata, telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Usaid dari Abu Hafsh Ad Dimasqi dari Abu Umamah -dan ia memarfu'kan hadits ini-, ia berkata, "Istiqamahlah kalian, sebaik-baik perkara adalah jika kalian beristiqamah. Sebaik-baik amalan kalian adalah salat, dan tidak ada yang menjaga wudu kecuali orang mukmin." (HR. Ibnu Majah: 275 - shahih dari Shadiy bin 'Ajlan, ia shahabat kuniyahnya Abu Umamah negeri hidup Syam dan wafat tahun 86 H)
Matan semakna juga diriwayatkan oleh imam Ahmad dengan tambahan kalimat, "وَلَنْ تُحْصُوا" kalian tak bisa menghitunya. Beliau meriwayatkan,
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَيَعْلَى قَالَا حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةُ وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ. (رواه أحمد: ٢١٤٠٠)
Telah menceritakan kepada kami Waki' dan Ya'la keduanya berkata, telah bercerita kepada kami Al A'masy dari Salim bin Abu Al Ja'd dari Tsauban berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Beristiqamahlah dan kalian tidak bisa menghitungnya. Ketahuilah bahwa amalan-amalan kalian yang terbaik adalah shalat dan tidak akan ada yang memelihara wudhuk kecuali mukmin." (HR. Ahmad: 21400 - shahih, isnadnya dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Tsauban bin Bajdad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Syam dan wafat tahun 54 H. Hadits 'aziz diakhir sanad)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏