“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


KETETAPAN ALLAH BAGI SURGA DAN NERAKA
(penjelasan tentang hadits mushahaf)

Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Allah dan Rasul-Nya menjelaskan ketetapan tentang kriteria umum bagi manusia khususnya seorang muslim masuk surga atau pun neraka. Sebagaimana Allah mengharagai kebaikan dan keburukan seseorang dengan balasan yang adil dan sepadan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ. (قرآن سورة الزلزلة/٩٩: ٧)

"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya," (QS.Az-Zalzalah/99: 7)

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ. (قرآن سورة الزلزلة/٩٩: ٨)

"dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS.Az-Zalzalah/99: 8)

Selanjutnya, Rasulullah ﷺ menjelaskan sebagaimana penulis paparkan di bawah ini.

Imam Muslim berkata,

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِنْهَالٍ الضَّرِيرُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ وَهِشَامٌ صَاحِبُ الدَّسْتَوَائِيِّ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنِي أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا مُعَاذٌ وَهُوَ ابْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَانَ فِي قَلْبِهِ مِنْ الْخَيْرِ مَا يَزِنُ شَعِيرَةً ثُمَّ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَانَ فِي قَلْبِهِ مِنْ الْخَيْرِ مَا يَزِنُ بُرَّةً ثُمَّ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَكَانَ فِي قَلْبِهِ مِنْ الْخَيْرِ مَا يَزِنُ ذَرَّةً زَادَ ابْنُ مِنْهَالٍ فِي رِوَايَتِهِ قَالَ يَزِيدُ فَلَقِيتُ شُعْبَةَ فَحَدَّثْتُهُ بِالْحَدِيثِ فَقَالَ شُعْبَةُ حَدَّثَنَا بِهِ قَتَادَةُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَدِيثِ إِلَّا أَنَّ شُعْبَةَ جَعَلَ مَكَانَ الذَّرَّةِ ذُرَةً قَالَ يَزِيدُ صَحَّفَ فِيهَا أَبُو بِسْطَامَ. (رواه مسلم: ٢٨٥)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Minhal adl-Dlarir telah menceritakan kepada kami Yazid bin zurai' telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu 'Arubah dan Hisyam kawan ad-Dastawai, dari Qatadah dari Anas bin Malik dia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepadaku Abu Ghassan al-Misma'I dan Muhammad bin al-Mutsanna keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muadz dan dia adalah Ibnu Hisyam, dia berkata, telah menceritakan kepadaku bapakku dari Qatadah telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Akan keluar dari neraka, orang-orang yang mengucapkan, 'Laa Ilaaha Illallaahu' yang di hatinya terdapat kebaikan seberat gandum (sya'irah). Kemudian keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Laa Ilaaha Illallaahu' yang di hatinya terdapat kebaikan seberat jewawut (burrah). Kemudian akan keluar dari neraka, orang yang mengucapkan, 'Laa Ilaaha Illallaahu' yang di hatinya terdapat kebaikan seberat biji jagung (dzarrah)." Kemudian Ibnul Minhal menambahkan dalam riwayatnya; Yazid berkata, "Aku menemui Syu'bah, lalu aku ceritakan kepadanya hadits tersebut, maka Syu'bah pun berkata, ' Qatadah menceritakannya kepada kami dari Anas bin Malik dari Nabi ﷺ dengan hadits tersebut, ' hanya saja Syu'bah menyebut Dzarrah menjadi Dzurrah.' Yazid berkata, 'Abu Bistham telah salah huruf padanya." (HR. Muslim: 285 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)

Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 42, at Tirmidzi: 2518, Ibnu Majah: 4303 (hadits ahlul Bashrah) - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Sebagai prosesnya diceritakan oleh imam al Bukhari,

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى الْمَازِنِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَخْرِجُوا مِنْ النَّارِ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ إِيمَانٍ فَيُخْرَجُونَ مِنْهَا قَدْ اسْوَدُّوا فَيُلْقَوْنَ فِي نَهَرِ الْحَيَا أَوْ الْحَيَاةِ شَكَّ مَالِكٌ فَيَنْبُتُونَ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي جَانِبِ السَّيْلِ أَلَمْ تَرَ أَنَّهَا تَخْرُجُ صَفْرَاءَ مُلْتَوِيَةً قَالَ وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرٌو الْحَيَاةِ وَقَالَ خَرْدَلٍ مِنْ خَيْرٍ. (رواه البخاري: ٢١)

Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah menceritakan kepada kami Malik dari 'Amru bin Yahya Al Mazani dari bapaknya dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Ahlu surga telah masuk ke surga dan Ahlu neraka telah masuk neraka. Lalu Allah Ta'ala berfirman, "Keluarkan dari neraka siapa yang di dalam hatinya ada iman sebesar biji sawi". Maka mereka keluar dari neraka dalam kondisi yang telah menghitam gosong kemudian dimasukkan kedalam sungai hidup atau kehidupan. -Malik ragu. - Lalu mereka tumbuh bersemi seperti tumbuhnya benih di tepi aliran sungai. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana dia keluar dengan warna kekuningan."Berkata Wuhaib Telah menceritakan kepada kami 'Amru: "Kehidupan". Dan berkata, "Sedikit dari kebaikan". (HR. Al Bukhari: 21 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Hadits ahlul Madinah)

Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 6075 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H.

Disisi lain sebaliknya Rasulullah bersabda,

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ دِينَارٍ جَمِيعًا عَنْ يَحْيَى بْنِ حَمَّادٍ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَمَّادٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبَانَ بْنِ تَغْلِبَ عَنْ فُضَيْلٍ الْفُقَيْمِيِّ عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ. (رواه مسلم: ١٣١)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar serta Ibrahim bin Dinar semuanya dari Yahya bin Hammad, Ibnu al-Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hammad telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Aban bin Taghlib dari Fudlail al-Fuqaimi dari Ibrahim an-Nakha'i dari Alqamah dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan." Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya laki-laki menyukai baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim: 131 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Demikian juga hadits riwayat imam Muslim: 132 dan 133 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H.

Imam Abu Daud: 1445 meriwayatkan dengan lafazh,

" ... لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ." (رواه أبوداود: ١٤٤٥)

" ... "Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekerabatan." ( HR. Abu Daud: 1445 - shahih dari Jubair bin Muth'im bin 'Adiy, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 59 H)

Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 5525 - shahih dari Jubair bin Muth'im bin 'Adiy, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 59 H.

Lafazh lain,

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هَمَّامٍ قَالَ كُنَّا مَعَ حُذَيْفَةَ فَقِيلَ لَهُ إِنَّ رَجُلًا يَرْفَعُ الْحَدِيثَ إِلَى عُثْمَانَ فَقَالَ لَهُ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ. (رواه البخاري: ٥٥٩٦)

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Manshur dari Ibrahim dari Hammam dia berkata, "Kami pernah bersama Hudzaifah, lalu diberitahukan kepadanya bahwa ada seseorang yang merafa'kan (menyandarkan) hadits kepada Utsman, lantas Hudzaifah berkata kepada orang tersebut, "Saya mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba." (HR. Al Bukhari: 5596 - shahih dari Hudzaifah bin al Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 36 H. Hadits ahlul Kufah)

Makna yang sama diriwayatkan oleh imam Muslim,

و حَدَّثَنِي شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مَهْدِيٌّ وَهُوَ ابْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا وَاصِلٌ الْأَحْدَبُ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَجُلًا يَنُمُّ الْحَدِيثَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ. (رواه مسلم: ١٥١)

Dan telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farukh dan Abdullah bin Muhammad bin Asma' adl-Dluba'i keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Mahdi -yaitu Ibnu Maimun- telah menceritakan kepada kami Washil al-Ahdab dari Abu Wa'il dari Hudzaifah bahwa telah sampai kepadanya, bahwa seorang laki-laki mengadu domba suatu pembicaraan, maka Hudzaifah berkata, "Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba'." (HR. Muslim: 151 - shahih dari Hudzaifah bin al Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 36 H. Hadits 'aziz)

Pada hadits berikutnya diceritakan asbabul wurudnya, sebagaimana imam Muslim berkata,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هَمَّامِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ كَانَ رَجُلٌ يَنْقُلُ الْحَدِيثَ إِلَى الْأَمِيرِ فَكُنَّا جُلُوسًا فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ الْقَوْمُ هَذَا مِمَّنْ يَنْقُلُ الْحَدِيثَ إِلَى الْأَمِيرِ قَالَ فَجَاءَ حَتَّى جَلَسَ إِلَيْنَا فَقَالَ حُذَيْفَةُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ. (رواه مسلم: ١٥٢)

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr as-Sa'di dan Ishaq bin Ibrahim berkata Ishaq telah mengabarkan kepada kami Jarir dari Manshur dari Ibrahim dari Hammam bin al-Harits dia berkata, "Seorang laki-laki menukil pembicaraan kepada seorang amir, sedangkan kami sedang duduk di masjid. Maka orang-orang pun berkata, "Ini orang yang menukilkan pembicaraan kepada amir tersebut." Perawi berkata, "Maka dia datang hingga duduk menghadap kami, Hudzaifah lantas berkata, 'Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan masuk surga pengadu domba'." (HR. Muslim: 152 - shahih dari Hudzaifah bin al Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 36 H. Hadits 'aziz)

Dan hadits riwayat Muslim: 153 - shahih dari Hudzaifah bin al Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 36 H. Hadits 'aziz dan hadits ahlul Kufah.

Begitu pun hadits hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dengan matan berbeda, namun maksud yang sama, yaitu tidak akan masuk surga. Sebagaimana imam Muslim berkata,

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ. (رواه مسلم: ٦٦)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah bin Sa'id serta Ali bin Hujr semuanya dari Isma'il bin Ja'far, Ibnu Ayyub berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail dia berkata, telah mengabarkan kepada kami al-Ala' dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan masuk surga, orang yang mana tetangganya tidak aman dari bahayanya." (HR. Muslim: 66 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Demikian juga matan hadits riwayat Ahmad: 8500 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.

Selanjutnya, imam Abu Daud meriwayatkan:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ وَعُثْمَانُ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ حَارِثَةَ ابْنِ وَهْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ الْجَوَّاظُ وَلَا الْجَعْظَرِيُّ قَالَ وَالْجَوَّاظُ الْغَلِيظُ الْفَظُّ. (رواه أبوداود: ٤١٦٨)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr dan Utsman bin Abu Syaibah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Ma'bad bin Khalid dari Haritsah bin Wahb ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang keras hati dan sombong." Perawi berkata, "Al Jawwazh adalah orang yang keras hatinya." (HR. Abu Daud: 4168 - shahih dari Haritsah bin Wahab, ia shahabat dan negeri hidup Kufah. Hadits ahlul Kufah dan hadits 'aziz)

Perbedaan lafazh hadits-hadits di atas menunjukkan konteks yang sama bahwa seseorang muslim akan masuk surga, jika ada iman atau kebaikan dalam hatinya walau sekecil apa pun. Dan sebaliknya seorang muslim tidak akan masuk surga apabila dia memiliki sifat sombong, jahat pada tetangganya, pemutus tali kekerabatan, membahayakan, suka mengadu-domba (fattaat atau nammaam) dan keras hati.

Hal ini menunjukkan kasih dan sayang Allah terhadap hamba-Nya. Sekaligus ketegasan kepada pelaku maksiat atau perusak hatinya dengan apa yang sudah diuraikan di atas.

Wallaahu a'lam bish shawaab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]