PERLINDUNGAN DAN KERIDHAAN SEHINGGA MASUK SURGA DENGAN DIRANTAI
(Hadits-hadits Qudsi)
Oleh: Samsurizal, MA., C.I.P
Sebesar apa pun keinginan kita pasti dibatasi oleh kehendak yang lebih berkuasa. Tetapi kekuasaan makhluk dapat ditipu, kecuali kekuasaan Allah. Apa yang dilaknat tidak akan pernah selamat, dan siapa yang diridhai akan dilindungi. Baik dari bahaya, maupun dari krisisnya kezhaliman.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
مَنْ كَفَرَ بِاللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِهٖٓ اِلَّا مَنْ اُكْرِهَ وَقَلْبُهٗ مُطْمَىِٕنٌّۢ بِالْاِيْمَانِ وَلٰكِنْ مَّنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّٰهِ ۗوَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ. (قرآن سورة النحل/١٦: ١٠٦)
Siapa yang kufur kepada Allah setelah beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa (mengucapkan kalimat kekufuran), sedangkan hatinya tetap tenang dengan keimanannya (dia tidak berdosa). Akan tetapi, siapa yang berlapang dada untuk (menerima) kekufuran, niscaya kemurkaan Allah menimpanya dan bagi mereka ada azab yang besar. (QS. An-Naḥl/16: 106)
Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan tentang ancaman keras terhadap riddah (murtad) yakni kufur kembali sesudah beriman, mengutama-kan kesesatan dari petunjuk (hidayah)-Nya. Mereka mendapat kemurkaan dan azab Allah, kecuali dalam kondisi terpaksa. Misalnya, mereka menyatakan murtad dengan lidah karena jiwanya terancam, namun hati mereka tetap penuh dengan keimanan. Tidak ada dosa dan tuntutan hukum kepadanya, selama ia tetap beriman.
Rasulullah bersabda:
رُفِعَ عَنْ اُمَّتِي الْخَطَأُ وَ النِّسْيَانُ وَمَا اُسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ. (رواه الطبراني عن ثوبان)
Tidak dicatat amal umatku (karena) kekeliruan, lupa, dan mereka terpaksa. (Riwayat aṭ-Ṭabrānī dari Ṡaubān)
Allah mengancam orang yang murtad dengan suka-rela, sementara Allah tetap meridhai sikap kufur karena terpaksa untuk menjaga jiwa dan keimanan sesungguhnya. Dengan konteks yang sama, mereka tetap masuk surga dengan kehirmatan dan kemuliaan dari-Nya. Oleh karena itu, walaupun mereka tertawan dalam keterpaksaan. Rasulullah ﷺ mengisyarakat bahwa Allah kagum kepada mereka. Sebagaimana diceritakan dalam riwayat-riwayat di bawah ini.
Imam Ahmad meriwayatkan,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَيْخٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ
ضَحِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا مَا يُضْحِكُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ عَجِبْتُ مِنْ قَوْمٍ يُقَادُونَ فِي السَّلَاسِلِ إِلَى الْجَنَّةِ. (رواه أحمد: ٢١١٢٧)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Ubaid, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari seorang guru dari Abu Umamah berkata, Rasulullah ﷺ tertawa, kami bertanya; Apa gerangan yang membuat baginda tertawa wahai Rasulullah? Rasulullah ﷺ bersabda, "Saya heran pada suatu kaum yang digiring ke surga dengan dirantai." (HR. Ahmad: 21127 - shahih lighairihi, isnadnya dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Shadiy bin 'Ajlan, ia shahabat kuniyahnya Abu Umamah negeri hidup Syam dan wafat tahun 86 H)
Sementara itu matan hadits yang lebih kuat adalah tergolong hadits qudsi. Sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " عَجِبَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَوْمٍ يُقَادُونَ إِلَى الْجَنَّةِ فِي السَّلَاسِلِ ". (رواه أحمد: ٩٤٠٦)
Telah menceritakan kepada kami Waki' berkata, telah menceritakan kepada kami Kamil Abul 'Ala` berkata, aku mendengar Abu Shalih dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Rabb kita 'Azza wa Jalla merasa ta'ajub terhadap suatu kaum yang digiring masuk ke dalam surga dengan dirantai." (HR. Ahmad: 9406 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Beberapa catatan: pertama: Mina', ia adalah shahabiyah hanya periwayat dalam sanad imam Ahmad. Terhitung hadits jalurnya berjumlah 9 buah. Kedua: Kamil bin Al A'laa, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu Al A'laa dan negeri hidup Kufah. Ibnu Sa'ad menilainya, "qalilul hadits". An-Nasa'i menilainya, "laisa bi qawi". Sedangkan Yahya bin Ma'in dan Ya'qub bin Sufyan menilainya, "tsiqah". Dan, Ibnu Hajar menilainya, "shafuq yuhti".
Demikian juga matan yang sama diriwayatkan oleh imam Abu Daud, beliau berkata:
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَجِبَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَوْمٍ يُقَادُونَ إِلَى الْجَنَّةِ فِي السَّلَاسِلِ. (رواه أبوداود: ٢٣٠٢)
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ziyad, ia berkata, saya mendengar Abu Hurairah berkata, saya mendengar Rasulullah ﷺ berkata, Tuhan kita 'Azza wa Jalla kagum kepada sebuah kaum yang digiring menuju Surga dalam rantai. (HR. Abu Daud: 2302 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Hadits semakna juga diriwayatkan oleh imam al-Bukhari, beliau berkata:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَجِبَ اللَّهُ مِنْ قَوْمٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ فِي السَّلَاسِلِ. (رواه البخاري: ٢٧٨٨)
Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah bercerita kepada kami Ghundar, telah bercerita kepada kami Syu'bah dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu dari Nabi ﷺ bersabda, "Allah heran terhadap suatu kaum yang masuk surga dalam keadaan terbelenggu". (HR. Al-Bukhari: 2788 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Imam Ahmad juga meriwayatkan,
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ حَمَّادٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ وَعَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ
سَمِعْتُ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَجِبَ رَبُّنَا مِنْ قَوْمٍ يُقَادُونَ إِلَى الْجَنَّةِ فِي السَّلَاسِلِ. (رواه أحمد: ٧٦٧١)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Hammad dari Muhammad bin Ziyad dan 'Affan berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ziyad berkata, aku mendengar Abu Hurairah berkata, aku mendengar Abul Qasim ﷺ bersabda, "Tuhan kita ta'jub kepada suatu kaum yang digiring ke surga dalam keadaan terantai (orang yang meninggal dalam keadaan Islam dan masih tertawan)." (HR. Ahmad: 7671 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Lafazh semakna,
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَجِبَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ مِنْ رِجَالٍ يُقَادُونَ إِلَى الْجَنَّةِ فِي السَّلَاسِلِ. (رواه أحمد: ٨٩٠٣)
Telah menceritakan kepada kami 'Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ziyad berkata, aku mendengar Abu Hurairah berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Rabb kita 'Azza wa Jalla terkagum kagum dengan para laki-laki yang digiring menuju surga dalam keadaan terantai." (HR. Ahmad: 8903 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Hadits-hadits di atas diriwayatkan secara makna. Namun, mempunyai makna yang sama, yaitu Allah kagum terhadap seseorang yang masuk surga dalam keadaan terantai. Karena, ketika di dunia sebagai musuh yang kafir lalu menjadi tawanan dan dibelenggu lalu masuk Islam. Dengan makna lain, orang yang meninggal dalam keadaan Islam dan masih tertawan. Hadits-hadits diriwayatkan dari Shadiy bin 'Ajlan dan Abu Hurairah. Termaktub dalam kitab hadits imam al-Bukhari, Abu Daud, dan Ahmad.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏