ALLAH TELAH MENCIPTAKAN PENGHUNI SURGA DAN NERAKA
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Allah menciptakan surga dan neraka berikut sudah menciptakan penghuninya. Hal ini dimaksudkan bahwa Allah sudah menakdirkannya sejak awal penciptaannya. Sehingga peran nabi dan rasul untuk menjelaskan dengan baik dan benar kepada umatnya bahwa janganlah menjadi penduduk neraka, tetapi jadilah penduduk surga yang penuh kenikmatan. Atas dasar inilah Allah menetapkan siapa saja yang pantas masuk surga atau neraka. Melewati takdir Allah inilah peran manusia diberi jalan takwa dan kekafiran. Siapa yang lewati jalan pertama, maka ia akan masuk surga. Apabila sebaliknya menempuh jalan kedua, maka ia akan Allah masukkan kedalam neraka.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
۞ وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ. (قرآن سورة آل عمران/٣: ١٣٣)
Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Āli ‘Imrān/3: 133)
Imam Muslim berkata,
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ فُضَيْلِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ تُوُفِّيَ صَبِيٌّ فَقُلْتُ طُوبَى لَهُ عُصْفُورٌ مِنْ عَصَافِيرِ الْجَنَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَ لَا تَدْرِينَ أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْجَنَّةَ وَخَلَقَ النَّارَ فَخَلَقَ لِهَذِهِ أَهْلًا وَلِهَذِهِ أَهْلًا. (رواه مسلم: ٤٨١٢)
Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al 'Ala bin Al Musayyab dari Fudhail bin 'Amr dari 'Aisyah binti Thalhah dari 'Aisyah Ummul Mu'minin dia berkata; 'Suatu ketika seorang bayi meninggal, maka aku katakan; beruntunglah dia, apakah dia akan menjadi burung dari burung-burung surga? Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak tahukan kamu bahwa Allah telah menciptakan surga serta menciptakan penghuninya, dan menciptakan neraka serta menciptakan penghuninya. (HR. Muslim: 4812 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Ada pun sabab an nuzul dari pernyataan beliau diriwayatkan juga oleh imam Muslim, beliau berkata:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى عَنْ عَمَّتِهِ عَائِشَةَ بِنْتِ طَلْحَةَ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دُعِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى جَنَازَةِ صَبِيٍّ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ طُوبَى لِهَذَا عُصْفُورٌ مِنْ عَصَافِيرِ الْجَنَّةِ لَمْ يَعْمَلْ السُّوءَ وَلَمْ يُدْرِكْهُ قَالَ أَوَ غَيْرَ ذَلِكَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ لِلْجَنَّةِ أَهْلًا خَلَقَهُمْ لَهَا وَهُمْ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ وَخَلَقَ لِلنَّارِ أَهْلًا خَلَقَهُمْ لَهَا وَهُمْ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى
ح و حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ مَعْبَدٍ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حَفْصٍ ح و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ كِلَاهُمَا عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى بِإِسْنَادِ وَكِيعٍ نَحْوَ حَدِيثِهِ. (رواه مسلم: ٤٨١٣)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki' dari Thalhah bin Yahya dari bibinya, 'Aisyah binti Thalhah dari 'Aisyah ummul Mu'minin dia berkata, "Pada suatu ketika, Rasulullah ﷺ pernah diundang untuk melayat jenazah seorang bayi dari kaum Anshar. Kemudian saya (Aisyah) berkata kepada beliau; 'Ya Rasulullah, sungguh berbahagia bayi kecil ini! Ia seperti seekor burung dari sekian burung surga yang belum pernah berbuat dosa dan belum pernah ternodai oleh dosa.' Mendengar pernyataan tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda, 'Mungkin juga tidak seperti itu hai Aisyah. Sebenarnya Allah telah menciptakan orang-orang yang akan menjadi penghuni surga ketika mereka masih berada dalam tulang rusuk (sulbi) bapak-bapak mereka. Dan sebaliknya, Allah pun telah menciptakan orang-orang yang akan menjadi penghuni neraka ketika mereka masih berada dalam tulang rusuk bapak-bapak mereka.'
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shabbah telah menceritakan kepada kami Isma'il bin Zakaria dari Thalhah bin Yahya Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepadaku Sulaiman bin Ma'bad telah menceritakan kepada kami Al Husain bin Hafsh
Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Yusuf keduanya dari Sufyan Ats Tsauri dari Thalhah bin Yahya dengan sanad Waki' seperti haditsnya. (HR. Muslim: 4813 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Hadits ini termasuk hadits masyhur diriwayatkan oleh tiga (tidak sampai pada tingkat mutawatir) periwayat pertabaqat atau salah satu thabaqat dalam sanadnya)
Demikian juga hadits riwayat Abu Daud: 4090, Ahmad: 23002 dan 24560 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Surga Thuba "طوبى" (ada yang berpendapat nama pohon di surga).
Berdasarkan pernyataan Rasulullah ﷺ dalam hadits-hadits di atas bahwa belum ada jaminan seorang manusia itu pasti masuk surga atau neraka. Baik mereka masih kecil maupun sudah baligh atau dewasa dan tua. Hanya ridha dan kasihsayang Allah-lah manusia masuk surga.
Jawaban dari pernyataan di atas dijelaskan dalam hadits riwayat Ahmad berikut:
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَيَزِيدُ قَالَا حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنِ الْحَسَنِ حَدَّثَنِي صَعْصَعَةُ قَالَ يَزِيدُ بْنُ مُعَاوِيَةَ إِنَّهُ لَقِيَ أَبَا ذَرٍّ وَهُوَ يَقُودُ جَمَلًا لَهُ وَفِي عُنُقِهِ قِرْبَةٌ فَقُلْتُ لَهُ أَلَا تُحَدِّثُنِي حَدِيثًا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَلَى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَمُوتُ لَهُمَا ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلَّا أَدْخَلَهُمَا اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ وَمَا مِنْ مُسْلِمٍ يُنْفِقُ مِنْ زَوْجَيْنِ مِنْ مَالِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا ابْتَدَرَتْهُ حَجَبَةُ الْجَنَّةِ وَقَالَ يَزِيدُ إِلَّا أَدْخَلَهُمَا اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ. (رواه أحمد: ٢٠٤٨٠)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dan Yazid keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Al Hasan telah menceritakan kepadaku Sha'sha'ah. Yazid bin Mu'awiyah berkata, bahwa ia bertemu Abu Dzar yang sedang menuntun untanya, sementara pada leher unta tersebut tergantung sebuah geriba. Aku bertanya, 'Wahai Abu Dzar, ceritakanlah apa yang kau dengar dari Rasulullah! ' Ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Tiada seorang suami istri yang Muslim ditinggal mati oleh tiga orang anaknya yang belum berumur baligh, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga karena kasih sayang-Nya kepada mereka. Dan tidaklah seorang muslim menginfakkan sepasang dari hartanya di jalan Allah kecuali para malaikat penjaga surga akan berebut untuk menerimanya." Yazid menyebutkan, "Kecuali Allah akan memasukan keduanya ke dalam surga dengan keutamaan kasih sayang-Nya kepada mereka." (HR. Ahmad: 20480 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H. Hadits ini tergolong hadits 'aziz, karena imam Ahmad meriwayatkan dari dua orang gurunya yang tsiqah)
Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentang penangguhan azab pada orang yang acuh terhadap peringatan Allah,
وَرَبُّكَ الْغَفُوْرُ ذُو الرَّحْمَةِۗ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوْا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَۗ بَلْ لَّهُمْ مَّوْعِدٌ لَّنْ يَّجِدُوْا مِنْ دُوْنِهٖ مَوْىِٕلًا. (قرآن سورة الكهف/١٨: ٥٨)
Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Pemilik rahmat. Seandainya Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Akan tetapi, bagi mereka ada waktu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung selain-Nya. (QS. Al-Kahfi/18: 58)
Lebih spesipik Allah menegaskan,
وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِيْ مَآ اَفَضْتُمْ فِيْهِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ. (قرآن سورة النور/٢٤: ١٤)
Seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang sangat berat disebabkan oleh pembicaraan kamu tentang (berita bohong) itu. (QS. An-Nūr/24: 14)
Ayat semakna juga terdapat dalam QS. An Nur/24 ayat 21,
۞ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًاۙ وَّلٰكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ. (قرآن سورة النور/٢٤: ٢١)
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan! Siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh (manusia mengerjakan perbuatan) yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Akan tetapi, Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nūr/24: 21)
Oleh karena itu, sangat dibutuhkan sikap yang istiqamah pada setiap amalan yang dilakukan, sebagaimana disinyalir oleh Rasulullah seperti yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ مُحَمَّدُ بْنُ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ. (رواه أحمد: ٢١٧٦٨)
Telah menceritakan kepada kami Yazid telah bercerita kepada kami Abu Ghassan Muhammad bin Mutharrif dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa'ad berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh ada seseorang melakukan amalan-amalan penghuni neraka namun akhirnya ia menjadi penghuni surga, dan sungguh ada seseorang yang melakukan amalan penghuni surga namun akhirnya ia menjadi penghuni neraka, sesungguhnya amal perbuatan itu dihitung dengan penutupannya." (HR. Ahmad: 21768 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sahal bin Sa'ad bin Malik, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Madinah dan wafat tahun 68 H)
Berusahalah untuk beramal secara terus-menerus walau pun sedikit, imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُطَّلِبِ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَاعْلَمُوا أَنْ لَنْ يُدْخِلَ أَحَدَكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَأَنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ. (رواه أحمد: ٢٥١٣٨)
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Al Muthalib dari Musa bin Uqbah dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Aisyah bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, "Berkatalah yang benar dan cobalah lakukan itu! Ketahuilah, sesungguhnya amal perbuatan tidak akan memasukkan salah seorang di antara kalian masuk surga. Sesungguhnya amal perbuatan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling kontinu sekalipun sedikit." (HR. Ahmad: 25138 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 5983 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H.
Lafazh semakna juga diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 5986,
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا فَإِنَّهُ لَا يُدْخِلُ أَحَدًا الْجَنَّةَ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِمَغْفِرَةٍ وَرَحْمَةٍ قَالَ أَظُنُّهُ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ وَقَالَ عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَدِّدُوا وَأَبْشِرُوا قَالَ مُجَاهِدٌ { قَوْلًا سَدِيدًا } وَسَدَادًا صِدْقًا. (رواه البخاري: ٥٩٨٦)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Az Zabriqan telah menceritakan kepada kami Musa bin 'Uqbah dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Aisyah dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Beramalah sesuai sunnah (istiqamah) dan berlaku imbanglah, dan berilah kabar gembira, sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga karena amalannya." Para sahabat bertanya; 'Begitu juga dengan engkau wahai Rasulullah? ' Beliau bersabda, 'Begitu juga denganku, kecuali bila Allah meliputi melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepadaku.' Perawi berkata; aku kira dari Abu An Nadhir dari Abu Salamah dari Aisyah. 'Affan mengatakan; telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Musa bin 'Uqbah dia berkata; saya mendengar Abu Salamah dari Aisyah dari Nabi ﷺ dengan redaksi "Saddidu (beristiqamahlah dalam beramal) wa absyiruu (dan berilah kabar gembira)." Mujahid mengatakan mengenai firman Allah "Qaulan sadida" yaitu berkataan yang benar." (HR. Al Bukhari: 5986 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Lebih lanjut ditegaskan oleh Rasulullah bahwa "Amal seseorang tidak akan memasukkan ke dalam surga dan juga tidak akan menyelamatkannya dari neraka." Sebagaimana imam Ahmad meriwayatkan:
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ حَدَّثَنِي جَابِرٌ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُدْخِلُ أَحَدَكُمْ الْجَنَّةَ عَمَلُهُ وَلَا يُنَجِّيهِ عَمَلُهُ مِنْ النَّارِ قِيلَ وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. (رواه أحمد: ١٤٧٠٠)
Telah bercerita kepada kami Hasan telah bercerita kepada kami Ibnu Lahi'ah telah bercerita kepada kami Abu Az-Zubair telah bercerita kepadaku Jabir telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Amal seseorang tidak akan memasukkan ke dalam surga dan juga tidak akan menyelamatkannya dari neraka." Ada yang bertanya, tidak juga Anda Wahai Rasulullah? Beliau menjawab, "Tidak juga saya, terkecuali dengan rahmat Allah 'Azza wa Jalla." (HR. Ahmad: 14700 - shahih, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H. Terdapat periwayat bernama 'Abdullah bin Lahi'ah, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Maru dan wafat tahun 174 H. Penilaian ulama: Muhammad bin Sa'id dan adz Dzahabi menilainya dha'if, Hakim menilainya dzahibul hadits, Abu Zur'ah menilainya la yadhbith, sedangkan Ibnu Hajar menilainya shaduq)
Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam Muslim: 5042 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H. Sementara itu imam meriwayatkan,
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ مِنْهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ. (رواه أحمد: ٧٢٧١)
Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Abu 'Ubaid pelayan Abdurrahman bin 'Auf, dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak ada satu orangpun dari kalian yang amalannya bisa memasukkan ke dalam surga." Para sahabat bertanya, "Tidak juga engkau wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Tidak juga dengan aku, tetapi Allah telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepadaku." (HR. Ahmad: 7271 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 7980 dan 8173 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Al Bukhari: 5982, Muslim: 5036 dan 5037 - shahih dari Abu Hurairah.
Lafazh lain menegaskan,
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو عُبَيْدٍ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَلَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ إِمَّا مُحْسِنًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَزْدَادَ خَيْرًا وَإِمَّا مُسِيئًا فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعْتِبَ. (رواه البخاري: ٥٢٤١)
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu 'Ubaid bekas budak Abdurrahman bin Auf bahwa Abu Hurairah berkata; saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak ada seorang pun yang masuk surga karena amalannya." Para sahabat bertanya, "Begitu juga dengan engkau wahai Rasulullah?" beliau bersabda, "Tidak juga dengan diriku, kecuali bila Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya padaku, oleh karena itu berlaku luruslah dan bertaqarublah dan janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian, jika dia orang baik semoga saja bisa menambah amal kebaikannya, dan jika dia orang yang buruk (akhlaknya) semoga bisa menjadikannya dia bertobat." (HR. Al Bukhari: 5241 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 9455 sampai lafazh,
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ وَيُونُسُ قَالَا حَدَّثَنَا لَيْثٌ قَالَ حَدَّثَنِي بُكَيْرٌ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يُنَجِّي أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ فَقَالَ رَجُلٌ وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَتِهِ وَلَكِنْ سَدِّدُوا. (رواه أحمد: ٩٤٥٥)
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj dan Yunus mereka berkata; telah menceritakan kepadaku Laits telah menceritakan kepadaku Bukair dari Busr bin Sa'id dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Salah seorang dari kalian tidak akan dapat diselamatkan oleh amalnya, " maka seorang lelaki bertanya, "Tidak juga dengan engkau wahai Rasulullah?" beliau bersabda, "Tidak juga dengan aku, hanya saja Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepadaku, akan tetapi hendaklah kalian beramal dengan baik dan istiqamah." (HR. Ahmad: 9455 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits ini tergolong hadits 'aziz, karena Ahmad meriwayatkan dari dua orang gurunya yang tsiqah yaitu Hajjaj bin Muhammad (w. 206 H) dan Yunus bin Muhammad bin Muslim (w. 207) negeri hidup meraka masing-masing adalah Syam dan Baghdad)
Berdasarkan penjelasan hadits di atas maka dapat dipahami bahwa amal bukanlah penjamin seseorang akan masuk neraka atau pun neraka. Oleh karena itu, kejarlah rahmat, hidayah dan ampunan Allah dengan istiqamah dan penuh keikhlasan di jalan keridhaan Allah. Hal ini hanya dapat diperoleh dengan keistiqamahan melakukannya dengan konsisten sampai akhir hidup.
Rahmat Allah yang hanya satu persen dilimpahkan kepada makhluknya di dunia, maka rebutlah rahmat dan ridha-Nya agar memperoleh rahmat-Nya 99 persen di akhirat. Hal ini diketahui dari sabda Rasulullah ﷺ, sebagaimana Imam al Bukhari berkata,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَلَقَ اللَّهُ مِائَةَ رَحْمَةٍ فَوَضَعَ وَاحِدَةً بَيْنَ خَلْقِهِ وَخَبَأَ عِنْدَهُ مِائَةً إِلَّا وَاحِدَةً. (رواه البخاري: ٤٩٤٣)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah dan Ibnu Hujr mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu Ja'far dari Al 'Ala dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah telah menciptakan seratus rahmat. Yang satu Dia letakan di antara para Makhluk-Nya, sedangkan yang Sembilan puluh Sembilan Dia simpan di sisi-Nya." (HR. Al Bukhari: 4943 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Demikian juga hadits riwayat at Tirmidzi: 3464 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏