“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


IBRAHIM AKAN MENJADI NABI JIKA TAK MENINGGAL DUNIA WAKTU KECIL
(Sebab dan Batasan Masa Kenabian - hadits tarhamiyah)
Oleh: Samsurizal, MA, C.I.P

Nabi dan Rasul adalah bentuk rahmat dan kasih sayang Allah kepada manusia agar senantiasa berada dalam tuntunan kebenaran dan petunjuk untuk mendekat diri serta mengetahui arah tempat kembali kepada Allah sang Pencipta. Sehingga, petunjuk-petunjuk-Nya terdapat pada berbagai sisi ciptaan-Nya yang unik dan indah lagi sempurna.

Terkait dengan pernyataan terkait kenabian dimaksud perlu dijelaskan dan memaparkan alasan-alasan syar'iy dan logis agar mendapatkan makna yang meyakinkan. Oleh karena itu penulis paparkan informasi tentang hal dimaksud sebagai berikut:

Imam Ibnu Majah meriwayatkan,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ شَبِيبٍ الْبَاهِلِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عُثْمَانَ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ عُتَيْبَةَ عَنْ مِقْسَمٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
لَمَّا مَاتَ إِبْرَاهِيمُ ابْنُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ إِنَّ لَهُ مُرْضِعًا فِي الْجَنَّةِ وَلَوْ عَاشَ لَكَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا وَلَوْ عَاشَ لَعَتَقَتْ أَخْوَالُهُ الْقِبْطُ وَمَا اسْتُرِقَّ قِبْطِيٌّ. (رواه إبن ماجه: ١٥٠٠)

Telah menceritakan kepada kami Abdul Qudus bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Daud bin Syabib Al Bahili berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Utsman berkata, telah menceritakan kepada kami Al Hakam bin Utaibah dari Miqsam dari Ibnu Abbas ia berkata, "Tatkala Ibrahim putra Rasulullah ﷺ meninggal, Rasulullah ﷺ mensalatkannya, beliau berkata, "Sesungguhnya dia memiliki orang yang menyusuinya di surga. Kalau saja ia hidup, niscaya akan menjadi seorang yang jujur dan seorang nabi. Kalau saja ia hidup niscaya paman-pamannya dari kalangan Qibti akan merdeka, tetapi Qibti bukanlah seorang budak." (HR. Ibnu Majah: 1500 - shahih sebelum kalimat "al 'itq" (merdeka) menurut Muhammad Nashiruddin al Albani dari 'Badullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu Al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Sementara imam al-Bukhari meriwayatkan,

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّهُ سَمِعَ الْبَرَاءَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
لَمَّا تُوُفِّيَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لَهُ مُرْضِعًا فِي الْجَنَّةِ. (رواه البخاري: ١٢٩٣)

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari 'Adiy bin Tsabit bahwa dia mendengar Al Bara' radhiallahu'anhu berkata, Ketika Ibrahim (putra Nabi ﷺ) meninggal dunia, Rasulullah ﷺ bersabda, "Baginya akan ada yang menyusuinya di surga". (HR. Al-Bukhari: 1293 - shahih dari al-Barra bin 'Azib bin al-Harits, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Imarah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 72 H)

Demikian juga hadits semakna riwayat imam al-Bukhari: 3015 dan 5727 - shahih dari al-Barra bin 'Azib bin al-Harits, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Imarah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 72 H.

Lebih lanjut diriwayatkan oleh imam Muslim,

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ وَهُوَ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عَمْرِو بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
مَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَرْحَمَ بِالْعِيَالِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ إِبْرَاهِيمُ مُسْتَرْضِعًا لَهُ فِي عَوَالِي الْمَدِينَةِ فَكَانَ يَنْطَلِقُ وَنَحْنُ مَعَهُ فَيَدْخُلُ الْبَيْتَ وَإِنَّهُ لَيُدَّخَنُ وَكَانَ ظِئْرُهُ قَيْنًا فَيَأْخُذُهُ فَيُقَبِّلُهُ ثُمَّ يَرْجِعُ قَالَ عَمْرٌو فَلَمَّا تُوُفِّيَ إِبْرَاهِيمُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ ابْنِي وَإِنَّهُ مَاتَ فِي الثَّدْيِ وَإِنَّ لَهُ لَظِئْرَيْنِ تُكَمِّلَانِ رَضَاعَهُ فِي الْجَنَّةِ. (رواه مسلم: ٤٢٨٠

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Muhammad bin Abdullah bin Numair lafazh ini milik Zuhair keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail yaitu Ibnu 'Ulayyah dari Ayyub dari Amru bin Sa'id dari Anas bin Malik dia berkata, "Tidak pernah kulihat orang yang lebih penyayang terhadap keluarganya melebihi Rasulullah ﷺ. Anas berkata, Ibrahim (anak beliau) disusukan pada suatu keluarga di sebuah kampung di perbukitan Madinah. Pada suatu hari beliau pergi menengoknya, dan kami ikut bersama beliau. Beliau masuk ke rumah yang kala itu penuh dengan asap, karena orang tua pengasuh Ibrahim adalah seorang tukang pandai besi. Kemudian Nabi ﷺ menggendong Ibrahim seraya menciumnya, setelah itu beliau pun pulang. Kata 'Amru, "Tatkala Ibrahim wafat, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Ibrahim adalah anakku. Dia meninggal dalam usia menyusu. Kedua orang tua pengasuhnya akan menyempurnakan susuannya nanti di surga." (HR. Muslim: 4280 - shahih dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits masyhur diakhir sanad)

Demikian juga diriwayatkan oleh imam Ahmad: 11659 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an-Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H.

Pernyataan Rasulullah ﷺ, "Kalau saja ia hidup, niscaya akan menjadi seorang yang jujur dan seorang nabi" adalah kalimat yang menunjukkan kasih sayangnya yang mendalam kepada anak beliau "Ibrahim". Hal tersebut wujud dari harapan seorang bapak kepada anaknya agar menjadi sama atau lebih baik darinya.

Sementara itu, takdir kenabian telah dibatasi hanya sampai Nabi Muhammad ﷺ. Sebagaimana pernyataan beliau sendiri, yang diriwayatkan oleh imam Ahmad. Beliau meriwayatkan,

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا سَلِيمُ بْنُ حَيَّانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مِينَاءَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلِي وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ كَمَثَلِ رَجُلٍ ابْتَنَى دَارًا فَأَكْمَلَهَا وَأَحْسَنَهَا إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَدْخُلُونَهَا وَيَعْجَبُونَ وَيَقُولُونَ لَوْلَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنَا مَوْضِعُ اللَّبِنَةِ جِئْتُ فَخَتَمْتُ الْأَنْبِيَاءَ. (رواه أحمد: ١٤٣٥٩)

Telah menceritakan kepada kami 'Affan, telah menceritakan kepada kami Salim bin Hayyan, telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Mina' dari Jabir bin Abdullah dari Nabi ﷺ bersabda, "Permisalanku dengan permisalan para nabi seperti seorang laki-laki yang membuat rumah lalu dia melengkapinya dan memperbagusnya kecuali ada kekurangan satu bata, lalu orang-orang memasukinya dan sangat kagum dengannya dan berkata, 'Oh, kalau saja kekurangan satu bata ini telah dilengkapi." Rasulullah ﷺ bersabda, "Sayalah satu bata yang kurang tersebut, saya datang dan saya penutup para nabi". (HR. Ahmad: 14359 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)

Dan,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ صَالِحٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ الْكَلْبِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ هِلَالٍ السُّلَمِيِّ عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ لَخَاتَمُ النَّبِيِّينَ وَإِنَّ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَام لَمُنْجَدِلٌ فِي طِينَتِهِ وَسَأُنَبِّئُكُمْ بِأَوَّلِ ذَلِكَ دَعْوَةُ أَبِي إِبْرَاهِيمَ وَبِشَارَةُ عِيسَى بِي وَرُؤْيَا أُمِّي الَّتِي رَأَتْ وَكَذَلِكَ أُمَّهَاتُ النَّبِيِّينَ تَرَيْنَ
حَدَّثَنَا أَبُو الْعَلَاءِ وَهُوَ الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ مُعَاوِيَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الْأَعْلَى بْنِ هِلَالٍ السُّلَمِيِّ عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ وَخَاتَمُ النَّبِيِّينَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ وَزَادَ فِيهِ إِنَّ أُمَّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَتْ حِينَ وَضَعَتْهُ نُورًا أَضَاءَتْ مِنْهُ قُصُورُ الشَّامِ. (رواه أحمد: ١٦٥٢٥)

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi, telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah yaitu Ibnu Shalih, dari Sa'id bin Suwaid Al Kalbi dari Abdullah bin Hilal As-Sulami dari 'Irbadl bin Sariyah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Saya adalah hamba Allah, penutup para nabi. Sesungguhnya Adam 'alaihissalam dahulu tergeletak di atas bumi pada penciptaannya, dan akan saya beritahukan kepada kalian takwil hal itu, yaitu perihal seruan bapakku Ibrahim, pengabaran gembira Isa tentang kedatanganku, mimpi ibuku yang dilihatnya, dan juga mimpi ibu para nabi. Telah menceritakan kepada kami Abu Al 'Ala` yaitu Al Hasan bin Siwar berkata, telah menceritakan kepada kami Laits dari Mu'awiyah dari Sa'id bin Suwaid dari Abdul A'la bin Hilal As-Sulami dari 'Irbadl bin Sariyah berkata, saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Saya adalah hamba Allah dan penutup para nabi." Lalu menyebutkan semisalnya. Dengan menambahkan redaksi, "Ibu Rasulullah ﷺ bermimpi ketika melahirkannya, terlihat istana-istana Syam dari bayinya." (HR. Ahmad: 16525 - shahih lighairihi menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Irbadh bin Syariah, ia shahabat kuniyahnya Abu Najih negeri hidup Syam dan wafat tahun 75 H. Hadits 'aziz diakhir sanad)

Imam ad-Darimi meriwayatkan,

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْحَكَمِ الْمِصْرِيُّ ، حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ ، عَنْ صَالِحٍ - هُوَ ابْنُ عَطَاءِ بْنِ خَبَّابٍ مَوْلَى بَنِي الدُّئِلِ - عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " أَنَا قَائِدُ الْمُرْسَلِينَ وَلَا فَخْرَ، وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ وَلَا فَخْرَ، وَأَنَا أَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ وَلَا فَخْرَ ". (رواه الدارمي: ٤٩)

Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Abdul Hakam Al Mishri, telah menceritakan kepada kami Bakar bin Mudhar dari Ja'far bin Rabi'ah dari Shalih Ibnu 'Atha bin Khabbab bekas budak dari bani Al Duil dari 'Atha bin Abi Rabbah dari Jabir bin Abdullah radhiallahu'anhu bahwasanya Nabi ﷺ bersabda, "Aku adalah pemimpin para Rasul, dan tidak ada kesombongan, aku adalah penutup para nabi dan tidak ada kesombongan, aku adalah orang pertama yang akan memberi syafaat dan orang pertama yang diberi syafaat dan tidak ada kesombongan". (HR. Ad-Darimi: 59 - isnadnya jayyid menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)

Lebih tegas lagi Rasulullah ﷺ menyatakan, sebagaimana hadits riwayat imam Ahmad,

حَدَّثَنَا عَلَيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُعَاذٌ يَعْنِي ابْنَ هِشَامٍ قَالَ وَجَدْتُ فِي كِتَابِ أَبِي بِخَطِّ يَدِهِ وَلَمْ أَسْمَعْهُ مِنْهُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ حُذَيْفَةَ
أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي أُمَّتِي كَذَّابُونَ وَدَجَّالُونَ سَبْعَةٌ وَعِشْرُونَ مِنْهُمْ أَرْبَعُ نِسْوَةٍ وَإِنِّي خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي. (رواه أحمد: ٢٢٢٦٩)

Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Abdullah, telah bercerita kepada kami Mu'adz bin Hisyam berkata, Aku menemukan dalam kitab ayahku dengan tulisan tangannya tapi aku tidak pernah mendengarnya darinya: Dari Qotadah dari Abu Ma'syar dari Ibrahim An Nakha'i dari Hammam dari Hudzaifah bin Al Yaman bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Dalam umatku ada para pendusta dan Dajjal. Dajjal sebanyak dua puluh tujuh, diantara mereka ada empat orang wanita, aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku." (HR. Ahmad: 22269 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Hudzaifah bin al-Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 36 H)

Ditegaskan lagi oleh Allah dalam firman-Nya,

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا. (قرآن سورة ألأحزاب/٣٣: ٤٠)

Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, melainkan dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Aḥzāb/33: 40)

Begitu juga beberapa riwayat menunjukkan tentang surah al-Qur'an secara keseluruhan dan terakhir turun adalah QS. At-Taubah dan ayat terakhir turun adalah ayat terakhir QS. An-Nisā'/4. Sebagaimana hadits riwayat imam Ahmad,

حَدَّثَنَا حُجَيْنٌ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَن أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ قَالَ
آخِرُ سُورَةٍ نَزَلَتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَامِلَةً بَرَاءَةُ وَآخِرُ آيَةٍ نَزَلَتْ خَاتِمَةُ سُورَةِ النِّسَاءِ
{ يَسْتَفْتُونَكَ }
إِلَى آخِرِ السُّورَةِ. (رواه أحمد: ١٧٨٩٤)

Telah menceritakan kepada kami Hujain, telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Abu Ishaq dari Al Baraa` ia berkata, Surat yang terakhir kali turun kepada Nabi ﷺ secara keseluruhan adalah surah At-Taubah. sedangkan ayat yang terakhir kali turun adalah akhir dari surah An Nisa'. (HR. Ahmad: 17894 - isnadnya shahih menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Al Barra' bin 'Azib bin Al Harits, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Imarah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 72 H)

Selanjutnya, sebuah atsar disampaikan oleh imam Ahmad,

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ يُوسُفَ الْمَكِّيِّ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُبِيٍّ قَالَ
آخِرُ آيَةٍ نَزَلَتْ
{ لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ }
الْآيَةَ. (رواه أحمد: ٢٠١٩٦)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Umar, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Ali bin zaid dari Yusuf Al Makki dari Ibnu Abbas dari Ubay dia berkata, "Ayat yang terakhir kali turun adalah '(Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri) ' (QS. At-Taubah: 128). (HR. Ahmad: 20196 - atsar Hasan menurut Syu'aib Al Arna'uth, isnadnya dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Ubay bin Ka'ab bin Qais, ia shahabat kuniyahnya Abu al-Mundzir negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)

Catatan: dalam sanad hadits riwayat imam Ahmad: 20196 terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruh) oleh ulama kritikus hadits. Ia adalah Ali bin Zaid bin 'Abdullah bin Jud'an, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al-Hasan negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 131 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, An-Nasa'i, dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Sedangkan Ahmad bin Hanbal, Al 'Ajli, dan Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]