“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

SIKAP DAN PERBUATAN YANG BERNILAI SEDEKAH

(HADITS-HADITS AKHLAK)

Secara umum imam Al Bukhari meriwayatkan bahwa segala kebaikan itu adalah sedekah. Sebagaimana beliau berkata:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ. (رواه البخاري: ٥٥٦٢)

Telah menceritakan kepada kami Ali bin 'Ayasy, telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan dia berkata, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir bin Abdullah radhiallahu'anhuma dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Setiap perbuatan baik adalah sedekah." (HR. Al Bukhari: 5562 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)

Periwayat (Al Munkadir bin Muhammad bin Al Munkadir) dalam hadits riwayat imam Ahmad dan at Tirmidzi berbeda dengan periwayat dalam sanad imam Al Bukhari. Ia adalah Muhammad bin Al Munkadir bin 'Abdullah bin Al Hudhair, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 131 H. Abu Hatim, Yahya bin Ma'in, dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah. Ya'qub Ibnu Syaibah menilainya shahihul hadits jiddan. Sedangkan adz Dzahabi menilainya imam.

Sementara itu matan yang sama juga diriwayatkan oleh imam Muslim dengan jalur sanad yang berbeda. Beliau berkata,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ كِلَاهُمَا عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ عَنْ حُذَيْفَةَ فِي حَدِيثِ قُتَيْبَةَ قَالَ قَالَ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ. (رواه مسلم: ١٦٧٣)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepada kami Abu Awanah -dalam jalur lain- Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abbad bin Al Awwam keduanya dari Abu Malik Al Asyja'i dari Rabi bin Hirasy dari Hudzaifah -dalam hadits Qutaibah, ia berkta- Nabi kalian ﷺ telah bersabda. -Sementara Ibnu Abu Syaibah berkata, Dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Setiap kebaikan itu adalah sedekah." (HR. Muslim: 1673 - shahih dari Hudzaifah bin Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 36 H)

Imam at Tirmidzi meriwayatkan,

حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْجُرَشِيُّ الْيَمَامِيُّ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو زُمَيْلٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُكَ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهْيُكَ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلَالِ لَكَ صَدَقَةٌ وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيءِ الْبَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُكَ الْحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالْعَظْمَ عَنْ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِي دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ.

قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَجَابِرٍ وَحُذَيْفَةَ وَعَائِشَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَأَبُو زُمَيْلٍ اسْمُهُ سِمَاكُ بْنُ الْوَلِيدِ الْحَنَفِيُّ. (رواه الترمذي: ١٨٧٩)

Telah menceritakan kepada kami Abbas bin Abdul Azhim Al Anbari, telah menceritakan kepada kami An Nadlr bin Muhammad Al Jurasyi Al Yamami, telah menceritakan kepada kami Ikrimah bin Ammar, telah menceritakan kepada kami Abu Zuamail dari Malik bin Martsad dari bapaknya dari Abu Dzarr ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau berbuat ma'ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah." Hadits semakna diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, Jabir, Hudzaifah, 'Aisyah dan Abu Hurairah.

Berkata Abu 'Isa: Ini merupakan hadits hasan gharib dan Abu Zumail bernama Simak bin Walid Al Hanafi. (HR. At Tirmidzi: 1879 - shahih dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)

Imam Ahmad meriwayatkan,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا الْمُنْكَدِرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ وَإِنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ وَأَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إِنَاءِ أَخِيكَ. (رواه أحمد: ١٤٣٤٨)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, telah menceritakan kepadaku Al Munkadir bin Muhammad bin Al Munkadir dari bapaknya dari Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap hal yang baik adalah sedekah. Termasuk dari kebaikan adalah kamu bertemu dengan saudaramu dengan wajah ceria dan kamu mengisi ember saudaramu dengan timbamu". (HR. Ahmad: 14348 - shahih, isnadnya dha'if menurut Syu'aib Al Arna'uth dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)

Demikian juga diriwayatkan oleh imam at Tirmidzi: 1893 - shahih menurut Al Albani dari Jabir bin 'Abdullah.

Dalam sanad hadits riwayat imam Ahmad: 14348 dan at Tirmidzi: 1893 terdapat perbedaan penilaian (jarah wa ta'dil) periwayat yang dinilai oleh para ulama hadits, yaitu Al Munkadir bin Muhammad bin Al Munkadir, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan dan negeri hidup Madinah. Penilaian ulama: an Nasa'i dan Al 'Ajli menilainya dha'if. Ibnu Hajar menilainya layyinul hadits. Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi. Dan Yahya bin Ma'in menilainya laisa bi syai'. Sedangkan Ahmad bin Hanbal menilainya tsiqah.

Dalam dialog dengan para shahabat Rasulullah ﷺ menjelaskan, sebagaimana imam Abu Daud meriwayatkan,

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبَّادٍ ح و حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ الْمَعْنَى عَنْ وَاصِلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عُقَيْلٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْمَرَ عَنْ أَبِي ذَرٍّ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ ابْنِ آدَمَ صَدَقَةٌ تَسْلِيمُهُ عَلَى مَنْ لَقِيَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُهُ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيُهُ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُهُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ وَبُضْعَةُ أَهْلِهِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ رَكْعَتَانِ مِنْ الضُّحَى.

قَالَ أَبُو دَاوُد وَحَدِيثُ عَبَّادٍ أَتَمُّ وَلَمْ يَذْكُرْ مُسَدَّدٌ الْأَمْرَ وَالنَّهْيَ زَادَ فِي حَدِيثِهِ وَقَالَ كَذَا وَكَذَا وَزَادَ ابْنُ مَنِيعٍ فِي حَدِيثِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَدُنَا يَقْضِي شَهْوَتَهُ وَتَكُونُ لَهُ صَدَقَةٌ قَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ وَضَعَهَا فِي غَيْرِ حِلِّهَا أَلَمْ يَكُنْ يَأْثَمُ. (رواه أبوداود: ١٠٩٣)

Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Mani' dari 'Abbad bin 'Abbad. Dan telah diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid sedangkan makna haditsnya dari Washil dari Yahya bin 'Uqail dari Yahya bin Ma'mar dari Abu Dzar dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Setiap pagi dari setiap ruas yang di miliki oleh ibnu Adam terdapat sedekahnya, memberi salam kepada orang yang di jumpainya adalah sedekah, memerintahkan kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah, menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah dan mengumpuli (bersenggama) dengan istrinya adalah sedekah, dan itu semua bisa di gantikan dengan dua rakaat salat Duha."

Abu Daud berkata, "Haditsnya 'Abbad lebih lengkap, namun Musaddad tidak menyebutkan kalimat "Memerintahkan (yang ma'ruf) dan mencegah (dari kemungkaran)", dalam haditsnya ada sedikit tambahan, beliau bersabda seperti ini dan ini, Ibnu Mani' menambahkan dalam haditsnya; para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang dari kami memenuhi tuntutan syahwatnya (mengumpuli istrinya) mendapatkan sedekah?" beliau menjawab, "Bagaimana pendapatmu jika dia meletakkan syahwatnya bukan pada yang dihalalkannya, apakah dia mendapatkan dosa?". (HR. Abu Daud: 1093 - shahih dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa secara umum Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa setiap kebaikan itu adalah sedekah. Kemudian dalam beberapa hadits baik sabda beliau langsung maupun karena adanya pertanyaan para shahabat beliau, diuraikan bermacam-macam kebaikan. Baik dalam hubungannya dengan kebaikan pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Sehingga contoh-contoh tersebut dipahami bahwa sangat banyak kebaikan-kebaikan yang kita lakukan yang bernilai sedekah. Hal yang terpenting adalah nilai kebaikan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya berdampak positif buat seluruh alam. 

Semua usaha manusia yang terpaut dengan kasb (usaha) mereka adalah menjadi tanggung jawab mereka sendiri. Oleh karena itu kebaikan yang diusahakan diberi balasan oleh Allah dan bernilai sedekah. Tidak satu pun yang luput dari pengawasan-Nya. Sehingga takdir kebaikan atau pun keburukan menjadi penting untuk diyakini agar manusia senantiasa berhati-hati dan selalu berusaha untuk lebih banyak berbuat baik (bersedekah). Karena hal tersebut akan kembali kepada mereka sendiri.

Wallaahu a'lam bish shawaab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]